"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Presiden SBY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Presiden SBY. Tampilkan semua postingan

Pahlawan nasional Indonesia itu seorang tokoh gereja

Written By Menara Penjaga on Rabu, 13 November 2013 | 12:40


Jumat 8 November 2013 lalu, Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar kepahlawanan kepada tiga tokoh atas jasa-jasa mereka bagi negara. 

Penganugerahan itu dilakukan di Istana Negara, Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 68/TK/2013 tertanggal 6 November 2013.


Salah satu tokoh yang menerima kehormatan tersebut adalah alm. Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang

Tokoh kelahiran Sidikalang, Sumatera Utara, 28 Januari 1920 ini di antaranya berperan dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda, pada 1949. Ia adalah satu dari dua tokoh militer yang hadir dalam perundingan itu. 

Tahun 1950-1954, beliau menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Perang RI. [1] 


Setelah mengakhiri karier di bidang militer pada masa pemerintahan Presiden Sukarno, T. B. Simatupang terlibat dalam pelayanan gereja di tingkat nasional maupun internasional. 

Ensiklopedia Tokoh Indonesia menulis: 

Usai membuktikan keteguhan prinsipnya di bidang kemiliteran dengan cara mundur, [Jendral (Purn)] Simatupang lantas menunjukkan keteguhan hati yang lain yakni kekuatan iman. Ia mengabdikan diri di lembaga Dewan Gereja-Gereja Indonesia (DGI, sekarang PGI atau Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia). Di DGI penganut agama Kristen dengan tradisi Gereja Lutheran yang saleh sekaligus pemegang kuat adat Batak ini mengimani mungkin akan bisa memberikan sumbangan yang kecil dalam pengembangan landasan-landasan etik teologi bagi tanggungjawab Kristen di suatu masa. [2]

Selain berperan di DGI (PGI), suami dari ibu Sumarti Budiarjo ini turut pula melayani dalam wadah Dewan Gereja-gereja Asia dan Dewan Gereja-gereja se-Dunia. 

T. B. Simatupang adalah seorang jenderal dan teolog berjiwa nasionalis. Pemikiran-pemikirannya tentang Pancasila menyediakan pijakan bagi etika berbangsa, bernegara dan bergereja, dalam konteks Indonesia yang beraneka-ragam.

Menurut sang Jendral, “The five principles are a wide enough umbrella for everybody. Nobody has anything against them; people can accept them; we can all live together under them” [3] (Kelima prinsip itu adalah payung yang cukup besar [untuk menaungi] semua. Tidak ada yang punya dasar untuk menentangnya; masyarakat bisa menerimanya; kita semua bisa hidup bersama di bawahnya).

Pemikiran-pemikirannya tentang iman Kristen dan Pancasila dituangkan dalam sejumlah buku. Di antaranya: Iman Kristen dan Pancasila (BPK Gunung Mulia, 1984) dan Kehadiran Kristen Dalam Perang, Revolusi dan Pembangunan: Berjuang Mengamalkan Pancasila Dalam Terang Iman (BPK Gunung Mulia, 1986). 

T. B. Simatupang, Lambertus Nicodemus Palar dan KRT Radjiman Wediodiningrat, ketiga tokoh kebanggaan putra-putri bangsa, serta para pahlawan Indonesia lainnya, berjuang untuk sebuah kemerdekaan. Namun, lebih daripada sebuah kemerdekaan atas penjajahan, mereka berjuang untuk sebuah cita-cita persatuan dan perdamaian yang berkeadilan sosial. []




------
[1] Tiga Tokoh Ini Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/457169-tiga-tokoh-ini-dianugerahi-gelar-pahlawan-nasional
[2] Sang Jenderal yang Berutang
http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/291-sang-jenderal-yang-berutang

[3] T. B. Simatupang, “This is My Country,” International Review of Missions, LXIII, 251 (July, 1974), 317 seperti dikutip dalam Eka Darmaputera, Pancasila and the Search for Identity and Modernity in Indonesian Society: A Cultural and Ethical Analysis (Leiden: E.J. Brill, 1988), 178.


Foto: 108Jakarta.com 

Capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi, angka kemiskinan berkurang

Written By Menara Penjaga on Jumat, 20 September 2013 | 23:12

Target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2014
adalah 6,4 %.
INDONESIA, Jakarta -- Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2009-2013 mencapai rata-rata 5,9% per tahun yang merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi.
“Inilah pertumbuhan ekonomi tertinggi, setelah kita mengalami krisis ekonomi lima belas tahun lalu,” ungkap Presiden dalam Keterangan Pemerintah atas RAPBN 2014 dan Nota Keuangan di hadapan anggota DPR dan DPD RI, Jumat (16/08).
Angka ini juga menunjukkan bahwa di antara negara anggota G-20 pada tahun 2012 dan 2013, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah Cina.
”Pertumbuhan ekonomi yang membaik juga diikuti oleh menurunnya tingkat pengangguran terbuka dari 9,86 persen pada tahun 2004, menjadi 5,92 persen pada bulan Maret di tahun 2013,” ungkap Presiden.
Presiden SBY mengakui adanya penurunan di kinerja ekspor, padahal impor terutama bahan bakar minyak terus meningkat.
“Akibatnya neraca perdagangan kita memburuk dan kondisi neraca pembayaran kita melemah,” katanya.
Hal itu mendorong pemerintah melakukan kebijakan percepatan perubahan APBN 2013 yang bertujuan menjaga defisit APBN dalam batas aman melalui pengendalian subsidi BBM dan mengalihkannya untuk program penanggulangan kemiskinan dan pembangunan infratstruktur.

Penanggulangan kemiskinan
Hasilnya angka kemiskinan turun dari 37,2 juta orang pada 2004 menjadi 28,07 juta orang pada Maret 2013.
Rencana pemerintah untuk mengintensifkan penanggulangan kemiskinan pada 2014 adalah dengan meningkatkan program Bantuan Tunai Bersyarat melalui Program Keluarga Harapan.
Namun, subsidi untuk 2014 turun 3,4% dari 2013 menjadi Rp 336,2 triliun.
Subsidi itu dialokasikan untuk energi dan non-energi, yang mencakup berbagai subsidi pangan, pupuk dan benih.

Proyeksi 2014
“Melalui kebijakan moneter yang berhati-hati, kita menjaga stabilitas ekonomi dan stabilitas tingkat nilai tukar rupiah yang realistis dan untuk tahun 2014, kita menggunakan asumsi rata-rata nilai tukar adalah Rp 9.750 per dolar AS,” kata Presiden.
Target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2014 ditetapkan pada 6,4% dan tingkat inflasi ditargetkan tidak lebih dari kisaran 4,5%, yang diharapkan bisa berpengaruh pada nilai tukar rupiah.
Presiden SBY menutup keterangannya dengan catatan khusus pada lembaga-lembaga pengawasan dan pemeriksaan keuangan negara seperti BPK, BPKP, dan aparat pengawasan internal pemerintah, untuk terus mengawasi perencanaan dan penggunaan anggaran negara. (BBC | MP)


Komitmen tinggi Indonesia untuk lingkungan hidup dan upaya mengkritisi agenda terselubung LSM asing

Written By Menara Penjaga on Senin, 10 Juni 2013 | 10:54

TUHANlah yang empunya bumi dan segala isinya,
dan dunia serta yang diam di dalamnya -- Mazmur 24:1
(foto: green.kompasiana).
INDONESIA, Jakarta (MP) -- Presiden Republik Indonesia mempertegas komitmen pemerintah untuk meningkatkan upaya pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup di Nusantara seusai pertemuan dengan pengurus LSM Greenpeace Internasional.


Kutipan berita Kompas.com:
"Kalau Indonesia melakukan hal-hal baik, jangan lupa juga menjelaskan kepada dunia bahwa Indonesia punya komitmen yang tinggi untuk memelihara lingkungan," kata Presiden saat jumpa pers di dermaga Nusantara Pura 1, seusai bertemu dengan para aktivis Greenpeace Internasional di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (7/6/2013).

Presiden juga mengakui banyak hal harus dibenahi menyangkut lingkungan di Indonesia seperti yang dihadapi negara lain. Hanya saja, kepada Greenpeace, Presiden mengatakan, Indonesia punya komitmen tinggi untuk terus mengurangi emisi karbon, memelihara hutan, memerangi illegal logging, mengatasi kebakaran hutan, serta mencegah deforestasi tidak terkendali.

Presiden menyinggung kebijakan pemerintah yang baru dilakukan, yakni moratorium pemberian izin baru tata kelola hutan alam primer dan lahan gambut di Indonesia. Tidak kalah penting, kata Presiden, program menanam 1 miliar pohon setiap tahun.
"Ini upaya nyata meskipun selalu ada tantangannya. Tapi tahun demi tahun hasilnya kelihatan. Saya percaya sebagai Presiden Indonesia, 25 tahun, 30 tahun ke depan negara kita akan makin hijau, dalam arti makin baik lingkungannya karena apa yang kita lakukan memang serius. Saya yakin kesadaran rakyat Indonesia juga semakin tinggi untuk sama-sama selamatkan lingkungan," pungkas Presiden. (Seterusnya di sini)

Dalam laporan terkait di Kompas.com, bulan Agustus 2011 sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tolak LSM Asing “mendesak pemerintah mengevaluasi lembaga swadaya masyarakat Greenpeace karena dinilai membawa agenda asing di Indonesia.”

Bulan Mei lalu, aliansi ini juga mengkritisi aliran dana dan pelaporan keuangan Greenpeace.

Menjaga lingkungan hidup dan mengembangkan kehidupan masyarakat miskin sama pentingnya dengan mengkritisi agenda terselubung LSM asing.***



Presiden RI: Tindak tegas pelanggaran terhadap kebebasan beragama

Written By Ray Maleke on Senin, 27 Mei 2013 | 08:29

Presiden RI, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, bersama Ibu Negara
ketika disambut oleh Ratu Inggris tahun 2012 lalu (foto: detik.com)
INDONESIA, Jakarta (MP) -- "Negara menjamin sepenuhnya kebebasan warga negara untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya," demikian tegas Presiden Republik Indonesia, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta International Expo, Kemayoran, hari Minggu 26 Mei 2013 waktu setempat. 

Dalam kesempatan itu Presiden juga mengungkapkan bahwa pemerintah berupaya untuk memastikan dihentikannya bentuk-bentuk ancaman, intimidasi dan pengacauan berkaitan dengan kebebasan beragama. “Termasuk perusakan rumah ibadah apa pun dan penyerangan terhadap para penganut agama mana pun,” ujar Presiden.

Beliau mengatakan pihak yang mengancam hak-hak warga negara dalam menjalankan ibadahnya tidak bisa dibenarkan. "Hukum dan aturan harus ditegakkan tanpa pandang bulu," ucapnya.

Menurut Presiden, aparat penegak hukum tak perlu ragu. "Tindak tegas setiap upaya dari kelompok mana pun yang menggangu dan mengancam keselamatan setiap orang dalam menjalankan ibadah dan kepercayaannya," ujarnya.

Lebih jauh ia menegaskan, jika ada tindakan kekerasan dan melawan hukum, termasuk tindakan kekerasan atas nama agama, aparat keamanan dan penegak hukum dengan tegas mesti menindaknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Tidak ada toleransi bagi mereka yang melakukan tindakan itu dan kekerasan di negeri ini."

Presiden menambahkan, para penegak hukum diharapkan bisa mempedomani dan melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2013 dalam mengatasi kekerasan dan konflik sosial di tengah masyarakat. "Segenap komponen bangsa saya harapkan juga mampu bekerja sama untuk menghentikan aksi-aksi kekerasan dan tindakan main hakim sendiri," katanya. (Tempo.co)


World Statesman Award

Pernyataan Presiden RI ini hadir di tengah-tengah perdebatan di Tanah Air mengenai pemberian penghargaan World Statesman Award (penghargaan negarawan dunia) oleh sebuah organisasi yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

Sejumlah masyarakat telah menunjukkan keberatannya kepada Appeal for Conscience Foundation (ACF) [pemberi penghargaan itu], karena menilai Presiden Yudhoyono bertanggung jawab atas sejumlah konflik sosio-religius di tengah masyarakat. Di sisi lain, laporan-laporan yang bernada menyudutkan Presiden dinilai telah mengandung muatan politik.


Bhineka Tunggal Ika

Menanggapi pemberian penghargaan itu, Presiden Yudhoyono mengungkapkan bahwa penghargaan dari bangsa lain itu harus dijadikan sebagai bagian dari keharusan Indonesia untuk melakukan perbaikan dan introspeksi diri ke depan. 

Ia menjelaskan, sebagai bangsa yang majemuk, Indonesia memiliki keragaman etnis, suku, agama, bahasa, budaya, dan identitas. "Itulah kenyataan yang harus kita terima sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa."

"Kemajemukan juga tidak boleh merenggangkan rasa kesetiakawanan dan kebersamaan," ujar Presiden, sambil menekankan bahwa "[k]ita semua setara."

Presiden RI keenam ini menegaskan, eksistensi kemajemukan yang menjadi ciri khas Indonesia harus tetap dipelihara. "Di negara kita, semua elemen bangsa diakui dan diayomi," ucapnya. "Di bawah naungan slogan Bhinneka Tunggal Ika, kita dapat menjalankan kehidupan dalam keberagaman." (Tempo.co)

Sambutan Natal Presiden SBY: Teguhkan Bhineka Tunggal Ika

Written By Menara Penjaga on Minggu, 30 Desember 2012 | 03:56

Presiden SBY dan Ibu Negara dalam Perayaan
Natal Nasional 2012 (foto: zonadamai).
INDONESIA, Jakarta (ANTARA News, 27 Desember 2012).
 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus meneguhkan prinsip bhineka tunggal ika (berbeda-beda tapi satu jua) guna mewujudkan masyarakat damai, aman, tentram, sejahtera. dan adil.

Hal tersebut dikatakan Presiden saat memberikan sambutan dalam puncak perayaan Natal nasional 2012 di Jakarta Convention Center, Kamis Malam.

"Di tengah-tengah hadirnya tantangan untuk mewujudkan kehidupan antarumat beragama yang rukun dan damai, kita perlu terus meneguhkan semangat yang dimiliki Bangsa Indonesia untuk mengelola perbedaan, berdasarkan prinsip Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda namun satu jua," kata Presiden.

Presiden mengajak masyarakat untuk meningkatkan saling pengertian, toleransi, dan kerjasama di antara semua komponen bangsa. "Adalah sesuatu yang mutlak dalam kehidupan kita (toleransi dan kerjasama di antara komponen bangsa). Kita tidak boleh tercabik-cabik oleh perbedaan, apalagi oleh kebencian dan kekerasan," kata Presiden.

Presiden menambahkan, tekad kuat dalam mengelola perbedaan dengan rasa hormat dan cinta di dalamnya sangat dibutuhkan guna mewujudkan masyarakat yang makin adil, makin demokratis dan makin sejahtera

Presiden menambahkan, saling menyayangi dan saling mengasihi merupakan ajaran utama setiap penganut agama, sekaligus sebagai filosofi serta solusi, dalam merekatkan hubungan antar-umat beragama.

Untuk itu, nilai kasih sebagai wujud nyata perilaku setiap manusia, baik dalam hubungan dengan Tuhannya, dengan sesama umat manusia, maupun dengan lingkungannya harus menjadi pedoman.

Presiden menambahkan, setiap agama mencintai kedamaian, ketentraman, dan mengingingkan hidup berdampingan secara harmonis. Agama senantiasa mengajarkan persaudaraan sejati di antara umat manusia, serta kehidupan yang jauh dari sifat-sifat buruk.

Sementara itu, puncak perayaan Natal kali ini bertemakan "Allah telah mengasihi kita" dengan sub tema `mari kita berbagi sukacita dan damai Natal agar semua orang hidup penuh harapan.

Dalam acara kali ini Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Andreas A Yewangoe, mengisi narasi Natal, sementara Ketua Umum Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo memimpin Doa Syafaat.

Hiburan berupa drama musikal dengan judul sinar kasih mewarnai puncak perayaan kali ini. [*]

Presiden SBY terima gelar H. C. Ph.D, Indonesia menjadi perhatian dunia

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 22 Desember 2012 | 12:33

Presiden SBY terima gelar doktor honoris causa dari
Univeritas Utara Malaysia (UUM), di Istana Negara Malaysia,
Kuala Lumpur, Rabu (19/11) pagi. (foto: laily/presidensby.info)
MALAYSIA, Kuala Lumpur (MP, 22 Desember 2012). 

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menerima penghargaan akademis Honoris Causa Doctor of Philosophy (PhD) dalam kepemimpinan perdamaian dari Universitas Utara Malaysia.

Penghargaan tersebut diberikan dengan pertimbangan antara lain, karena Presiden SBY dinilai telah berhasil dalam memberikan kontribusi konstruktif dan positif terhadap upaya menjaga perdamaian di kawasan regional dan internasional khususnya di kawasan Asia tenggara dan Pasifik,” kata juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha, di Kuala Lumpur, Rabu (19/12/2012), seperti dilaporkan Liputan6.com.

Presiden SBY dianggap berkontribusi bagi stabilitas kawasan Asia Tenggara dan juga internasional melalui kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua ASEAN pada 2011.

Penghargaan itu disampaikan oleh Raja Malaysia Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong Tuanku Al Haj Abdul Halim di Dewan Seri Maharaja Istana Negara Kuala Lumpur.

Menurut Jubir Presiden, “ASEAN di bawah pimpinan Indonesia dinilai berhasil meredakan ketegangan di kawasan, sehingga tercapai kesepahaman dalam mencari solusi.”


Kemajuan dan demokrasi Indonesia

Beberapa tahun terakhir ini Indonesia berhasil membuat berbagai kemajuan, sekalipun masih harus menghadapi berbagai tantangan.

Pada pertemuan dengan Lee Myung-bak, pada waktu itu masih menjabat sebagai Presiden Korea (Selatan), di Nusa Dua Bali, terungkap bahwa Indonesia “menjadi pusat perhatian dunia.”

Dalam laporan Suara Pembaruan (8/11) ditulis: 

"Saat ini, Indonesia merupakan contoh negara berkembang yang menganut sistem demokrasi dan juga menjadi model dari demokrasi Islam," kata [Presiden] Lee, dalam pidatonya pada Bali Democracy Forum (BDF) V, di Nusa Dua, Bali, Kamis [8/11]. 

Yang disebut mantan presiden Lee dengan “demokrasi Islam” sebenarnya lebih tepat dikatakan Demokrasi Pancasila. 

[Presiden] Lee mengatakan, demokrasi Indonesia merupakan bukti nyata bahwa demokrasi lebih baik dari kediktatoran dan ekstremisme dalam menjamin kesejahteraan, keamanan, kebebasan beragama, dan hak-hak asasi perempuan.

"Saya memberikan penghargaan untuk kepemimpinan Presiden Yudhoyono yang telah menjalankan demokrasi di Indonesia dan menciptakan keharmonisan untuk masyarakat," ujar [Presiden] Lee.

Menurut [Presiden] Lee, mayoritas masyarakat Indonesia juga mendukung demokrasi menjadi sistem politik, dan sejak masa demokrasi perekonomian Indonesia juga tumbuh dengan baik.

"Karena alasan tersebut, Indonesia menjadi pusat perhatian dunia sebagai salah satu negara terkemuka yang menggerakkan ekonomi global," tambah [Presiden] Lee.
 

Seperti diketahui, Korea Selatan telah memilih Park Geun-hye (60) sebagai presiden perempuan Korea (Selatan) pertama, menggantikan Lee Myung-bak, rekan satu partainya, yang mundur sesuai yang disyaratkan undang-undang setelah menjabat selama lima tahun.

Hal ini membuat Indonesia dan Korea (Selatan) termasuk negara-negara Asia yang pernah dipimpin oleh seorang presiden perempuan.

Semoga prestasi yang dicapai Indonesia dapat menjadi pemacu dalam terus memajukan dan mensejahterakan masyarakatnya, demikian kita harapkan dengan Korea (Selatan) di bawah kepemimpinan Presiden Park.***

Jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia serahkan enam ribu kartu pos ke Presiden RI

Written By Menara Penjaga on Rabu, 12 Desember 2012 | 03:25

(foto: jalanallah.com)
INDONESIA, Jakarta (9 Desember 2012).

Sekitar 200 jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia menyerahkan sekitar 6.000 kartu pos kepada Sekretariat Negara RI untuk diteruskan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Kartu pos itu ditandatangani oleh ribuan warga dari seluruh pelosok di Indonesia dan Belanda. Tokoh yang mengisi kartu pos antara lain Romo Magnis Suseno, Sri Edi Swasono, Pematung Dolorosa Sinaga, Tommy F. Awuy, Rocky Gerung, Taufik Basari, Adnan Buyung Nasution, Todung Mulya Lubis, dan Ibu Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid. 

"Kami berharap pada Natal tahun ini, Selasa 25 Desember 2012, jemaat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia dapat beribadah didalam gereja masing-masing yang sah, sesuai putusan Mahkamah Agung RI, plus sesuai Rekomendasi Wajib Ombudsman dalam kasus GKI Yasmin. 16 hari lagi, kami ingin beribadah di dalam gereja kami," pinta Bona Sigalingging, Juru Bicara GKI Yasmin kepada Beritasatu.com, Minggu (9/12).

Bona menyebutkan, semua kartu pos itu berisi harapan agar SBY dapat menegakkan hukum dan Konstitusi, atas kasus yang dialami oleh GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia. Sebab hingga kini, kedua gereja belum dipakai meskipun pengadilan tingkat tertinggi sudah mengesahkan IMB. Sedangkan bupati Bekasi dan wali kota Bogor menolak memberi izin IMB. 

"Kami berharap, 25 Desember nanti adalah juga momentum simbol kembalinya penegakkan hukum di Indonesia, dengan tanda dibukanya segel ilegal yg dipasang Pemda Bekasi dan Pemkot Bogor", kata Thomas Wadu Dara, jemaat GKI Yasmin yang menyerahkan ribuan kartu pos pada staf Sekretariat Negara.(BeritaSatu.com via JalanAllah.com)

Kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia semakin meningkat

Written By Menara Penjaga on Jumat, 02 November 2012 | 02:35

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ratu Elizabeth II berjabat tangan dengan
Kepala Angkatan Bersenjata Inggris saat upacara penyambutan dengan Parade Pasukan
Berkuda di London, Inggris, Rabu (31/10/2012). Foto: Antara.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, kepercayaan dunia internasional kepada Indonesia sudah semakin meningkat. Untuk itu Presiden mengucapkan terima kasih atas kontribusi media massa dan berharap media tetap menyampaikan kebenaran.“Thanks atas kontribusi media massa. Just tell the truth,” ujar Presiden usai pertemuan dengan para pemimpin redaksi media massa nasional di London, Inggris, Rabu (31/10/2012).

Di dalam rombongan Presiden yang ikut antara lain Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Pendidikan M Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua Komisi II DPR Agun Gunanjar, serta dua putra Yudhoyono, yakni Edhie Baskoro Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Presiden juga menekankan bahwa dirinya senang menerima kritik sehat yang disampaikan pihak tertentu melalui media massa. Namun kepada para Pemred tersebut Presiden juga meminta agar cerita tentang keberhasilan yang dicapai disampaikan kepada khalayak.

“Kritik yang sehat itu tentu baik, tetapi kalau ada yang baik dalam pemerintahan ini, disampaikan juga agar rakyat semakin percaya diri terhadap bangsa ini. Lihatlah what we have done, ”kata Presiden.

Menyambut kedatangan Presiden RI ini, bendera Merah Putih resmi berkibar berdampingan dengan bendera Inggris, The Union Jack, di sepanjang The Mall, jalan utama menuju Istana Buckingham, Inggris, sejak Senin (29/10/2012).

Jalanan yang biasanya dilintasi para tamu kehormatan menjalani prosesi dengan kendaraan atau kereta berkuda. Menurut Duta Besar Indonesia untuk Inggris, Hamzah Thayeb, undangan ini sudah ada sejak tahun 2011. Namun, karena Indonesia berhalangan disusul kesibukan Inggris mengurus peringatan Diamond Jubilee Ratu Elizabeth, Olimpiade hingga Paralimpiade baru bulan Oktober ini kunjungan terealisasi.
Bahkan sang Ratu Elizabeth sendiri mengirim surat undangan untuk Indonesia. Ini merupakan kunjungan kenegaraan bersejarah. Terakhir Indonesia melawat ke Inggris tahun 1979. Ratu Elizabeth pernah ke Indonesia tahun 1974.

Kunjungan ini sendiri dilakukan dalam konteks hubungan kerjasama kedua Negara yang semakin berkembang. Total perdagangan Indonesia- Inggris tahun 2011 mencapai 2,4 triliun Poundsterling atau naik 10 persen per tahun. Tahun 2011, ekspor barang dan jasa Inggris ke Indonesia senilai 0,97 triliun Poundsterling, meningkat sebesar 28 persen.

Sementara impor Inggris dari Indonesia meningkat 0,6 persen menjadi 1,4 triliun Poundsterling. Investor-investor terbesar Inggris termasuk Jardines, BP, Premier Oil, Shell, Unilever, HSBC, Standard Chartered Bank, Prudential, Glaxo Smith Kline, dan Astra Zeneca.

Pada April 2012 Perdana Menteri Inggris dan Presiden RI mengumumkan komitmen menggandakan perdagangan baik barang dan jasa pada 2015 menjadi 4,4 triliun Poundsterling. Pada kunjungan ini, Presiden didampingi delegasi bisnis dalam jumlah besar.

Agenda Presiden selama di London, selain bertemu Ratu dan Duke of Edinburgh, juga akan bertemu dengan anggota kerajaan lainnya, termasuk Prince of Wales dan Duchess of Cornwall, juga pertemuan dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Wakil Perdana Menteri Nick Clegg,serta pemimpin oposisi Ed Miliband.

Kunjungan ini juga merupakan kesempatan mengadakan Panel Tingkat Tinggi PBB mengenai Pembangunan Paska 2015, dimana Perdana Menteri David Cameron, Presiden Yudhoyono dan Presiden Liberia Sirleaf merupakan pemimpin panel.

Kegiatan lain yang akan dilakukan Presiden adalah berbicara di Gedung Parlemen, Wilton Park dan makan malam kenegaraan di Istana Buckingham. SBY akan menyampaikan pidato di beberapa forum, termasuk di antaranya di hadapan All-Party Parliamentary Group on Indonesia, Royal College for Defence Studies,dan Wilton Park. Kepala Negara beserta rombongan akan berada di Inggris hingga 3 November dan melanjutkan kunjungan kerja ke Laos untuk menghadiri KTT ke-9 Asia-Europe Meeting (ASEM).  (beritasore.com via Zona Damai)

Kemewahan dan demonstrasi mewarnai penyambutan Presiden Indonesia di Inggris

Written By Menara Penjaga on Kamis, 01 November 2012 | 20:49



(foto: detik.com)
INGGRIS, London (1 November 2012).

Pada Rabu (31/10) siang waktu setempat, Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat sambutan langsung dari Ratu Elizabeth II. Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II mendampingi Presiden SBY dan Ibu Ani menaiki kereta kuda kehormatan.

Presiden SBY mendapat kehormatan mengikuti Horse Guards Parade, sebuah parade besar-besar di wilayah pusat London. Parade ini dilakukan menuju Buckingham Palace, yang akan menjadi tempat tinggal Presiden SBY dan Ibu Ani selama kunjungan 3 hari di Inggris. Dalam parade ini, Presiden SBY juga melakukan inspeksi terhadap pasukan berseragam merah dan bertopi kulit beruang, dengan diiringi 41 kali tembakan militer dan alunan lagu Indonesia Raya yang dimainkan oleh band resimen

(Foto: detik.com).

Presiden SBY tampak mengenakan setelan jas warna hitam dengan dasi merah dan peci hitam. Sedangkan Ibu Ani mengenakan kebaya yang dilapis dengan mantel hitam. Sementara Ratu Elizabeth II mengenakan gaun warna krem lengkap dengan topi senada.

Ikut mendampingi Presiden SBY sebelum mengikuti prosesi Horse Guards Parade, yakni Menteri Luar Negeri Inggris William Hague dan Menteri Dalam Negeri Theresa May.

Ratu Elizabeth II dan Presiden SBY bersulang (foto: detik.com).
 Ratu Inggris berusia 86 tahun dan suaminya kemudian menjamu Presiden SBY berserta rombongan dalam makan malam mewah pada Rabu (31/10) malam.

Suasana Jamuan Makan Malam untuk menyambut Presiden SBY (foto: detik.com).
Inggris biasanya menerima dua kunjungan kenegaraan setiap tahun, namun SBY adalah satu-satunya kepala negara yang menerima sambutan resmi pada tahun ini, beberapa bulan setelah perayaan berlian untuk menandai 60 tahun Ratu bertahta. Kunjungan kenegaraan terakhir dilakukan oleh Presiden Turki Abdullah Gul pada November 2011. (Zona Damai)

Penghargaan
Dalam kesempatan ini, Presiden SBY juga mendapat penghargaan dari Ratu Inggris Elizabeth II. Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah, Senin (29/10/2012), mengatakan, penghargaan itu bernama Knight Grand Cross in the Order of the Bath yang sebelumnya hanya diberikan kepada mantan Presiden AS Ronald Reagan, mantan Presiden Perancis Jacques Chirac, serta Presiden Turki Abdullah Gul. (Kompas)

Demonstrasi

Menurut kutipan laporan KBR68H, rencananya, SBY akan menetap di [Inggris] selama tiga hari. Kunjungan Presiden SBY ini sempat diwarnai aksi demonstrasi. Ini lantaran Presiden RI ini dituding membiarkan adanya pelanggaran hak asasi manusia termasuk penyiksaan. Mereka menuduhnya melakukan kejahatan perang di Papua Barat dan Timor Timur. 

Dalam pidato sambutannya, Ratu Elizabeth II memuji hubungan kedua negara yang kian erat. Ia pun menggambarkan Indonesia sebagai negara yang telah mengalami transformasi luar biasa sejak Presiden SBY menjabat pada 2004. Menurut Ratu Elizabeth, Indonesia menjadi salah satu negara dengan perkembangan ekonomi tercepat di dunia. Ia pun berencana membangun kerjasama dengan Indonesia.(MP)

Presiden Yudhoyono : Gereja Katolik Manggarai menjaga nilai budaya dan kearifan lokal

Written By Ray Maleke on Minggu, 21 Oktober 2012 | 06:26

INDONESIA, Ruteng (20 Oktober 2012).

Sukacita umat Katolik Keuskupan Ruteng merayakan Yubileum 100 Tahun Gereja Katolik di Manggarai wajib disyukuri. Pemerintah RI mengucapkan selamat satu abad semoga gereja terus berperan dan berkontribusi membangun kehidupan yang religius, mencerdaskan kehidupan daerah, NTT dan bangsa.

"Saya nilai amat tepat, kita semua peringati satu abad kehadiran Gereja Katolik di Manggarai ini. Tepat, karena nilai sejarahnya. Kontribusi gereja di Manggarai bagi umat Katolik, masyarakat luas, bangsa dan negara," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam sambutan perayaan Yubileum 100 Tahun Gereja Katolik Manggarai, di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Jumat (19/10/2012) pagi.

Presiden SBY menegaskan, kontribusi Gereja Katolik perlu dicatat. Gereja sudah lama, secara tekun dan berlanjut memberikan bimbingan dan pendidikan kepada umat Katolik. Pendidikan dan kegiatan sosial untuk masyarakat luas serta berkontribusi membangun, menjaga kerukunan dan toleransi beragama.

"Saya ingin garisbawahi, sejarah menunjukkan bahwa pemimpin Agama [Kristen] Katolik, gereja di Manggarai sudah benar-benar mengembangkan kehidupan keagamaan tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokalnya, jati diri sebagai bangsa Indonesia," ujarnya.

Presiden SBY mengatakan, "Harapan saya kepada pemimpin dan umat Katolik khususnya, dan pemimpin serta umat agama lainnya bahwa ke depan peran pemimpin agama amat penting. Indonesia berada dalam proses perubahan yang besar (transformasi). Kita melakukan transformasi menuju Indonesia yang maju di abad 21. Indonesia juga terus meningkatkan kualitas manusianya agar kita sungguh punya manusia Indonesia karakter unggul dan maju."

Menurut SBY, agenda besar bangsa ini meningkatkan dan menjaga persaudaraan, harmoni, hidup rukun, toleransi dan sikap hormat. Untuk menyukseskan agenda tersebut, pemuka agama punya peran yang amat penting.
"Pesan saya kepada pemuka agama di seluruh Indonesia terus bimbing umat dan jemaat untuk menjalankan ajaran dengan benar. Dan, teruslah menjadi contoh dalam sikap, tutur kata dan tindakan yang sejuk. Berikan teladan dan kepemimpinan dalam menyelesakan setiap perselisihan. Sekali-kali, kita sebagai manusia, hampir terjadi perselisihan. Cari solusi dan memimpin selesaikan soal secara damai. Jauhi kekerasan dalam bentuk apapun," tegas Presiden SBY.

Kehadiran Presiden SBY di Ruteng mendapat apresiasi bagus dari masyarakat. Persaudaran, keakraban tampak kental dalam perayaan yang dihadiri sekitar 6.000 orang warga Kota Ruteng yang berjubel memenuhi Lapangan Motang Rua. Seluruh area dalam lapangan di jantung kota itu disesaki manusia. Pria, wanita, anak-anak dari berbagai latar belakang dan status sosial ingin menyaksikan langsung Presiden SBY.

Tujuh orang uskup, puluhan imam, suster, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pendidikan Nasional, Muhamad Nuh, Menteri Kesehatan, dr. Nafsiah Mboi, MPH, Manter Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, Gubernur dan Wagub NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan Ir. Esthon Foenay, Bupati dan Wabup Manggarai, Drs.Christian Rotok, dan Dr. Deno Kamelus, S.H,M.H, mantan Gubenur NTT, dr. Ben Mboi, pejabat militer, sipil dari luar NTT dan dalam daerah sekitarnya. (PosKupang via Kabar Gereja)

Indonesia menjadi pelopor kebebasan berekspresi yang bermartabat

Written By Menara Penjaga on Kamis, 27 September 2012 | 11:06

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono
membawakan pidato dalam sidang ke-67
Majelis Umum PBB di New York, AS
(foto: m.mediaindonesia). 
AMERIKA SERIKAT, New York (9/27/12).
 
Menyusul gelombang protes dari berbagai penjuru dunia terutama dari umat Muslim terkait pembuatan film "Innocence of Muslims," para pemimpin dunia menyuarakan suatu upaya untuk mendorong kebebasan berekspresi ke arah yang bermartabat. Dalam hal ini Indonesia bertekad untuk menjadi penggerak dalam terciptanya keanggunan dalam mengungkapkan pendapat, di dalamnya adalah mencegah penistaan agama, demikian terangkum dari laporan detikNews.  
 
Sekjen PBB Ban Ki-Moon dalam pidatonya menyampaikan bahwa pada dasarnya, kebebasan berpendapat jangan menjadi alasan melakukan kejahatan.
 
"Kebebasan berpendapat adalah hal penting. Tapi jangan menjadi lisensi untuk berbuat jahat," tegas Sekjen berkebangsaan Korea ini.
 
Tapi Ban Ki-moon hanya berhenti di situ.
 
Sementara, dibutuhkan suatu langkah nyata dalam mengatur apa yang disebut kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab, seperti tidak menistakan agama lain.
 
Pentingnya suatu pengaturan itu disuarakan Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato di Markas PBB, menyuarakan konsensus internasional untuk mencegah permusuhan berlatar agama. Dalam pidatonya, Presiden Yudhoyono menekankan mengenai budaya universal saling toleransi dan menghargai keyakinan beragama satu sama lain.
 
Ia prihatin bahwa pencemaran nama baik agama itu sampai sekarang masih ada. "Meskipun ada inisiatif dari negara-negara PBB dan juga forum lain, pencemaran nama baik agama terus berlanjut. Kami telah melihat lagi salah satu wajah yang buruk dalam film "Innocence of Muslims" yang sekarang menyebabkan kegemparan internasional," ungkap presiden Indonesia ke-6 ini Selasa lalu.
 
Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa dalam melaksanakan kebebasan berekspresi, setiap orang harus memperhatikan moralitas dan ketertiban umum.
 
"Kebebasan berekspresi itu tidak mutlak. Oleh karena itu, saya meminta sebuah instrumen internasional untuk secara efektif mencegah hasutan permusuhan atau kekerasan berdasarkan agama atau kepercayaan. Instrumen ini, produk dari konsensus internasional, yang masyarakat dunia harus mematuhinya," ujarnya.
 
Wacana protokol antipenistaan agama ini yang menjadi misi Indonesia ke depan. Sinyal positif sudah diberikan Presiden Mesir Mohamed Morsy. Seperti dituturkan Menlu Marty Natalegawa, Indonesia pun akan menggandeng negara-negara lain di PBB. Selengkapnya di sini.

Penistaan terhadap Kekristenan justru paling sering terjadi di Eropa dan Amerika yang memiliki sejarah panjang sebagai Christendom. Reaksi umat Muslim terhadap penistaan agama telah menarik perhatian dunia terhadap perlunya regulasi terhadap tindakan kejahatan berekspresi yang sering berlindung di belakang alasan kebebasan berpendapat. (detikNews/MP)
 
 

Presiden: Saat krisis dunia, ekonomi Indonesia tetap terjaga

Written By Menara Penjaga on Jumat, 17 Agustus 2012 | 00:17

Pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia 2012
(foto: detikfoto/Hasan al Habshy)
INDONESIA, Jakarta (16/8)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga, meski dunia dilanda krisis, dan saat ini menduduki peringkat 16 kekuatan perekonomian dunia. Hal ini ditopang konsumsi dalam negeri dan kebijakan fiskal yang tepat sasaran.

"Alhamdulillah, saat ini negara kita tampil sebagai sebuah negara emerging economy, dan menjadi kekuatan ekonomi ke-16 dunia. Kita menjadi negara berpendapatan menengah, dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran yang secara bertahap berhasil diturunkan. Kita harus yakin dan percaya, pada saatnya nanti, insya Allah kita menjadi negara yang kuat dan maju di Asia dan diperhitungkan dunia," ungkap Presiden.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menambahkan, Indonesia patut mewaspadai imbas dari krisis keuangan di Eropa. Selain itu perlu dibuka akses seluasnya untuk investasi dan pengembangan pasar dalam negeri.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengklaim posisi Indonesia kian kuat di kancah internasional. Klaim ini disampaikan presiden saat menyampaikan pidato kenegaraan menjelang 17 Agustus di DPR.

Dalam pidato tersebut terungkap bahwa suara Indonesia kini didengar dalam pengambilan sejumlah keputusan strategis. Misalnya, jika dulu Indonesia adalah negara kreditur IMF, sekarang Indonesia bisa memberi masukan mengenai pengelolaan keuangan dan perkenomian dunia.

“Kita semakin didengar dan diperhitungkan. Atas berbagai permasalahan dunia, semakin sering kita dimintai pendapat; “What does Indonesia think?” (Apa pendapat Indonesia?). Hal ini membuktikan, sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, kita dapat berdiri tegak di kancah internasional,” klaim Presiden SBY. 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menambahkan, menandai kemerdekaan Indonesia ke 67, Indonesia mampu bertahan ditengah krisis global. Bahkan Indonesia memperkuat posisinya dalam organisasi internasional, baik dalam kaitan politik maupun perekonomian. Saat ini Indonesia tergabung dalam sejumlah organisasi dunia, misalnya, G-20 dan Dewan HAM PBB. (kbr68h 1, 2/MP)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger