"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , » “Apakah gereja Anda konservatif?”: Mengapa kita perlu menjawab dengan jelas pertanyaan tentang gereja di mana kita melayani

“Apakah gereja Anda konservatif?”: Mengapa kita perlu menjawab dengan jelas pertanyaan tentang gereja di mana kita melayani

Written By Ray Maleke on Minggu, 07 Juli 2013 | 09:51

“Apakah gereja Anda konservatif?” Pertanyaan seperti ini harus dijawab dengan sebuah pertanyaan.
“Apa yang Anda maksud dengan konservatif?”

Dari jawaban penanya itu kita dapat mengatakan apakah gereja di mana kita melayani adalah “konservatif” atau tidak.

Misalnya orang yang bertanya menjawab bahwa gereja yang konservatif adalah gereja yang memegang teguh pengakuan iman bahwa Kristus mati untuk menebus dosa manusia (misalnya).

Maka dari situ kita bisa jujur menjawab “Ya.” (Jika benar bahwa gereja di mana kita melayani memegang teguh pengakuan iman bahwa Kristus mati untuk menebus dosa manusia.)

Tapi kalau penanya menerangkan istilah “konservatif” itu sebagai gereja yang mengabaikan panggilannya untuk melayani orang miskin (misalnya), sedangkan gereja tempat kita melayani benar-benar menghayati panggilan Kristus untuk melayani orang miskin, maka kita bisa jujur menjawab “Tidak.”

Hal ini karena dalam pikiran kita tidak semua kata memiliki arti yang sama. Dan untuk menghindari kesalah-pahaman adalah lebih baik memperjelas pertanyaan demi sebuah jawaban yang tepat.

Bagaimana jika seseorang bertanya “Apakah gereja Anda fundamentalis?” Kata ini juga sudah sering kita dengar, tapi tidak selalu membawa arti yang sama bagi para pemakainya.

Karena itu, jika ada yang bertanya kepada kita apakah gereja kita fundamentalis, maka kita perlu menjawab dengan sebuah pertanyaan, “Apa yang Anda maksud dengan fundamentalis?”

Jika orang yang bertanya ini menjelaskan bahwa fundamentalis berarti yang tidak senang melihat orang beragama lain, maka jawabannya adalah “Tidak.”

Itu kalau gereja tempat kita melayani adalah gereja yang terbuka terhadap orang yang beragama lain, bahkan bersedia bekerja sama dengan mereka dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

Tetapi jika penanya menjelaskan bahwa “fundamentalis” berarti yang sungguh-sungguh mengikuti ajaran Kristus tentang kasih, keadilan, kebenaran, pengorbanan, dsb., maka kita dapat dengan rasa percaya diri menjawab “Ya,” itu jika benar bahwa gereja kita adalah gereja yang mengaku Kristus sebagai Tuhan.

Jadi dalam berbagai kesempatan berbincang tentang gereja dan iman Kristen, kita berusaha untuk memberikan jawaban yang tepat. Dan untuk memberikan jawaban yang tepat, kita perlu memahami pertanyaan secara tepat.

Demikian juga dengan pertanyaan “Apakah Anda orang Kristen?” Kita kadang kala dengan penuh semangat langsung menjawab, “Ya.” Padahal, kita tidak tahu apa yang ada di dalam pikiran orang yang bertanya ini tentang ungkapan “orang Kristen” itu.

Apakah di dalam pikirannya yang ia mengerti dengan ungkapan “orang Kristen” di sini adalah orang yang sombong rohani, yang menganggap diri benar, dan semua orang lain keliru?

Apakah yang dimaksud “orang Kristen” di sini adalah orang yang rajin beribadah, setiap Minggu masuk gereja, namun masih tetap tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan yang menyakiti diri sendiri atau orang lain?

Ataukah yang dimaksudnya adalah orang yang punya kerinduan untuk sungguh-sungguh mengasihi dan karena itu mengasihi sungguh-sungguh sama seperti Kristus? 

Jika yang disebut terakhir yang dimaksudnya tentu kita menjawab dengan tepat, jikalau memang benar kenyataannya demikian.

Namun jika ternyata yang ada di dalam pikirannya adalah seperti yang disebutkan lebih awal, maka tidak saja kita telah menjawab keliru, tapi yang bersangkutan akan tetap dalam pemikirannya yang keliru, dan kemungkinan akan membuat orang lain, terutama yang tidak mengetahui banyak tentang kekristenan, pada pemahaman yang keliru pula.

Itu sebabnya adalah penting untuk selalu memastikan bahwa kita mengerti apa yang dimaksud dalam sebuah pertanyaan, apakah pertanyaan itu menggunakan istilah-istilah seperti yang telah disebutkan di atas, atau juga istilah-istilah seperti “alkitabiah,” “non-konservatif,” “liberal,” “injili,” dsb.

Kata-kata itu dapat mengandung arti yang berbeda-beda bagi setiap orang, karena itu sekali lagi penting untuk mengerti apa yang dimaksud seseorang ketika bertanya tentang gereja di mana kita melayani dengan menggunakan kata-kata tsb.

Dan yang lebih penting lagi adalah memastikan bahwa gereja di mana kita melayani sungguh-sungguh menghayati arti kehadirannya di tengah-tengah dunia ini sebagai garam dan terang dunia.

Dengan demikian, ketika seseorang bertanya “Apakah gereja tempat Anda melayani adalah non-konservatif?” dengan maksud “gereja yang sungguh-sungguh menghayati panggilannya sebagai garam dan terang dunia” maka dengan sukacita kita dapat menjawab, “Ya.”  (+)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger