"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Selamat Natal: Menyambut tahun baru MP berubah menjadi www.yubelium.com

Written By Menara Penjaga on Rabu, 25 Desember 2013 | 05:01

Logo www.yubelium.com
Di hari-hari penuh sukacita iman ini, perkenankan kami mengucapkan Selamat Natal buat saudara-saudari yang telah menopang dan memotivasi Menara Penjaga sebagai outlet berita dan informasi Kristen di sepanjang tahun 2013. Kiranya damai Natal menjadi bagian kita sekalian dalam menyambut tahun rahmat Tuhan 2014.

Memasuki tahun yang baru ini, blog-magazine Menara Penjaga telah memiliki nama baru yaitu Yubelium.com. Kami mohon topangan dan dukungan dari saudara-saudari supaya kelanjutan pelayanan ini dapat terlaksana dengan sukses bagi kemuliaan nama Tuhan.

Kami mengundang saudara-saudari untuk mendukung kami dengan me-”like” page Facebook baru kami https://www.facebook.com/infoyubelium. Kunjungi juga alamat web www.yubelium.com dan alamat twitter di @infoyubelium.

Yubelium berarti “tahun pembebasan.” Makna ini terlihat pada logo Yubelium.com dengan gambar seorang manusia dengan dua tangan terangkat ke atas melambangkan kebebasan sejati dan tahun rahmat Tuhan. Warna merah dan salib melambangkan pengorbanan Kristus dan darah para martir sejak abad permulaan gereja.

Tuhan kiranya memberkati perayaan hari sukacita ini dengan kasih yang tak pernah habis dibagikan.


Salam Natal,
Ray Maleke

Hari Natal bukan hari ulang tahun

Written By Menara Penjaga on Kamis, 19 Desember 2013 | 03:39

Tak jarang perayaan hari ulang tahun (ultah) tak lagi menjadi sebuah ekspresi syukur dan sukacita melainkan pesta-pora yang berbuah negatif.
Kita dapat belajar dari perayaan hari ultah Herodes Antipas yang berakhir dengan pemenggalan kepala Yohanes Pembaptis (lih. Matius 14:1-12 dan paralelnya). Hati Herodias memang jahat, tapi tak kalah jahat adalah konsumerisme.
Sangat penting memahami arti Natal.Hari Natal tak jarang menjadi seperti perayaan ultah dengan pesta konsumerisme. Padahal, Natal adalah perayaan akan kelahiran Kristus (bukan hari kelahiran-Nya) yang kita tahu sangat sederhana.
Perayaan Natal tidak terfokus pada perayaan hari ulang tahun, melainkan pada kedatangan Kristus ke dalam dunia; untuk kehidupan-Nya yang memberi teladan; untuk kematian-Nya demi penebusan dosa; dan kebangkitan-Nya yang memberi kemenangan. 
Perayaan Natal, yaitu perayaan akan kelahiran Kristus, di awali dengan masa-masa Adven (penantian), karena Natal mempersiapkan umat Kristen untuk menyambut kedatangan Kristus yang kedua kali.
Masa Natal adalah saat-saat penantian yang penuh syukur dan sukacita; saat yang tepat untuk memupuk kebaikan bagi sesama, menjangkau mereka yang terhilang, berbagi dengan mereka yang berkekurangan, hadir untuk mereka yang sedang dalam pergumulan, dsb.
Semua itu adalah bagian dari proklamasi Kerajaan Surga yang akan disempurnakan oleh Sang Matahari Kebenaran. Ia yang pada waktu yang telah ditetapkan Allah akan datang kembali untuk memberi upah bagi mereka yang menanti dengan setia.
Di tengah masa-masa penantian dan perayaan ini, ingatlah bahwa kita bukan merayakan hari ulang tahun, melainkan kelahiran Sang Imanuel -- Allah beserta kita. [+]
Yang Gratis: Hidup yang kekal

Belajar dari kelebihan dan kekurangan Nelson Mandela

Written By Menara Penjaga on Senin, 16 Desember 2013 | 03:35

Nelson Mandela ketika muda (foto: Wikipedia).
Mantan presiden Afrika Selatan, Nelson Rolihlahla Mandela, berpulang pada Kamis 5 Desember 2013, dalam usia 95 tahun. Kelebihan hidupnya mewarnai berbagai media, sebagian turut memuat apa yang dinilai sebagai kekurangannya.
Banyak hal yang telah dilakukan Tata Madiba, demikian panggilan akrabnya (tata berarti Bapak dan Madiba adalah nama klan suku Xhosa), dan banyak orang yang ingin menghitungnya sebagai pahlawan di pihaknya.
Ia adalah seorang figur besar yang memberi inspirasi.Seperti kata pepatah: Tak ada gading yang tak retak. Namun, Mandela tetaplah seorang guru besar. Ia akan diingat sebagai figur yang mengakhiri sistem yang menodai kesakralan etnisitas (apartheid) dan martabat manusia secara keseluruhan.
Tak terhitung ungkapan penghargaan yang diutarakan untuk mengenang pemimpin besar Afrika ini; di antaranya datang dari seorang pemimpin gereja dari Afrika Selatan (Afsel), Pastor PJ Smyth. Dalam tulisannya, yang dimuat oleh Christianity Today, ia memberi enam alasan mengapa ia menjunjung tinggi mendiang Nelson Mandela:
Yang pertama adalah “kerendahan hati dan belas kasih seperti Yesus” yang dimiliki Tata Madiba. Menurut Ps Smyth, Tata memperlakukan anak jalanan dan presiden dengan penghargaan yang sama.
Kedua adalah pemikirannya yang melampaui generasinya.
Ketiga adalah komitmennya untuk memperjuangkan keadilan sosial dan keharmonisan etnik/ras di Afsel.
Keempat rasa humornya di tengah tanggung jawab yang berat.
Kelima teladannya dalam menyikapi penderitaan.
Dan “lebih dari semua itu” tulis Ps Smyth, “kami menghormati Mandela untuk menunjukkan teladan pengampunan dengan cara yang sama seperti Kristus.”
Jalan kehidupan
Nelson Mandela dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena menentang sistem yang meminggirkan masyarakat Afrika di tanahnya sendiri.
Setelah 27 tahun menjalani masa hukuman yang dijatuhkan padanya, ia dibebaskan, dan lewat pemilihan umum ia menjadi presiden orang Afrika pertama di Afrika Selatan.
Ia pun merangkul lawan-lawan politiknya (yang didominasi oleh settlers) untuk membangun Afsel bersama.
“Nelson Mandela memiliki semua alasan untuk membenci. Tapi sebaliknya, ia mengajarkan dunia bagaimana mengampuni,” demikian kata-kata di sampul belakang sebuah DVD dari Discovery Channel yang dikutip oleh Ps Smyth.
Nelson Mandela (Foto: REUTERS/Mike Hutchings).
Namun Mandela kemudian tidak hanya dikenal sebagai seorang yang “mengampuni,” ia juga berupaya untuk membela hak-hak orang miskin, yang mengambil bagian dalam perang terhadap HIV/AIDS, termasuk advokasinya untuk hal-hal yang menjadi kritik baginya.
Misalnya dalam isu pembunuhan bayi tak bersalah (aborsi).
Uskup Rhode Islands Thomas Tobin berucap, “Kami mendoakan istirahat yang damai bagi jiwa abadi Presiden Mandela dan pengampunan dosa-dosanya, kami hanya menyayangkan pekerjaan mulia yang ia lakukan dalam membela martabat manusia tidak menyertakan anggota termuda dari keluarga manusia kita, yaitu anak-anak yang belum lahir,” demikian dikutip LSN.com.
Tahun 1996 ketika menjabat sebagai Presiden Afsel, Mandela mengusulkan dan menandatangani UU yang mengijinkan praktek aborsi yang menurut laporan resmi, sejak disahkan, telah menelan korban hampir setengah juta bayi dalam kandungan.
Ia juga dikritik (namun dipuji oleh aktivis homoseksualisme) untuk dukungannya terhadap legalisasi pasangan sejenis di Afsel pada tahun 2006. Enam tahun setelah Belanda, yang adalah negara pertama yang mengambil langkah ini (Afrika Selatan mempunyai hubungan khusus dengan Belanda di antaranya karena hubungan kolonialisme di masa lalu).
Sikapnya sebagai seorang pemimpin politik serupa dengan mantan Uskup Agung Desmond Tutu sebagai seorang pemimpin agama dalam isu ini.
Yang juga dianggap sebagai kekurangannya adalah Mandela dituduh sebagai seorang komunis/marxis. Hal ini karena idealisme ekonominya serta afiliasinya di masa lalu. Namun sepertinya Mandela bukan seorang anti-agama, melainkan ia ingin meningkatkan taraf hidup banyak orang miskin, terutama rakyat asli Afrika sendiri.
Ia sempat ingin menasionalisasi ekonomi Afsel, namun tidak dilaksanakan karena alasan "investor.”
Sampai sekarang kebanyakan masyarakat asli Afrika masih terus bergumul dengan kemiskinan.
Di dalam diri setiap manusia ada pijar kebaikan yang menunjukkan siapa pemilik hidup kita, dan dosa akan terus berupaya untuk mengaburkannya.
Sama seperti Tata Madiba kita semua akan berpulang. Karena itu, kita perlu belajar meneladani apa yang baik dan menghindari apa yang tidak baik di mata Sang Pemilik Kehidupan. (+)


--------
PJ Smyth, “A South African Pastor Shares Why South Africans Honour Nelson Mandela,” Christianity Today.com, December 5, 2013. (Subscription)Andrew Ross Sorkin, “How Mandela Shifted Views on Freedom of Markets,” The New York Times, December 9, 2013 http://finance.yahoo.com/news/mandela-shifted-views-freedom-markets-015848071.html
John Henry Westen, “U.S. Catholic bishop calls Mandela’s support of abortion ‘shameful’, black leaders concur,” Lifesitenews.com,December 9, 2013,http://www.lifesitenews.com/news/u.s.-catholic-bishop-calls-mandelas-support-of-abortion-shameful-black-lead


Doa Bapa Kami dalam bahasa-bahasa daerah di Indonesia

Written By Menara Penjaga on Senin, 09 Desember 2013 | 09:47

Aceh

Bapak kamoe nyang na dalam syeuruga:
Beuteupeu kudus kheueh nan Droeneueh,
beuteuka kheueh keurajeuen Droeneueh,
beujeuet kheueh keuheundak Droeneueh,
dibumoe lagée lam syeuruga.
Beuneubri kheueh peunajoh kamoe 
nibak uroenyoe nyang kamoe peureulée.
Beuneupeu amphon kheueh desya kamoe lagée
kamoe ka meu peuamphon ureuëng nyang meudesya ateueh kamoe.
Dan bék kheueh neuba kamoe lam peucubaan,
teuma beuneu peulheueh kheueh kamoe nibak si Jeuhet.
Kareuna Droeneueh kheueh nyang po keurajeuen, dan kuasa dan keumuliaan sampoe siumu masa. Amin.1


Bali
Ajin titiang sane ring suarga,
parab Palungguh Aji mangda kaluihang.
Pamrentahan Palungguh Aji mangda kadegang,
pakarsan Palungguh Aji mangdaja mamargi iriki ring mrecapada, sakadi ring suarga.
Ring rahinane mangkin, icenja titiang pangan kinum sategepipun.
Ampurayangja iwang titiange,
sakadi titiang ngaksamayang anake sane sampun maiwang ring titiang.
Maliha sampunang titiang kabakta ring genah gegodane,
nanging bebasangja titiang saking I Jaat. Santukan Palungguh Aji sane nuwenang pamrentahan, kakuasaan miwah kaluihane langgeng salami-laminipun. Amin.2


Batak Karo
O Bapa kami si i Surga.
Kam kap Dibata Si Tonggal.
Kam kap Raja kami.
Kam kap si erkuasa i doni janah sura-SuraNdu seh kerina bali ras i surga.
Bereken min man kami nakan cukup i bas wari si sendah enda.
Alemi min salah kami bagi ialemi kami salah kalak kempak kami.
Ola bere bene kiniteken kami tupung ikenai percuban,
tapi pulahi min kami i bas si jahat nari.
Sabap Kam kap Raja si Simada Kuasa ras Kemulian seh si rasa lalap. Amin.3


Bugis
Ambo’ta ri surugaé:
Iko ritu Allataala iya Séuwaé.
Tennapodo risompa-Ko sibawa ripakalebbi.
Iko ritu Arutta. Tennapodo mapparénta-Ko ri linoé,
na élo-Mu riturusi pada-pada ri surugaé.
Wérékki essoéwé inanré iya riyapparelluwangngé.
Addampengekki polé ri asalatta,
pada-padato pura riyaddampengenna tau iya pasalaé ri idi.
Aja’ taleppessakki ateddéngeng ateppereng wettutta ricobai,
iyakiya taleppessakki polé ri akuwasanna iya mappéjariyé.
Ikona Arung makuwasa sibawa malebbi lettu mannennungeng. Amin.4


Dayak Ma'anyan
Ambah kami sa hang surga:
Hanyu Alatalla sa tungkan.
Hanyu sa nasambah nelang nahormat.
Hanyu Raja kami.
Wuah hanyu marentah hang ambau tane,
nelang kabahumennu ngalut nuu kala hang surga.
Ami ma kami hang anrau yiti kutaen sa na parlu daya kami.
Ampun kami teka kahalaen kami,
kala kami haut ngampun ulun sukat bakahalaen anri kami.
Ada maladar kami kawawaian kaparisayaan tawuk kami napurija,
kude sanepah kami teka kuasa sa jahat.
Hanyu Raja sa bakuasa nelang mulia hampe kalalawahni. Amin.5


Jawa
Kanjeng Rama ing swarga
mugi asma Dalem kaluhurna
kraton Dalem kawiyarna
ing donya inggih kalampahana
karsa Dalem kados ing swargi
abdi dalem sami nyadhong paring Dalem rejeki ing sapunika
sakathahing lepat nyuwun pangapunten Dalem
déné kawula inggih ngapunten dhateng sesami
abdi dalem nyuwun lepat saking panggodha
saha tinebihna saking piawon. Amin.6


Nias
He ama khöma siso ba zorugo,
yate'amoni'ö döi-U,
yatobali banua-U fefu niha
ya'itörö zomasi ndra'Ugö,
hulö simane ba zorugo
yasimanö göi ba gulidanö
öma sirugi ma'ökhö
be'e khöma ma'ökhö andre
ba efa'ö khöma horöma,
simane fangefa'öma sala ba zifasala khöma;
ba böi ohe ndra'aga ba wanandraigö,
efa'öga ba gafökha
me khö-U mbanua
Awö wa'abölo
Awö lakhömi irugi ba zilöaetu
Yaduhu.7


Sunda
Nun Ama di sawarga.
Mugi jenengan Ama nu suci dimulyakeun.
Karajaan Ama mugi rawuh.
Pangersa Ama mugi
laksana di dunya, sapertos di sawarga.
Mugi abdi dinten ieu dipaparin tedaeun nu picekapeun.
Sareng hapunten kalelepatan abdi, sakumaha abdi oge parantos ngahapunten ka nu gaduh kalelepatan ka abdi.
Mugi abdi ulah diterapan cocoba anu abot,
sawangsulna mugi di salametkeun ti panggoda Iblis.
Wirehi nya Ama nu jumeneng Raja, kawasa sareng mulya, salalanggengna. Amin.8


Madura
Rama se jumenneng e sowarga:
Moga asmaepon Junandalem emolja’agiya.
Karaja’annepon Junandalem moga dhatengnga.
Karsaepon Junandalem moga kalakona e bume akadi e sowarga.
Parenge abdidalem rajekke are mangken.
Parenge sapora abdidalem dhari sadajana kasala’an,
akadi abdidalem jugan nyapora sadajana oreng se gadhuwan sala ka abdidalem.
Ja’ maso’agi abdidalem ka dhalem gudha’an,
namong palopoddagi abdidalem dhari se jahat.
Junandalem rato se molja sareng se kobasa salanjangnga. Amin.9


Makassar
O, Manggea ri suruga:
IKattemi Allata’ala Tenaya Ruanna Poro iKatte nisomba siagang nipakala’biri’.
IKattemi Karaenna ikambe. Poro iKattemi ammarenta ri lino,
na nituruki erotTa ri lino kamma ri suruga.
Kisarei ikambe anne alloa apa naparalluanga ikambe.
Kipammopporangi dosa-dosana ikambe,
Sangkamma napammopporammi ikambe tu salaya ri kalenna ikambe.
TeaKi’ balang parekangi ikambe nibeta ri paccobaya passangalinna Kipakabellai ikambe battu ri maja’dalaka. iKattemi Karaeng makoasaya siagang k
Aminang mala'birika satunggu-tungguna. Aming.10


Minahasa Tombulu
Ama’nai wana ang kasendukan,
Nimalenas la u NgaranNu;
Méimo ung kakolanoanNu,
Mamoalila ung ginenangMu wia un tana tanu a mbana ang kasendukan;
Wééhané kai in endo kenu wuntul un tikoho naila;
Wo ampungané kai wana a siningkéla’ naila,
Tanu kang kasi’i nikai i nimampungola wia si tou simingkéla’la wia nikai;
Wo tia’mo i pahwalima kai witu um pema’wa’an,
Ta’an i wa’katé kai wana a léwo’an;
Pahpa’an Nikomo si maka anu ung kakolanoan, wo ung kawasa,
wo ung kaantangan, takaz ing kauré-uré. Amin.11



Dalam Bahasa Inggris, Latin, Yunani dan Melayu Manado

Our Father who art in heaven
hallowed be Thy name
Thy kingdom come
Thy will be done
on earth as it is in heaven
Give us this day our daily bread
And forgive us our trespasses,
as we forgive those who trespass against us
And lead us not into temptation
But deliver us from evil.
For Thine is the kingdom, and the power, and the glory
Forever and ever. Amen.

Πάτερ ἡμῶν ὁ ἐν τοῖς οὐρανοῖς
ἁγιασθήτω τὸ ὄνομά σου·
ἐλθέτω ἡ βασιλεία σου·
γενηθήτω τὸ θέλημά σου,
ὡς ἐν οὐρανῷ καὶ ἐπὶ τῆς γῆς·
τὸν ἄρτον ἡμῶν τὸν ἐπιούσιον δὸς ἡμῖν σήμερον·
καὶ ἄφες ἡμῖν τὰ ὀφελήματα ἡμῶν,
ὡς καὶ ἡμεῖς ἀφίεμεν τοῖς ὀφειλέταις ἡμῶν·
καὶ μὴ εἰσενέγκῃς ἡμᾶς εἰς πειρασμόν,
ἀλλὰ ῥῦσαι ἡμᾶς ἀπὸ τοῦ πονηροῦ.
Ὅτι σοῦ ἐστιν ἡ βασιλεία καὶ ἡ δύναμις καὶ ἡ δόξα εἰς τοὺς αἰῶνας·
ἀμήν.

Pater noster, qui es in caelis
Sanctificetur nomen tuum;
Adveniat regnum tuum,fiat voluntas tua,
Sicut in caelo et in terra
panem nostrum quotidianum da nobis hodie,
et dimitte nobis debita nostra,
sicut et nos dimittimus debitoribus nostris.
Et ne nos inducas in tentationem
sed libera nos a malo.
Amen.

Torang Pe Bapa Yang Ada di Surga
Torang mo hormat Bapa pe Nama Yang Kudus
Datang Jo Kamari Bapa pe Kerajaan
Kong Samua Bapa pe mau mo jadi di bumi
Sama deng tu ada jadi di sorga
Kase akang torang makanan
Yang cukup voor ni hari
Kong kase ampung akang torang pesala
Sama deng torang kase ampung
Pa orang yang da beking sala pa torang
Kong jang kase biar torang tagoda
Mo beking tu jaha
Mar kase lapas akang patorang
Dari tu kuasa jaha
Lantaran cuma bapa tu punya
Kerajaan, deng kuasa deng kemuliaan
Sampe slama-lamanya. Amin12


Mohon koreksi kalau ada penulisan yang keliru. Silahkan membagikan doa Bapa Kami dalam bahasa daerah Anda atau bahasa-bahasa lainnya juga. 

-------
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11 http://id.wikisource.org/wiki/Doa_Bapa_Kami_dalam_berbagai_bahasa (diakses 22 September 2013).


12 http://humasmanado.blogspot.com/2013/02/doa-bapa-kami-versi-bahasa-manado.html (diakses 22 September 2013).

Kolom Debora

Topik terkait

Hak Anak

Topik terkait

FEATURED

Topik terkait
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger