"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi dan Ilustrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi dan Ilustrasi. Tampilkan semua postingan

Kisah seorang ibu yang berkorban nyawa demi anaknya, dan apa yang menjadi harapan sang ayah

Written By Menara Penjaga on Kamis, 10 Oktober 2013 | 03:10

Ratusan orang berkumpul di Gereja St. Francisca Romana di Roma, Italia, untuk menghadiri Misa pemakaman Chiara Corbella, seorang ibu muda yang meninggal dunia akibat kanker. Hari itu tanggal 16 Juni 2012.

Pada usia 28 tahun Chiara bahagia menikah dengan Enrico Petrillo.

Kebahagiaan itu bukannya tanpa luka, karena dua anak pertama mereka meninggal karena cacat lahir.

Sekalipun luka itu tak membuat mereka menyerah atau marah.

Keduanya justru bersyukur untuk waktu beberapa menit yang mereka lewatkan bersama anak-anak mereka, David dan Maria, sebelum keduanya meninggal.

Chiara dan Enrico pun menjadi pengingat bagi para orangtua betapa mereka harus bersyukur ketika menggendong bayi mereka dan melihat anak-anak itu tumbuh dewasa.

Pada tahun 2010, Chiara hamil untuk ketiga kalinya. Kali ini menurut dokter anak dalam kandungannya berkembang normal.

Namun Chiara didiagnosis membawa kanker agresif. Ia disarankan untuk mulai menerima pengobatan yang berisiko bagi kehamilannya.

Situasi yang dihadapinya tak memberi banyak pilihan.

Chiara memutuskan untuk melindungi bayi mereka dan menunda pengobatan sampai setelah ia melahirkan.

Tanggal 30 Mei 2011 seorang anak laki-laki lahir di dunia. Ia diberi nama Francisco.

Namun, kanker telah dengan cepat berkembang dan ibu yang berbahagia ini harus kehilangan penglihatan di salah satu matanya.

Setelah setahun berjuang melawan kanker Chiara menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 13 Juni. Ia dikelilingi oleh orang-orang yang dikasihinya, dan berpulang dengan keyakinan bahwa ia akan bertemu dengan kedua anaknya di surga.

"Saya akan ke surga untuk mengurus Maria dan David, kau tinggal di sini dengan ayah. Aku akan berdoa untukmu," tulis Chiara dalam sebuah surat untuk Francisco seminggu sebelum kepergiannya.

Pengorbanan dan cinta seorang ibu yang dimiliki Chiara membuatnya disebut sebagai "Gianna Beretta kedua," orang suci umat Katolik abad ke-20 yang mengorbankan hidupnya dalam kondisi yang sama untuk menyelamatkan bayi yang belum lahir.

Pastor Vito, pembimbing rohani Chiara menyebut kisah pengorbanan sang ibu sebagai, "sebuah kesaksian yang bisa menyelamatkan begitu banyak orang."

Enrico, sang suami tercinta, mengatakan ia mengalami "kisah cinta di kayu salib."

Berbicara kepada Radio Vatikan, ia mengatakan bahwa mereka belajar dari tiga anak mereka bahwa tidak ada perbedaan dalam kehidupan yang berlangsung 30 menit atau 100 tahun.

"Adalah hal yang indah untuk mendapati cinta ini terus tumbuh di tengah begitu banyak masalah," katanya.

"Kami bertumbuh dalam kasih untuk satu dengan yang lain dan Yesus. Kami tidak pernah kecewa dengan cinta ini, dan untuk alasan ini, kami tidak pernah kehilangan waktu, meskipun orang-orang di sekitar kami berkata, 'Tunggu, jangan terburu-buru untuk memiliki anak lagi'," kata Enrico.

Dunia saat ini mendorong orang untuk membuat pilihan yang salah tentang bayi dalam kandungan, orang sakit dan orang tua, "tetapi Tuhan menjawab dengan cerita seperti kami ini."

"Kita adalah orang-orang yang suka berfilsafat tentang kehidupan, tentang siapa yang menciptakannya, dan itu sebabnya, pada akhirnya, kita membuat bingung diri kita sendiri dengan ingin menjadi pemilik kehidupan dan lari dari salib yang Tuhan beri kepada kita," lanjutnya.

"Yang benar adalah bahwa salib ini - jika Anda menerimanya bersama Kristus – tidak seburuk yang kelihatan. Jika Anda percaya kepada-Nya, Anda akan menemukan bahwa api ini, salib ini, tidak membakar, dan kedamaian dapat ditemukan dalam penderitaan, dan sukacita didapati dalam kematian," jelas Enrico.

"Aku menghabiskan banyak waktu tahun ini merenungkan kalimat dari Injil yang mengatakan Tuhan memberi kuk yang manis dan beban yang ringan. Ketika aku melihat Chiara ketika ia mendekati kematian, saya jelas menjadi sangat marah. Tapi aku mengerahkan semua keberanian dan beberapa jam sebelumnya - itu sekitar pukul delapan pagi, Chiara meninggal pada siang hari – aku bertanya.

"Tapi Chiara, cintaku, apakah benar salib ini benar-benar manis, seperti firman Tuhan? Dia menatapku dan dia tersenyum, dan dengan suara lembut ia berkata, 'Ya, Enrico, [salib] ini sangat manis'. Dalam hal ini, keluarga tidak melihat Chiara meninggal dengan tenang, tapi bahagia, yang merupakan hal yang benar-benar berbeda," kata Ernico.

Enrico menambahkan bahwa ketika Francisco tumbuh, dia akan memberitahu anaknya itu "betapa indah membiarkan diri dicintai oleh Allah, karena jika kau merasa dicintai kau dapat melakukan apapun," dan ini adalah "hal yang paling penting dalam hidup: untuk membiarkan dirimu dicintai supaya mencintai dan mati berbahagia."

"Saya akan mengatakan kepadanya bahwa ini adalah apa yang ibunya, Chiara, lakukan. Dia membiarkan dirinya dicintai, dan dalam arti tertentu, saya pikir dia mencintai semua orang dengan cara ini. Aku merasa dia lebih hidup dari sebelumnya. Untuk dapat melihatnya mati berbahagia menurut saya adalah sebuah tantangan terhadap kematian." (CNA/MP)

10 Kata Bijak

Written By Menara Penjaga on Jumat, 20 Juli 2012 | 03:57

Seseorang telah menuliskan kata-kata yang indah ini.
Cobalah ambil sedikit waktu untuk mengerti maknanya

1. Doa bukanlah "ban serep" yang dapat kamu keluarkan ketika dalam masalah, tapi "kemudi" yang menunjukkan arah yang tepat....

 2. Kenapa kaca depan mobil sangat besar dan kaca spion begitu kecil?
Karena masa lalu kita tidak sepenting masa depan kita.
... Jadi, pandanglah ke depan dan majulah.

 3. Pertemanan itu seperti sebuah buku.
Hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.

 4. Semua hal dalam hidup adalah sementara.
Jika berlangsung baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya.
Jika berlangsung salah, jangan khawatir, karena juga tidak akan bertahan lama.

 5. Teman lama adalah emas!
Teman baru adalah berlian!
Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas! Karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kamu selalu memerlukan dasar emas.

 6. Seringkali ketika kita hilang harapan dan berpikir ini adalah akhir dari segalanya, Tuhan tersenyum dan berkata " Tenang sayang, itu hanyalah belokan, bukan akhir!

 7. Ketika Tuhan memecahkan masalahmu, kamu memiliki kepercayaan pada kemampuanNya; ketika Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia memiliki kepercayaan pada kemampuanmu.

 8. Seorang buta bertanya pada seorang Bhikhu : "Apakah ada yang lebih buruk daripada kehilangan penglihatan mata?" Dia menjawab : "Ya ada, kehilangan visi akan kebaikan!"

 9. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan happy, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu.

 10. Khawatir tidak akan menghilangkan masalah besok, hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini...


Sumber: Forum Himalaya
(Sumber sebenarnya dari tulisan ini belum dapat diverifikasi. Mohon informasinya jika tersedia. Terima kasih.)

Pemberian mendatangkan hidup

Written By Menara Penjaga on Jumat, 13 Juli 2012 | 18:30

Kalau Anda sedang mencari sebuah kendi berisi emas untuk meningkatkan taraf hidup orang miskin dan bisa memenuhi persyaratan silahkan mendaftar di The Global Poverty Action Fund. Proyek-proyek dipilih dengan melihat pengaruhnya terhadap pemberantasan kemiskinan, kejelasan dan nilai uang di dalamnya. Lihat juga Forum Uang DCI.
Winston Churchill mengatakan, "Penghidupan kita adalah apa yang kita dapat, tapi pemberian kitalah yang mendatangkan hidup."

DCI Indonesia

Pengabdian

Written By Menara Penjaga on Selasa, 26 Juni 2012 | 01:56

Claire Lomas menyelesaikan lomba lari maraton di London dalam waktu 16 hari menempuh jarak 41,84 km (26 mil). Claire adalah seorang penyandang cacat dan harus 'berlari' dengan memakai sebuah peralatan robotik. Claire tidak mendapatkan medali karena ketika ia mencapai garis finish, dua minggu sebelumnya semua orang sudah pulang ke rumah masing-masing. Akan tetapi 15 orang yang menyelesaikan lomba itu datang dan memberikan medali mereka kepada Claire, dan pihak sponsor berhasil mengumpulkan dana sebesar USD 120,000 untuk Spine Research (penelitian untuk tulang belakang). Untuk Claire, dan untuk semua orang seperti dia yang menunjukkan arti pengabdian dengan melayani dan penderitaan yang tak terlihat untuk membuat dunia ini lebih baik, untuk semua laki-laki dan perempuan yang berdedikasi di mana pun juga - tepuk tangan, angkat topi, dan sorak-sorai. Ikuti ceramah 60 detik dari John Maxwell mengenai Pengabdian.

Untuk cerita pendek seperti ini lihat di The Page Next Door.
Gail Devers mengatakan "Jangan biarkan mimpimu tenggelam, pahamilah bahwa untuk mencapai apapun diperlukan iman dan percaya akan dirimu sendiri, visi, kerja keras, kebulatan tekad, dan pengabdian, dan ingatlah semua hal adalah mungkin bagi mereka yang percaya."

DCI Indonesia

Kuasa doa

Written By Menara Penjaga on Rabu, 20 Juni 2012 | 22:39


EM Bounds mengatakan, "Kita tidak bisa berbuat apa-apa tanpa doa, namun semua hal dapat dilakukan karena doa dapat melebihi atau mengangkat halangan, mengatasi setiap kuasa yang menentang, dan mencapai tujuan dalam menghadapi halangan yang tak terkalahkan."

 DCI Indonesia

Jangan terlalu serius

Written By Menara Penjaga on Selasa, 19 Juni 2012 | 22:35

Tomรกs Olivas mengatakan, "Saya tidak bermaksud pensiun ketika menginjak usia 60-an, tetapi saya harus menghargai usia saya. Bagaimana Anda menyeimbangkan antara kerja dan istirahat?"
Les Norman, 62, mengatakan, "Ini yang saya coba lakukan Tomรกs: untuk 12 jam kerja saya mengambil waktu istirahat setelah 6 jam, setelah 6 hari saya berhenti satu hari, setelah 6 minggu saya berhenti sepanjang akhir pekan, setelah 6 bulan saya akan berhenti untuk satu hari libur, dan setelah 6 tahun saya berharap untuk memperoleh sabatikal. Kirimkan ide kalian.





Norman Vincent Peale mengatakan, "Jangan memikirkan esok hari di pembaringan Anda, jangan memikul dunia di pundak Anda karena bumi akan terus berputar meskipun tanpa Anda, jangan terlalu serius."




DCI Indonesia

Mencari dukungan untuk pelayanan

Written By Menara Penjaga on Jumat, 15 Juni 2012 | 00:19

Ron D mengatakan, "Saya ingin kerja membantu di Malawi selama enam bulan tetapi bagaimana caranya supaya saya bisa mendapatkan dukungan untuk pergi ke sana?
Les Norman mengatakan, "Ron, pertama, coba lihat apakah rencanamu ini sesuai dengan keberadaan keluargamu saat ini dan mintakanlah nasihat dari pendetamu. Melangkah dengan berlahan dengan penuh kesabaran dan doa, carilah konfirmasi dari Allah. Panggilan Allah selalu datang dengan penyediaanNya. Gaji saya yang terakhir saya terima pada tahun 1980, dan sampai saat ini kami masih kuat melayani bahkan lebih banyak memberi dibanding sebelumnya. Silahkan Anda melihat di beberapa link berikut ini dari Sekolah Misi gratis kami yang bisa membantu Anda: Bagaimana Yesus Hidup? Mendapatkan Dukungan
Klik di sini untuk  Seminar Pencarian Dana


Coco Chanel mengatakan "Ada orang yang hanya mempunyai uang dan ada orang lain yang memang kaya."




Sumber: DCI Indonesia

Kekuatiran

Written By Menara Penjaga on Selasa, 05 Juni 2012 | 22:50

Frank Viola mengatakan bahwa jika fondasi Anda ada dalam Yesus maka Anda akan bisa melalui badai, bertahan melawan krisis dan berjalan melalui api. Ada waktu Tuhan akan melepaskan Anda dari masalah, ada waktu pula Allah akan membawa Anda melalui masalah itu. Seorang laki-laki atau perempuan yang rohani menghadapi tragedi atau kehilangan apa yang dihargai atau dikasihi, melihat wajah penuh rasa sakit tak terperikan, lihatlah hal terburuk yang bisa dibawa oleh hidup kepada Anda dan tetap katakan kepada Tuhan, manusia dan malaikat-malaikat: "Aku baik-baik saja."


 AW Tozer mengatakan, "Ketika aku memahami bahwa semua yang terjadi padaku adalah untuk membuatku menjadi lebih seperti Yesus, hal itu menghapuskan semua rasa kuatirku."









Sumber: DCI Indonesia

Bapa Gereja Agustinus: Memahami Alkitab

Written By Menara Penjaga on Minggu, 27 Mei 2012 | 05:46

Jadi siapa pun yang mengatakan bahwa ia telah memahami Kitab Suci atau sebagiannya, tetapi dalam pemahamannya ia tidak bisa membangun kasih dua arah yaitu mengasihi Allah dan sesama manusia, maka ia belumlah memahaminya.

Ia yang memperoleh pemahaman yang berguna dari dalam Alkitab yang membuatnya mengerti akan kasih itu, namun gagal menunjukkan arti yang dimaksud oleh penulis Alkitab, ia tidaklah melakukan kesalahan yang fatal, dan yang pasti ia bukanlah seorang pendusta.

Dalam diri seorang pendusta terdapat keinginan untuk mengatakan apa yang salah, dan kerena itu kita mendapati banyak orang yang berdusta, tapi tidak seorang pun yang ingin disesatkan.

Oleh karena seseorang sadar ketika berdusta tetapi tidak demikian ketika disesatkan, maka cukup jelaslah bahwa dalam hal ini orang yang disesatkan masih lebih baik daripada orang yang berdusta, karena lebih baik menderita ketidak-adilan daripada melakukannya.

Setiap orang yang berdusta, melakukan ketidak-adilan; itu sebabnya ia yang percaya bahwa sebuah dusta kadang-kala berguna, demikianlah juga ia percaya dengan ketidak-adilan.

Tidak seorang pun yang berdusta menjaga iman ketika berdusta – ia tentu saja berharap agar orang yang ia dustai menaruh percaya padanya, tapi ketika ia berdusta ia tidak menjaga iman – dan setiap orang yang merusak iman adalah orang yang tidak benar.

On Christian Teaching, halaman 27.

Surat dari Pdt. Youcef Nadarkhani

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 12 Mei 2012 | 23:49

Pdt. Joucef Nadarkhani
Youcef Nadarkhani, pendeta dari gereja rumah di Iran yang sedang menanti eksekusi karena dianggap murtad, menulis surat bagi orang percaya di seluruh dunia yang berdoa baginya. Youcef bersikukuh bahwa dirinya tidak pernah menjadi orang Muslim dan karenanya tidak bersalah karena murtad. Dalam surat tersebut, pendeta Iran mengatakan pengadilannya telah begitu lama berlangsung dan ia ingin agar hal itu berakhir.

Youcef memuji dukungan yang diterima olehnya baik dari gereja dan politisi dan mengatakan ia yakin kampanye hak asasi manusia internasional untuk membebaskan dirinya “dapat membawa hasil yang positif”. Namun, ia menyatakan bahwa pembakaran Quran seperti yang dipimpin oleh seorang pendeta Florida “menyebabkan stres dan masalah”. Pendeta Youcef meminta agar doa dan dukungan dari setiap kita terus dilanjutkan.

Berikut adalah teks dari seluruh isi surat yang diterjemahkan oleh Present Truth Ministries. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Jason DeMars yang telah meneruskan surat ini kepada setiap kita.

7 Mei 2012

Salam dari hamba dan adikmu di dalam Kristus, Youcef Nadarkhani.

Teruntuk: Semua orang yang prihatin dan mengkuatirkan keadaan yang saya hadapi saat ini.

Pertama-tama, saya ingin menginformasikan kepada semua saudara-saudari saya terkasih bahwa saya berada di dalam kesehatan yang sempurna baik secara daging dan roh. Dan saya mencoba untuk memiliki pendekatan yang sedikit berbeda dari orang lain untuk menghadapi hari-hari ini, dan menganggapnya sebagai hari ujian dan cobaan iman saya. Dan selama hari-hari ini yang merupakan saat yang sulit untuk membuktikan kesetiaan dan ketulusan kepada Allah, saya mencoba untuk melakukan yang terbaik sekuat saya untuk tetap bersikap benar dengan apa yang telah saya pelajari dari perintah Allah.

Saya perlu mengingatkan orang-orang yang saya kasihi, meskipun cobaan yang saya hadapi telah berlangsung lama, dan secara daging saya berharap agar hari-hari ini berakhir, namun saya telah menyerahkan diri saya sepenuhnya kepada kehendak Allah.

Saya bukanlah orang politik dan tidak paham dengan keterlibatan politik, namun saya tahu meskipun ada banyak kesamaan antara budaya yang berbeda, ada juga perbedaan antara budaya di seluruh dunia yang dapat mengakibatkan kritik, yang seringkali respon terhadap kritik ini sangatlah keras dan sebagai hasilnya akan memperpanjang masalah kami.

Dari waktu ke waktu saya diinformasikan mengenai berita yang menyebar di media tentang situasi saya saat ini, seperti misalnya dukungan yang datang dari berbagai gereja dan politisi terkenal yang telah meminta pembebasan saya, atau kampanye dan kegiatan HAM yang menentang keputusan hukum yang ditujukan kepada saya. Saya percaya bahwa kegiatan seperti ini akan sangat membantu untuk mencapai kebebasan, dan menghormati hak asasi manusia dengan cara yang tepat akan mendatangkan hasil yang positif.

Saya ingin menghargai semua orang yang telah berusaha untuk membebaskan saya. Namun di lain pihak, saya ingin mengumumkan ketidaksetujuan saya dengan kegiatan menghina yang menyebabkan stres dan masalah, yang sayangnya dilakukan dengan pembenaran (alasan) untuk membela hak asasi manusia dan kebebasan, dimana hasilnya begitu jelas dan nyata bagi saya.

Saya mencoba untuk menjadi rendah hati dan patuh kepada mereka yang berkuasa, taat kepada mereka yang berotoritas yang Allah telah berikan kepada pejabat di negara saya, dan berdoa bagi mereka untuk memerintah negara menurut kehendak Allah dan menjadi sukses dalam melakukan hal ini. Sebab saya tahu dengan cara ini saya telah mematuhi Firman Allah. Saya mencoba untuk taat bersama dengan mereka yang berada dalam situasi yang sama dengan saya. Mereka tidak pernah mengeluh, namun hanya membiarkan kuasa Tuhan menjadi nyata dalam hidup mereka, dan meskipun terkadang kita membaca bahwa mereka telah menggunakan hak untuk membela diri, karena mereka memiliki hak ini, saya pun tidak terkecuali dan telah menggunakan segala kemungkinan apapun itu dan dalam penantian hasil akhirnya.

Jadi saya meminta kepada semua orang yang saya kasihi untuk berdoa bagi saya sebagaimana yang dikatakan Firman Tuhan. Akhirnya saya berharap kebebasan saya dapat dipersiapkan secepat mungkin, karena otoritas negara saya akan melakukan dengan kehendak bebas seturut dengan hukum dan perintah-perintah mereka yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kiranya kasih dan rahmat Tuhan beserta Anda sekarang dan selamanya. Amin.

Youcef Nadarkhani


Sumber: www. jawaban.com

Renungan Jumat Agung: Ikutlah Aku

Written By Ray Maleke on Jumat, 06 April 2012 | 03:49

Pdt. Youcef Nadarkhani telah menjadi salah satu icon orang Kristen teraniaya sejak ditangkap pada Oktober 2009 yang lalu atas berbagai tuduhan, termasuk murtad dari Islam. Menurut pengacaranya, Pdt. Nadarkhani sendiri tidak murtad dari Islam, karena ia tidak pernah mempraktekkan Islam sebagai agamanya, namun sanggahan terhadap argumen ini adalah pada dasarnya setiap orang lahir menurut iman orangtuanya.

Pemimpin dari sekitar empat-ratusan jemaat gereja rumah di Rasht, Iran menjadi target sentimen agama setelah ia memprotes sekolah di mana dua anaknya belajar karena mengharuskan mereka belajar Al-Qur'an. Pemerintah telah mensahkan hukum yang mengharuskan setiap murid untuk belajar Kitab Suci Islam. Hal ini dinilainya merupakan tindakan inkonstitusional karena tidak membolehkan kebebasan beragama.

Pdt. Nadarkhani telah melayani selama kurang lebih 10 tahun, ia ditahan bersama dengan istri dan beberapa anggota jemaat, ketika hendak mendaftarkan gerejanya pada pemerintah. Tuduhan pertama adalah karena aksi protesnya tersebut, namun pada persidangan berikutnya ia dituduh murtad dan mengajak oranglain untuk menjadi Kristen.

Dalam sidang terbuka Pdt. Nadarkhani terus menolak untuk menyangkal imannya. Bulan Juni tahun lalu Pdt.
Nadarkhani menulis sebuah surat dari penjara, ia menyatakan ketetapan hatinya untuk tetap berpegang pada imannya sekalipun ia harus mati.



“Banyak yang mencoba lari dari ujian imannya…tidak ada seorang pun dapat menjadi pemenenang dengan lari dari semua itu, tetapi dengan kesabaran dan kerendahan hati ia akan dapat mengatasi ujian ini dan memperoleh kemenangan.”

Salah seorang anak Pdt. Nadarkhani baru saja merayakan hari ulang tahunnya, dan sebagai hadiah ia dapat bertemu ayahnya yang sedang berada di dalam penjara. Pertemuan ini adalah juga hadiah ulang tahun untuk Pdt. Nadarkhani yang akan bertambah usia satu tahun minggu depan.Oleh kuasa Yesus Kristus dan doa Pdt. Nadarkhani masih hidup sampai hari ini,  ungkap seorang pegawai yang mengawasinya. Belum ada kepastian tentang tuntutan hukuman mati untuknya, yang bisa terjadi kapan saja.

Menghayati sengsara Kristus di Hari Jumat Agung ini, kita ditantang oleh iman yang telah ditunjukkan dengan berani oleh Pdt. Youcef Nadarkhani.

”Apakah engkau mengasihi Aku lebih dari mereka ini?” tanya Yesus kepada Petrus. Petrus menjawab, ”Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.”
Kata Yesus kepadanya, ”Gembalakanlah domba-domba-Ku.”
Tiga kali Yesus bertanya kepada Petrus, sehingga akhirnya hatinya menjadi sedih. Ia berkata, ”Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.”
Kata Yesus kepadanya, ”Gembalakanlah domba-dombaku.”
Mungkin kesedihan Petrus datang karena ia menyadari nanti kali yang ketiga ia mengatakan bahwa ia ”mengasihi” (Yun. agapao) Yesus dengan tanpa syarat.

Apakah benar banyak orang yang menantikan Kerajaan Allah saat ini dengan sungguh-sungguh bukan karena didorong pertama-tama oleh kasih kepada Tuhan, tetapi karena takut mengalami penganiayaan? Pertanyaan bagi kita semua adalah: Apakah kita mengasihi Tuhan tanpa syarat, baik dalam tantangan penganiayaan dan dalam pengharapan akan Kerajaan Allah? Kita semua harus menjawab pertanyaan ini, lalu mendengar ajakan Kristus, ”Ikutlah Aku.”

Howard Thurman: Kekristenan adalah Kristus

Written By Menara Penjaga on Jumat, 30 Maret 2012 | 11:53

Howard Thurman, aktivis pergerakan sipil di Amerika yang turut menginspirasi Dr. Martin Luther King Jr. Dalam kunjungannya ke Ceylon tahun 1935 berdiskusi dengan seorang intelektual Hindu yg mengutarakan kata-kata ini:

"Lebih dari tiga ratus tahun yang lalu nenek moyang Anda diambil dari pantai barat Afrika sebagai budak. Orang-orang yg terlibat dalam perdagangan budak adalah orang Kristen. Salah satu penulis lagu Kristen Anda, John Newton, memperoleh uang dari penjualan budak di Amerika. Ia yg menulis ”Betapa Manis Suara Yesus Memanggil” dan ”Ajaib Benar Anugerah” – mungkin masih ada yg lain, tapi [dua] ini yg saya tahu. Salah satu dari kapal pengangkut budak yg terkenal diberi nama ’Yesus’. Orang-orang yang membawa para budak adalah orang Kristen, pelayan Gereja, mengutip tulisan rasul Paulus, memberi persetujuan agama utk sistem perbudakan.

"Sekitar tujuh puluh tahun atau lebih yang lalu Anda dimerdekakan oleh seorang yang tidak mengaku diri sebagai seorang Kristen, melainkan seorang yang merupakan ujung tombak dari suatu gerakan politik, sosial dan ekonomi, hal yang penting yang ia sendiri tidak mengerti. Sejak waktu itu Anda telah hidup dalam suatu bangsa Kristen di mana [bangsa] Anda dipisahkan [krn warna kulit (segregasi)], digantung, dan dibakar. Bahkan di dalam gereja, saya tahu ada segregasi. Salah satu murid saya yg mengunjungi negara Anda mengirimkan pada saya kliping tentang sebuah gereja Kristen yang menghentikan ibadahnya untuk bergabung dengan massa [mengejar] seorang dari rekan [sebangsa] Anda. Ketika mereka telah menangkap dan membunuhnya, mereka kembali dan melanjutkan ibadah mereka pada Tuhan orang Kristen.

”Saya seorang Hindu. Saya tidak mengerti. Anda datang ke negeri saya ini, kokoh berdiri dalam iman dan tradisi Kristen. Saya tidak ingin terkesan kasar terhadap Anda. Tetapi, Pak, saya pikir Anda adalah seorang pengkhianat dari semua orang yang berkulit gelap di seluruh dunia. Saya bertanya-tanya, bagaimana Anda, seorang intelektual, bisa membela posisi Anda.”

Inti jawaban Howard Thurman kepadanya adalah Yesus; bukan sebagai religious object tetapi religious subject. Ia menulis, "Adalah penting untuk menelisik agama Yesus itu dari latar belakang masa [di mana Ia hidup] dan [di tengah] bangsaNya sendiri, dan mencari dalam pengajaranNya hal-hal yang berhubungan dengan yang tak mempunyai warisan [yang tertindas]dan yang miskin (It is necessary to examine the religion of Jesus against the background of his own age and people, and to inquire into the content of his teaching with reference to the disinherited and the underprivileged). Jesus and the Disinherited (Boston, MA: Beacon Press, 1996), 14-15.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger