"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asia. Tampilkan semua postingan

Masyarakat Cina-Amerika melakukan protes di kota New York

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 09 November 2013 | 21:54


AMERIKA SERIKAT, New York City (MP) --- Sekitar 300 masyarakat Cina-Amerika melakukan unjuk rasa di luar pusat stasiun televisi ABC di kota New York pada Jumat (8 Nov. '13). Mereka memprotes sebuah acara tengah malam yang ditayangkan 16 Oktober lalu di acara Jimmy Kimmel Show, yang bercanda tentang membunuh semua orang di Cina untuk menghapus utang Amerika Serikat.

Pihak ABC dan Jimmy Kimmel, pembawa acara, telah meminta maaf atas drama komedi itu, namun berbagai kelompok advokasi masyarakat Cina-Amerika mendorong diambilnya tindakan lebih lanjut, termasuk memecat pembawa acaranya dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah insiden demikian di masa datang.

"Hari ini kita berdiri di sini untuk memprotes tidak hanya Jimmy Kimmel Kids Table Show, tetapi juga kurangnya ketulusan dalam permintaan maaf publik pihak ABC untuk keputusan keliru Jimmy Kimmel," demikian ungkap selebaran yang didistribusikan dalam protes itu. "Anda harus bertanggung jawab karena mengajar anak-anak kita bahwa membunuh orang lain adalah praktek yang dapat diterima."

"Mereka mengatakan, 'Kami mohon maaf telah membuat orang kesal,' tetapi mereka tidak pernah mengakui bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah," kata Beixin Lin, seorang pengajar akuntansi di Monclair University. "Kami pikir itu tidak dapat diterima. Bersembunyi di balik lelucon adalah cara pengecut dalam menghadapi masalah ini."

Selain meminta maaf, ABC telah menghapus klip tayangan tersebut dari situs web mereka.

Menurut Beixin Lin, sekalipun masyarakat Asia telah meraih sukses dalam sejumlah bidang, termasuk medis dan IT, tapi menurutnya masyarakat Cina keturunan ketiga dan keempat di AS perlu terlibat dalam lebih banyak bidang lagi. “Hal ini terjadi karena orang-orang tidak menghargai orang [berlatar-belakang etnis] Cina, dan mereka tahu bahwa mereka bisa bercanda tentang kami karena kami tidak akan melakukan apa-apa, kami tidak akan menentang. Karena itu, saya merasa sangat senang dengan hasil hari ini.” []

Chinese Americans protest Kimmel joke in NYC
http://www.china.org.cn/world/2013-11/09/content_30549694.htm 

Mohon doa bagi masyarakat korban angin topan di Filipina dan para pekerja kemanusiaan (UP-DATED)



MP, 13 Nov. 13.
Menurut keterangan Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina kepada media, Rabu, 13 November 2013, korban tewas topan Haiyan (Yolanda) di Filipina mencapai 2.275 orang, dan mengakibatkan 3.655 orang cedera dan 80 korban lainnya hilang.

“Indonesia mengirimkan 75 ton bantuan berupa selimut, alas lantai, dan makanan dengan menggunakan enam pesawat C-130,” kata Asri Wijayanti, juru bicara Pusat Penanganan Bencana ASEAN (ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Managemen/AHA Center). (Tempo.co)

MP, 12 Nov. 13. 
Paus Fransiskus memimpin ribuan orang di Vatikan dalam doa bagi para korban badai di Filipina. Pemimpin umat Katolik ini mengungkapkan kepada para peziarah, wisatawan dan warga Roma yang hadir di alun-alun Santo Petrus pada hari Minggu bahwa ia ingin meyakinkan rakyat Filipina dan wilayah sekitarnya bahwa ia merasa dekat dengan mereka. Ia menyesalkan jumlah korban yang tinggi dan kerusakan yang besar, kemudian mengajak doa hening untuk "saudara-saudara kita." "Mari kita mencoba untuk memberikan bantuan yang konkrit," ungkap Paus juga.

Pope Francis Leads Prayers for Philippines Tyhpoon Victims

Huffington via WN 
http://article.wn.com/view/2013/11/11/Pope_Francis_Leads_Prayers_For_Philippines_Typhoon_Victims/#/related_news

-------

MP, 10 Nov. 13. 
Organisasi bantuan kemanusiaan, pengembangan, dan advokasi, World Vision, telah mengumumkan peluncuran sebuah upaya tanggap darurat untuk menyalurkan makanan, perlengkapan kebersihan, tempat tinggal sementara, dan perlengkapan bantuan lainnya untuk 1,2 juta orang di wilayah Visayas Tengah dan Timur, Filipina.

"Kami juga akan bekerja untuk melindungi anak-anak, yang paling rentan setelah terjadinya bencana topan Haiyan," demikian keterangan dari World Vision menyusul topan dahsyat yang melanda Filipina Kamis malam.

Menurut The Associated Press korban tewas di kota Tacloban, Filipina tengah, saja bisa mencapai 10.000 orang. 

Sejumlah organisasi kemanusiaan Kristen berbasis di Amerika Serikat lainnya sedang berupaya untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat Filipina.


US Christian Groups Respond to Super Typhoon Haiyan; Over 10,000 Feared Killed, Millions Affected
http://www.christianpost.com/news/us-christian-groups-respond-to-super-typhoon-haiyan-over-10000-feared-killed-millions-affected-108452/ 

-------

FILIPINA, Manila (MP) --- Sedikitnya 120 orang dilaporkan tewas akibat topan Haiyan yang menerjang Filipina. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah. 

Status topan yang di Filipina dinamai Yolanda itu kini turun dari kategori 5 menjadi 4. 

Topan ini mengakibatkan banjir besar, pohon tumbang, rusaknya rumah warga dan fasilitas air bersih, terputusnya jaringan telepon dan listrik, serta terputusnya jalan-jalan penghubung di enam wilayah di Filipina. 

Kecepatannya melebihi 200 km/jam. 

Badan amal Caritas, bersama Pontifical Institute for Foreign Mission dan keuskupan gereja Katolik diberitakan sedang mengupayakan bantuan bagi para korban, yang banyak di antaranya turut menderita akibat gempa bumi 7,2 pada skala richter baru-baru ini. []


Death toll from Typhoon Haiyan rises to 120. The Church is ready to send aid
http://www.asianews.it/news-en/Death-toll-from-Typhoon-Haiyan-rises-to-120.-The-Church-is-ready-to-send-aid-29499.html

Topan Filipina Renggut Lebih dari 100 Nyawa
http://www.tempo.co/read/news/2013/11/09/118528332/Topan-Filipina-Renggut-Lebih-dari-100-Nyawa

Foto: Reuters via Tempo.co

Protes korupsi gereja-gereja Filipina bunyikan lonceng

Written By Menara Penjaga on Senin, 21 Oktober 2013 | 10:21

FILIPINA, Manila (MP) -- Gereja-gereja di Filipina melakukan aksi membunyikan lonceng selama tiga menit pada Jumat (11/10) jam satu siang sebagai tanda protes terhadap tindak korupsi.

"Saat mereka mendengar lonceng berdentang mereka tidak dapat menyangkal lagi tentang seruan rakyat untuk dihapuskan[nya] skema dana tersebut," ungkap Pastor Ben Alforque berbicara tentang Dana Prioritas Bantuan Pembangunan yang diberikan kepada anggota legislator (DPR). 

Dana pemerintah ini dianggap telah disalahgunakan oleh para politikus untuk kepentingan mereka, sekaligus mengisi kantong para koruptor. 

Pastor Alforque juga mengajak masyarakat untuk bersatu hati mendoakan anggota parlemen dan Mahkamah Agung agar "pork barrel," istilah dana politik, dihapuskan. 

"Allah memanggil kita kepada-Nya, oleh karena itu kita harus kembali kepada-Nya dan meminta para pemimpin negara kita untuk bertobat," katanya.

Menurut radio Katolik Veritas, selain gereja-gereja Katolik, turut berpartisipasi sejumlah anggota Dewan Gereja-gereja Nasional Filipina dan Gereja Agliplayan.



------
Gulfnews.com 
http://gulfnews.com/news/world/philippines/philippines-church-bells-peal-against-corruption-1.1241994

Jawaban.com
http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/90/news/131018183206/limit/0/Protes-Korupsi-Gereja-Bunyikan-Lonceng.html

IRAN: Pelayan Tuhan dipenjara, para tahanan bertobat

Written By Menara Penjaga on Selasa, 24 September 2013 | 22:29

Pastor Saeed Abedini bersama keluarga (foto: nydailynews)
IRAN, Teheran (MP) -- Setahun ditahan di Penjara Evin di Iran, Pastor Saeed Abedini diberitakan telah membawa lebih dari 30 orang mengenal Yesus Kristus (Isa al-Masih). 

Hal ini diungkapkan oleh Naghmeh Abedini, sang isteri, ketika menjadi pembicara di sebuah pertemuan di Liberty University, Amerika Serikat. 

"Mereka banyak kali telah mengatakan padanya bahwa mereka akan membebaskannya dan mengijinkannya kembali pada keluarga kami, dengan anak-anak dan saya, jika ia menyangkal iman Kristennya, [namun] ia tetap teguh berdiri di penjara itu," demikian ungkap sang isteri seperti dilaporkan theblaze.com

Pastor Saeed menjadi Kristen tahun 2000 lalu dan menjadi salah satu tokoh kebangunan gereja di Iran. Pernikahannya dengan Naghmeh yang berkewarganegaraan AS memberikannya kesempatan untuk memiliki dual-citizenship, Iran dan AS. Saat ini mereka telah dikaruniakan dua orang anak. 

Pastor Saeed ditahan di pertengahan 2012 lalu sementara berupaya membangun sebuah panti asuhan. Ia dituduh pemerintah Republik Islam Iran membahayakan keamanan nasional. Pada persidangan di awal 2013 ia dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

Dalam sebuah surat yang dikirimkan Pastor Saeed kepada isterinya di permulaan tahun ia mengungkapkan tentang penganiayaan mental dan fisik yang harus dialaminya dalam tahanan, termasuk tidak diijinkan berobat. 

"Bagi saya mengetahui bahwa begitu banyak di antara mereka sekarang mengenal Kristus, semua itu menjadi tidak sia-sia. Aku tahu bahwa penahanannya tidaklah sia-sia," ungkap sang isteri seperti dikutip Christianpost.com.

"Anak-anak begitu ingin supaya ia kembali, tapi kami bangga bahwa ia lebih memilih Kristus dari kami, bahkan lebih dari berkumpul bersama kami, ia telah memilih untuk mempertahankan imannya," ungkapnya. 

Saat ini petisi untuk pembebasan Pastor Saeed di beheardproject.com telah mencapai lebih dari 600.000. [+]


Mohon doa: Serangan bom di depan sebuah gereja di Pakistan merenggut nyawa 78 orang (UP-DATED)

Written By Menara Penjaga on Senin, 23 September 2013 | 06:30

Protes dari umat Kristen di Lahore terhadap pemboman gereja All Saints (foto: AFP). 

MP - 29 Setember 2013.
Sebuah bom kembali mengguncang kota Peshawar, Pakistan, menewaskan 40 orang dan melukai 90 orang lainnya. Enam orang anak dan tiga perempuan turut menjadi korban jiwa. Bom meledak dekat sebuah mesjid dan kantor polisi dan merusakkan tempat ibadah itu dan bangunan tokoh dan kendaraan di lokasi.

Hari Jumat sebelumnya 19 orang tewas dilaporkan tewas setelah sebuah bus yang membawa pegawai pemerintah diledakkan.

Sementara itu serangan drone AS di wilayah itu dilaporkan menewaskan tiga militan. 

Pemerintah Pakistan mengecam serangan bom dan drone tersebut. (AP)


MP - 25 September 2013.
Jumlah korban serangan bom bunuh diri di gereja All Saints menjadi lebih dari 80 orang.

Taliban mengklaim serangan itu sebagai balasan atas serangan drone AS (Christiantoday, 22/9/13).

Paus Fransiskus mengutuk serangan itu dan mendoakan para korban di tengah kunjungannya di Cagliari, Italia. "Hanya jalan perdamaian yang dapat membangun sebuah dunia yang lebih baik," ungkapnya seperti dikutip News.va, 22/9/13.)

Sebuah berita menyedihkan menimpa bagian tenggara Pakistan. Korban setelah gempa berkekuatan 7,7 pada skala richter mencapai 327 orang menurut laporan Reuters. Doakan juga warga masyarakat Pakistan yang menghadapi bencana alam ini. (update: Jumlah korban telah mencapai lebih dari 500 orang.)

-------

PAKISTAN, Peshawar - Gereja Anglikan All Saints menjadi target serangan bom bunuh diri seusai ibadah Minggu (22/9/2013 waktu setempat), merenggut nyawa 78 orang dan lebih dari 100 orang dilaporkan terluka.

Diberitakan LA Times, Muhammad Ali, kepala kepolisian setempat, mengatakan bahwa serangan bom itu dilakukan oleh dua orang. 

Menurut keterangannya seorang pemuda menyerang sekelompok jemaat yang baru selesai ibadah Minggu di gereja yang terhitung dalam bilangan tertua di wilayah itu.

Ketika seorang polisi hendak menghentikannya ia meledakkan dirinya, yang kemudian diikuti oleh ledakan berikutnya, juga sebuah bom bunuh diri. 

"Kami telah menemukan kepala dari salah satu pelaku bom itu," ungkapnya.  

Sekitar 400 sampai 500 orang biasa menghadiri ibadah Minggu. 

Di antara korban tewas terdapat 34 perempuan dan 7 anak-anak ungkap Menteri Dalam Negeri Pakistan, Chaudhry Nisar Ali Khan.

Kalangan gereja Katolik dan pemerintah provinsi Khyber Pakhtunkhwa telah mengumumkan tiga hari berkabung.


Tidak memiliki agama

Detiknews melansir bahwa kelompok militan Jundullah yang terkait dengan Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. "Mereka adalah musuh Islam, karena itu kami menargetkan mereka," ujar juru bicaranya, Ahmed Marwat

"Kami akan terus melakukan penyerangan terhadap non Muslim di Pakistan," imbuhnya. 

Perdana Menteri Nawaz Sharif telah mengutuk serangan itu. 

"Tindakan terorisme kejam yang demikian menunjukkan kebrutalan dan pola pikir para teroris yang tidak manusiawi."

"Teroris tidak memiliki agama, dan menjadikan orang tak bersalah sebagai target adalah bertentangan dengan ajaran Islam dan semua agama," ungkapnya dalam sebuah pernyataan. 


Tanggung jawab pemerintah

"Pemerintah bertanggung jawab atas penumpahan darah ini," ungkap John William, pendeta dari Gereja Pakistan yang membantu para korban di rumah sakit. "Bukannya menghukum militan, mereka justru dilepaskan dari penjara." 

Pemerintah Pakistan sedang berupaya untuk mengadakan perjanjian damai dengan kelompok militan. Salah satu cara yang ditempuh adalah membebaskan sejumlah tahanan. Namun, menurut PM Sharif serangan itu "tidak kondusif terhadap perundingan damai," dan tidak bisa menindak-lanjuti apa yang telah dipertimbangkan. 

Ketika ditanyakan mengapa pihak kepolisian tidak berupaya lebih untuk menjaga keamanan warga, kepala kepolisian Muhammad Ali mengungkapkan 800 anggota polisi telah menjadi korban serangan militan. "Kami berupaya untuk melakukan yang terbaik, tapi bagaimana kami menghentikan pelaku bom bunuh diri ini?" 

Serangan ini telah memicu aksi protes di Pakistan, terutama dari kalangan Kristen. "Teroris telah menyerang mesjid, kuil, dan gereja. Kasihan kami," ungkap seorang pria di luar sebuah gereja kepada chanel televisi Geo, seperti dikutip Reuters. 

Menurut data Library of Congress AS 2005, terdapat 1,6 juta orang Kristen di Pakistan, sama dengan jumlah penganut Hindu. Warga Kristen sering menjadi pelampiasan sentimen anti Barat di Pakistan. Sikap sebagian masyarakat yang masih menganggap umat beragama lain sebagai musuh dan harus dibenci telah menyebabkan sejumlah tindak kekerasan dan perlakuan tidak adil terhadap warga beragama Kristen. [+]




Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. 
(Injil Yohanes 10:10)

“Allah:” Menganalisa Malaysia dan sikap umat Kristen (UP-DATED)

Written By Menara Penjaga on Rabu, 18 September 2013 | 00:08

10 Oktober 2013 pagi waktu setempat, sebuah pengadilan banding di Malaysia memutuskan bahwa non-Muslim tidak boleh menggunakan kata "Allah." 

Keputusan ini menganulir keluasan yang diberikan pengadilan lebih rendah kepada The Malaysia Herald (MH), sebuah koran Gereja Katolik di Malaysia, pada 2009 lalu, untuk menggunakan kata serapan Arabik untuk God (bhs. Inggris) tersebut dalam terbitan mereka. 

Menurut hakim, penggunakan kata "Allah" oleh non-Muslim akan menimbulkan kebingungan di masyarakat. 

Di Malaysia sendiri isu ini baru muncul tahun 2008. Selama berabad-abad umat Kristen di Malaysia telah menggunakan kata itu tanpa masalah. 

Fr. Lawrence Andrew, SJ, pemimpin redaksi koran mingguan tersebut, menyesalkan keputusan itu, dan akan membawa kasus ini ke pengadilan federal Malaysia. 

Ia meminta umat Kristen untuk "terus berdoa untuk keadilan." 

Keputusan pengadilan itu mendapat reaksi negatif dari sejumlah masyarakat Malaysia di Borneo (Kalimantan). Kata "Allah" digunakan dalam Alkitab bahasa Malaysia dan bahasa-bahasa daerah di Sabah dan Sarawak, di mana umat Islam dan Kristen hidup berdampingan dengan harmonis.

Pejabat Kementrian Dalam Negeri Malaysia, Datuk Wan Junaidi Tuanku Jaafar, mengungkapkan bahwa pelarangan itu hanya berlaku untuk mingguan MH. 

Federasi Kristen Malaysia mengeluarkan pernyataan bahwa pelarangan penggunaan istilah itu mempunyai konsekuensi yang lebih luas, dan akan secara langsung mempengaruhi penerbitan Kristen dalam bahasa Malaysia. 


Sumber: 
The Malaysian Insider via The Malaysia Herald 
http://www.heraldmalaysia.com/news/Allah-not-exclusive-to-Muslims,-government-declares-ban-only-applies-to-Herald-17277-2-1.html

Asia News
http://www.asianews.it/news-en/Malaysia-,-Christians-banned-from-using-Allah-.-Catholics-announce-appeal-29266.html


-------

MP – Bagaimana penilaian umat Kristen terhadap umat Islam di Malaysia?

Mungkin arah pemikiran banyak orang Kristen akan merasa kesal, sekaligus prihatin, karena bagaimana bisa penggunaan bahasa itu menjadi sebuah masalah nasional.

Tapi adalah penting untuk selalu menganalisa pertanyaan.

Kategori “umat Islam” dalam masalah ini adalah sebuah generalisasi yang kurang bijaksana.

Bahwa ada sejumlah masyarakat Muslim Malaysia yang mendukung bahwa penulisan “Allah” tidak boleh digunakan oleh non-Muslim, itu tidak berarti bahwa seluruh “umat Islam” di Malaysia berpikir demikian.

Mereka yang mendukung hal itu pun tidak semata-mata karena mereka menganut Islam. Ada juga faktor-faktor lain, misalnya ekonomi, politik, budaya, latar belakang pendidikan, dsb; bisa juga karena tidak punya pilihan lain. 


Motif agama

Itulah mengapa orang Kristen perlu bijaksana dalam menyikapi masalah ini.

Itu juga berarti bahwa kemungkinan ada umat Kristen yang bereaksi dengan tidak bijaksana. Dan itu bukan semata-mata karena ia adalah seorang Kristen. Ia juga punya latar belakang, sejarah, pendidikan, kepentingan, dsb.

Semua orang, baik secara pribadi maupun kelompok, bertindak menurut dorongan kepentingan, pengabdian, dan/atau motivasi ibadah.

Yang menjadi pertanyaan adalah motif yang melatar-belakanginya: Apakah demi keadilan, kebenaran, dan belas kasih bagi sesama manusia termasuk lingkungan hidup? Bukankah itu adalah makna agama secara universal, sekalipun dasar keyakinannya berbeda-beda?


Kepentingan politik

Kepentingan politik di balik isu agama di antara umat Muslim Malaysia sudah bukan rahasia lagi. 

Dan jika apa yang diinformasikan oleh The Christian Federation of Malaysia (Federasi Kristen Malaysia [FKM]) adalah benar, bahwa politisasi penggunaan kata “Allah” di Malaysia telah disertai dengan seruan untuk mengibarkan “perjuangan suci,” yang di dalamnya termasuk meningkatkan ketegangan dan manas-manasi umat dengan potensi kekerasan, maka kepentingan politik ini adalah pembajakan sebuah agama.

Orang-orang yang akan terprovokasi tentunya adalah orang-orang dengan pemikiran sederhana yang mencintai agama dan negaranya (jika bukan mereka yang rela melakukan apa saja demi sepiring nasi bagi keluarga).

Mereka tidak melihat kenyataan bahwa kata “Allah” telah digunakan oleh umat Kristen Arab sebelum kelahiran Islam, demikian tulis Proarte dalam bahasa Inggris di Malaysiakini.com. Ia melanjutkan bahwa melarang umat Kristen menggunakan kata 'Allah' menunjukkan ketidak-pahaman umat Muslim Malaysia akan Quran.


Ayat Quran

Tanggapan Imraz Ikhbal memperkuat hal itu. Dengan mantap ia mengajak umat Muslim Malaysia untuk berefleksi dari ayat Quran yang ditulisnya dalam bahasa Inggris:

"And dispute ye not with the people of the earlier scriptures (the Jews and the Christians) except in a manner that is best, save for those who inflict harm upon you, but say to them, "We believe in the revelation which has come down to us and in that which came down to you; Our Allah and your Allah is one and it is to Him that we submit." Sura 29:46

Dan jangan kamu berdebat dengan orang-orang dari kitab suci sebelumnya [Yahudi dan Kristen] kecuali dengan cara yang terbaik, simpanlah itu untuk mereka yang menimbulkan kerugian atas kamu, tetapi katakanlah kepada mereka [Yahudi dan Kristen], “Kami percaya pada pewahyuan yang telah turun kepada kami dan pada yang telah turun kepada kamu; Allah kami dan Allahmu adalah esa dan kepada-Nya kami tunduk.”

"The word of thy Lord doth find its fulfillment in truth and in justice: None can change His words: for He is the one who heareth and knoweth all."
Sura 6:115

Firman Tuhanmu menemukan pemenuhannya dalam kebenaran dan keadilan: Tidak ada yang bisa mengubah firmanNya: karena Ia adalah Dia yang telah mendengar dan mengetahui semua.”


Perbedaan mendasar antara iman Kristen dan Islam

Dalam kenyataannya, sekalipun umat Yahudi, Kristen, dan Islam (agama-agama Abrahamik) mengimani Allah yang Esa itu, ketiganya mempunyai ajaran agama (teologi dan praktek) yang di satu sisi mengandung kesamaan, namun di sisi lain mempunyai perbedaan yang fundamental.

“Quran, yang diklaim umat Muslim sebagai firman Allah, secara eksplisit menyatakan bahwa Allah mewahyukan pesan-[N]ya kepada manusia lewat kitab-kitab sebelumnya, yaitu Taurat dan Alkitab,” tulis Proarte.

Namun, menurutnya ada perbedaan pendapat antara pemahaman Kristen dan apa yang ditulis dalam Quran. Contohnya, seperti yang disebutnya, adalah peristiwa kebangkitan Yesus dan konsep Tri-tunggal. (Perbedaan yang bukan tanpa dasar, melainkan memiliki sejarahnya masing-masing.) 

Sekalipun demikian, menurut Proarte, hal ini tidak mengurangi kenyataan bahwa umat Kristen mengimani Pencipta alam semesta, yang dalam bahasa Arab disebut Allah (Ibrani: Elohim; Yunani: Theos; Indonesia: Allah), sekalipun ada pemahaman yang berbeda dengan umat Muslim. 


Upaya dialog

FKM dalam pernyataannya yang dimuat 9 September lalu itu “mengundang saudara-saudari Muslim di Malaysia untuk berefleksi, memahami, dan menghargai konteks bagaimana, kapan dan mengapa umat Kristen menggunakan kata 'Allah'. Penggunaannya sudah berabad-abad dalam sejarah kita bersama tanpa masalah dan kita telah hidup relatif aman dan harmonis sepanjang isu tentang hal ini berlangsung.”

Pada tahun 2009 Pengadilan Tinggi Malaysia memutuskan bahwa kata “Allah” bisa digunakan oleh umat Katolik dalam penerbitannya, jadi tidak eksklusif untuk umat Muslim. Hal ini diikuti oleh sejumlah aksi kekerasan dan serangan terhadap gereja-gereja dan tempat ibadah lainnya. Atas tekanan dari kelompok-kelompok yang menentang keputusan itu, 10 September ini pemerintah Malaysia melakukan banding terhadap keputusan pengadilan itu.

Di tengah situasi ini, upaya untuk sebuah dialog damai pun mendapat halangan dari kelompok-kelompok yang bersikukuh. Salah satu acara dialog baru-baru ini diprakarsai oleh Dr. Mujahid Yusof Rawa. Menurutnya dialog yang tetap berlangsung sekalipun mendapat halangan itu adalah untuk memperkuat persatuan dan perdamaian antara umat beragama.

Uskup Gereja Katolik Paul Tan Chee Ing menyebut Dr. Mujahid sebagai seorang duta perdamaian: “truly, a plenipotentiary of peace,” seperti dikutip Malaysiakini.

“Mari kita semua memahami bahwa dialog yang sejati membuat kita menjadi manusia yang sejati,” tambah uskup Paul Tan.


Dalam doa dan kebijaksanaan

Menurut Asianews.com pengadilan banding akan mengeluarkan keputusan pada Oktober nanti. Mari kita nantikan dalam doa dan kebijaksanaan, dengan mengingat:

Ada orang pintar yang punya kepentingan politik tak jujur, dan ada masyarakat sederhana yang menjunjung tinggi nilai-nilai agamanya.

Ada pula mereka yang mempunyai kebutuhan sehari-hari, namun hak-haknya telah dirampas oleh sistem di mana yang kaya mengeksploitasi yang miskin. Belum disebut mereka yang berkepentingan untuk mengadu domba umat beragama. [+]

INDIA: Pelaku kekejian terhadap perempuan dijatuhi hukuman mati

Written By Menara Penjaga on Senin, 16 September 2013 | 07:00

Empat pelaku kekejian terhadap seorang mahasiswi di India diganjar dengan hukuman mati (foto: Hindustantimes). 
INDIA, New Delhi (TEMPO.CO) — Pengadilan khusus Saket di New Delhi, Jumat, 13 September 2013, menjatuhkan hukuman mati terhadap empat pelaku pemerkosaan brutal dan pembunuhan seorang mahasiswi di atas bus, setelah insiden itu terjadi sembilan bulan lalu.
Saat membacakan putusan di ruang sidang yang penuh pengunjung, hakim Yogesh Khanna menegaskan hukuman mati dengan digantung ini diberikan sebagai pesan bahwa kejahatan terhadap perempuan tidak akan ditoleransi. “Perlakuan brutal para pelaku yang memperkosa, menganiaya dengan keji, dan membunuh korban masuk kasus kategori terlangka dari yang paling langka,” kata Khanna.
Mendengar hukuman itu, salah seorang terpidana, yakni pelatih kebugaran Vinay Sharma, harus diseret dari ruang pengadilan karena menangis kencang. Hakim menolak pertimbangan pengacara para terpidana yang menyebutkan kasus ini telah dipolitisasi. “Hakim memutuskan kasus ini di bawah tekanan politik dan kemarahan masyarakat,” ujar A.P. Singh, pengacara dua dari empat terpidana.
Sebaliknya, kebahagiaan dirasakan oleh keluarga korban. Ayah korban mengungkapkan rasa terima kasih kepada kepolisian Delhi dan media yang membuat kasus ini menjadi perhatian seluruh dunia. “Keadilan telah ditegakkan bagi anak saya,” ujarnya terharu.
Hakim yang sama memutuskan Mukesh Singh, 26 tahun, Vinay Sharma (20), Pawan Gupta (19), dan Akshay Thakur (28) bersalah pada Kamis lalu atas pemerkosaan beramai-ramai, pembunuhan, percobaan pembunuhan, penganiayaan, penculikan, penghilangan bukti, serta perampokan.
Terpidana remaja—yang disebut paling brutal—telah dihukum tiga tahun penjara di pengadilan anak pada 31 Agustus lalu. Terdakwa utama dalam kasus ini, Ram Singh, ditemukan tewas tergantung di dalam ruang sel penjara Tihar pada 11 Maret lalu.
Kasus pemerkosaan brutal yang terjadi pada 16 Desember tahun lalu ini menimbulkan kemarahan publik India. Ribuan warga turun ke jalan memprotes kegagalan pemerintah melindungi keamanan perempuan. Insiden ini juga memicu amandemen undang-undang tentang kejahatan terhadap perempuan.

Selengkapnya di TEMPO.CO
Judul asli: Vonis Mati untuk Pemerkosa Mahasiswi India

Pdt. Dr. Martin Luther King, Jr dan serangan drone

Written By Menara Penjaga on Selasa, 03 September 2013 | 23:48

Majalah dinding di Ohio State University memperingati 50 tahun
pidato Pdt. Dr. Martin Luther King, Jr di Washington, DC (foto: MP). 
AMERIKA SERIKAT, Columbus (MP) – Rabu 28 Agustus lalu menandai 50 tahun pidato Pdt. Dr. Martin Luther King, Jr yang terkenal itu. 

"I Have a Dream" (aku mempunyai sebuah impian), demikian judul pidato yang menjiwai gerakan tanpa kekerasan melawan sistem pembedaan warna kulit di Amerika Serikat (AS). 

"Saya bermimpi bahwa keempat anak saya pada suatu hari akan hidup dalam sebuah bangsa yang tidak menilai mereka berdasarkan warna kulit mereka [bisa ditambahkan juga agama] namun dari isi karakter mereka," demikian sebagian isi dari pidato pelayan gereja Baptis yang dibunuh pada tahun 1968 itu.

Perjuangan Dr. King bersama para pejuang hak sipil lainnya, baik dari kalangan komunitas Afrika-Amerika maupun Kaukasian, akhirnya mengubah AS untuk selamanya. 

Namun, setelah pidato yang disampaikan di hadapan 250.000 orang di Lincoln Memorial, Washington DC, tahun 1963, negara berpenduduk ketiga terbesar di dunia ini masih terus bergumul dengan masalah kecurigaan rasial/etnik, tak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri. 




Isu yang memecah masyarakat AS baru-baru ini adalah dibebaskannya Zimmerman, seorang polisi yang menembak mati seorang remaja berlatar belakang Afrika-Amerika, Trayvon Martin. Zimmerman dituduh membunuh Trayvon semata-mata oleh kecurigaan karena ia berkulit hitam. 

Menariknya, penilaian demikian juga dilakukan oleh Administrasi pemerintahan Obama lewat 'program' pemberantasan terorisnya dengan menggunakan drone. 

(foto: MP)

Seperti yang diungkapkan di salah satu majalah dinding di Ohio State University, "para korban dianggap bersalah berdasarkan identitas mereka, dan bukan bukti." 

Tidak ada persidangan terhadap mereka yang dicurigai. Hukuman mati langsung dieksekusi oleh remote-control

Tak hanya racial/ethnic profiling, serangan drone juga sepertinya menerapkan young age-profiling.

The Bureau of Investigative Journalism (Biro Jurnalisme Investigatif) melaporkan bahwa sekurangnya 176 anak telah menjadi korban serangan drone AS di Pakistan.

Jadi mana yang lebih Anda takuti, teror bom atau teror drone?

Setengah abad setelah "I Have a Dream," kita masih bisa berharap bahwa ketidak-adilan ini akan segera berakhir. +


Revisi 5/9/13: melengkapi nama: Pdt. Dr. Martin Luther King, Jr.



Lihat: More Evidence That Drones Are Targeting Civilian Rescuers In Afghanistan
http://www.businessinsider.com/drone-double-tap-first-responders-2012-9#ixzz2dqgkcwO0



KPK dianugerahi penghargaan "Nobel Asia"

Written By Menara Penjaga on Jumat, 23 Agustus 2013 | 00:36

Komisi Pernberantasan Korupsi (KPK) dianggap menjadi contoh lembaga antikorupsi di Asia Pasifik yang ditandai dengan pemberian penghargaan Raymond Magsaysay kepada KPK.
"Saya selalu terkesan dengan kerja KPK dan sangat senang bahwa KPK akan menerima penghargaan Raymond Magsaysay karena penghargaan ini sangat prestisius bukan hanya di Filipina, melainkan juga dianggap sebagai Nobel Asia. KPK menjadi contoh karena rekam jejak pemberantasan korupsi yang baik," kata Duta Besar Filipina Rosario Aguinaldo di gedung KPK Jakarta, Rabu.
Yayasan Raymond Magsaysay pada 25 Juli 2013 mengumumkan KPK mendapatkan penghargaan tersebut dan akan diserahkan kepada pada 31 Agustus mendatang.
"KPK dipilih karena rekam jejak dalam pemberantasan korupsi dan kampanye antikorupsi yang berkelanjutan, ditambah keberanian untuk terus mengerjakan tujuan awal," jelas Rosario. Ketua KPK Abraham Samad mengatakan bahwa pemberian penghargaan Raymond Magsaysay tersebut merupakan kejutan untuk KPK. Apalagi penghargaan ini baru pertama kali diberikan kepada institusi.
Suara Karya via KPK.go.id
Judul asli: KPK jadi contoh di Asia

Ketika kematian meninggalkan bau harum: Telah berpulang Samuel Lamb, tokoh gereja bawah tanah di Cina

Written By Menara Penjaga on Kamis, 22 Agustus 2013 | 12:43

Alm. Pastor Samuel Lamb.
RRC, Guangzhou (MP) – Ribuan pelayat menghadiri acara pemakaman Samuel Lamb (88), seorang pilar gerakan gereja bawah tanah di Cina. Banyak di antara mereka yang memakai pakaian hitam atau putih, busana duka menurut tradisi setempat.

Pastor Lamb berpulang pada tanggal 3 Agustus 2013, dengan acara pemakaman dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus lalu, sehari lebih awal dari yang direncanakan.

Ada hampir 30.000 orang yang hadir hari ini,” ungkap seorang pekerja di rumah duka Yinhe, distrik Tianhe, Guangzhou, seperti dilaporkan South China Morning Post (17/8/13). “Saya sudah bekerja di sini selama 10 tahun, dan belum melihat yang seperti ini sebelumnya. Bahkan prosesi duka untuk [pemimpin partai] Guangdong tidak menarik pengunjung sebanyak ini.”

Wen Yu (38), seorang pengacara yang turut hadir, mengatakan bahwa jumlah pengunjung akan lebih banyak, jika hari pemakaman tidak dimajukan sehari.

Tak hanya menarik para pelayat dari berbagai latar belakang, acara pemakaman Pastor Lamb juga dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

Para pelayat berduyun-duyun mendatangi rumah duka di mana Pastor Samuel Lamb
disemayamkan untuk memberikan penghormatan terakhir (foto: scmp)

Pastor Lamb, yang nama Cinanya adalah Lin Xiangao, pernah dimasukkan di kamp kerja paksa selama 20 tahun karena menolak mendaftarkan gereja yang dipimpinnya di bawah kontrol pemerintah. Sebelumnya ia juga sudah pernah dipenjara selama 18 bulan karena melanggar peraturan pemerintah tentang berkhotbah.

Tahun 1978 setelah keluar dari kamp kerja paksa ia kembali melanjutkan pelayanannya. Gereja yang dipimpinnya pun menjadi gereja lokal terbesar di Guangzhou saat ini. Jumlah kehadiran pada ibadah Minggu mencapai 5000 orang di distrik Yuexiu.

Bagi Pastor Lamb “peraturan Allah berada di atas peraturan pemerintah.” Keteguhan hatinya tercermin dari apa yang ia selalu ungkapkan:

"Kita harus siap untuk menderita. Kita harus siap dengan kenyataan bahwa kita kemungkinan akan ditahan. Sebelum saya dimasukkan ke penjara, saya sudah menyiapkan tas dengan beberapa pakaian, sepatu dan sikat gigi. Ketika saya harus pergi ke kantor polisi, saya tinggal mengambilnya. Saya sudah siap. Orang-orang masih terus ditangkap. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Hari ini pemerintah tidak mengganggu kita, tapi besok hal mungkin berbeda. Saya berdoa bahwa kita akan menerima kekuatan untuk berdiri teguh."

Dalam 20 tahun terakhir ini, anggota gereja bawah tanah telah berkembang hingga puluhan juta pengikut, sedangkan anggota gereja Protestan resmi telah berkurang. Pihak kepolisian terus berupaya supaya gerakan gereja bawah tanah di Cina menggabungkan diri dengan gereja resmi; yang menentang, pertemuannya dilarang.

Hal ini sudah dialami oleh gereja rumah yang dibentuk Pastor Lamb, sekalipun beberapa waktu terakhir ini mereka telah dapat melakukan aktivitasnya relatif tanpa gangguan.

Ketika Pastor Lamb menjalani kerasnya hidup di tambang batubara oleh karena imannya, isterinya meninggal dunia. Ia tidak diijinkan untuk menghadiri pemakaman isteri tercintanya. Dalam perenungannya kemudian ia mengatakan, “Itu seperti panah dari Yang Mahakuasa, sampai saya mengerti bahwa Allah mengijinkan penderitaan, kehilangan, siksaan; tapi kita harus bertumbuh melampaui semua itu.”

Akhirnya, setelah bertumbuh dan melihat penyertaan Allah dalam hidupnya, Pastor Lamb pun telah sampai pada istirahatnya dalam Tuhan, bersama isteri tercintanya, dan semua orang kudus dari segala abad dan tempat. Semua menanti hari ketika Tuan itu berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia...Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Matius 25:21).+

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger