"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Lawan Pemiskinan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lawan Pemiskinan. Tampilkan semua postingan

Protes korupsi gereja-gereja Filipina bunyikan lonceng

Written By Menara Penjaga on Senin, 21 Oktober 2013 | 10:21

FILIPINA, Manila (MP) -- Gereja-gereja di Filipina melakukan aksi membunyikan lonceng selama tiga menit pada Jumat (11/10) jam satu siang sebagai tanda protes terhadap tindak korupsi.

"Saat mereka mendengar lonceng berdentang mereka tidak dapat menyangkal lagi tentang seruan rakyat untuk dihapuskan[nya] skema dana tersebut," ungkap Pastor Ben Alforque berbicara tentang Dana Prioritas Bantuan Pembangunan yang diberikan kepada anggota legislator (DPR). 

Dana pemerintah ini dianggap telah disalahgunakan oleh para politikus untuk kepentingan mereka, sekaligus mengisi kantong para koruptor. 

Pastor Alforque juga mengajak masyarakat untuk bersatu hati mendoakan anggota parlemen dan Mahkamah Agung agar "pork barrel," istilah dana politik, dihapuskan. 

"Allah memanggil kita kepada-Nya, oleh karena itu kita harus kembali kepada-Nya dan meminta para pemimpin negara kita untuk bertobat," katanya.

Menurut radio Katolik Veritas, selain gereja-gereja Katolik, turut berpartisipasi sejumlah anggota Dewan Gereja-gereja Nasional Filipina dan Gereja Agliplayan.



------
Gulfnews.com 
http://gulfnews.com/news/world/philippines/philippines-church-bells-peal-against-corruption-1.1241994

Jawaban.com
http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/90/news/131018183206/limit/0/Protes-Korupsi-Gereja-Bunyikan-Lonceng.html

KPK dianugerahi penghargaan "Nobel Asia"

Written By Menara Penjaga on Jumat, 23 Agustus 2013 | 00:36

Komisi Pernberantasan Korupsi (KPK) dianggap menjadi contoh lembaga antikorupsi di Asia Pasifik yang ditandai dengan pemberian penghargaan Raymond Magsaysay kepada KPK.
"Saya selalu terkesan dengan kerja KPK dan sangat senang bahwa KPK akan menerima penghargaan Raymond Magsaysay karena penghargaan ini sangat prestisius bukan hanya di Filipina, melainkan juga dianggap sebagai Nobel Asia. KPK menjadi contoh karena rekam jejak pemberantasan korupsi yang baik," kata Duta Besar Filipina Rosario Aguinaldo di gedung KPK Jakarta, Rabu.
Yayasan Raymond Magsaysay pada 25 Juli 2013 mengumumkan KPK mendapatkan penghargaan tersebut dan akan diserahkan kepada pada 31 Agustus mendatang.
"KPK dipilih karena rekam jejak dalam pemberantasan korupsi dan kampanye antikorupsi yang berkelanjutan, ditambah keberanian untuk terus mengerjakan tujuan awal," jelas Rosario. Ketua KPK Abraham Samad mengatakan bahwa pemberian penghargaan Raymond Magsaysay tersebut merupakan kejutan untuk KPK. Apalagi penghargaan ini baru pertama kali diberikan kepada institusi.
Suara Karya via KPK.go.id
Judul asli: KPK jadi contoh di Asia

Dana PNPM Mandiri diduga diselewengkan: Pembajakan masa depan

Written By Menara Penjaga on Kamis, 13 Desember 2012 | 03:15


INDONESIA, Sulawesi Barat (KBR68H, 12 Desember 2012). 

Kepolisian membidik Ketua dan Bendahara Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan di Limboro, Polewali Mandar Sulawesi Barat. Keduanya diduga menyelewengkan dana PNPM sebesar Rp 1,5 miliar. Tim penyidik kasus ini, Mustakim mengatakan pelaku menyalurkan dana ini ke kelompok yang diduga fiktif.

"Tafsiran kasar sementara, kisarannya Rp 1,5 (miliar). Total dana itu kan mencapai 2 miliar. Itu kan sebenarnya dana PNPM, sumber anggarannya dana hibah," jelas Mustakim.

Mustakim menambahkan polisi menemukan 20-an kelompok yang tidak jelas nama dan pengurusnya. Dana PNPM ini juga ada yang dipinjamkan kepada pengusaha di luar wilayah Limboro. PNPM Mandiri merupakan salah satu program nasional untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja di wilayah pedesaan.

-------
Kalau sampai terbukti terjadi penyelewengan, maka hal ini adalah pembajakan masa depan masyarakat, terutama generasi muda dan anak-anak. Sangat disayangkan.

"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. (Matius 6:19-21) 

Semangat anti-korupsi di Kepolisian RI: Butuh bantuan masyarakat

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 01 Desember 2012 | 05:56

(foto: bppk.depkeu.go.id)
INDONESIA, Jakarta  (detikNews, 30 November 2012).

Polri terus membenahi anggotanya terkait pencegahan praktik korupsi, dan memintakan bantuan masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Wakapolri Komjen Nanan Sukarna di acara Sarasehan Budaya dalam rangka memperingati hari antikorupsi internasional di Auditorim PTIK, Jl. Tirtayasa Raya, No. 6, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat (30/11/2012) malam.

"Kalau masih ada Polisi brengsek, Polisi korup laporkan. Tidak boleh lagi oknum berlindung di institusi dan institusi yang melindungi oknum," tutur Nanan.

Menurut Nanan untuk menciptakan Kepolisian yang bersih dari KKN maka Polri membuat peraturan internal melalui Peraturan Kapolri (Perkap) No. 20 merujuk pada Undang-Undang No. 28 tentang pejabat publik yang bebas dari KKN. Perkap ini mengikat semua anggota Polri dari bintang 4 sampai Bintara yang paling rendah sebagai pejabat publik.

"Kami butuh sekali pengawasan tolong kami diawasi dikoreksi, tegur kami dan dilaporkan itu komitmen yang sudah kami pasang di kepolisiaan," ungkapnya.

Jenderal Bintang 3 ini menambahkan bahwa sebagai pejabat publik anggota Polisi telah disumpah untuk bersih dari KKN. Untuk itu memastikannya Polri melakukan pengawasan dari tingkat atas hingga bawah.

"Dimaklumat bawahan kepada atasan berhak menolak untuk KKN, kepada masyarakat tidak berkompromi terkait KKN, itu diclare kami," pungkasnya.


Harus kompak berantas korupsi (detikNews)

Sementara itu dilaporkan bahwa Wakil Jaksa Agung Darmono melihat permasalahan korupsi di Indonesia adalah sebagai permasalahan besar. Oleh sebab itu, hanya kekompakan aparatur negara, terutama para penegak hukum, yang bisa memberantas korupsi.

"Kalau ada lembaga negaranya yang lengkap, tanpa ada kekompakan kita akan lemah," kata Darmono dalam acara Sarasehan Budaya dalam menyambut Hari Anti Korupsi Internasional, di Aula PTIK, Jl Tirtayasa, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2012).

"Dengan kekompakan aparatur yang ada, kita yakin korupsi ke depan bisa kita tumpas," imbuhnya.

Dalam paparannya di hadapan tamu undangan, Darmono yang menggenakan batik coklat lengan panjang mengambarkan perlunya dua unsur yang diperlukan dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Unsur itu adalah tenaga dan kemauan kuat.

Darmono menggambarkan kekuatan itu adalah instansi penegakan hukum di Indonesia, yaitu Polri, Kejagung, KPK, dan Mahkamah Agung.

"Ini adalah potensi yang dapat digunakan untuk menumpas korupsi," terang Darmono.

Sementara untuk kemauan adalah unsur penting dalam mendorong tenaga tersebut.

"Karena tenaga tanpa kemauan besar tanpa artinya," kata Darmono. [*]

-------

"Hasil korupsi, bukan rezeki."
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger