"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , , , , , , » Mohon doa: Serangan bom di depan sebuah gereja di Pakistan merenggut nyawa 78 orang (UP-DATED)

Mohon doa: Serangan bom di depan sebuah gereja di Pakistan merenggut nyawa 78 orang (UP-DATED)

Written By Menara Penjaga on Senin, 23 September 2013 | 06:30

Protes dari umat Kristen di Lahore terhadap pemboman gereja All Saints (foto: AFP). 

MP - 29 Setember 2013.
Sebuah bom kembali mengguncang kota Peshawar, Pakistan, menewaskan 40 orang dan melukai 90 orang lainnya. Enam orang anak dan tiga perempuan turut menjadi korban jiwa. Bom meledak dekat sebuah mesjid dan kantor polisi dan merusakkan tempat ibadah itu dan bangunan tokoh dan kendaraan di lokasi.

Hari Jumat sebelumnya 19 orang tewas dilaporkan tewas setelah sebuah bus yang membawa pegawai pemerintah diledakkan.

Sementara itu serangan drone AS di wilayah itu dilaporkan menewaskan tiga militan. 

Pemerintah Pakistan mengecam serangan bom dan drone tersebut. (AP)


MP - 25 September 2013.
Jumlah korban serangan bom bunuh diri di gereja All Saints menjadi lebih dari 80 orang.

Taliban mengklaim serangan itu sebagai balasan atas serangan drone AS (Christiantoday, 22/9/13).

Paus Fransiskus mengutuk serangan itu dan mendoakan para korban di tengah kunjungannya di Cagliari, Italia. "Hanya jalan perdamaian yang dapat membangun sebuah dunia yang lebih baik," ungkapnya seperti dikutip News.va, 22/9/13.)

Sebuah berita menyedihkan menimpa bagian tenggara Pakistan. Korban setelah gempa berkekuatan 7,7 pada skala richter mencapai 327 orang menurut laporan Reuters. Doakan juga warga masyarakat Pakistan yang menghadapi bencana alam ini. (update: Jumlah korban telah mencapai lebih dari 500 orang.)

-------

PAKISTAN, Peshawar - Gereja Anglikan All Saints menjadi target serangan bom bunuh diri seusai ibadah Minggu (22/9/2013 waktu setempat), merenggut nyawa 78 orang dan lebih dari 100 orang dilaporkan terluka.

Diberitakan LA Times, Muhammad Ali, kepala kepolisian setempat, mengatakan bahwa serangan bom itu dilakukan oleh dua orang. 

Menurut keterangannya seorang pemuda menyerang sekelompok jemaat yang baru selesai ibadah Minggu di gereja yang terhitung dalam bilangan tertua di wilayah itu.

Ketika seorang polisi hendak menghentikannya ia meledakkan dirinya, yang kemudian diikuti oleh ledakan berikutnya, juga sebuah bom bunuh diri. 

"Kami telah menemukan kepala dari salah satu pelaku bom itu," ungkapnya.  

Sekitar 400 sampai 500 orang biasa menghadiri ibadah Minggu. 

Di antara korban tewas terdapat 34 perempuan dan 7 anak-anak ungkap Menteri Dalam Negeri Pakistan, Chaudhry Nisar Ali Khan.

Kalangan gereja Katolik dan pemerintah provinsi Khyber Pakhtunkhwa telah mengumumkan tiga hari berkabung.


Tidak memiliki agama

Detiknews melansir bahwa kelompok militan Jundullah yang terkait dengan Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. "Mereka adalah musuh Islam, karena itu kami menargetkan mereka," ujar juru bicaranya, Ahmed Marwat

"Kami akan terus melakukan penyerangan terhadap non Muslim di Pakistan," imbuhnya. 

Perdana Menteri Nawaz Sharif telah mengutuk serangan itu. 

"Tindakan terorisme kejam yang demikian menunjukkan kebrutalan dan pola pikir para teroris yang tidak manusiawi."

"Teroris tidak memiliki agama, dan menjadikan orang tak bersalah sebagai target adalah bertentangan dengan ajaran Islam dan semua agama," ungkapnya dalam sebuah pernyataan. 


Tanggung jawab pemerintah

"Pemerintah bertanggung jawab atas penumpahan darah ini," ungkap John William, pendeta dari Gereja Pakistan yang membantu para korban di rumah sakit. "Bukannya menghukum militan, mereka justru dilepaskan dari penjara." 

Pemerintah Pakistan sedang berupaya untuk mengadakan perjanjian damai dengan kelompok militan. Salah satu cara yang ditempuh adalah membebaskan sejumlah tahanan. Namun, menurut PM Sharif serangan itu "tidak kondusif terhadap perundingan damai," dan tidak bisa menindak-lanjuti apa yang telah dipertimbangkan. 

Ketika ditanyakan mengapa pihak kepolisian tidak berupaya lebih untuk menjaga keamanan warga, kepala kepolisian Muhammad Ali mengungkapkan 800 anggota polisi telah menjadi korban serangan militan. "Kami berupaya untuk melakukan yang terbaik, tapi bagaimana kami menghentikan pelaku bom bunuh diri ini?" 

Serangan ini telah memicu aksi protes di Pakistan, terutama dari kalangan Kristen. "Teroris telah menyerang mesjid, kuil, dan gereja. Kasihan kami," ungkap seorang pria di luar sebuah gereja kepada chanel televisi Geo, seperti dikutip Reuters. 

Menurut data Library of Congress AS 2005, terdapat 1,6 juta orang Kristen di Pakistan, sama dengan jumlah penganut Hindu. Warga Kristen sering menjadi pelampiasan sentimen anti Barat di Pakistan. Sikap sebagian masyarakat yang masih menganggap umat beragama lain sebagai musuh dan harus dibenci telah menyebabkan sejumlah tindak kekerasan dan perlakuan tidak adil terhadap warga beragama Kristen. [+]




Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. 
(Injil Yohanes 10:10)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger