"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , , , » Pengakuan dosa: Gereja Inggris secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas kasus pelecehan anak

Pengakuan dosa: Gereja Inggris secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas kasus pelecehan anak

Written By Menara Penjaga on Senin, 08 Juli 2013 | 12:47

Uskup Agung Centerbury,
Justin Welby.
INGGRIS, London (MP) — Gereja Inggris secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas kasus pelecehan anak di masa lalu yang dilakukan sejumlah oknum imam Anglikan dan atas kegagalan gereja itu untuk mencegah hal tersebut.

Pengakuan dosa ini diikuti dengan komitmen untuk memperketat prosedur gereja dalam melindungi anak-anak. 

Sinode Umum Gereja Inggris sepakat untuk membuat permintaan maaf resmi pada pertemuan di kota York di Inggris utara. Pertemuan itu diisi dengan hening beberapa saat setelah sebuah pernyataan dari kelompok pendukung dan pendamping korban pelecehan dibacakan. 

"Kita gagal besar," kata Uskup Southwell dan Nottingham, Paul Butler, saat membuka pertemuan, Minggu (7 Juli). "Kita tidak bisa melakukan hal lain selain mengakui kegagalan kita. Kita salah. Kegagalan kita merupakan dosa seperti halnya para pelaku [kejahatan ini] berdosa," ungkap Uskup Butler.

Keputusan ini diambil setelah sebuah laporan final diterbitkan awal tahun ini tentang skandal pelecehan terhadap sejumlah anak di keuskupan Chichester di Inggris selatan. 

Tiga mantan imam Gereja Inggris di keuskupan itu telah didakwa dengan pelanggaran seksual terhadap anak-anak. Kekuasaan dan kewenangan keuskupan pun telah diambil alih oleh Uskup Agung Canterbury, Justin Welby, kepala Gereja Anglikan.   

Suatu hal yang ironis bahwa kasus pelecehan terhadap anak-anak merupakan sebuah isu yang telah mengguncang berbagai denominasi gereja. Di antaranya yang paling menonjol adalah di kalangan Gereja Katolik. 

Bulan April lalu Paus Fransiskus meminta supaya para pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak ditindak tegas. 


Sejumlah gereja di Amerika Serikat telah mewajibkan para guru sekolah minggu dan mereka yang bekerja di antara anak-anak untuk mengikuti pembekalan dan pelatihan dalam rangka mencegah tindakan pelecehan yang telah "menodai kesaksian Kristen di abad 21." (Kompas/FN/MP)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger