"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Prof. Weigel: "Paus Fransiskus adalah seorang Kristen radikal asli"

Written By Menara Penjaga on Kamis, 06 Juni 2013 | 20:53

Paus Fransiskus (foto: Christianity Today).
MP -- "Paus Fransiskus...adalah seorang Kristen radikal asli," kata Prof. Paul George Weigel menceritakan pengalamannya bertemu dengan pemimpin umat Katolik ini di Buenos Aires, Argentina, 2012 lalu. Radikal yang dimaksud adalah dalam pengertian bahasa Latin, yang berarti “akar,” jelasnya kepada LSN (14 Mei '13). [Lihat video.]

“Beliau adalah seorang yang menyuarakan keyakinan Kristen dan bertekad untuk menjadi dirinya sendiri. Ia adalah orang yang tidak akan membiarkan dirinya diatur oleh sistem," ungkap Prof. Weigel yang adalah seorang teolog dan penulis biografi. Yang paling dikenal adalah Witness to Hope (Saksi atas Pengharapan), biografi yang ditulisnya untuk Paus Yohanes Paulus II.

"Beliau sangat sadar akan ancaman terhadap hidup, martabat manusia, perkawinan dan keluarga di seluruh dunia Barat,” ungkap Prof. Weigel menerangkan bahwa perbincangannya dengan Paus ke-226 itu mengikuti upaya sang paus dalam menghadapi pemerintah Argentina menyangkut isu perkawinan.

Ditanya mengenai penilaiannya akan Paus Fransiskus serta arah Gereja Katolik ke depan, Prof. Weigel menjelaskan,

"Saya pikir beliau [Paus] akan mengajak umat Gereja [Katolik] untuk masuk ke dalam pemuridan radikal. Beliau akan melanjutkan tema yang diangkat Benediktus XVI dan Yohanes Paulus II bahwa persahabatan dengan Yesus Kristus adalah pusat dari kehidupan Kristen, dan jika saya dapat meminjam istilah dari buku saya, Evangelical Catholicism (Katolik Injili), ia akan mengajak semua umat Gereja untuk masuk ke dalam panggilan hidup mewartakan kabar baik, untuk melaksanakan tanggung jawab penerimaan baptisan, mendengarkan Amanat Agung, dan pergi untuk mewartakan pertobatan kepada dunia. Itulah apa yang akan ia lakukan. Ini luar biasa!"


Fransiskus kami juga

Komitmen Paus Fransiskus terhadap panggilan Kristen ini nampaknya telah melebarkan ruang rekonsiliasi dengan gereja-gereja Reformasi. Dr. Timothy George, dekan Sekolah Teologi Beeson di Universitas Samford, Alabama, Amerika Serikat, menulis sebuah artikel di majalah Christianity Today (6 April '13) dengan judul “Our Francis, too” (Fransiskus kami juga).

Dalam artikel ini Dr. George mengungkapkan bahwa salah satu tantangan besar Paus Fransiskus adalah memberi semangat bagi para pemimpin Katolik untuk Evangelisasi Baru, untuk mempelajari Alkitab, memperbaharui disiplin iman, dan berani mewartakan kasih Kristus. Sama penting dengan adanya dialog antaragama, evangelisasi membutuhkan sesuatu yang lebih lagi: kesaksian yang jelas bahwa Yesus Kristus adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup, satu-satunya Juruselamat.

Dalam tulisannya Dr. George menyentil tentang skandal pelecehan seksual, yang tak hanya terjadi di kalangan gereja Katolik saja, yang telah menodai kesaksian Kristen di abad 21.

“Baik di luar maupun di dalam dinding gereja, ada banyak hal yang membuat kita meringis dan berpaling. Tapi reformasi dan pembaharuan hanya bisa datang jika kita berani menghadapi kejahatan dalam diri kita dan di sekitar kita, dan mencari pertobatan yang hadir hanya sebagai pemberian,” tulis Dr. George.

Ia menutup tulisannya dengan ungkapan ini:
"Saya yakin bahwa Paus Fransiskus, seorang [dari Ordo] Yesuit, akan setuju dengan artikel pertama dari 95 Dalil Martin Luther: "Ketika Tuhan kita Yesus Kristus berkata, 'Bertobatlah', Ia menghendaki supaya seluruh kehidupan orang percaya diwarnai dengan pertobatan." (LSN/CT)


Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger