"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Duka di Tondano, Minahasa: Selamat jalan "sembilan anak remaja teladan"

Written By Ray Maleke on Selasa, 28 Mei 2013 | 22:08

Ibadah pelepasan delapan jenazah remaja Tondano di GMIM Sentrum Liningaan (foto: Manado Post).
INDONESIA, Tondano (MP) – Ribuan orang menghadiri acara pemakaman dan pelepasan delapan dari sembilan remaja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Senin (27/5) waktu setempat. 

Kedelapan remaja gereja ini mendapat penghormatan dari jemaat dengan ibadah di gereja, kebiasaan yang hanya dilakukan untuk mereka yang sementara atau pernah memikul tugas pelayanan gereja, baik sebagai penatua, syamas (diaken) atau pendeta.

Acara pemakaman delapan dari sembilan jenazah diawali dengan ibadah di rumah duka masing-masing keluarga, kemudian dilanjutkan di Gereja Sentrum Liningaan di mana delapan remaja yang menjadi korban arus pasang di pantai Kawis (Sabtu, 25/5) didoakan kemudian dihentar ke pemakaman umum Ranowangko, kurang lebih satu kilometer dari lokasi gereja.

Sesuai tradisi di Tondano para pekabung berarakan menyertai keranda jenazah sampai di tempat pemakaman, sekalipun hari itu hujan turun. 

Hari Selasa (28/5) waktu setempat korban kesembilan turut juga dimakamkan. 


Duka Minahasa

Peristiwa yang menimpa rombongan tamasya jemaat GMIM Sentrum Liningaan menjadi duka komunitas Kawanua baik di Minahasa maupun di diaspora.

Hari Minggu lalu (28/5), Yessha Pelealu, salah seorang teman dari para korban, di halaman Facebook (Fb)-nya menulis, "Selamat jalan ade2 sayanggg Tuhan kalo qw qta blh blg, qyp musti anak2 yg cinta Tuhan yg Tuhan ambe.."  (Selamat jalan adik-adik sayang | Tuhan kalau aku boleh katakan, mengapa mesti anak-anak yang cinta Tuhan yang Tuhan ambil..)

Berbagai ungkapan belasungkawa mewarnai komunitas-komunitas online orang-orang Minahasa, tak sedikit yang berupaya mencari solusi untuk mencegah peristiwa tragis yang sama terulang kembali.


Sambutan duka Bupati Minahasa

Bupati Minahasa yang juga adalah Ketua Komisi Remaja Sinode GMIM, Drs. Janjte Wowiling Sajouw, M.Si, dalam sambutannya mengungkapkan rasa duka yang dalam atas peristiwa ini.

Bupati Sajouw yang sebelumnya bersama rombongan mengunjungi ruman-rumah duka juga mengungkapkan bahwa objek wisata di Minahasa yang rawan bagi pengunjung akan ditutup, sementara yang layak dikunjungi akan dikelolah secara profesional dan dilengkapi dengan penjaga pantai, demikian laporan Manado Post (28/5).


Harta dalam bejana

Kisah tragis yang menimpa tiga belas remaja GMIM Sentrum, dan mengambil nyawa sembilan di antaranya, tak hanya akan dikenang sebagai kisah tragis semata-mata.


Novi Mentu, ayah dari salah seorang korban, Pingkan Mentu (17), memberi kesaksian pada acara pelepasan di Gereja Sentrum. Ia yang ada di lokasi saat itu berusaha menyelamatkan mereka yang terjebak arus kuat yang datang tiba-tiba, namun ia sendiri kehilangan anaknya.

Penatua Remaja jemaat Sentrum, Higia Sambul, termasuk sederet orang yang sangat terpukul dengan peristiwa yang sulit diterima dan sulit dipahami ini. Dalam isak tangisnya ia mengatakan bahwa anak-anak ini (para korban, red) adalah anak baik-baik. 

Selain Risky dan Pingkan, korban lainnya adalah Morina Rarung (13), Valdano Surentu (17), Sherina Onggeleng (14), Gabriela Surentu (16), Angie Gabriela Tengker (14), Dandy Wuisang (12) dan Geronimo Mailantang (14).

Pada hari pemakaman para korban Yessha, salah seorang teman, kembali menulis status di Fb:

Se lia biasa2 jo, senyum pa org2. biar dlm hati so ta pela2, kurang mo sontong sdki kong ancoorrrrr..
Oh Tuhan, sungguh so ancor sx ni hati mo lia pa ni 9 anak rmja teladan di sentrum terakhir kali.
Ntw apa Tuhan pe mksd dgn ini,cuma ta prcya dibalik ini smw ada rencana luar biasa indah yg Tuhan sediakan.
:')

(Tunjukkan seperti biasa saja, [berikan] senyum pada orang-orang, sekalipun hati telah retak-retak, tinggal disentuh sedikit akan hancur. Oh Tuhan, sungguh hancur hati ini melihat sembilan anak remaja teladan di Sentrum untuk yang terakhir kali. Entah apa maksud Tuhan dengan ini, namun aku percaya di balik ini semua ada rencana luar biasa indah yang Tuhan sediakan :') )

Jemaat, keluarga dan teman-teman dekat dari para korban hari-hari ini terus menjadi pokok doa pribadi maupun di berbagai ibadah gereja, di Minahasa maupun di diaspora.***
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger