"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , , , » Seputar Hari Raya Ramadhan di Indonesia: Perbedaan tanggal, sweeping dan kedewasaan masyarakat beragama

Seputar Hari Raya Ramadhan di Indonesia: Perbedaan tanggal, sweeping dan kedewasaan masyarakat beragama

Written By Menara Penjaga on Selasa, 09 Juli 2013 | 02:12


INDONESIA, Jakarta (MP).

Perbedaan tanggal
Kementerian Agama akhirnya memutuskan awal Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Rabu, 10 Juli 2013. Keputusan diambil dalam sidang isbat di Kementerian Agama yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali dan diikuti belasan organisasi masyarakat Islam.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami tetapkan bahwa tanggal 1 Ramadhan 1434 Hijriah adalah bertepatan hari Rabu, 10 Juli 2013," kata Menteri Agama Suryadharma Ali di Kementerian Agama, Senin (8/7/2013) petang. (Kompas.com)

Seperti diberitakan sebelumnya, terdapat perbedaan penanggalan dengan organisasi Islam Muhammadiyah.

Menyangkut hal ini Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta masyarakat Indonesia saling menghargai terkait perbedaan awal menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Terkait perbedaan tersebut, menurut Din, sebaiknya pemerintah tidak perlu ikut campur.

"Seharusnya, pemerintah jangan ikut campur. Wilayah keyakinan apakah shalat tarawih 8 atau 20 (rakaat) enggak usah diatur oleh negara. Insya Allah masyarakat sudah dewasa untuk berbeda pendapat," ujar Din seusai acara silaturahim dengan Kasad di Balai Kartini, Jakarta, Senin (8/7/2013). (Kompas.com)

Cegah sweeping
Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman mengatakan, secara umum situasi keamanan di Indonesia sangat kondusif menjelang bulan Ramadhan 1434 H. Pengamanan oleh aparat keamanan dinilai baik.

Hanya saja, seperti menjelang Ramadhan selama ini, kata Marciano, tetap ada gangguan keamanan seperti sweeping tempat-tempat hiburan oleh organisasi masyarakat atau kelompok masyarakat.

"Pihak-pihak yang melakukan sweeping saya harapkan tidak melakukan. Serahkan kepada aparat kepolisian dan Polisi Pamong Praja untuk melakukannya. Saya minta semua pihak menghormati aturan yang berlaku di dalam bulan suci Ramadhan," kata Marciano di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (8/7/2013).

Marciano berharap pihak pengelola tempat hiburan menghormati aturan yang ada. Jika mereka mengikuti aturan, kata dia, tidak mungkin ada tindakan sweeping. Namun, jika tempat pihak hiburan melanggar, warga tetap harus menyerahkannya kepada aparat penegak hukum.

Menurutnya, jangan sampai aparat penegak hukum mengabaikan pelanggaran yang dilakukan para pengelola tempat hiburan.

"Kita dorong aparatnya untuk melakukan," tandasnya. (Kompas.com)

Ucapan selamat berpuasa di Facebook
Berbagai kasus pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia tidak harus menjadi warna utama relasi antar umat beragama di negara Bhineka ini. 

Sementara tugas pemerintah adalah untuk menegakkan hukum, masyarakat yang memupuk tenggang-rasa antara sesama pemeluk agama yang berbeda.

Kedewasaan dalam menghargai hari raya umat berlainan agama nampak di jaringan sosial on-line.

Ferry W, seorang penganut Kristen yang duduk dalam panitia pembangunan salah satu jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa, menulis di dinding statusnya hari ini: “hormati mereka yg lagi menjalankan ibadah PUASA.....selamat sore sambut Rahmadan penuh hiqmah.”

Ibadah puasa adalah waktu di mana umat Islam menahan lapar dan dahaga selama 30 hari untuk memfokuskan diri pada ajaran rohani. Ini dapat menjadi pengingat bagi umat Kristen untuk mengoreksi diri dan berefleksi tentang apa arti menjadi seorang pengikut Kristus. (+)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger