"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , , , » Desa Rogomulyo, Kaliwungu: Desa percontohan kedewasaan masyarakat beragama

Desa Rogomulyo, Kaliwungu: Desa percontohan kedewasaan masyarakat beragama

Written By Menara Penjaga on Selasa, 09 Juli 2013 | 11:36

Desa Rogomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tiba-tiba menjadi terkenal. 

Hal ini bukan karena suatu bencana atau kasus kriminal, melainkan karena terpilihnya Pendeta Timotius Trimin menjadi kepala desa. 

Pasalnya Desa Rogomulyo bukan hanya desa yang membutuhkan perbaikan di sana sini; desa ini juga merupakan wilayah yang berpenduduk mayoritas Muslim. 

Seorang pendeta Gereja Kristen Jawa jemaat Susukan dipilih menjadi kepala desa merupakan sebuah hal yang mengundang senyum di negara Pancasila, Indonesia. 

Hal ini karena akhir-akhir ini peristiwa-peristiwa pelanggaran kebebasan beragama sangat dieksploitasi untuk maksud-maksud politik.  

Ini bukan berarti terpilihnya Pdt. Trimin bukan tanpa drama politik. 

Ada pihak yang berusaha menggagalkan pencalonannya dengan politik uang kepada warga, demikian dilaporkan Jawaban.com. Selain itu dirinya juga harus berjuang menepis kampanye negatif soal perbedaan agama.

Namun kedewasaan berpikir masyarakat menjadi pemenang dalam pemilihan kepala desa yang dilasanakan pada 16 Desember 2012 lalu. 

Dari jumlah pemilih terdaftar sebanyak 2600 jiwa, 1559 orang mempercayakannya untuk memimpin pembangunan desa yang mereka cintai. Sementara 'lawan' Pdt. Trimin - sebuah kotak kosong karena tak ada orang lain yang mencalonkan diri - mendapat 424 suara. 

Pdt. Trimin sepertinya memang seorang figur pembangunan. Selain sebagai sekretaris Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), ia juga aktif dalam kelompok belajar masyarakat, termasuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan. 

Kedekatannya dengan warga desa terlihat ketika ia berhasil mengatasi hambatan yang harus dihadapinya demi cita-cita membangun masyarakat desa. 



"Saya tahu ada yang tidak suka dengan saya, tapi semua saya gandeng dan ajak bicara. Saya tidak menggunakan gereja demi dukungan, bahkan ada jemaat saya yang tidak mendukung. Ini demi pendidikan politik warga; memilih saya karena memang saya mampu, bukan yang lainnya," ungkap Pdt. Trimin (yahoonews.com, Kamis [27/6] via Jawaban.com).

Setelah terpilih Pdt. Trimin langsung menggarap dua program penting di Rogomulyo. Pertama, pembangunan balai desa dengan uang kas desa dan hasil tanah bengkok (tanah garapan milik desa) seluas 600 hektare. 

Kedua, melakukan sertifikasi tanah. 

Ke depan Pdt. Trimin merencanakan pembangunan ekonomi masyarakat dan pendidikan yang baik, salah satunya adalah membangun jaringan internet di desa.

Sukses kepemimpinan Pdt. Trimin takkan lepas dari dukungan seluruh warga, lepas dari agama dan kepercayaannya. Itu sebabnya, Warga Desa Rogomulyo pantas mendapat penghargaan sebagai Desa Pancasila. (+)

Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger