"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Duka di Tondano, Minahasa: Selamat jalan "sembilan anak remaja teladan"

Written By Ray Maleke on Selasa, 28 Mei 2013 | 22:08

Ibadah pelepasan delapan jenazah remaja Tondano di GMIM Sentrum Liningaan (foto: Manado Post).
INDONESIA, Tondano (MP) – Ribuan orang menghadiri acara pemakaman dan pelepasan delapan dari sembilan remaja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Senin (27/5) waktu setempat. 

Kedelapan remaja gereja ini mendapat penghormatan dari jemaat dengan ibadah di gereja, kebiasaan yang hanya dilakukan untuk mereka yang sementara atau pernah memikul tugas pelayanan gereja, baik sebagai penatua, syamas (diaken) atau pendeta.

Acara pemakaman delapan dari sembilan jenazah diawali dengan ibadah di rumah duka masing-masing keluarga, kemudian dilanjutkan di Gereja Sentrum Liningaan di mana delapan remaja yang menjadi korban arus pasang di pantai Kawis (Sabtu, 25/5) didoakan kemudian dihentar ke pemakaman umum Ranowangko, kurang lebih satu kilometer dari lokasi gereja.

Sesuai tradisi di Tondano para pekabung berarakan menyertai keranda jenazah sampai di tempat pemakaman, sekalipun hari itu hujan turun. 

Hari Selasa (28/5) waktu setempat korban kesembilan turut juga dimakamkan. 


Duka Minahasa

Peristiwa yang menimpa rombongan tamasya jemaat GMIM Sentrum Liningaan menjadi duka komunitas Kawanua baik di Minahasa maupun di diaspora.

Hari Minggu lalu (28/5), Yessha Pelealu, salah seorang teman dari para korban, di halaman Facebook (Fb)-nya menulis, "Selamat jalan ade2 sayanggg Tuhan kalo qw qta blh blg, qyp musti anak2 yg cinta Tuhan yg Tuhan ambe.."  (Selamat jalan adik-adik sayang | Tuhan kalau aku boleh katakan, mengapa mesti anak-anak yang cinta Tuhan yang Tuhan ambil..)

Berbagai ungkapan belasungkawa mewarnai komunitas-komunitas online orang-orang Minahasa, tak sedikit yang berupaya mencari solusi untuk mencegah peristiwa tragis yang sama terulang kembali.


Sambutan duka Bupati Minahasa

Bupati Minahasa yang juga adalah Ketua Komisi Remaja Sinode GMIM, Drs. Janjte Wowiling Sajouw, M.Si, dalam sambutannya mengungkapkan rasa duka yang dalam atas peristiwa ini.

Bupati Sajouw yang sebelumnya bersama rombongan mengunjungi ruman-rumah duka juga mengungkapkan bahwa objek wisata di Minahasa yang rawan bagi pengunjung akan ditutup, sementara yang layak dikunjungi akan dikelolah secara profesional dan dilengkapi dengan penjaga pantai, demikian laporan Manado Post (28/5).


Harta dalam bejana

Kisah tragis yang menimpa tiga belas remaja GMIM Sentrum, dan mengambil nyawa sembilan di antaranya, tak hanya akan dikenang sebagai kisah tragis semata-mata.


Novi Mentu, ayah dari salah seorang korban, Pingkan Mentu (17), memberi kesaksian pada acara pelepasan di Gereja Sentrum. Ia yang ada di lokasi saat itu berusaha menyelamatkan mereka yang terjebak arus kuat yang datang tiba-tiba, namun ia sendiri kehilangan anaknya.

Penatua Remaja jemaat Sentrum, Higia Sambul, termasuk sederet orang yang sangat terpukul dengan peristiwa yang sulit diterima dan sulit dipahami ini. Dalam isak tangisnya ia mengatakan bahwa anak-anak ini (para korban, red) adalah anak baik-baik. 

Selain Risky dan Pingkan, korban lainnya adalah Morina Rarung (13), Valdano Surentu (17), Sherina Onggeleng (14), Gabriela Surentu (16), Angie Gabriela Tengker (14), Dandy Wuisang (12) dan Geronimo Mailantang (14).

Pada hari pemakaman para korban Yessha, salah seorang teman, kembali menulis status di Fb:

Se lia biasa2 jo, senyum pa org2. biar dlm hati so ta pela2, kurang mo sontong sdki kong ancoorrrrr..
Oh Tuhan, sungguh so ancor sx ni hati mo lia pa ni 9 anak rmja teladan di sentrum terakhir kali.
Ntw apa Tuhan pe mksd dgn ini,cuma ta prcya dibalik ini smw ada rencana luar biasa indah yg Tuhan sediakan.
:')

(Tunjukkan seperti biasa saja, [berikan] senyum pada orang-orang, sekalipun hati telah retak-retak, tinggal disentuh sedikit akan hancur. Oh Tuhan, sungguh hancur hati ini melihat sembilan anak remaja teladan di Sentrum untuk yang terakhir kali. Entah apa maksud Tuhan dengan ini, namun aku percaya di balik ini semua ada rencana luar biasa indah yang Tuhan sediakan :') )

Jemaat, keluarga dan teman-teman dekat dari para korban hari-hari ini terus menjadi pokok doa pribadi maupun di berbagai ibadah gereja, di Minahasa maupun di diaspora.***

Presiden RI: Tindak tegas pelanggaran terhadap kebebasan beragama

Written By Ray Maleke on Senin, 27 Mei 2013 | 08:29

Presiden RI, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, bersama Ibu Negara
ketika disambut oleh Ratu Inggris tahun 2012 lalu (foto: detik.com)
INDONESIA, Jakarta (MP) -- "Negara menjamin sepenuhnya kebebasan warga negara untuk menjalankan ibadahnya sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya," demikian tegas Presiden Republik Indonesia, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono, di Jakarta International Expo, Kemayoran, hari Minggu 26 Mei 2013 waktu setempat. 

Dalam kesempatan itu Presiden juga mengungkapkan bahwa pemerintah berupaya untuk memastikan dihentikannya bentuk-bentuk ancaman, intimidasi dan pengacauan berkaitan dengan kebebasan beragama. “Termasuk perusakan rumah ibadah apa pun dan penyerangan terhadap para penganut agama mana pun,” ujar Presiden.

Beliau mengatakan pihak yang mengancam hak-hak warga negara dalam menjalankan ibadahnya tidak bisa dibenarkan. "Hukum dan aturan harus ditegakkan tanpa pandang bulu," ucapnya.

Menurut Presiden, aparat penegak hukum tak perlu ragu. "Tindak tegas setiap upaya dari kelompok mana pun yang menggangu dan mengancam keselamatan setiap orang dalam menjalankan ibadah dan kepercayaannya," ujarnya.

Lebih jauh ia menegaskan, jika ada tindakan kekerasan dan melawan hukum, termasuk tindakan kekerasan atas nama agama, aparat keamanan dan penegak hukum dengan tegas mesti menindaknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Tidak ada toleransi bagi mereka yang melakukan tindakan itu dan kekerasan di negeri ini."

Presiden menambahkan, para penegak hukum diharapkan bisa mempedomani dan melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2013 dalam mengatasi kekerasan dan konflik sosial di tengah masyarakat. "Segenap komponen bangsa saya harapkan juga mampu bekerja sama untuk menghentikan aksi-aksi kekerasan dan tindakan main hakim sendiri," katanya. (Tempo.co)


World Statesman Award

Pernyataan Presiden RI ini hadir di tengah-tengah perdebatan di Tanah Air mengenai pemberian penghargaan World Statesman Award (penghargaan negarawan dunia) oleh sebuah organisasi yang berbasis di New York, Amerika Serikat.

Sejumlah masyarakat telah menunjukkan keberatannya kepada Appeal for Conscience Foundation (ACF) [pemberi penghargaan itu], karena menilai Presiden Yudhoyono bertanggung jawab atas sejumlah konflik sosio-religius di tengah masyarakat. Di sisi lain, laporan-laporan yang bernada menyudutkan Presiden dinilai telah mengandung muatan politik.


Bhineka Tunggal Ika

Menanggapi pemberian penghargaan itu, Presiden Yudhoyono mengungkapkan bahwa penghargaan dari bangsa lain itu harus dijadikan sebagai bagian dari keharusan Indonesia untuk melakukan perbaikan dan introspeksi diri ke depan. 

Ia menjelaskan, sebagai bangsa yang majemuk, Indonesia memiliki keragaman etnis, suku, agama, bahasa, budaya, dan identitas. "Itulah kenyataan yang harus kita terima sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa."

"Kemajemukan juga tidak boleh merenggangkan rasa kesetiakawanan dan kebersamaan," ujar Presiden, sambil menekankan bahwa "[k]ita semua setara."

Presiden RI keenam ini menegaskan, eksistensi kemajemukan yang menjadi ciri khas Indonesia harus tetap dipelihara. "Di negara kita, semua elemen bangsa diakui dan diayomi," ucapnya. "Di bawah naungan slogan Bhinneka Tunggal Ika, kita dapat menjalankan kehidupan dalam keberagaman." (Tempo.co)

Pimpinan Persekutuan Pentakosta dibunuh, Nigeria masih belum kondusif

Written By Menara Penjaga on Kamis, 23 Mei 2013 | 10:30

Pdt. Faye Pama Musa (foto:
Christiantoday). Berharga
di mata Tuhan kematian orang-
orang yang dikasihi-Nya. 
NIGERIA, Borno (MP) -- Sejumlah pria bersenjata menewaskan Pdt. Faye Pama Musa, seorang pendeta senior dari Gereja Pentakosta, Jemaat Rhema, negara bagian Borno. Almarhum juga adalah sekretaris Christian Association of Nigeria (CAN), atau Asosiasi Kristen Nigeria, cabang Borno.

Para pelaku kejahatan dilaporkan mengikuti pemimpin Kristen ini dari gedung gereja di mana ia memimpin sebuah penelaahan Alkitab malam sampai ke rumahnya di Kawasan Reservasi Pemerintah di Maiduguri, dan menembaknya mati di sana, demikian diinformasikan Pdt. Titus Dama Pona, ketua CAN cabang Borno, Nigeria, seperti dilansir Christiantoday.com (16/5/13).

Alm. Pdt. Faye Pama Musa berusia 47 tahun dan meninggalkan tiga orang anak. Salah satu dari mereka sempat memohon supaya ayahnya jangan dibunuh ketika diseret keluar rumah. Almarhum telah terlibat dalam pelayanan selama lebih dari 26 tahun.

Seperti dilaporkan Christiandtoday.com, dalam sebuah wawancara di tahun 2007, Pdt. Musa mengatakan bahwa ia tidak akan meninggalkan Borno terlepas dari bahaya yang mengancam keberadaan hidupnya. 

"Saya seorang asli negara bagian Borno, dan Tuhan telah memanggil saya untuk bekerja di antara kawanua saya," katanya. "Saya percaya bahwa yang terbaik untuk menjangkau orang-orang ini adalah mereka yang memahami budaya orang-orang ini."

Serangan-serangan terhadap orang Kristen di Nigeria selalu dihubungkan dengan sebuah kelompok anarkis yang telah populer dengan nama Boko Haram. Kelompok ini dilaporkan telah menewaskan lebih dari 4.000 orang sejak tahun 2009. Kontak senjata antara militer Nigeria dan kelompok ini di Baga, negara bagian Borno bulan lalu, dilaporkan memakan korban lebih dari 100 warga sipil.

Menurut Christiantoday.com, penembakan terhadap Pdt. Musa terjadi tak lama setelah Presiden Goodluck Jonathan mengumumkan keadaan darurat di negara bagian Borno, Yobe dan Adamawa. 

Karakterisasi Boko Haram yang selalu dihubung-hubungkan dengan Islam telah memicu deklarasi sebuah kelompok lain yang mengatas-namakan kelompok Kristen untuk melakukan serangan terhadap mesjid dan penganut Islam. Namun demikian, para pemimpin Kristen telah melayangkan surat permohonan kepada MEND (Movement for the Emancipation of the Delta Niger) untuk tidak melakukan serangan demikian. Hal ini mendapat reaksi positif dari MEND

Nigeria adalah negara dengan penduduk terbesar di Afrika. Sekalipun dengan sumber daya minyak (black gold) yang besar, Nigeria tetap menjadi salah satu negara termiskin di dunia, dan saat ini berada di bawah kontrol IMF. 

Dengan konflik berkepanjangan serta membesarnya kecurigaan antara warga negara Nigeria yang memeluk agama berbeda, maka kemungkinan untuk mengatasi pencurian crude oil (minyak mentah), memberantas korupsi, dan membangun masyarakatnya seakan menjauh.***  


-------
Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. (Matius 10:39)

Pernyataan sikap mengenai hubungan gereja dan politik di Kupang, NTT*

Written By Menara Penjaga on Rabu, 22 Mei 2013 | 20:27





FORUM PEDULI GEREJA DAN MASYARAKAT PERNYATAAN SIKAP MENGENAI GEREJA DAN POLITIK MENJELANG PEMILUKADA GUBERNUR 2013-2018

Gereja memiliki peran dan tanggung jawab politik. Politik adalah perihal menata hidup bersama dalam hidup berbangsa dan bernegara demi keadilan, perdamaian dan kesejahteraan bagi seluruh warga bangsa. Peran dan tanggung jawab gereja di bidang politik itu lahir dari keyakinan bahwa Allah yang kita imani dalam Kristus adalah Allah yang berpolitik. Alkitab bersaksi tentang tindakan Allah menata bumi dari kekacauan menjadi teratur dan layak didiami segenap makhluk. Selanjutnya, politik Allah terutama tampak dalam keberpihakanNya kepada mereka yang miskin, tertindas dan menjadi korban ketidakadilan (Kel.5:1-24; Yehz.2-3; Amos 5, dll). Selama pelayananNya di bumi, Yesus Kristus selalu melayani mereka yang miskin dan terpinggirkan (Lukas 9:10-17; 13:31-35, dll). Karena itu, gereja tidak boleh menghindarkan diri dari aktifitas politik masyarakat. Hakikat politik gereja adalah bersama Allah memperjuangkan kesejahteraan bagi semua orang dan segenap ciptaan, terutama keadilan bagi kaum marjinal dan alam yang dieksploitasi (lihat Pokok-Pokok Eklesiologi GMIT B.9 tentang Gereja dan Politik).

Dalam waktu yang tidak lama lagi yaitu tanggal 23 Mei 2013, masyarakat provinsi Nusa Tenggara Timur akan melangsungkan pesta demokrasi pemilihan umum kepala dan wakil kepala daerah untuk putaran yang kedua. Berkaitan dengan peran dan tanggung jawab politik gereja, kami sebagai Forum Peduli Gereja dan Masyarakat menyatakan beberapa hal.

Pertama, gereja berpolitik dalam rangka politik Allah di dunia untuk memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan rakyat dan segenap ciptaan bukan untuk kepentingan dan keuntungan gereja sendiri apalagi untuk kepentingan kelompok atau golongan tertentu di dalam atau di luar gereja. Untuk itu kami menghimbau para pimpinan dan warga gereja untuk mengutamakan perjuangan demi nilai keadilan dan kebaikan bersama dan tidak terjebak pada perjuangan demi figur atau kelompok tertentu. Gereja perlu bersikap kritis terhadap politisi dan partai politik agar tidak digunakan sebagai alat dan kendaraan politik.

Kedua, gereja perlu bertobat, menahan dan membatasi diri, dari pemanfaatan proses politik untuk kepentingan gereja. Gereja perlu bertobat dari pemanfaatan dana bantuan sosial untuk pembangunan rumah gereja atau kepentingan lainnya dalam gereja yang tidak sesuai dengan tujuan dana bantuan sosial yang sebenarnya yaitu untuk rakyat miskin. Selain itu gereja (baik pemimpin maupun anggota) tidak boleh membiarkan fasilitas gereja dipakai sebagai sarana kampanye individu politisi atau partai politik manapun. Gereja perlu berada di barisan depan sebagai teladan dalam mengkritisi dan menolak praktik money politic.

Ketiga, kami menghimbau agar anggota jemaat tidak memilih calon pemimpin sekedar karena relasi etnis dan agama melainkan pada penilaian terhadap komitmennya yang memelihara nilai-nilai keadilan dan kebaikan bersama. Pilihlah calon pemimpin yang memiliki integritas pribadi dan latar belakang yang jelas mengenai keberpihakannya pada nilai kemanusiaan dan kebaikan alam. Berhati-hatilah dengan pemimpin yang rekam jejaknya tidak menunjukkan keberpihakan pada nasib orang kecil dan perbaikan atau pengurangan kerusakan lingkungan hidup.

Keempat, kami menghimbau para politisi untuk` tidak memanfaatkan gereja bagi kepentingan pribadi dan kelompok mereka. Gereja ada untuk melayani semua manusia dari latar belakang politik apa pun. Karena itu pemakaian gereja untuk kepentingan sempit dan sektarian menciderai hakikat gereja yang sebenarnya.

Kelima, kami menghimbau pemimpin dan anggota gereja untuk melakukan pengawasan terhadap proses Pemilukada sehingga bisa berjalan jujur dan adil. Jika ditemukan kecurangan jangan takut melapor kepada lembaga-lembaga terkait.

Keenam, kami menghimbau media massa cetak dan elektronik untuk bersikap netral (tidak memihak) dan menyuarakan nilai-nilai etis (keadilan, kebenaran, perdamaian, dan kebaikan bersama) termasuk bagi alam semesta.

Ketujuh, kami menghimbau kepada pemerintah untuk menyalurkan dana-dana bantuan sosial demi kebaikan masyarakat bukan untuk menarik dukungan politik bagi pihak-pihak tertentu.

Kedelapan, kami menghimbau kepada lembaga legislatif/DPRD untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap eksekutif agar tidak terjadi penyelewengan dana-dana untuk masyarakat.

Kesembilan, meningkatnya angka golongan putih (GOLPUT) yaitu rakyat yang memilih untuk tidak memilih adalah tanda apatisme terhadap proses politik yang gagal membawa perubahan demi kebaikan. Untuk itu dalam proses politik, baik menuju momen Pemilihan Kepala Daerah/Anggota Legislatif/Presiden maupun sesudah proses-proses tersebut ketika pemimpin telah terpilih, kami menghimbau para politisi untuk menjernihkan visi dan memelihara komitmen pada nilai keadilan dan kebaikan bersama serta menjauhkan diri dari perbuatan penyalahgunaan kekuasaan.

Demikian pernyataan sikap kami. Tuhan Yesus, Sang Kepala Gereja memberkati kita.

Kupang, 18 Mei 2013

Forum Peduli Gereja dan Masyarakat:
1. Pdt. Emr. Dr. Ayub Ranoh
2. Pdt. Emr. Y. Sabuna, MSi
3. Pdt. Jack Karmani, STh
4. Pdt. Dr. J. E.E. Inabuy
5. Pdt. Emr. Dr. J. A. Telnoni
6. Pdt. Dr. Mery Kolimon
7. Pdt. S. V. Nitti, MTh
8. Pdt. Ina Bara Pa, STh
9. Pdt. Agustina Hauteas-Amtaran, STh
10. Pdt. Ari Kalemudji, MSi
11. Pdt. Wanto Menda, STh
12. Pdt. Thomas Ly, MTh
13. Dr. David Pandie
14. Pdt. B. Doeka-Souk, STh, MM
15. Paul Sinlaeloe, SH
16. Martha Bire, STh
17. Ferderika Tadu Hungu, STh, MA
18. Yuli Ndolu, SH, MHum
19. David Natun, S.Pd
20. Eyda Dju Bire, S.Sos
21. Zarniel Woleka, SH
22. Pdt. Dina Dethan-Penpada, MTh


-----
*Pernyataan sikap ini dibagikan oleh Ibu Pdt. Augustine Kaunang di group Forum Pendeta GMIM (Gereja Masehi Injili di Minahasa) dengan ijin dari Pdt. Dr.Mery Kolimon dari Gereja Masehi Injili Timor (GMIT).

Pernyataan sikap GMIT ini merupakan sebuah terobosan penting dalam memahami bagaimana gereja menyikapi realitas politik, baik di tingkat regional, nasional, maupun global. Seperti yang diungkapkan Pdt. Kaunang dalam pengantarnya pada postingan tersebut, dalam konteks GMIM, supaya "'berani' menyatakan sikap atas kenyataan bergereja dan bermasyarakat" di mana pun kita berada.

Kabar baik untuk yang senang pelajaran Agama di sekolah

Sosialisasi kurikulum 2013 (foto: Setkab RI)
INDONESIA, Yogyakarta -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, Kurikulum 2013 dikonsep untuk memperkukuh kompetensi siswa dalam tiga hal, yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Dari sisi konsep, setiap mata pelajaran dalam Kurikulum 2013 harus mempunyai kompetensi dari tiga hal itu.

Saat melakukan melakukan sosialisasi Kurikulum 2013 di hadapan pengurus NU, Pengurus Ma'arif, Kepala Sekolah, dan perwakilan siswa/santri NU se-Yogyakarta di Yogyakarta, Rabu (15/5), Mendikbud M. Nuh yang didampingi Menteri Agama (Menag) Surya Dharma Ali mengatakan, tantangan bangsa Indonesia ke depan semakin berat, dan kompleksitas juga bertambah.  Karena itulah, dunia pendidikan juga harus dipersiapkan dalam menghadapi tantangan ke depan.

Menurut Mendikbud, generasi bangsa harus memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi yang berdasarkan intellectual curiousity, atau rasa kepenasaranan intelektual sehingga diharapkan mampu mengatasi persoalan-persoalan yang makin kompleks. 

 “Kurikulum 2013 mengandalkan pentingnya sikap sebagai pengetahuan dan keterampilan, termasuk mengembangkan kemampuan berpikir,” tegas M. Nuh dalam acara yang digelar seusai apel akbar dalam rangka memperingati hari lahir Nahdatul Ulama (NU) ke-90 itu. 

Menurut Mendikbud, konsep Kurikulum 2013 dibuat setelah melakukan evaluasi ulang ruang lingkup materi, di antaranya meniadakan materi yang tidak esensial atau tidak relevan lagi dengan siswa, serta menambahkan materi yang dianggap penting dalam perbandingan internasional. Sehingga evaluasi ulang dalam kedalaman materi disesuaikan dengan tuntutan perbandingan internasional. Salah satunya adalah dengan mengutamakan proses pembelajaran yang mendukung kreativitas.

Terkait dengan mata pelajaran Agama, Mendikbud M. Nuh menjelaskan, bahwa dalam Kurikulum 2013 Agama akan ditambah menjadi empat jam pelajaran, dari sebelumnya dua jam pelajaran. Di dalam mata pelajaran agama tersebut akan dimasukkan pula pelajaran budi pekerti.

"Pelajaran agama Islam ada budi pekerti, pelajaran agama Kristen ada budi pekerti, pelajaran agama Budha ada budi pekerti, pelajaran agama Hindu ada budi pekerti. Semuanya kita angkat dari nilai-nilai keagamaan kita," jelas Menteri Nuh.

Dalam paparannya, Menteri Nuh menjelaskan hasil penelitian yang diambil dari Dyers, I.H. Et al (2011), Innovators DNA, Harvard Business Review. Dijelaskannya, 2/3 dari kemampuan kreativitas seseorang diperoleh melalui pendidikan, sedangkan 1/3 sisanya berasal dari warisan genetik. Sementara kebalikannya berlaku untuk kemampuan intelejensia, yaitu 1/3 pendidikan, dan 2/3 sisanya dari warisan genetik. 

Atas dasar itu, lanjut M. Nuh, dalam Kurikulum 2013, siswa akan didorong untuk memiliki kemampuan kreativitas yang diperoleh melalui observing (mengamati), questioning (menanya), associating (menalar), experimenting (mencoba) dan networking (membentuk jejaring).

Judul asli: Kurikulum 2013: Pelajaran Agama Ditambah Jadi Empat Jam (Setkab RI).

The Inn of the Sixth Happiness

Written By Menara Penjaga on Senin, 20 Mei 2013 | 06:24

Buat para pecinta film bertema pelayanan, The Inn of the Sixth Happiness,* sebuah film yang mengisahkan Gladys Aylward (1902-1970), dapat menjadi hiburan yang membawa inspirasi.

Gladys merupakan seorang gadis kelahiran Inggris yang karena merasakan panggilan Tuhan untuk melayani di Cina, dengan tekad kuat meninggalkan London menuju ke sebuah kota bernama Yang Cheng, di mana ia kemudian tinggal di sebuah penginapan yang diusahakan oleh Jeannie Lawson, seorang pelayan Injil.

Penginapan yang ditujukan untuk membagikan kisah-kisah dalam Alkitab pada para tamu ketika menikmati makan mereka itu kemudian juga menjadi sebuah panti asuhan bagi anak-anak terlantar.

Memasuki masa perang Cina-Jepang, wilayah kota Yang Cheng menjadi medan tempur, sehingga banyak orang yang meninggal dunia. Gladys diperhadapkan dengan tugas berat yakni membawa anak-anak yang bertambah jumlahnya menjadi seratus ke sebuah tempat yang aman.

Oleh doa dan sebuah pengorbanan yang heroik anak-anak itu pun dapat diselamatkan.

Film ini memberi kesan menghargai masyarakat dan budaya Cina. Tapi di sisi lain, budaya Hollywood juga turut masuk.

Adegan ciuman yang dimasukkan ke dalam film ini dinilai oleh tokoh utama, Gladys Aylward, sebagai hal yang merusak reputasinya karena tidak pernah terjadi dalam kenyataan. Yang nyata adalah ia bekerja untuk panti asuhan sampai usia 60 tahun. (Sam Wellman, Gladys Aylward: Missionary to China [Barbour Publishing Inc., 1998], 198, 201 seperti dikutip Wikipedia)

Banyak yang dapat diperoleh dari menonton film ini, namun perlu diingat bahwa tokoh utama yang digambarkan dalam film ini ternyata memiliki keberatan-keberatan terhadap bagaimana Hollywood menampilkannya.

Director:
Mark Robson
Writers:
Isobel Lennart (screenplay), Alan Burgess (novel)
Stars:
Ingrid Bergman, Curd Jรผrgens, Robert Donat
(IMDb)

Ada di Youtube (5/20/13, klik di sini).

*penginapan Kebahagiaan Keenam


Hormati moralitas Moskow menolak mematuhi keputusan Pengadilan HAM Eropa

Written By Menara Penjaga on Jumat, 17 Mei 2013 | 10:35

Rusia secara konsisten menolak intimidasi pemerintah dan
aktivis dari beberapa negara Barat untuk melegalkan praktek
hubungan sejenis. Tampak masyarakat Moskow yang
menolak pawai serupa sebelumnya. (Foto: Youtube)
RUSIA, Moskow (LSN)-- Pemerintah kota Moskow kembali menolak permohonan izin pawai homoseksual, dengan mengutip perlunya "menghormati moralitas" dan patriotisme, demikian diungkapkan sumber-sumber media Rusia.  

"Menurut hukum Rusia, kita harus berupaya dengan jelas dan konsisten dalam menjaga moralitas, diarahkan untuk mengajarkan patriotisme kepada generasi yang sedang tumbuh, dan bukan terhadap aspirasi yang tidak jelas, belum lagi menggunakan lapangan kota dan jalan-jalan untuk ini," kata Aleksei Mayorov, Kepala Keamanan Regional untuk kota Moskow, seperti dilaporkan Interfax. 

Jika para aktivis homoseksual menentang hukum dan berusaha untuk melaksanakan pawai itu seperti yang telah mereka lakukan di tahun-tahun sebelumnya, Mayorov memperingatkan, "reaksi tertentu akan terjadi dan tindakan itu akan digagalkan," demikian dilansir RIA Novosti. "Menurut pendapat kami tidak ada keinginan untuk acara seperti di kota [Moskow]."

Pernyataan Mayorov mencerminkan sentimen publik di Rusia, yang menurut sebuah jajak pendapat yang baru-baru ini dilakukan oleh Pusat Opini Publik Levada, bahwa 87 persen mengatakan mereka menentang kegiatan seperti pawai homoseksual. Jajak pendapat itu juga menemukan bahwa 85 persen menentang pembuatan "pernikahan" homoseksual.

Moskow terus menolak tuntutan gerakan homoseksual internasional dengan tidak mematuhi keputusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, yang telah memerintahkan kota itu untuk mengijinkan pelaksanaan kegiatan tersebut, dalam hal ini juga tak menggubris ketua Dewan Eropa yang telah mengecam larangan Moskow terhadap pawai homoseksual itu.

Tahun ini genap delapan kali berturut-turut kegiatan pawai homoseksual dilarang di Moskow.
 
Upaya para aktivis homoseksual untuk mengadakan demonstrasi di Moskow dan kota-kota lain telah memicu kemarahan para pemimpin agama dan warga masyarakat Rusia, yang kemudian memaksa mereka untuk membubarkan aksinya. Polisi juga telah menahan para aktivis homoseksual yang melanggar larangan pelaksanaan kegiatan tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah kota di Rusia telah menetapkan bahwa propaganda homoseksual yang ditujukan kepada anak-anak sebagai ilegal. Aturan ini sedang dipertimbangkan pula oleh Parlemen Rusia.

Di negara tetangganya Georgia, masyarakat, di dalamnya para imam dan umat Gereja Ortodoks, membubarkan pawai homoseksual minggu ini. 


Kedua hal ini menjadi sorotan tajam media-media yang mendukung aktivitas ini.#   

Apa betul ada pesan tersembunyi di balik gambar kemasan Indomilk?

Written By Menara Penjaga on Rabu, 01 Mei 2013 | 21:47


INDONESIA, Jakarta (Kompasiana, 1 Mei 2013).

Hubungannya dengan “subliminal”
Bagi yang belum terbiasa dengan istilah “subliminal,” perbincangan tentang Indomilk bisa membantu.
Hal ini karena istilah “subliminal” sangat dekat dengan periklanan.

Arti istilah ini, seperti dijelaskan di situs Subliminal Definition, adalah “mengirim pesan atau informasi melalui gelombang suara (pendengaran) atau gambar (penglihatan) di bawah tingkatan yang bisa terdeteksi manusia, dan langsung masuk ke pikiran bawah sadar.”

Di situ dijelaskan bahwa “pesan yang dikirim dengan metode subliminal tidak akan dipahami oleh pikiran sadar kita, dan apapun bentuk yang diterima pikiran bawah sadar kita, akan diterima sebagai kenyataan. 

Pikiran bawah sadar kemudian akan membuat alasan untuk pikiran sadar kita, dan membuat pikiran logis untuk mengikutinya. 

Penelitian menunjukkan bahwa ketika suatu muatan menerapkan gambar subliminal, otak akan merekam gambar itu di luar kesadaran. 

Dengan menerima pesan subliminal yang sama secara konsisten ke alam bawah sadar, maka sebuah kebiasaan baru dapat terciptakan.” 

Dikatakan juga bahwa teknik subliminal sebelumnya telah diterapkan di Amerika Serikat (AS).

Insiden yang paling terkenal adalah iklan Coca-cola yang ditampilkan 1/2000 detik ketika orang menonton film. Hal ini meningkatkan pembelian minuman ini dan pop-corn secara luar biasa. 

Karena beberapa insiden yang terjadi maka di AS metode ini dilarang dalam periklanan, dengan alasan  kemampuan yang dimilikinya untuk mempengaruhi pikiran manusia.

Indonesia dan Indomilk
Saat ini masyarakat Indonesia kembali diramaikan dengan pemberitaan tentang kemasan Indomilk yang dianggap membawa pesan tersembunyi. Kemasan tentu mempunyai daya iklan juga. 

Laporan situs Liputan 6 (30/4/13) menyinggung gambar kemasan Indomilk yang menampilkan dua pria dewasa yang mengapit seorang anak laki-laki sehingga dianggap mengirim pesan tentang pasangan sesama jenis. 

Apakah berbagai reaksi terhadap kemasan ini adalah sudah berlebihan? 

Di tengah upaya terang-terangan negara-negara seperti AS dan Inggris untuk menyebar-luaskan praktek hubungan sejenis (lepas dari penolakan dari masyarakatnya sendiri) membuat penilaian itu menjadi wajar-wajar saja. Kewaspadaan membutuhkan kekritisan.

Lagi pula upaya ‘pencitraan’ lewat gambar oleh Indomilk ini tidak bisa dikategorikan sebagai sebuah “ketidak-pekaan budaya” dari pihak pemasaran Indomilk, seperti yang diusulkan oleh ahli Silih Agung Wasesa

Karena kalau demikian adanya, tahun 2011 yang lalu, yaitu ketika muncul komplain terhadap gambar di kemasan susu ini, pihak Indomilk telah mengganti penggambaran yang mempunyai dampak psikologi itu, terutama tentu saja terhadap anak-anak. 

“Kejahatan Korporasi”
Farid Muadz, aktivis pembela perempuan dan anak korban kekerasan, terang-terangan menyebut bahwa korbannya bukan hanya anak-anak, tetapi juga orangtua, karena “informasi berupa gambar itu berisi pesan berbahaya bagi masa depan anak-anaknya,” demikian tulisnya di Kompasiana

Bagi Muadz, tindakan Indomilk ini merupakan “kejahatan korporasi” karena “mengelabui konsumennya agar mengkonsumsi barang yang diproduksinya dengan menyelipkan informasi dan promosi yang menyesatkan dan menyimpang dari norma-norma yang berlaku di masyarakat pada umumnya.” 

Atau juga dapat dikategorikan sebagai “social crime” (kejahatan sosial), jika saja dapat dibuktikan unsur kesengajaannya. 

Jika ada unsur pre-meditasi (perencanaan) maka Indomilk, dan secara umum PT. INDOLAKTO telah menetapkan tonggak dimulainya peran korporasi dalam mendistorsi masyarakat Indonesia. 

Konsumen yang terkelabui akan membeli produk yang dengan sendirinya menunjang proyek ‘kepedulian’ sosial yang ditopang oleh perusahaan. 

Ibaratnya seperti Coca-cola yang merupakan salah satu sponsor New York City Pride Parade (pawai pelaku dan pendukung hubungan sesama jenis), bersama Kraft yang bahkan membuat jenis Oreo berwarna-warni

Mengalirnya dukungan keuangan dari perusahaan-perusahaan besar seperti ini memungkinkan berbagai kampanye, baik terselubung maupun terang-terangan, di seluruh belahan dunia, atas nama membela “hak-hak pelaku hubungan sesama jenis” 

– dan itu termasuk mencitrakan para penentangnya sebagai orang-orang yang ‘homofobik’ atau tidak punya belas kasih. Tapi belas kasih memang perlu disertai kekritisan. 

Di beberapa negara sekarang ini “hak-hak pelaku hubungan sesama jenis” itu telah diletakkan di atas hak-hak anak untuk memiliki kasih sayang seorang ayah dan seorang ibu, hak untuk mengekspresikan pendapat berdasarkan keyakinan agama yang dianut, dan hak untuk melestarikan nilai-nilai sosial-budaya sebuah masyarakat. 

Keluhan Farid Muadz
Masyarakat sekuler Barat saat ini cenderung telah meninggalkan norma-norma kemasyarakatan tradisional yang tercermin lewat pemujaan sikap individualistik, perilaku seks lebas (lepas bebas), pembunuhan bayi, serta sistem kapitalismenya, menganggap bahwa sistem masyarakat lainnya adalah ‘primitif’, perlu ‘pencerahan’. 

Dan karena itu lewat kekuatan ekonomi, diplomasi, termasuk intimidasi, maka seluruh dunia dapat menerima apa saja yang mereka inginkan, lepas dari berbagai konsekuensinya terhadap masyarakat itu sendiri. 

Itulah sebabnya pertanyaan “Apa betul ada pesan tersembunyi di balik gambar kemasan Indomilk?” perlu disikapi bersama sebagai satu kesatuan masyarakat yang berpikir kritis. 

Karena, kalau tingkahlaku Indomilk tak bisa diganggu-gugat, bisa jadi ini tinggal merupakan indikasi bahwa Indonesia telah terjual (entah kepada siapa). 

Masih di 2011 yang lalu Muadz mengeluh, “Sampai saat ini Indomilk belum bergeming, disamping komponen masyarakat yang lain yang seakan tak peduli dengan informasi produk susu yang menyesatkan ini.” 

Ini memang sudah tahun 2013.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger