"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Apa betul ada pesan tersembunyi di balik gambar kemasan Indomilk?

Written By Menara Penjaga on Rabu, 01 Mei 2013 | 21:47


INDONESIA, Jakarta (Kompasiana, 1 Mei 2013).

Hubungannya dengan “subliminal”
Bagi yang belum terbiasa dengan istilah “subliminal,” perbincangan tentang Indomilk bisa membantu.
Hal ini karena istilah “subliminal” sangat dekat dengan periklanan.

Arti istilah ini, seperti dijelaskan di situs Subliminal Definition, adalah “mengirim pesan atau informasi melalui gelombang suara (pendengaran) atau gambar (penglihatan) di bawah tingkatan yang bisa terdeteksi manusia, dan langsung masuk ke pikiran bawah sadar.”

Di situ dijelaskan bahwa “pesan yang dikirim dengan metode subliminal tidak akan dipahami oleh pikiran sadar kita, dan apapun bentuk yang diterima pikiran bawah sadar kita, akan diterima sebagai kenyataan. 

Pikiran bawah sadar kemudian akan membuat alasan untuk pikiran sadar kita, dan membuat pikiran logis untuk mengikutinya. 

Penelitian menunjukkan bahwa ketika suatu muatan menerapkan gambar subliminal, otak akan merekam gambar itu di luar kesadaran. 

Dengan menerima pesan subliminal yang sama secara konsisten ke alam bawah sadar, maka sebuah kebiasaan baru dapat terciptakan.” 

Dikatakan juga bahwa teknik subliminal sebelumnya telah diterapkan di Amerika Serikat (AS).

Insiden yang paling terkenal adalah iklan Coca-cola yang ditampilkan 1/2000 detik ketika orang menonton film. Hal ini meningkatkan pembelian minuman ini dan pop-corn secara luar biasa. 

Karena beberapa insiden yang terjadi maka di AS metode ini dilarang dalam periklanan, dengan alasan  kemampuan yang dimilikinya untuk mempengaruhi pikiran manusia.

Indonesia dan Indomilk
Saat ini masyarakat Indonesia kembali diramaikan dengan pemberitaan tentang kemasan Indomilk yang dianggap membawa pesan tersembunyi. Kemasan tentu mempunyai daya iklan juga. 

Laporan situs Liputan 6 (30/4/13) menyinggung gambar kemasan Indomilk yang menampilkan dua pria dewasa yang mengapit seorang anak laki-laki sehingga dianggap mengirim pesan tentang pasangan sesama jenis. 

Apakah berbagai reaksi terhadap kemasan ini adalah sudah berlebihan? 

Di tengah upaya terang-terangan negara-negara seperti AS dan Inggris untuk menyebar-luaskan praktek hubungan sejenis (lepas dari penolakan dari masyarakatnya sendiri) membuat penilaian itu menjadi wajar-wajar saja. Kewaspadaan membutuhkan kekritisan.

Lagi pula upaya ‘pencitraan’ lewat gambar oleh Indomilk ini tidak bisa dikategorikan sebagai sebuah “ketidak-pekaan budaya” dari pihak pemasaran Indomilk, seperti yang diusulkan oleh ahli Silih Agung Wasesa

Karena kalau demikian adanya, tahun 2011 yang lalu, yaitu ketika muncul komplain terhadap gambar di kemasan susu ini, pihak Indomilk telah mengganti penggambaran yang mempunyai dampak psikologi itu, terutama tentu saja terhadap anak-anak. 

“Kejahatan Korporasi”
Farid Muadz, aktivis pembela perempuan dan anak korban kekerasan, terang-terangan menyebut bahwa korbannya bukan hanya anak-anak, tetapi juga orangtua, karena “informasi berupa gambar itu berisi pesan berbahaya bagi masa depan anak-anaknya,” demikian tulisnya di Kompasiana

Bagi Muadz, tindakan Indomilk ini merupakan “kejahatan korporasi” karena “mengelabui konsumennya agar mengkonsumsi barang yang diproduksinya dengan menyelipkan informasi dan promosi yang menyesatkan dan menyimpang dari norma-norma yang berlaku di masyarakat pada umumnya.” 

Atau juga dapat dikategorikan sebagai “social crime” (kejahatan sosial), jika saja dapat dibuktikan unsur kesengajaannya. 

Jika ada unsur pre-meditasi (perencanaan) maka Indomilk, dan secara umum PT. INDOLAKTO telah menetapkan tonggak dimulainya peran korporasi dalam mendistorsi masyarakat Indonesia. 

Konsumen yang terkelabui akan membeli produk yang dengan sendirinya menunjang proyek ‘kepedulian’ sosial yang ditopang oleh perusahaan. 

Ibaratnya seperti Coca-cola yang merupakan salah satu sponsor New York City Pride Parade (pawai pelaku dan pendukung hubungan sesama jenis), bersama Kraft yang bahkan membuat jenis Oreo berwarna-warni

Mengalirnya dukungan keuangan dari perusahaan-perusahaan besar seperti ini memungkinkan berbagai kampanye, baik terselubung maupun terang-terangan, di seluruh belahan dunia, atas nama membela “hak-hak pelaku hubungan sesama jenis” 

– dan itu termasuk mencitrakan para penentangnya sebagai orang-orang yang ‘homofobik’ atau tidak punya belas kasih. Tapi belas kasih memang perlu disertai kekritisan. 

Di beberapa negara sekarang ini “hak-hak pelaku hubungan sesama jenis” itu telah diletakkan di atas hak-hak anak untuk memiliki kasih sayang seorang ayah dan seorang ibu, hak untuk mengekspresikan pendapat berdasarkan keyakinan agama yang dianut, dan hak untuk melestarikan nilai-nilai sosial-budaya sebuah masyarakat. 

Keluhan Farid Muadz
Masyarakat sekuler Barat saat ini cenderung telah meninggalkan norma-norma kemasyarakatan tradisional yang tercermin lewat pemujaan sikap individualistik, perilaku seks lebas (lepas bebas), pembunuhan bayi, serta sistem kapitalismenya, menganggap bahwa sistem masyarakat lainnya adalah ‘primitif’, perlu ‘pencerahan’. 

Dan karena itu lewat kekuatan ekonomi, diplomasi, termasuk intimidasi, maka seluruh dunia dapat menerima apa saja yang mereka inginkan, lepas dari berbagai konsekuensinya terhadap masyarakat itu sendiri. 

Itulah sebabnya pertanyaan “Apa betul ada pesan tersembunyi di balik gambar kemasan Indomilk?” perlu disikapi bersama sebagai satu kesatuan masyarakat yang berpikir kritis. 

Karena, kalau tingkahlaku Indomilk tak bisa diganggu-gugat, bisa jadi ini tinggal merupakan indikasi bahwa Indonesia telah terjual (entah kepada siapa). 

Masih di 2011 yang lalu Muadz mengeluh, “Sampai saat ini Indomilk belum bergeming, disamping komponen masyarakat yang lain yang seakan tak peduli dengan informasi produk susu yang menyesatkan ini.” 

Ini memang sudah tahun 2013.
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger