"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Agama dan Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama dan Sains. Tampilkan semua postingan

Dmanisi skull: Debat baru teori evolusi manusia

Written By Menara Penjaga on Rabu, 06 November 2013 | 11:28

GEORGIA, Kvemo Kartli (MP) - Penemuan tengkorak manusia purba di Republik Georgia telah membuka debat baru menyangkut teori evolusi manusia.

Pada 18 Oktober 2013 majalah Science menerbitkan sebuah jurnal artikel berjudul “A Complete Skull from Dmanisi, Georgia, and the Evolutionary Biology of Early Homo” (tengkorak lengkap dari Dmanisi, Georgia, dan evolusi biologi Homo [manusia] awal." Artikel ini mencatat penemuan lima tengkorak manusia purba di situs Dmanisi, wilayah Kvemo Kartli, Georgia.

Di bagian abstrak disebutkan bahwa lima tengkorak itu “menyiratkan adanya garis keturunan tunggal Homo [manusia] awal, dengan kontinuitas filogeografi di seluruh benua."
Rekonstruksi komputer batok kepala manusia awal
yang ditemukan di Dmanisi dengan latar belakang situs
penggaliannya (foto: Marcia Ponce de León/Christoph
Zollikofer/University of Zurich).

Kelima fosil cranium (batok kepala) itu memiliki ciri-ciri fisik yang berbeda. Skull 5, nama salah satu fosil itu, disebut berusia 1,8 juta tahun. Di lokasi itu juga ditemukan sejumlah fosil hewan (spt. badak, rusa) dan peralatan dari batu.

Menurut David Lordkipanidze, salah satu dari para peneliti dari Museum Nasional Georgia di Tbilisi, variasi ciri-ciri fisik antara kelima spesimen hominid itu dapat dibandingkan dengan perbedaan yang ada pada manusia sekarang ini, menunjukkan mereka semua memiliki satu garis sumber.

"Karena kita melihat pola dan variasi yang sama dalam catatan fosil Afrika ... adalah masuk akal untuk mengasumsikan bahwa ada spesies Homo tunggal pada waktu itu di Afrika," kata Cristoph Zollikofer, salah satu dari para peneliti, seperti dilaporkan NBC News. "Dan sejak hominid Dmanisi sangat mirip dengan yang ada di Afrika, kami lebih menganggap bahwa keduanya merupakan spesies yang sama."

"Jika kesimpulan ini bisa dipertahankan, penemuan tengkorak ini akan mengharuskan penulisan ulang secara besar-besaran sejarah evolusi manusia awal," demikian disebut dalam laporan itu. 

Ilmuwan dari Gereja Katolik mengungkapkan bahwa anggapan bahwa manusia berasal dari satu spesies adalah sesuai dengan pemahaman iman Kristen.

"Tentunya, penetapan bahwa asal manusia ada dalam satu garis keturunan tunggal, seperti halnya manusia modern merupakan satu spesies (seperti yang diusulkan penelitian baru-baru), lebih cocok dengan pemahaman iman," kata Mgr. Fiorenzo Facchini, paleontolog dan antropolog, sekaligus imam di Gereja Bologna, seperti dilansir CNS. 
[+] 


Theory of one hominid species is compatible with faith, experts say
http://www.catholicnews.com/data/stories/cns/1304509.htmx

Unprecedented Skull Discovery Raises Serious Questions Over Evolutionary Premises
http://christiannews.net/2013/11/04/unprecedented-skull-discovery-raises-serious-questions-over-evolutionary-premises/

Did the human family tree just get simpler? Skull stirs up debate
http://www.nbcnews.com/science/did-human-family-tree-just-get-simpler-skull-stirs-debate-8C11413284

Hominid Fossils from Dmanisi and Their Place Among the Early Hominids
http://menarapenjaga.files.wordpress.com/2013/11/dmanisi.pdf


Video yang membuat sejumlah orang ateis tampak bodoh mendapat kritikan

Written By Menara Penjaga on Rabu, 28 Agustus 2013 | 12:19

AMERIKA SERIKAT, California (MP) – Video berdurasi 37 menit dengan judul Evolution vs. God mendapat kritikan dari Jeff Zweerink. Menurut doktor astrofisik dari Iowa State University ini, video yang dibuat oleh Ray Comfort, seorang penulis dan apologet Kristen, “bisa mencederai upaya orang Kristen untuk menjangkau para ilmuwan.”1

Sebagai pengarah dan produser video ini, Ray Comfort mengunjungi University of California Los Angeles (UCLA), University of Southern California (USC) dan University of Minnesota, Morris, dan mewawancarai, termasuk mendebat, empat profesor biologi dan sejumlah mahasiswa yang membidangi ilmu alam.





Video dengan klaim “menggoyahkan dasar iman [evolusi]” ini menyoroti kesulitan mereka yang diwawancarai dalam mengartikulasi teori evolusi Darwin (makroevolusi).

Menurut Dr. Zweerink, penggambaran dalam video ini bisa saja betul untuk sebagian orang, namun jauh dari penggambaran akurat tentang mayoritas para ilmuwan.

Menurutnya, ada juga ilmuwan Kristen yang menerima bagian dari teori evolusi seperti Deborah Haarsma. Itu sebabnya, walau ia tak setuju dengan pemahaman evolusi mereka, tapi karakter para ilmuwan itu menurutnya jauh dari apa yang digambarkan dalam video ini.


Kontroversial

Evolution vs. God di-release pada tanggal 6 Agustus lalu di Youtube, dan saat ini telah dilihat oleh 478 ribu lebih orang (dengan 9010 thumbsup dan 9050 thumbsdown).

Video ini menjadi sebuah kontroversi bersamaan dengan sebuah penelitian di Amerika Serikat yang mengatakan bahwa orang dengan tingkat intelektual tinggi cenderung tidak religius.

Jordan Monge, seorang pengurus The Veritas Forum, menilai bahwa penelitian yang terlalu berat ke populasi WEIRD itu tidak usah dianggap serius oleh orang yang beragama maupun yang tidak. (WEIRD maksudnya Western, Educated, Industrialized, Rich, Democratic).2

Namun sekalipun mendapat kritik, baik video maupun hasil penelitian itu bukannya tak berguna sama sekali.

Keduanya dapat mengingatkan bahwa yang sebenarnya adalah: di antara para pemeluk agama, ada orang yang sederhana pemikirannya dan ada pula yang kompleks. Demikian juga di antara mereka yang menolak untuk percaya kepada Allah.


Mencegah kesalah-pahaman

Dan untuk mencegah kesalah-pahaman, ada baiknya mengikuti apa yang diungkapkan oleh profesor matematika di Oxford University, John Lennox, pada Keswick Convention Oxford University Juli lalu.

Menurutnya, yang ada bukan pertentangan antara Tuhan dan ilmu pengetahuan, melainkan antara dua sudut pandang, yaitu paham ketuhanan (teism) dan ateism, dan ada para ilmuwan di masing-masing pihak.3 


Prof Lennox merupakan seorang apologet Kristen dan kritikus vokal para ilmuwan ateis selama ini.

Dalam sebuah artikel di Daily Mail ia mendebat pernyataan Profesor Stephen Hawking bahwa Tuhan tidak menciptakan alam semesta.

"Ketika [Prof.] Hawking berargumentasi, untuk mendukung teori penciptaan spontannya, bahwa hanya diperlukan api untuk menyulut sumbu untuk memulai alam semesta, pertanyaannya [di sini] harus: dari mana datangnya sumbu ini dan siapa yang menyalakannya, jika bukan Tuhan?," tulisnya. +


Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan | The fear of the LORD is the beginning of knowledge (Amsal/Proverb 1:7).



1 “A Review of Evolution vs. God,” Reasons.org, 5 Agustus 2013.

2  “Why Intelligent People Are Less Likely to Be Religious And how our expectations for Christians in education are changing,” Christianitytoday.com, 26 Agustus 2013; Artikel ini dapat dilihat di sini.


3 “John Lennox: The battle is not between God and science,” Christiantoday.com, 25 Juli 2013.   


Revisi teknis penulisan dan tambahan (teks warna merah) (2 September 2013).

Patriarkh Gereja Ortodoks memberikan tanda penghargaan langka kepada wanita-kosmonot dunia pertama, Valentina Tereshkova

Written By Menara Penjaga on Senin, 17 Juni 2013 | 02:11

Valentina Tereshkova, perempuan pertama yang
diluncurkan ke luar angkasa
RUSIA, Moskow (MP) -- Hari Minggu kemarin (16 Juni 2013) menandai 50 tahun penerbangan angkasa luar wanita pertama yang dilakukan oleh kosmonot Valentina Tereshkova.

Tahun 1963, dengan pesawat ruang angkasa Vostok VI, Valentina yang berusia 26 tahun mengorbit bumi selama hampir tiga hari.

Sekalipun melalui kendala yang bisa berakibat fatal, Valentina berhasil melakukan misinya, sekaligus menunjukkan bahwa perempuan punya kemampuan yang sama dengan pria di luar angkasa.

Masa kecil yang keras
Kisah hidup Valentina mempersiapkannya untuk tantangan besar ini.

Pada usia dua tahun ia kehilangan ayahnya, Vladimir Tereshkov, dalam Perang Dunia II. Ibunya, Elena Fyodorovna, harus membanting tulang di sebuah pabrik kapas untuk membesarkannya bersama dua orang saudaranya.

Valentina sendiri membantu ibunya di rumah, dan nanti masuk sekolah pada usia 10 tahun. Ketika ia tinggal bersama neneknya, ia pun mengambil kerja magang di sebuah pabrik ban. Setahun kemudian (1955) ia ikut berkerja bersama ibu dan salah satu saudaranya mengoperasikan alat tenun.

Keadaan tidak membuatnya masa bodoh. Pada saat bersamaan ia mengambil kursus yang diberikan lewat surat-menyurat. Ia pun lulus dari Sekolah Teknik Industri Ringan.

Menjadi seorang kosmonot
Jalan menuju seorang kosmonot dimulai ketika ia bergabung dengan Club Olahraga Udara Yaroslavl pada tahun 1959. Ia pun menjadi seorang yang mahir terjun payung.

Terinspirasi oleh Yuri Gagarin, kosmonot Rusia yang menjadi manusia pertama di luar angkasa, Valentina menjadi sukarelawan untuk program angkasa luar Soviet.

Dengan ketrampilan yang dimilikinya, ia pun diangkat menjadi kosmonot pada tahun 1961, dan mengikuti latihan yang sulit untuk menjadi pilot utama Vostok VI.

Pada 16 Juni 1963 pukul 12.30 siang, Letnan Junior Valentina Tereshkova menjadi wanita pertama yang diluncurkan ke luar angkasa. “Aku melihat cakrawala. Warna biru muda, sebuah pita yang indah. Ini adalah Bumi. Betapa indahnya! Semua berjalan dengan baik,” ungkapnya lewat radio dengan kode Chaika (burung camar).

Dua tahun kemudian, p[P]ada tanggal 3 November 1963, Valentina Tereshkova menikah dengan kosmonot Soviet Kolonel Andrian Nikolayev, yang telah mengorbit bumi enam puluh empat kali pada tahun 1962 dengan Vostok III. Putri mereka, Yelena Adrianovna Nikolayeva, lahir pada tanggal 8 Juni 1964.

Tanda penghargaan langka
Valentina Vladimirovna "Valya" Tereshkova lahir di desa Sungai Volga di Maslennikovo tahun 1937. 6 Maret lalu ia merayakan ulang tahunnya yang ke 75.

Hari berbahagia itu dilengkapi dengan keputusan pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Patriarkh Kirill, untuk memberikan tanda penghargaan kepada kosmonot wanita pertama yang juga merupakan anggota dewan dari negara bagian Duma ini dengan tanda penghargaan Glory and Honor (tingkat 1).

Hal itu berdasarkan penilaian terhadap apa yang telah disumbangkan Valentina Tereshkova bagi "Tanah Air dan Gereja Ortodoks Rusia," seperti diungkapkan Patriarkh Kirill dalam pesannya memperingati 50 tahun momentum sejarah itu, demikian pernyataan Patriarkhat Moskow pada situsnya.

"Hidup Anda terkait dengan sejarah Kosmonautik. Dari melakukan penerbangan solo di ruang angkasa pada tahun 1963 ketika eksplorasi luar angkasa baru dimulai, Anda masih merupakan simbol spiritual yang tinggi sebagai seorang wanita Rusia yang siap untuk kepahlawanan tanpa pamrih, tidak hanya di Rusia tapi di seluruh dunia," demikian ditulis dalam pernyataan itu.

Tanda penghargaan Glory and Honor diberikan kepada pemimpin negara, organisasi internasional dan tokoh agama yang memberi kontribusi besar dalam hubungan antar-gereja, kerjasama antar-agama, memperkuat perdamaian dan persahabatan antar bangsa.

Penghargaan yang diinagurasi pada tahun 2004 lalu ini merupakan penghargaan penting kedua dalam Gereja Rusia dan lebih jarang diberikan dibanding penghargaan lainnya dalam Gereja Rusia.

Seorang feminis ulung
Valentina Tereshkova tak hanya diingat untuk penerbangan luar angkasanya, penghargaan yang diterimanya atau sederet jabatan kepemimpinan yang masih atau pernah dipegangnya.

Ia juga diingat untuk perannya dalam mendorong peran serta perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.

Pandangan Valentina Tereshkova mengenai perempuan dan ilmu pengetahuan diringkasnya dalam sebuah artikel berjudul "Women in Space," (Perempuan di Luar Angkasa) yang ia tulis pada tahun 1970 untuk jurnal Impact of Science on Society (dampak ilmu pengetahuan terhadap masyarakat) di Amerika Serikat.

Dalam artikel itu ia mengungkapkan, "Saya percaya seorang wanita harus selalu tetap menjadi seorang wanita dan tidak ada hal feminin yang harus terasa asing bagi dirinya. ...saya sangat yakin bahwa tidak ada kerja yang dilakukan oleh seorang wanita di bidang ilmu pengetahuan atau budaya atau apa pun, bagaimana keras atau menuntutnya hal itu, akan berbenturan dengan misi indahnya sejak dulu kala – untuk mencintai dan dicintai – serta dambaannya untuk kebahagiaan sebagai seorang ibu. Sebaliknya, kedua aspek hidupnya ini dapat saling melengkapi dengan sempurna." (Valentina Tereshkova Biography; Interfax)

Dapatkah alam semesta ada tanpa Allah? (Video)

Written By Menara Penjaga on Jumat, 09 November 2012 | 05:21

Dr. William L. Craig
Teolog filsuf William Lane Craig and kosmolog Kari Enqvist duduk bersama dalam sebuah debat menarik di University of Helsinki, Helsinki, Finlandia (April 16, 2012) untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana alam semesta ini ada. (Bahasa Inggris)





Dr. Kari Enqvist
Dr. Enqvist membuka debat dengan kritik tajam terhadap agama, namun setelah Dr. Craig menyajikan argumen rasional mengapat Allah ada dan dengan demikian menciptakan alam semesta, ia tak bisa mengimbangi dengan argumen untuk menentangnya.  

Lihat video di sini.


(foto: biola & wsoy.fi)

Penemuan fosil baru mengguncang dunia ilmu pengetahuan: Apakah evolusi betul?

Written By Menara Penjaga on Selasa, 14 Agustus 2012 | 01:36

Apakah perubahan spesies linear atau perbedaan spesies?
(Ilustrasi: theage)
Dr. Meave Leakey, seorang paentolog terkenal, bersama rekan-rekannya, mempublikasikan dalam sebuah artikel sains di majalah Nature (8/8) penemuan tiga fosil dalam taksonomi Homo (klasifikasi genus yang di dalamnya termasuk manusia) yang dapat merupakan sebuah perkembangan penting dalam memahami teori evolusi.

Penelitian ini menambah bukti-bukti yang menantang pandangan evolusi populer yang menganggap adanya evolusi linear dari primata awal sampai pada manusia modern, demikian dilaporkan BBC.

Penelitian yang dilakukan di Kenya antara 2007-2009 ini telah berhasil menemukan tiga fosil yang berusia antara “178 sampai 195 juta tahun.”

Penemuan ini, menurut laporan tersebut, mengkonfirmasi posisi KNM-ER 1470 (Homo rudolfensis) yang ditemukan tahun 1972, yang karena ketidak-utuhannya telah dipertentangkan oleh para ilmuwan apakah itu hanya merupakan salah satu abonormalitas dari spesies Homo yang telah ada atau merupakan spesies berbeda karena ukuran tengkorak dan adaptasi graham atau wajah.

“Dengan ini kami melaporkan penemuan terbaru dari fosil-fosil yang berusia antara 178 dan 195 juta tahun, yang menjelaskan status anatomi dan taksonomi dari KNM-ER 1470,” demikian ungkap tim peneliti dalam laporan itu. Penemuan fosil-fosil ini “menetapkan keberadaan dua spesies Homo awal dalam waktu bersamaan, di samping Homo erectus, pada masa Pleistosen di Afrika Timur.”

Teori evolusi telah menjadi salah satu sumber 'konflik' antara sains dan agama, sekalipun itu tidak berarti keduanya bertentangan. Para ilmuwan sendiri tidak pernah mempunyai satu kata mengenai evolusi yang seringkali dianggap sama dengan Darwinisme, yaitu pandangan bahwa ada transmutasi spesies (mis. dari kodok menjadi kucing, atau yang lebih terkenal, kera menjadi manusia). Darwinisme telah menjadi simbol dari gerakan agama non-theis (atheis/tanpa Tuhan), sehingga dikatakan sebagai doktrinal (naturalisme).

Mei lalu, Dr. Ben Carson, seorang ahli pediatric neuroesurgery (bedah saraf anak) di Johns Hopkins Hospital yang kisahnya difilmkan dalam Gifted Hands (2009), diundang untuk membawakan pidato pembukaan perkuliahan di Emory University, Atlanta, USA, di mana ia menyentil ketidak-setujuannya dengan teori Darwin. Menanggapinya, 500 dosen dan mahasiswa menanda-tangani sebuah surat protes. (Tanggapan Dr. Carson lihat di sini)

Berseberangan dengan itu, bulan Juni lalu, sebuah laporan dari Korea (Selatan) menyatakan sebuah rencana untuk mengeluarkan beberapa referensi mengenai evolusi dalam buku pegangan siswa. Hal itu bukan untuk mengeliminasi evolusi, melainkan “mengeluarkan kesalahan yang ada” mengenai teori evolusi, termasuk evolusi manusia, demikian diungkapkan Kelompok Revisi Buku Pegangan yang memotorinya. (lihat di sini)

Dalam sebuah poll 2012 di Amerika dikatakan bahwa hampir setengah dari masyarakatnya (46%) berpendapat bahwa manusia diciptakan Allah dalam keadaan seperti sekarang ini, 32% berpendapat bahwa manusia berevolusi dengan campur-tangan Allah, dan 15% berpendapat bahwa manusia berevolusi tanpa campur-tangan Allah. (lihat di sini)

Ilmuwan terkenal Richard Leakey May lalu berjanji bahwa tak akan lama bagi semua orang – termasuk mereka yang berpendapat bahwa penciptaan menjelaskan perkembangan manusia – akan menerima evolusi (Darwinisme). Entah apa tanggapannya mengenai penemuan fosil-fosil ini. (MP)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger