"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Penemuan fosil baru mengguncang dunia ilmu pengetahuan: Apakah evolusi betul?

Written By Menara Penjaga on Selasa, 14 Agustus 2012 | 01:36

Apakah perubahan spesies linear atau perbedaan spesies?
(Ilustrasi: theage)
Dr. Meave Leakey, seorang paentolog terkenal, bersama rekan-rekannya, mempublikasikan dalam sebuah artikel sains di majalah Nature (8/8) penemuan tiga fosil dalam taksonomi Homo (klasifikasi genus yang di dalamnya termasuk manusia) yang dapat merupakan sebuah perkembangan penting dalam memahami teori evolusi.

Penelitian ini menambah bukti-bukti yang menantang pandangan evolusi populer yang menganggap adanya evolusi linear dari primata awal sampai pada manusia modern, demikian dilaporkan BBC.

Penelitian yang dilakukan di Kenya antara 2007-2009 ini telah berhasil menemukan tiga fosil yang berusia antara “178 sampai 195 juta tahun.”

Penemuan ini, menurut laporan tersebut, mengkonfirmasi posisi KNM-ER 1470 (Homo rudolfensis) yang ditemukan tahun 1972, yang karena ketidak-utuhannya telah dipertentangkan oleh para ilmuwan apakah itu hanya merupakan salah satu abonormalitas dari spesies Homo yang telah ada atau merupakan spesies berbeda karena ukuran tengkorak dan adaptasi graham atau wajah.

“Dengan ini kami melaporkan penemuan terbaru dari fosil-fosil yang berusia antara 178 dan 195 juta tahun, yang menjelaskan status anatomi dan taksonomi dari KNM-ER 1470,” demikian ungkap tim peneliti dalam laporan itu. Penemuan fosil-fosil ini “menetapkan keberadaan dua spesies Homo awal dalam waktu bersamaan, di samping Homo erectus, pada masa Pleistosen di Afrika Timur.”

Teori evolusi telah menjadi salah satu sumber 'konflik' antara sains dan agama, sekalipun itu tidak berarti keduanya bertentangan. Para ilmuwan sendiri tidak pernah mempunyai satu kata mengenai evolusi yang seringkali dianggap sama dengan Darwinisme, yaitu pandangan bahwa ada transmutasi spesies (mis. dari kodok menjadi kucing, atau yang lebih terkenal, kera menjadi manusia). Darwinisme telah menjadi simbol dari gerakan agama non-theis (atheis/tanpa Tuhan), sehingga dikatakan sebagai doktrinal (naturalisme).

Mei lalu, Dr. Ben Carson, seorang ahli pediatric neuroesurgery (bedah saraf anak) di Johns Hopkins Hospital yang kisahnya difilmkan dalam Gifted Hands (2009), diundang untuk membawakan pidato pembukaan perkuliahan di Emory University, Atlanta, USA, di mana ia menyentil ketidak-setujuannya dengan teori Darwin. Menanggapinya, 500 dosen dan mahasiswa menanda-tangani sebuah surat protes. (Tanggapan Dr. Carson lihat di sini)

Berseberangan dengan itu, bulan Juni lalu, sebuah laporan dari Korea (Selatan) menyatakan sebuah rencana untuk mengeluarkan beberapa referensi mengenai evolusi dalam buku pegangan siswa. Hal itu bukan untuk mengeliminasi evolusi, melainkan “mengeluarkan kesalahan yang ada” mengenai teori evolusi, termasuk evolusi manusia, demikian diungkapkan Kelompok Revisi Buku Pegangan yang memotorinya. (lihat di sini)

Dalam sebuah poll 2012 di Amerika dikatakan bahwa hampir setengah dari masyarakatnya (46%) berpendapat bahwa manusia diciptakan Allah dalam keadaan seperti sekarang ini, 32% berpendapat bahwa manusia berevolusi dengan campur-tangan Allah, dan 15% berpendapat bahwa manusia berevolusi tanpa campur-tangan Allah. (lihat di sini)

Ilmuwan terkenal Richard Leakey May lalu berjanji bahwa tak akan lama bagi semua orang – termasuk mereka yang berpendapat bahwa penciptaan menjelaskan perkembangan manusia – akan menerima evolusi (Darwinisme). Entah apa tanggapannya mengenai penemuan fosil-fosil ini. (MP)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger