"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Ateisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ateisme. Tampilkan semua postingan

Video yang membuat sejumlah orang ateis tampak bodoh mendapat kritikan

Written By Menara Penjaga on Rabu, 28 Agustus 2013 | 12:19

AMERIKA SERIKAT, California (MP) – Video berdurasi 37 menit dengan judul Evolution vs. God mendapat kritikan dari Jeff Zweerink. Menurut doktor astrofisik dari Iowa State University ini, video yang dibuat oleh Ray Comfort, seorang penulis dan apologet Kristen, “bisa mencederai upaya orang Kristen untuk menjangkau para ilmuwan.”1

Sebagai pengarah dan produser video ini, Ray Comfort mengunjungi University of California Los Angeles (UCLA), University of Southern California (USC) dan University of Minnesota, Morris, dan mewawancarai, termasuk mendebat, empat profesor biologi dan sejumlah mahasiswa yang membidangi ilmu alam.





Video dengan klaim “menggoyahkan dasar iman [evolusi]” ini menyoroti kesulitan mereka yang diwawancarai dalam mengartikulasi teori evolusi Darwin (makroevolusi).

Menurut Dr. Zweerink, penggambaran dalam video ini bisa saja betul untuk sebagian orang, namun jauh dari penggambaran akurat tentang mayoritas para ilmuwan.

Menurutnya, ada juga ilmuwan Kristen yang menerima bagian dari teori evolusi seperti Deborah Haarsma. Itu sebabnya, walau ia tak setuju dengan pemahaman evolusi mereka, tapi karakter para ilmuwan itu menurutnya jauh dari apa yang digambarkan dalam video ini.


Kontroversial

Evolution vs. God di-release pada tanggal 6 Agustus lalu di Youtube, dan saat ini telah dilihat oleh 478 ribu lebih orang (dengan 9010 thumbsup dan 9050 thumbsdown).

Video ini menjadi sebuah kontroversi bersamaan dengan sebuah penelitian di Amerika Serikat yang mengatakan bahwa orang dengan tingkat intelektual tinggi cenderung tidak religius.

Jordan Monge, seorang pengurus The Veritas Forum, menilai bahwa penelitian yang terlalu berat ke populasi WEIRD itu tidak usah dianggap serius oleh orang yang beragama maupun yang tidak. (WEIRD maksudnya Western, Educated, Industrialized, Rich, Democratic).2

Namun sekalipun mendapat kritik, baik video maupun hasil penelitian itu bukannya tak berguna sama sekali.

Keduanya dapat mengingatkan bahwa yang sebenarnya adalah: di antara para pemeluk agama, ada orang yang sederhana pemikirannya dan ada pula yang kompleks. Demikian juga di antara mereka yang menolak untuk percaya kepada Allah.


Mencegah kesalah-pahaman

Dan untuk mencegah kesalah-pahaman, ada baiknya mengikuti apa yang diungkapkan oleh profesor matematika di Oxford University, John Lennox, pada Keswick Convention Oxford University Juli lalu.

Menurutnya, yang ada bukan pertentangan antara Tuhan dan ilmu pengetahuan, melainkan antara dua sudut pandang, yaitu paham ketuhanan (teism) dan ateism, dan ada para ilmuwan di masing-masing pihak.3 


Prof Lennox merupakan seorang apologet Kristen dan kritikus vokal para ilmuwan ateis selama ini.

Dalam sebuah artikel di Daily Mail ia mendebat pernyataan Profesor Stephen Hawking bahwa Tuhan tidak menciptakan alam semesta.

"Ketika [Prof.] Hawking berargumentasi, untuk mendukung teori penciptaan spontannya, bahwa hanya diperlukan api untuk menyulut sumbu untuk memulai alam semesta, pertanyaannya [di sini] harus: dari mana datangnya sumbu ini dan siapa yang menyalakannya, jika bukan Tuhan?," tulisnya. +


Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan | The fear of the LORD is the beginning of knowledge (Amsal/Proverb 1:7).



1 “A Review of Evolution vs. God,” Reasons.org, 5 Agustus 2013.

2  “Why Intelligent People Are Less Likely to Be Religious And how our expectations for Christians in education are changing,” Christianitytoday.com, 26 Agustus 2013; Artikel ini dapat dilihat di sini.


3 “John Lennox: The battle is not between God and science,” Christiantoday.com, 25 Juli 2013.   


Revisi teknis penulisan dan tambahan (teks warna merah) (2 September 2013).

Ketika Tuhan dimarginalisasi: Kesedihan atas peristiwa penembakan anak-anak di AS

Written By Menara Penjaga on Minggu, 23 Desember 2012 | 00:57

Dr James Dobson.
(foto: Christian Today.au)
AMERIKA SERIKAT, Connecticut (MP).

"Dan banyak hal-hal seperti ini yang terjadi di sekeliling kita, dan ada orang yang akan marah karena saya mengatakan ini, tapi saya mau memberikan pendapat jujur saya: Menurut saya kita telah membelakangi Alkitab dan Tuhan Yang Mahakuasa, dan saya pikir Dia telah mengijinkan penghakiman terjadi atas kita. Saya pikir itulah yang terjadi," ungkap Dr James Dobson dalam program "Dr. James Dobson's Family Talk," seperti dikutip oleh Christian Today Australia.

Judul acara yang mengudara Senin lalu itu adalah "Sebuah Bangsa yang Terguncang oleh Tragedi Sandy Hook."

Dr Dobson adalah seorang Kristen yang telah mengabdikan hidupnya untuk memperkokoh kehidupan keluarga melalui programnya
Focus on the Family (fokus pada keluarga). Ia adalah seorang psikolog dan banyak menulis buku tentang anak-anak. Ia juga secara vokal membela pernikahan sebagai antara seorang pria dan seorang wanita, termasuk kesucian nilai hidup.

Dalam program tersebut di atas Dr Dobson juga menunjuk pada pembunuhan bayi dalam kandungan dan 'pernikahan' sesama jenis sebagai tanda bahwa Amerika (Serikat) telah mengambil jalan yang melawan Allah.

Menurutnya, AS kelihatan sedang berada dalam keadaan yang penuh kekacauan. “Saya tidak berbicara politik. Saya tidak berbicara tentang hasil pemilu 6 November lalu. Saya mengatakan bahwa ada yang tidak beres di Amerika dan bahwa kita telah berbalik dari Tuhan,” ungkapnya.

"Jutaan orang telah memutuskan bahwa Allah tidak ada, atau [mengatakan] Allah tidak relevan bagi saya, dan kita telah membunuh 54 juta bayi, dan lembaga pernikahan saat ini sedang berada di ambang perubahan definisi secara menyeluruh. Percayalah, itu juga akan membawa konsekuensi." 


Budaya tanpa Tuhan 

Seorang mantan Gubernur negara bagian AS Mike Huckabee turut mengkritisi bagaimana Allah dimarginalisasi dari masyarakat AS dalam menyikapi tragedi di sekolah dasar Sandy Hook, yang menelan korban jiwa 20 anak-anak.

"Kita bertanya mengapa ada kekerasan di sekolah kita, tapi kita secara sistematis mengeluarkan Allah dari sekolah kita. Haruskah kita menjadi begitu terkejut bahwa sekolah telah menjadi seperti tempat pembantaian? Karena kita telah membuat sekolah sebagai sebuah tempat di mana kita tidak ingin membicarakan tentang kekekalan, kehidupan, arti tanggung jawab, dan kepercayaan," ungkap Mr Huckabee dalam sebuah wawancara dengan Fox News, seperti dilaporkan oleh Christian Today Australia.

Dalam Amendemen I Konsitusi AS tahun 1791 dikatakan bahwa Kongres tidak boleh membuat hukum mengenai penetapan satu agama, atau melarang kebebasan beragama. Namun, hal ini telah ditafsirkan sebagai pemisahan antara negara dan agama, yang ditafsirkan lebih jauh bahwa di sekolah-sekolah umum milik negara tidak boleh ada doa atau hal-hal menyangkut iman Kristen.

Sekolah dasar West Marion, negara bagian North Carolina baru-baru ini memerintahkan seorang anak enam tahun untuk mengeluarkan kata “God” (Allah) dari puisi yang akan dibacakannya untuk memperingati Hari Veteran (lihat di sini).

Mr Huckabee kemudian mengklarifikasi bahwa dia tidak menganggap bahwa insiden penembakan itu tidak akan terjadi jika doa diizinkan di sekolah, tetapi hal itu memberi titik tentang pentingnya peran kehadiran Allah dalam sebuah budaya.

"Kita telah mengiringNya keluar dari kebudayaan kita dan kita telah mengeluarkan-Nya dari ranah publik kita, dan sekarang kita mengungkapkan kekagetan kita bahwa budaya tanpa Dia (Allah) benar-benar mencerminkan apa yang telah menjadi," kata Mr Huckabee.

Bendera setengah tiang dikibarkan di seluruh AS dan lonceng gereja dibunyikan sebagai tanda belasungkawa. Semoga duka nasional ini memimpin pada pertobatan nasional.***


------
"Berbaliklah kamu dari pada jalan-jalanmu yang jahat itu dan tetaplah ikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan segala undang-undang yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu dan yang telah Kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku, para nabi." (2 Raja-Raja 17:13)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger