"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Patriarkh Gereja Ortodoks memberikan tanda penghargaan langka kepada wanita-kosmonot dunia pertama, Valentina Tereshkova

Written By Menara Penjaga on Senin, 17 Juni 2013 | 02:11

Valentina Tereshkova, perempuan pertama yang
diluncurkan ke luar angkasa
RUSIA, Moskow (MP) -- Hari Minggu kemarin (16 Juni 2013) menandai 50 tahun penerbangan angkasa luar wanita pertama yang dilakukan oleh kosmonot Valentina Tereshkova.

Tahun 1963, dengan pesawat ruang angkasa Vostok VI, Valentina yang berusia 26 tahun mengorbit bumi selama hampir tiga hari.

Sekalipun melalui kendala yang bisa berakibat fatal, Valentina berhasil melakukan misinya, sekaligus menunjukkan bahwa perempuan punya kemampuan yang sama dengan pria di luar angkasa.

Masa kecil yang keras
Kisah hidup Valentina mempersiapkannya untuk tantangan besar ini.

Pada usia dua tahun ia kehilangan ayahnya, Vladimir Tereshkov, dalam Perang Dunia II. Ibunya, Elena Fyodorovna, harus membanting tulang di sebuah pabrik kapas untuk membesarkannya bersama dua orang saudaranya.

Valentina sendiri membantu ibunya di rumah, dan nanti masuk sekolah pada usia 10 tahun. Ketika ia tinggal bersama neneknya, ia pun mengambil kerja magang di sebuah pabrik ban. Setahun kemudian (1955) ia ikut berkerja bersama ibu dan salah satu saudaranya mengoperasikan alat tenun.

Keadaan tidak membuatnya masa bodoh. Pada saat bersamaan ia mengambil kursus yang diberikan lewat surat-menyurat. Ia pun lulus dari Sekolah Teknik Industri Ringan.

Menjadi seorang kosmonot
Jalan menuju seorang kosmonot dimulai ketika ia bergabung dengan Club Olahraga Udara Yaroslavl pada tahun 1959. Ia pun menjadi seorang yang mahir terjun payung.

Terinspirasi oleh Yuri Gagarin, kosmonot Rusia yang menjadi manusia pertama di luar angkasa, Valentina menjadi sukarelawan untuk program angkasa luar Soviet.

Dengan ketrampilan yang dimilikinya, ia pun diangkat menjadi kosmonot pada tahun 1961, dan mengikuti latihan yang sulit untuk menjadi pilot utama Vostok VI.

Pada 16 Juni 1963 pukul 12.30 siang, Letnan Junior Valentina Tereshkova menjadi wanita pertama yang diluncurkan ke luar angkasa. “Aku melihat cakrawala. Warna biru muda, sebuah pita yang indah. Ini adalah Bumi. Betapa indahnya! Semua berjalan dengan baik,” ungkapnya lewat radio dengan kode Chaika (burung camar).

Dua tahun kemudian, p[P]ada tanggal 3 November 1963, Valentina Tereshkova menikah dengan kosmonot Soviet Kolonel Andrian Nikolayev, yang telah mengorbit bumi enam puluh empat kali pada tahun 1962 dengan Vostok III. Putri mereka, Yelena Adrianovna Nikolayeva, lahir pada tanggal 8 Juni 1964.

Tanda penghargaan langka
Valentina Vladimirovna "Valya" Tereshkova lahir di desa Sungai Volga di Maslennikovo tahun 1937. 6 Maret lalu ia merayakan ulang tahunnya yang ke 75.

Hari berbahagia itu dilengkapi dengan keputusan pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Patriarkh Kirill, untuk memberikan tanda penghargaan kepada kosmonot wanita pertama yang juga merupakan anggota dewan dari negara bagian Duma ini dengan tanda penghargaan Glory and Honor (tingkat 1).

Hal itu berdasarkan penilaian terhadap apa yang telah disumbangkan Valentina Tereshkova bagi "Tanah Air dan Gereja Ortodoks Rusia," seperti diungkapkan Patriarkh Kirill dalam pesannya memperingati 50 tahun momentum sejarah itu, demikian pernyataan Patriarkhat Moskow pada situsnya.

"Hidup Anda terkait dengan sejarah Kosmonautik. Dari melakukan penerbangan solo di ruang angkasa pada tahun 1963 ketika eksplorasi luar angkasa baru dimulai, Anda masih merupakan simbol spiritual yang tinggi sebagai seorang wanita Rusia yang siap untuk kepahlawanan tanpa pamrih, tidak hanya di Rusia tapi di seluruh dunia," demikian ditulis dalam pernyataan itu.

Tanda penghargaan Glory and Honor diberikan kepada pemimpin negara, organisasi internasional dan tokoh agama yang memberi kontribusi besar dalam hubungan antar-gereja, kerjasama antar-agama, memperkuat perdamaian dan persahabatan antar bangsa.

Penghargaan yang diinagurasi pada tahun 2004 lalu ini merupakan penghargaan penting kedua dalam Gereja Rusia dan lebih jarang diberikan dibanding penghargaan lainnya dalam Gereja Rusia.

Seorang feminis ulung
Valentina Tereshkova tak hanya diingat untuk penerbangan luar angkasanya, penghargaan yang diterimanya atau sederet jabatan kepemimpinan yang masih atau pernah dipegangnya.

Ia juga diingat untuk perannya dalam mendorong peran serta perempuan dalam berbagai bidang kehidupan.

Pandangan Valentina Tereshkova mengenai perempuan dan ilmu pengetahuan diringkasnya dalam sebuah artikel berjudul "Women in Space," (Perempuan di Luar Angkasa) yang ia tulis pada tahun 1970 untuk jurnal Impact of Science on Society (dampak ilmu pengetahuan terhadap masyarakat) di Amerika Serikat.

Dalam artikel itu ia mengungkapkan, "Saya percaya seorang wanita harus selalu tetap menjadi seorang wanita dan tidak ada hal feminin yang harus terasa asing bagi dirinya. ...saya sangat yakin bahwa tidak ada kerja yang dilakukan oleh seorang wanita di bidang ilmu pengetahuan atau budaya atau apa pun, bagaimana keras atau menuntutnya hal itu, akan berbenturan dengan misi indahnya sejak dulu kala – untuk mencintai dan dicintai – serta dambaannya untuk kebahagiaan sebagai seorang ibu. Sebaliknya, kedua aspek hidupnya ini dapat saling melengkapi dengan sempurna." (Valentina Tereshkova Biography; Interfax)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger