"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Konflik komunal di Myanmar, 112 tewas

Written By Menara Penjaga on Jumat, 26 Oktober 2012 | 22:45

Tragedi kemanusiaan: Para pengungsi Rohingya hidup terlunta-lunta karena sejumlah negara menolak keberadaan mereka (foto: Christophe Archambault / AFP).
MYANMAR, Naypyidaw (Kompas.com, 26 Oktober 2012)

Jumlah korban tewas dalam aksi kekerasan dalam enam hari terakhir di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, terus bertambah. Jumlah korban tewas mencapai 112 orang ketika pada Jumat (26/10/2012), pasukan keamanan melepaskan tembakan untuk mengakhiri bentrok sektarian terburuk di negeri itu dalam beberapa tahun terakhir.

Warga Rakhine mengatakan kepada Reuters, mereka ditembaki pasukan keamanan yang mencoba menegakkan aturan di daerah itu, setelah kekerasan terhadap penduduk Rohingya terjadi di sejumlah distrik termasuk di distrik Kyaukpyu di mana proyek pipa China-Myanmar bernilai miliaran dollar AS berawal.

"Militer melepaskan tembakan untuk mencegah sejumlah penduduk desa menyerang sebuah komunitas Rohingya," kata Aung Kyaw Min (28) yang tertembak kakinya.

"Saya tak mengerti mengapa militer menembaki kami," tambah dia

Dalam insiden lain, Kamis (25/10/2012), militer menembaki kerumunan pengunjuk rasa anti-Rohingya di kota Kyauktaw. Insiden itu menewaskan dua pengunjuk rasa dan empat lainnya terluka.

Tindakan tegas aparat keamanan Myanmar terhadap warga Rakhine menjadi pertanda bahwa militer, yang dituding membela para pemeluk Buddha, mencoba bertindak lebih keras setelah dunia internasional mengkritik minimnya tindakan yang dilakukan Pemerintah Myanmar.

Sementara itu, PBB memperingatkan Myanmar bahwa upaya menegakkan demokrasi di negeri itu bisa hancur jika kekerasan sektarian yang sudah berlangsung hanya lima bulan setelah kerusuhan yang menewaskan 80 orang dan membuat 75.000 orang mengungsi terjadi di kawasan yang sama.

"Ikatan peraturan sosial berpotensi hancur dan upaya reformasi serta keterbukaan yang tengah diusahakan pemerintah Myanmar sangat mungkin akan terganggu," demikian pernyataan resmi Sekjen PBB Ban Ki-moon yang disampaikan melalui seorang juru bicara.

"Rasa saling curiga yang semakin dalam antar komunitas kini dikesploitasi oleh kelompok militan dan para kriminal untuk menghasilkan korban jiwa dalam skala besar," tambah Sekjen Ban.

Meningkatkan korban tewas sejak Rabu lalu, menjadi ujian terberat pemerintah Myanmar yang tengah melakukan reformasi. Pemerintah Myanmar tengah diuji untuk mengatasi perselisihan yang dipicu perbedaan etnis dan agama yang selama hampir setengah abad berhasil ditekan rezim militer yang berakhir tahun lalu.

___
Apakah etnik dan agama membuat nilai kemanusiaan sekelompok orang lebih kurang dibanding yang lainnya? Konflik yang dibakar oleh sentimen agama adalah konflik yang diciptakan oleh masyarakat yang tak menghayati keberagamaannya. Semoga pemerintah Myanmar dapat segera mempertemukan dan mendamaikan kedua belah pihak, supaya jangan ada pihak-pihak yang makan tulang di tengah penderitaan anak-anak yang paling rentan dalam sebuah konflik. [*]
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger