"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Iran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iran. Tampilkan semua postingan

IRAN: Pelayan Tuhan dipenjara, para tahanan bertobat

Written By Menara Penjaga on Selasa, 24 September 2013 | 22:29

Pastor Saeed Abedini bersama keluarga (foto: nydailynews)
IRAN, Teheran (MP) -- Setahun ditahan di Penjara Evin di Iran, Pastor Saeed Abedini diberitakan telah membawa lebih dari 30 orang mengenal Yesus Kristus (Isa al-Masih). 

Hal ini diungkapkan oleh Naghmeh Abedini, sang isteri, ketika menjadi pembicara di sebuah pertemuan di Liberty University, Amerika Serikat. 

"Mereka banyak kali telah mengatakan padanya bahwa mereka akan membebaskannya dan mengijinkannya kembali pada keluarga kami, dengan anak-anak dan saya, jika ia menyangkal iman Kristennya, [namun] ia tetap teguh berdiri di penjara itu," demikian ungkap sang isteri seperti dilaporkan theblaze.com. 

Pastor Saeed menjadi Kristen tahun 2000 lalu dan menjadi salah satu tokoh kebangunan gereja di Iran. Pernikahannya dengan Naghmeh yang berkewarganegaraan AS memberikannya kesempatan untuk memiliki dual-citizenship, Iran dan AS. Saat ini mereka telah dikaruniakan dua orang anak. 

Pastor Saeed ditahan di pertengahan 2012 lalu sementara berupaya membangun sebuah panti asuhan. Ia dituduh pemerintah Republik Islam Iran membahayakan keamanan nasional. Pada persidangan di awal 2013 ia dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

Dalam sebuah surat yang dikirimkan Pastor Saeed kepada isterinya di permulaan tahun ia mengungkapkan tentang penganiayaan mental dan fisik yang harus dialaminya dalam tahanan, termasuk tidak diijinkan berobat. 

"Bagi saya mengetahui bahwa begitu banyak di antara mereka sekarang mengenal Kristus, semua itu menjadi tidak sia-sia. Aku tahu bahwa penahanannya tidaklah sia-sia," ungkap sang isteri seperti dikutip Christianpost.com.

"Anak-anak begitu ingin supaya ia kembali, tapi kami bangga bahwa ia lebih memilih Kristus dari kami, bahkan lebih dari berkumpul bersama kami, ia telah memilih untuk mempertahankan imannya," ungkapnya. 

Saat ini petisi untuk pembebasan Pastor Saeed di beheardproject.com telah mencapai lebih dari 600.000. [+]


Iran menawarkan bantuan kemanusiaan untuk membantu korban bencana di New York

Written By Menara Penjaga on Kamis, 01 November 2012 | 08:01

Akitab badai Sandy di New Jersey
(foto: dailynews.com)
IRAN, Teheran (The New York Times, 31 Oktober 2012). 

Regu penyelamat dan tenaga bantuan Iran dalam keadaan siaga untuk diberangkatkan ke kota New York untuk membantu korban bencana alam badai super Sandy, demikian diungkapkan oleh ketua organisasi Bulan Sabit Merah (BSM) Iran. 

"Kami siap untuk membantu masyarakat Amerika yang terkena banjir," ungkap Mahmud Mozaffar, ketua BSM Iran kepada Fars News Agency. 

Para sukarelawan dalam keadaan siaga untuk naik pesawat dan terbang ke Amerika Serikat untuk menyediakan pertolongan, jika pemerintah AS bersedia menerima tawaran dari Iran, ungkapnya. 

"Kalau pihak berwenang di AS setuju, kami bisa mengirimkan regu penyelamat kami dengan peralatan dan perlengkapan ke kota-kota di AS dalam waktu yang singkat," ungkap bpk. Mozaffar. 

Saat ini belum ada konfirmasi dari pihak pemerintah AS. 

BMS Iran, organisasi yang mirip dengan Palang Merah, telah berpengalaman menyediakan bantuan cepat setelah bencana, karena situasi rawan bencana di Iran sendiri. 

Bulan Juni 2010 lalu, Kementrian Luar Negeri Iran dan Korps Pengawal Revolusi juga menyatakan kesiapan mereka untuk membantu AS mengendalikan tumpahan minyak di Teluk Meksiko. [*]

Surat ungkapan syukur dan terima kasih Pdt. Youcef Nadarkhani

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 29 September 2012 | 13:21

Keluarga Pdt. Youcef Nadarkhani setelah dibebaskan
(foto: Jawaban.com)
Bukan kepada kami, ya Tuhan, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu.... Mazmur 115:1

Salaam! (Damai bagimu!)

Saya meninggikan dan mengucap syukur kepada Tuhan dengan segenap hati saya. Saya bersyukur atas semua berkat yang diberikan-Nya sepanjang hidup saya. Terutama saya sangat bersyukur atas kebaikan dan perlindungan ilahi yang senantiasa menyertai selama masa penahanan saya.

Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada mereka di seluruh dunia yang memperjuangkan kasus saya, atau harus saya katakan membela kasus saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya, baik secara terbuka maupun tersembunyi. Kalian semua sangat dekat di hati saya. Semoga Tuhan memberkati Anda dan menganugerahkan rahmat-Nya yang sempurna dan berdaulat.

Memang saya telah diuji, dengan ujian iman sebagaimana tertulis di Alkitab "lebih berharga daripada emas yang fana." Namun saya tidak pernah merasa sendirian. Sepanjang waktu saya menyadari fakta bahwa ini bukanlah pertempuran sendirian, karena saya merasakan seluruh kekuatan dan dukungan dari orang-orang yang menaati hati nurani mereka dalam memperjuangkan keadilan dan hak-hak seluruh umat manusia. 

Berkat perjuangan ini, saat ini saya menikmati sukacita besar untuk berkumpul bersama istri dan anak-anak saya yang luar biasa. Saya bersyukur kepada mereka yang rela dipakai oleh Tuhan. Semua hal ini sangat menyemangati saya.

Selama masa [penahanan] itu, saya memiliki kesempatan mengalami apa yang tertulis di dalam Alkitab dengan cara yang luar biasa, sebagaimana tertulis: "Memang, penderitaan Kristus berlimpah bagi kita, namun dorongan semangat kita berlimpah melalui Kristus..." 

Dia telah menghibur keluarga saya dan telah memberikan segala yang diperlukan dalam menghadapi situasi sulit. Dalam kasih karunia-Nya, Dia menyediakan kebutuhan rohani dan materi, mengangkat beban berat yang saya pikul.

Melalui ujian ini, Tuhan menyediakan secara luar biasa, mengizinkan saya untuk menghadapi tantangan yang ada di depan saya. Sebagaimana tertulis dalam Alkitab, "Dia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita." 

Terlepas dari fakta bahwa saya divonis bersalah karena murtad menurut hukum Syariah, saya bersyukur bahwa Dia memberi kebijaksanaan kepada para pemimpin negeri untuk mematahkan putusan hakim dengan mempertimbangkan fakta-fakta lain berdasarkan hukum Syariah yang sama. 

Hal ini memperjelas bahwa para pembela hak-hak orang Iran dan para ahli hukum telah melakukan upaya penting untuk menegakkan hukum dan hak [asasi manusia]. Saya ingin berterima kasih kepada mereka yang telah membela hak itu sampai akhir.

Saya senang hidup di masa ketika kita dapat melihat secara kritis dan konstruktif ke masa lalu. Masa ini telah memungkinkan penulisan teks universal yang bertujuan memperjuangkan hak-hak asasi mausia. Hari ini, kami berhutang atas upaya yang diberikan oleh orang-orang terkasih yang telah bekerja untuk menghormati martabat manusia dan telah meneruskan teks-teks universal yang signifikan ini kepada kami. Saya juga berhutang kepada mereka yang telah setia menyampaikan Firman Tuhan, karena Firman itu yang menjadikan kita sebagai ahli waris Allah.

Sebelum mengakhiri surat ini, saya ingin mengungkapkan sebuah doa demi terbentuknya perdamaian tanpa akhir dan secara universal, sehingga kehendak Bapa terjadi di bumi seperti di sorga. Memang, semuanya akan berlalu, namun Firman Allah, sumber damai sejahtera, akan tetap untuk selamanya.

Kiranya kasih karunia dan rahmat Tuhan berlipat ganda bagi Anda. Amin!
 
Youcef Nadarkhani



Surat Pdt. Youcef Nadarkhani ini dikirim kepada Present Truth Ministries dan dimuat di Jawaban.com. Artikelnya dapat dibaca di sini.

Kabar baik: Pendeta Iran Youcef Nadarkhani dibebaskan

Written By Menara Penjaga on Senin, 10 September 2012 | 05:39

Pdt. Nadarkhani dan isteri
(foto: bosnewslife/churchofiran)
IRAN, Teheran.
Dalam sebuah keputusan tak terduga, pengadilan Iran pada hari Sabtu 8 September 2012 memerintahkan pembebasan Pdt. Youcef Nadarkhani yang telah dipenjara sejak 2009 dan dijatuhi hukuman mati karena “murtad,” demikian dilaporkan BosNewsLife. Pelaksanaan hukuman gantung itu ditangguhkan pada bulan Juli tahun lalu.
 
Seorang anggota jemaat pimpinan Pdt. Nadarkhani mengungkapkan pada BosNewsLife bahwa tuduhan “murtad” telah dianulir namun ia dinyatakan bersalah atas tuduhan melakukan penginjilan kepada warga Muslim. Ia dijatuhi tiga tahun penjara, waktu yang sudah dijalaninya selama masa tahanan. Keputusan ini diketuk di Rahst, kota asal Pdt. Nadarkhani.
 

Pdt. Nadarkhani disambut keluarga
(foto: bosnewslife/churchofiran)
“Terima kasih untuk semua yang telah mendukung saya lewat doa,” ungkap Pdt. Nadarkhani lewat seorang penerjemah kepada BosNewsLife.
 
Istrinya, Fatemah Pasindedih, dan kedua anaknya, Daniel dan Yoel, menyambut Pdt. Nadarkhani dengan pelukan ketika pintu besi penjara terbuka. Sanak keluarga yang datang menyambut kebebasan Pdt. Nadarkhani tersenyum sambil mencucurkan air mata menyaksikan reuni ini.
 
“Saya mengalami kehadiran Tuhan di sisi saya setiap waktu,” ungkap pendeta berumur 35 tahun ini.
 
Di tempat berbeda Firouz Khandjani, seorang anggota dewan gerakan Gereja Iran, menyebutkan kepada BosNewsLife, “Ini merupakan jawaban atas doa-doa.” Ia juga mengingatkan bahwa Pdt. Nadarkhani kemungkinan masih menghadapi bahaya yang mengancam jiwanya.
 
Pdt. Youcef Nadarkhani serta beberapa anggota jemaat gereja rumah yang di pimpinnya ditahan di kota Rahst pada 2009 lalu ketika hendak mendaftarkan gereja mereka pada pemerintah. Hal ini dikaitkan dengan protes yang disuarakannya atas mandat pelajaran Al Quran di sekolah yang diharuskan bagi anak-anaknya. Menurut Pdt. Nadarkhani hal itu melawan konstitusi Iran yang menjamin kebebasan beragama.
 
Ia kemudian dituduh murtad dan ancaman hukuman mati. Beberapa kali Pdt. Nadarkhani diberi kesempatan untuk menyangkal imannya, namun ia menolak. Dalam surat yang ditulisnya dari penjara ia menyatakan, “Firman Allah mengatakan pada kita untuk siap menghadapi penderitaan dan hinaan demi namaNya.” Ia mengatakan bahwa kesabaran Tuhan harus nampak dalam penderitaan kita. “Siapapun yang mengabaikan ini akan dipermalukan” pada hari orang-orang Kristen akan bertemu Tuhannya, ungkapnya seperti dilansir BosNewsLife.
 
Bulan Juni lalu, Pdt. Nadarkhani menulis:
“Banyak yang mencoba lari dari ujian imannya…tidak ada seorang pun dapat menjadi pemenang dengan lari dari semua itu, tetapi dengan kesabaran dan kerendahan hati ia akan dapat mengatasi ujian ini dan memperoleh kemenangan.”
 
Dengan doa-doa kita semua, kuasa Tuhan bekerja dalam pembebasan Pdt. Nadarkhani, dan tak terkecuali dalam kesaksian para martir yang telah menerima penderitaan dan kematian demi nama Tuhan oleh karena pengharapan mereka akan hidup yang lebih baik bersama Allah. (MP)

Presiden Iran: “Israel boneka negara-negara Barat”

Written By Menara Penjaga on Minggu, 19 Agustus 2012 | 00:43

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad
(foto: wikipedia)

IRAN, Teheran.
Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, dalam pidatonya hari Jumat (17/08), menyebut Israel sebagai “boneka negara-negara Barat untuk menguasai Timur Tengah,” demikian dilaporkan kantor berita AFP.

Ia juga menyebut keberadaan rezim Zionist sebegai “penistaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.”

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengecam isi pidato Presiden Iran yang dianggapnya menghasut dan menyerang pihak lain.

Iran selama beberapa puluh tahun terakhir ini terlibat ketegangan dengan Israel, termasuk pendukung utamanya, Amerika.

Israel dan pendukungnya melihat bahwa program misil dan nuklir Iran mengancam kepentingannya di Timur Tengah. Iran telah menyangkal tuduhan bahwa program pengayaan nuklirnya adalah untuk senjata, melainkan untuk tenaga listrik dan radioisotop untuk mengobati penyakit kanker, demikian dilaporkan AP.

Israel dan Amerika sedang mempertimbangkan opsi untuk menyerang fasilitas-fasilitas nuklir Iran. Sebuah langkah yang ditentang Rusia dan negara-negara lainnya.

Iran berjanji untuk membalas apabila Israel melakukan serangan, termasuk menjadikan kepentingan-kepentingan Amerika di wilayah itu sebagai target. 

Warga Israel menolak perang

Sementara itu diberitakan sekitar 400 warga Israel menandatangani petisi online berisi permintaan kepada pilot-pilot Angkatan Udara Israel untuk membangkang jika diperintah mengebom Iran, demikian laporan BBC.

Petisi tersebut meminta para pilot menggunakan akal sehat dalam menghadapi apa yang mereka sebut rencana untung-untungan yang keliru.

Dokumen ini menyebutkan, "Saat ini nasib kami ada di tangan Anda."

Petisi ini dikeluarkan ketika spekulasi serangan Israel terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran makin kencang. (BBC/AP)

Doakan Iran: dua gempa mengguncang, 153 orang meninggal

Written By Menara Penjaga on Minggu, 12 Agustus 2012 | 03:07

(Ilustrasi: BBC)
IRAN, Tehran.
Dua gempa kuat mengguncang kawasan Iran barat laut. Deputi Kementrian Dalam Negeri Hassan Ghadami mengatakan sudah terdapat 153 orang meninggal dunia. Sementara seorang pejabat provinsi, Khalil Sa'ie, melaporkan 1300 orang lainnya terluka, demikian dilaporkan Reuters mengutip agen berita Fars.

Kedua gempa itu menurun Badan Geologi Amerika Serikat berkekuatan 6,4 dan 6,3 dalam skala Richter.

Gempa itu terjadi di dekat kota Tabriz dan kota Ahar, namun korban kebanyakan berada di desa-desa terpencil.

"Gempa membuat warga panik. Semua orang bergegas ke jalanan dan suara sirene ambulan terdengar di mana-mana," kata seorang warga Tabriz kepada BBC.

Puluhan anggota penyelamat sudah dikirim ke wilayah bencana namun mereka harus bekerja di tengah kegelapan yang mempersulit upaya penyelamatan.

Kedua gempa itu hanya berselang beberapa menit saja, demikian menurut ahli seismologi di Universitas Teheran.

Iran berada di atas sejumlah lempeng bumi dan kerap dihantam gempa mematikan.

Gempa besar terakhir menghancurkan kota Bam pada 2003 lalu dan menewaskan lebih dari 25.000 orang. (BBC/Reuters)

Dunia dalam berita: Bulgaria, Suriah, Indonesia

Written By Menara Penjaga on Jumat, 20 Juli 2012 | 01:25

Evakuasi korban luka-luka (foto:AP)
BULGARIA -- Sebuah bom bunuh diri terjadi di Bulgaria, menyebabkan lima (5) warga Israel, supir berkewarganegaraan Bulgaria, dan pelaku bom tewas. Belum ada yang menyatakan bertanggung-jawab atas serangan itu, tetapi pemerintah Israel menuduh Iran sebagai otak dibelakang serangan terhadap warga negaranya. Pemerintah Iran menolak tuduhan keterlibatan mereka dalam serangan Rabu itu, sambil mengklaim bahwa Mossad, intelijen Israel, bertanggung jawab atas pembunuhan para ilmuwan Iran yang membidangi nuklir sejak tahun 2010 lalu, termasuk serangan virus komputer. Ketegangan ini semakin meningkatkan bayang-bayang perang antara dua negara yang dapat memicu kondisi yang tak terbayangkan sebelumnya, tidak hanya bagi kedua negara tapi juga bagi dunia.

SURIAH -- Mengikuti situasi di Suriah yang semakin memprihatinkan, Rusia dan Cina mem-veto resolusi PBB yang didukung oleh negara-negara Barat untuk mengakhiri pemerintahan Presiden Bashar as-Assad. Jumlah suara 11-2, dengan dua abstain, Afrika Selatan dan Pakistan. Dutabesar Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, mengatakan, “Kami tidak bisa menerima dokumen pada bab 7 yang akan membuka jalan untuk sanksi menekan dan lebih jauh lagi keterlibatan militer dari luar dalam urusan domestik Suriah,” seperti dikutip AP. Sikap kedua negara adidaya ini kemungkinan mendasari keputusannya dengan melihat pengalaman Libya.

INDONESIA -- Sementara itu, dari Indonesia, dua orang siswi SMA Teuku Nyak Arief Fatih Bilingual School Banda Aceh, Rizka Nadia dan Syarifah Fazrina, berhasil menyisihkan peserta dari 52 negara, saat mengikuti Genius Olympiad di New York, Amerika Serikat, 24-30 Juni 2012. Penemuan mereka dapat membuat polusi berkurang secara signifikan. Racikan gulma yang disebut kiambang, ragi, dan air bersih buatan mereka ternyata bisa menggantikan fungsi premium (bensin). Namun berkurangnya polusi takkan berarti apa-apa jika sesama manusia masih saling melihat satu dengan yang lain sebagai musuh dan ancaman. (AP/SerambiIndonesia/MP)





 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger