"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bencana Alam. Tampilkan semua postingan

Mohon doa bagi masyarakat korban angin topan di Filipina dan para pekerja kemanusiaan (UP-DATED)

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 09 November 2013 | 11:47



MP, 13 Nov. 13.
Menurut keterangan Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina kepada media, Rabu, 13 November 2013, korban tewas topan Haiyan (Yolanda) di Filipina mencapai 2.275 orang, dan mengakibatkan 3.655 orang cedera dan 80 korban lainnya hilang.

“Indonesia mengirimkan 75 ton bantuan berupa selimut, alas lantai, dan makanan dengan menggunakan enam pesawat C-130,” kata Asri Wijayanti, juru bicara Pusat Penanganan Bencana ASEAN (ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Managemen/AHA Center). (Tempo.co)

MP, 12 Nov. 13. 
Paus Fransiskus memimpin ribuan orang di Vatikan dalam doa bagi para korban badai di Filipina. Pemimpin umat Katolik ini mengungkapkan kepada para peziarah, wisatawan dan warga Roma yang hadir di alun-alun Santo Petrus pada hari Minggu bahwa ia ingin meyakinkan rakyat Filipina dan wilayah sekitarnya bahwa ia merasa dekat dengan mereka. Ia menyesalkan jumlah korban yang tinggi dan kerusakan yang besar, kemudian mengajak doa hening untuk "saudara-saudara kita." "Mari kita mencoba untuk memberikan bantuan yang konkrit," ungkap Paus juga.

Pope Francis Leads Prayers for Philippines Tyhpoon Victims

Huffington via WN 
http://article.wn.com/view/2013/11/11/Pope_Francis_Leads_Prayers_For_Philippines_Typhoon_Victims/#/related_news

-------

MP, 10 Nov. 13. 
Organisasi bantuan kemanusiaan, pengembangan, dan advokasi, World Vision, telah mengumumkan peluncuran sebuah upaya tanggap darurat untuk menyalurkan makanan, perlengkapan kebersihan, tempat tinggal sementara, dan perlengkapan bantuan lainnya untuk 1,2 juta orang di wilayah Visayas Tengah dan Timur, Filipina.

"Kami juga akan bekerja untuk melindungi anak-anak, yang paling rentan setelah terjadinya bencana topan Haiyan," demikian keterangan dari World Vision menyusul topan dahsyat yang melanda Filipina Kamis malam.

Menurut The Associated Press korban tewas di kota Tacloban, Filipina tengah, saja bisa mencapai 10.000 orang. 

Sejumlah organisasi kemanusiaan Kristen berbasis di Amerika Serikat lainnya sedang berupaya untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat Filipina.


US Christian Groups Respond to Super Typhoon Haiyan; Over 10,000 Feared Killed, Millions Affected
http://www.christianpost.com/news/us-christian-groups-respond-to-super-typhoon-haiyan-over-10000-feared-killed-millions-affected-108452/ 

-------

FILIPINA, Manila (MP) --- Sedikitnya 120 orang dilaporkan tewas akibat topan Haiyan yang menerjang Filipina. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah. 

Status topan yang di Filipina dinamai Yolanda itu kini turun dari kategori 5 menjadi 4. 

Topan ini mengakibatkan banjir besar, pohon tumbang, rusaknya rumah warga dan fasilitas air bersih, terputusnya jaringan telepon dan listrik, serta terputusnya jalan-jalan penghubung di enam wilayah di Filipina. 

Kecepatannya melebihi 200 km/jam. 

Badan amal Caritas, bersama Pontifical Institute for Foreign Mission dan keuskupan gereja Katolik diberitakan sedang mengupayakan bantuan bagi para korban, yang banyak di antaranya turut menderita akibat gempa bumi 7,2 pada skala richter baru-baru ini. []


Death toll from Typhoon Haiyan rises to 120. The Church is ready to send aid
http://www.asianews.it/news-en/Death-toll-from-Typhoon-Haiyan-rises-to-120.-The-Church-is-ready-to-send-aid-29499.html

Topan Filipina Renggut Lebih dari 100 Nyawa
http://www.tempo.co/read/news/2013/11/09/118528332/Topan-Filipina-Renggut-Lebih-dari-100-Nyawa

Foto: Reuters via Tempo.co

Banjir di India, "Kita tidak boleh hanya merasa kasihan, tapi kita juga harus bertindak" (up-dated)

Written By Menara Penjaga on Selasa, 25 Juni 2013 | 03:21

Seorang peziarah yang membawa seorang anak diselamatkan
dengan menggunakan tali (foto: Deccan Chronicle).

INDIA, Uttarakhand (MP) – Curah hujan yang sangat tinggi telah menimbulkan bencana banjir besar di India. Jumlah korban tewas menurut pemerintah Uttarakhand telah lebih dari 1000 orang, mengoreksi jumlah 557 yang disebut menteri informasi dan penyiaran Manish Tewari, demikian dilansir Deccan Chronicle (DC).

Hujan lebat selama empat hari memicu banjir dan tanah longsor di negara bagian ini termasuk wilayah Nepal.

Musim hujan datang lebih awal sehingga wilayah itu "sangat" tidak siap menghadapinya, demikian pernyataan dari Gospel for Asia (GFA), organisasi Kristen yang saat ini sedang berupaya untuk membantu masyarakat korban banjir.

GFA mengupayakan penyediaan air bersih dan makanan kepada para korban banjir akibat curah hujan yang disebut terberat di India dalam 60 tahun terakhir.

Organisasi telah menjangkau masyarakat di zona pinggiran bencana dan sedang menunggu lampu hijau dari pemerintah India untuk memasuki daerah yang paling parah.

DC melaporkan tentang sejumlah peziarah yang berhasil diselamatkan. Mereka telah tidak makan selama hampir seminggu. 

"Penderitaan ini membuat hati kami perih, karena kita tahu bahwa Allah mengasihi kita semua," kata K. P. Yohannan, pendiri dan presiden GFA. "Kita tidak boleh hanya merasa kasihan, tapi kita juga harus bertindak untuk meringankan penderitaan di mana pun kita menemukannya."

Seorang gembala di Saharanpur mengutarakan kepada pekerja GFA tentang tangisan orang-orang saat mereka menyaksikan rumah-rumah mereka hanyut dibawa air. GFA belum mampu menghubungi beberapa personilnya yang tinggal di daerah yang paling parah karena aliran listrik mati.

Di Nepal, setidaknya 39 orang tewas dan laporan lapangan GFA menyebutkan bahwa jumlah pengungsi lebih dari 2.000 orang.

"Berdoalah untuk menyelamatkan yang hilang dan terdampar dan supaya Allah akan memulihkan cuaca yang baik di daerah ini," kata Yohannan. "Dalam nama Tuhan, kita harus berdoa dan menanggapi situasi ini."

Donasi untuk bantuan bencana di India dan Nepal, silahkan klik www.gfa.org/flood/northindia/

(CT/MP)


Simpati dari umat Muslim
Hari Sabtu lalu komunitas Muslim di Surat menunjukkan simpati atas bencana ini dengan mengadakan doa bersama bagi para korban banjir. 

(foto: Deccan Chronicle)

Sebuah kuil di Kedarnath bersama bangunan lainnya tampak rusak parah setelah hujan deras yang menyebabkan banjir bandang menimpa Uttarakhand. 
(foto: Deccan Chronicle)
-------
KOMPAS.com (29 Juni 2013) -- Korban tewas banjir di Negara Bagian Uttarakhand, India mencapai 10.000 orang. Data dari dewan perwakilan rakyat setempat ini mengemuka dalam warta AP pada Sabtu (29/6/2013). 

World Vision menyalurkan bantuan kemanusiaan pada korban gempa di Cina

Written By Ray Maleke on Selasa, 23 April 2013 | 10:07

Para korban gempa di wilayah Lushan, baratdaya Provinsi Sichuan, Cina, menerima bantuan kemanusiaan pada
21 April 2013, setelah sebuah gempa dengan kekuatan 7.0 pada skala richter menghantam pada hari sebelumnya (foto: Kyodo/AP)
World Vision, sebuah organisasi Kristen yang bergerak di bidang kemanusiaan, mendistribusikan perlengkapan higienis dan kebutuhan anak bagi para keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat gempa kuat yang mengguncang Provinsi Sichuan, Cina, pada hari Sabtu.

Menurut media pemerintah, gempa berkekuatan 7,0 itu telah menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai 11.500.

Banyak orang kehilangan tempat tinggal setelah gempa yang meruntuhkan bangunan dan turut melumpuhkan saluran telepon itu.

Gempa tersebut memporak-porandakan sebuah daerah terpencil di provinsi Sichuan. BBC melaporkan bahwa tim penyelamat harus berjalan kaki untuk masuk ke wilayah Boaxing karena rusaknya sarana jalan.

"Kami berdoa bagi para korban dan bagi mereka yang menderita karena akibat bencana gempa ini," ungkap
Paus Francis hari Minggu kemarin. (CT)

 

Gempa bumi di Guatemala, korban meninggal terus bertambah

Written By Menara Penjaga on Jumat, 09 November 2012 | 05:39

Seorang anggota regu penyelamat di tengah
puing-puing akibat gempa (foto: Aljazeera.com)
GUATEMALA, San Marcos (8 November 2012).

Gempa bumi sebesar 7,4 pada skala Richter yang kemarin (Rabu, 7/11) menghantam bagian utara Guatemala menyebabkan 48 korban jiwa (menurut USA Today 2 jam lalu sudah meningkat menjadi 52). Hal ini diumumkan oleh Presiden Guatemala, Otto Perez Molina, dalam sebuah pesan kenegaraannya setelah mengunjungi daerah bencana.

Menurut Presiden Molina sejumlah 155 orang mengalami luka parah dan 23 dinyatakan hilang. Dari informasi yang dikirim ke Agenzia Fides, jumlah para pengungsi mencapai sekitar 17.000. Presiden mengatakan dalam pesannya bahwa gempa ini adalah yang kedua terkuat setelah gempa 4 Februari 1976, yang menyebabkan 23.000 meninggal dan lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal.

Tanda "siaga merah" masih sementara berlaku secara nasional karena kekuatiran akan gempa susulan.

Gempa bumi ini menyebabkan gangguan listrik, air dan telekomunikasi di wilayah barat Guatemala.

Tanah longsor di dua lokasi telah memutuskan akses lewat jalan raya Inter-Amerika, sehingga mencegah kendaraan menuju ke daerah-daerah yang terkena bencana. Gempa yang begitu kuat juga terasa di Meksiko dan El Salvador. (Agenzia Fides)

-------
Anda tak perlu memberikan seribu blanket untuk seribu pengungsi, kalau Anda hanya memiliki satu untuk diberikan, berikanlah yang satu itu. Anda telah membuat sebuah perbedaan dalam hidup orang itu. Satu orang, setiap waktu. 

Iran menawarkan bantuan kemanusiaan untuk membantu korban bencana di New York

Written By Menara Penjaga on Kamis, 01 November 2012 | 08:01

Akitab badai Sandy di New Jersey
(foto: dailynews.com)
IRAN, Teheran (The New York Times, 31 Oktober 2012). 

Regu penyelamat dan tenaga bantuan Iran dalam keadaan siaga untuk diberangkatkan ke kota New York untuk membantu korban bencana alam badai super Sandy, demikian diungkapkan oleh ketua organisasi Bulan Sabit Merah (BSM) Iran. 

"Kami siap untuk membantu masyarakat Amerika yang terkena banjir," ungkap Mahmud Mozaffar, ketua BSM Iran kepada Fars News Agency. 

Para sukarelawan dalam keadaan siaga untuk naik pesawat dan terbang ke Amerika Serikat untuk menyediakan pertolongan, jika pemerintah AS bersedia menerima tawaran dari Iran, ungkapnya. 

"Kalau pihak berwenang di AS setuju, kami bisa mengirimkan regu penyelamat kami dengan peralatan dan perlengkapan ke kota-kota di AS dalam waktu yang singkat," ungkap bpk. Mozaffar. 

Saat ini belum ada konfirmasi dari pihak pemerintah AS. 

BMS Iran, organisasi yang mirip dengan Palang Merah, telah berpengalaman menyediakan bantuan cepat setelah bencana, karena situasi rawan bencana di Iran sendiri. 

Bulan Juni 2010 lalu, Kementrian Luar Negeri Iran dan Korps Pengawal Revolusi juga menyatakan kesiapan mereka untuk membantu AS mengendalikan tumpahan minyak di Teluk Meksiko. [*]

Badai super Sandy menghantam pantai timur Amerika Serikat, jumlah korban sementara 39 orang

Written By Menara Penjaga on Rabu, 31 Oktober 2012 | 07:41

Dampak badai super Sandy di AS
(foto: AP/Jacqueline Larma)
AMERIKA SERIKAT, New York (31 Oktober 2012).

Jutaan orang dari Maine sampai Carolina mendapati hari Selasa tanpa listrik. Kota New York dalam ketenangan yang menakutkan ketika badai super Sandy menerobos masuk ke pedalaman benua, sementara terus membawa angin dan hujan yang menghukum. Jumlah korban tewas di AS naik menjadi 39, banyak korban tewas tertimpa pohon. (Sandy leaves)

Kerusakan di New Jersey, di mana badai mendarat Senin malam dengan kecepatan angin 80 mph, masih belum dapat dipastikan.

"Kami berada di tengah-tengah upaya pencarian dan penyelamatan di kota. Tim kami bergerak secepat yang mereka bisa," ungkap Gubernur Chris Christie. "Kehancuran di pantai Jersey adalah yang terburuk yang pernah kami lihat. Kerugian akibat badai ini saat ini belum dapat dipastikan."

Sementara itu, dilaporkan bantuan dari beberapa organisasi Kristen telah berdatangan. Salah satunya adalah dari tim
Billy Graham Rapid Response yang telah mulai bergerak pada Senin sore. "Kami memiliki tim di lapangan dalam waktu 24 jam setelah badai ini lewat. Tolong berdoa untuk keselamatan para koordinator yang akan mengendarai unit mobile, dan para pendeta relawan yang datang dari seluruh negeri." (Christian agencies)

Sebagai tujuan dari tim respon organisasi penginjil terkenal ini adalah "mengerahkan para pendeta untuk menyediakan pelayanan dan doa dan dengan patut membagikan kasih Allah, penghiburan, dan pengharapan bersama mereka yang terkena dampak bencana buatan manusia atau alam."

Beberapa organisasi Kristen seperti Bala Keselamatan sudah berada di tempat, menyediakan bantuan makanan dan tempat tinggal. 



Badai Sandy menerjang Haiti, mengancam pantai timur Amerika Serikat

Written By Ray Maleke on Selasa, 30 Oktober 2012 | 05:41

Citra satelit badai Sandy (foto: news.yahoo.com)
AMERIKA SERIKAT, Washington DC (KOMPAS.com, 29 Oktober 2012).
 
Badan Cuaca Nasional AS mengatakan, [badai] Sandy bergerak ke utara dari Karibia, diperkirakan mencapai daratan pada Selasa (30/10) dini hari dekat pantai Delaware. Pada saat yang sama, sebuah badai musim dingin bergerak melintasi AS dari arah barat dan udara dingin mengalir ke selatan dari Kanada. (Badai super)
 
Kalau ketiganya bertemu, Selasa pagi, di sekitar New York atau New Jersey, diperkirakan akan menciptakan badai super. Badai ini akan bergerak ke barat dan menghantam Negara Bagian Virginia, West Virginia, Pennsylvania, New York, Massachusetts, bahkan Ohio.
 
Badai super bisa membawa hujan hingga 300 milimeter, angin kencang, dan salju setebal 60 sentimeter. ”Tampaknya ini akan merupakan badai serius yang bersejarah,” kata Jeff Masters, Direktur Meteorologi pada Layanan Prakiraan Cuaca Weater Underground.
 
Dengan gabungan tiga sistem cuaca di kawasan yang padat penduduk, para ahli memperkirakan kerugian bisa mencapai 1 miliar dollar AS. Badai super itu diperkirakan bisa memengaruhi hingga sepertiga wilayah AS.
 
"Tak diragukan lagi pasti akan jatuh korban jiwa," kata Gubernur Maryland, Martin O'Malley, kepada wartawan, sembari mengatakan intensitas badai Sandy sangat mungkin menghasilkan hantaman ombak raksasa. (Sandy mengancam)
 
Ramalan cuaca memperingatkan bahwa di pelabuhan New York dan Long Island akan menghadapi ombak setinggi lebih dari tiga meter ditambah gelombang pasang akibat bulan purnama.
 
Sebelumnya, topan ini telah menghantam langsung Jamaika, Kuba, dan Kepulauan Bahama. Namun, sebagian besar korban tewas dan kerusakan yang paling parah terjadi di Haiti.
 
Korban tewas di Haiti yang telah dikonfirmasi mencapai 29 orang pada Jumat malam. Banjir dilaporkan terjadi di seluruh pelosok Haiti. Padahal, sekitar 370.000 orang masih tinggal di tempat penampungan sementara akibat gempa bumi besar tahun 2010.
 
Di New York dan Washington, semua sekolah diliburkan, para pekerja memilih diam di rumah dan seluruh layanan transportasi publik dihentikan membuat jalanan kota terasa sangat lengang.
 
Pemerintah New York memerintahkan evakuasi 375.000 orang yang tinggal di dataran rendah.
 
-------
Mari kita doakan dan bergumul bersama mereka yang tertimpa bencana di Haiti, dan wilayah lainnya akibat badai ini. Jikalau ada yang bisa kita lakukan untuk meringankan beban saudara-saudara kita, mari kita saling berkoordinasi dengan badan-badan amal nasional maupun internasional untuk dapat mengirimkan bantuan makanan dan pakaian bagi mereka yang sangat membutuhkannya. Beberapa organisasi gereja juga telah berupaya untuk membangun komunitas di Haiti sejak gempa bumi besar lalu. Sebuah daftar yang disediakan Christian Standard (dapat dilihat di sini) mungkin dapat membantu.[*]

Doakan Iran: dua gempa mengguncang, 153 orang meninggal

Written By Menara Penjaga on Minggu, 12 Agustus 2012 | 03:07

(Ilustrasi: BBC)
IRAN, Tehran.
Dua gempa kuat mengguncang kawasan Iran barat laut. Deputi Kementrian Dalam Negeri Hassan Ghadami mengatakan sudah terdapat 153 orang meninggal dunia. Sementara seorang pejabat provinsi, Khalil Sa'ie, melaporkan 1300 orang lainnya terluka, demikian dilaporkan Reuters mengutip agen berita Fars.

Kedua gempa itu menurun Badan Geologi Amerika Serikat berkekuatan 6,4 dan 6,3 dalam skala Richter.

Gempa itu terjadi di dekat kota Tabriz dan kota Ahar, namun korban kebanyakan berada di desa-desa terpencil.

"Gempa membuat warga panik. Semua orang bergegas ke jalanan dan suara sirene ambulan terdengar di mana-mana," kata seorang warga Tabriz kepada BBC.

Puluhan anggota penyelamat sudah dikirim ke wilayah bencana namun mereka harus bekerja di tengah kegelapan yang mempersulit upaya penyelamatan.

Kedua gempa itu hanya berselang beberapa menit saja, demikian menurut ahli seismologi di Universitas Teheran.

Iran berada di atas sejumlah lempeng bumi dan kerap dihantam gempa mematikan.

Gempa besar terakhir menghancurkan kota Bam pada 2003 lalu dan menewaskan lebih dari 25.000 orang. (BBC/Reuters)

Sedikitnya 60 nyawa melayang akibat banjir di Filipina

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 11 Agustus 2012 | 03:34

(foto: starnews)
FILIPINA, Manila.
Bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Filipina, termasuk ibukota Manila, terus memakan korban jiwa. Sejauh ini dilaporkan sedikitnya 60 nyawa melayang akibat banjir yang menerjang sejak awal minggu ini.

Badan bantuan gerejawi turut berperan dalam membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dengan menyediakan kebutuhan pokok dan bahan higienis lainnya, demikian dilaporkan CatholicFreePress.

Badan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina menuturkan, jumlah korban tewas ini meningkat 3 kali lipat dibandingkan dengan laporan yang didapat sehari sebelumnya. Sebagian besar korban tewas berasal dari wilayah di luar Manila.

Hingga saat ini, sebanyak 7 orang dilaporkan masih hilang. Demikian seperti dilansir oleh AFP, Jumat (10/8).

Banjir mematikan ini dipicu oleh hujan deras tiada henti yang melanda sejumlah wilayah Filipina dalam beberapa hari terakhir. Saat ini dilaporkan sekitar 80 persen wilayah Filipina terendam banjir. Sebagian besar jalanan kota Manila bahkan tampak seperti sungai akibat banjir ini.

Pemerintah mencatat, ada total 2,44 juta warga Filipina yang terkena dampak banjir ini secara langsung. Dari jumlah tersebut, sekitar 362 ribu warga terpaksa meninggalkan rumah masing-masing dan tinggal di kamp pengungsian setempat.

Para pengungsi harus berlindung di sekolah-sekolah, stadion dan gedung-gedung lain yang telah diubah menjadi pusat-pusat pengungsian. Sedangkan warga yang lainnya tinggal di rumah-rumah kerabat dan teman-teman yang tidak terkena banjir. (detikNews/CFP)




Banjir di Ambon: 5.240 rumah masih terendam banjir

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 04 Agustus 2012 | 08:51

Banjir di Ambon (foto: Republika.co.id)
INDONESIA, Ambon (3/8/12)
Sebanyak 5.240 rumah warga yang tersebar di 26 lokasi di Ambon masih terendam banjir. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 9 korban banjir meninggal dan 7 orang luka-luka.

"5.240 unit rumah masih terendam banjir yang tersebar di 26 lokasi. Hingga sore tadi korban akibat banjir dan longsor 10 orang meninggal dunia, yaitu 3 orang di BTN Kanawa, 4 orang di Desa Passo, dan 2 orang di Desa Negeri Lama. 5 orang luka berat, dan 2 orang luka ringan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, pada detikcom, Kamis (2/8).

Banjir dan tanah longsor yang terjadi di Ambon sejak Rabu (1/8) lalu meninggalkan sejumlah kerusakan. Selain itu, 1.452 orang masih mengungsi di beberapa lokasi terpisah.

"Kerusakan fisik meliputi 119 rumah rusak berat, 24 rumah rusak sedang, dan 77 rumah rusak ringan, juga 102 rumah terancam longsor. 527 KK atau 1.452 jiwa mengungsi tersebar di 13 lokasi," ujar Sutopo.

Sutopo menjelaskan bencana di kota rempah-rempah ini turut merusak 66 fasilitas umum. "Sebanyak 66 unit bangunan infrastruktur dan fasilitas umum mengalami kerusakan seperti talud, saluran irigasi, jalan dan sebagainya," singkat Sutopo. (detikNews)


Gubernur: Korban Tewas Banjir Ambon 10 Orang (4/8/12)
Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu menyatakan sedikitnya 13 warga meninggal akibat bencana tanah longsor, banjir dan tembok roboh sehubungan hujan deras sejak 30 Juli - 1 Agustus 2012.

"Para korban tewas tersebut tersebar 10 di Kota Ambon, dua di Seram Bagian Barat (SBB) dan satu lainnya di Maluku Tengah. Semua keluarga korban tewas itu mendapat bantuan biaya pemakaman dan santunan masing-masing Rp10 juta dari Pemprov Maluku," katanya di Ambon, Sabtu.

Gubernur menyampaikan hal itu pada Rakor dengan Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diwakili Deputi II Dody Ruswandy terkait penanganan tanggap darurat terhadap korban banjir dan tanah longsor 1 Agustus 2012. (republika.co.id)

Organisasi Katolik Korea berjuang untuk membantu korban kekeringan di Afrika

Written By Menara Penjaga on Kamis, 17 Mei 2012 | 08:47

Ilustrasi (foto: ucar)
SEOUL (AsiaNews [15/5]) – Karitas Korea telah memutuskan untuk segera mengirim USD 250.000 ke negara-negara Afrika yang terkena dampak kekeringan. Pengiriman bahan-bahan pokok telah dimulai, dan organisasi Katolik tersebut telah meluncurkan program pengumpulan dana darurat untuk mendapatkan uang sebisa mungkin untuk disalurkan di daerah-daerah yang mengalami tragedi ini.

Pemimpin dari tim pendukung Karitas Korea, Nona Shin, mengatakan kepada AsiaNews: “Kami tidak bisa hanya melihat anak-anak mati kelaparan tanpa melakukan apa-apa.”

Ia menjelaskan, “Pada saat ini di Afrika Utara ada lebih dari 12 juta orang yang sedang berada dalam situasi kekurangan makanan yang menguatirkan. Masalah yang dihadapi tahun ini adalah kurangnya curah hujan yang telah mengakibatkan kurangnya produksi sereal. Lebih lagi, meningkatnya harga bahan makanan di seluruh dunia mengancam semakin dikuranginya jatah internal, yang dijual ke luar negeri daripada kepada penduduk.”

“Ingat juga bahwa revolusi musim semi di Arab yang memaksa ratusan ribu orang mengungsi dari negara-negara mereka. Niger, Burkina Faso, Senegal dan Chad telah dipenuhi para pengungsi dari Libya, Cote d'Ivoire dan Mali: Saat ini ada sekitar 12 juta orang sedang dalam kesesakan dan hidup dengan satu kali makan sehari itupun sangat sederhana. Kami butuh dana sebelum awal permulaan musim semi, kita harus menolong mereka sebelum terlambat.”

Dengan Karitas,  dan bersama negara-negara lain, Korea telah mulai mengirimkan bantuan makanan, air dan obat-obatan. Nona Shin menyuarakan permohonannya kepada umat Katolik di seluruh dunia: “Situasi saat ini sangat serius dan darurat. Kita harus menempuh segala kemungkinan untuk menyelamatkan hidup saudara-saudari kita di Afrika Utara.”

Gempa di Aceh: Jangan disangkut-pautkan dengan agama

Written By Ray Maleke on Rabu, 11 April 2012 | 22:49

Rabu, April 11, 2012.
Aceh diguncang gempa berkekuatan 8,5 pada skala Richter dan berpotensi tsunami, demikian dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) seperti dilansir Kompas.com.

Pusat gempa dilaporkan berada di perairan sebelah barat daya pulau Simeulue dan terjadi pada pukul 15.38 WIB menyulut kepanikan di antara masyarakat yang segera memadati jalan-jalan untuk menujuk ke tempat yang lebih tinggi.

“Masyarakat Aceh mengingat tsunami yang lalu seperti baru terjadi kemarin” demikian tanggapan Billy Sumuan, pengarah divisi Humanitarian and Emergency untuk World Vision di Aceh, seperti dilaporkan Christiantoday.com. “Tidak ada orang yang selamat dari peristiwa itu meremehkan peringatan [tsunami] ini,” katanya.

The Christian Science Monitor (CSM) melaporkan tentang sikap beberapa anggota masyarakat terhadap situasi itu. Di antaranya Nurhayati yang selamat dari tsunami tahun 2004 yang memakan lebih dari 160.000 korban jiwa di Aceh. Pada waktu itu ia terseret sejauh 3 mil (4,83 km) dari rumahnya. Ketika gempa mulai mengguncang ia langsung datang ke Mesjid Baiturrahman untuk berlindung. “Saya sudah menyerahkan diri saya kepada Allah. Saya percaya saya aman di sini,” ungkapnya seperti dikutip oleh CSM. Beberapa pemuda berjaga-jaga di sebuah jembatan, siap untuk memberikan pertolongan jika sesuatu terjadi.

Berbagai ungkapan keprihatinan dan simpati dari berbagai kalangan diungkapkan di halaman berita Kompas.com, namun tak terkecuali tanggapan kurang sensitif yang mengaitkan bencana alam dengan masalah agama. Nick Adamli memberi komentar “Tolong jangan kaitkan musibah dengan agama yah, musibah datang bukan krn agama yang kita anut, dan jangan menyebarkan kebencian..” Pesannya diafirmasi oleh Bara Aji yang mengatakan “betul, mari kita doakan untuk keselamatan rakyat [A]ceh sesuai dengan agama dan keyakinan kita masing-masing, mungkin inilah teguran alam agar para pemimpin kita lebih peduli terhadap rakyatnya. Amiin.”

Kompas.com merilis bahwa ada ada 14 gempa bumi terjadi di wilayah Aceh dan sekitarnya pada Rabu (11/4/12) yang diikuti tsunami mini di antaranya di Lahewa (Nias Utara), Meulaboh, dan Sabang.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger