"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Kerukunan Beragama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerukunan Beragama. Tampilkan semua postingan

Setelah upaya “reformasi” yang membawa bencana gereja-gereja Suriah membantu umat Muslim

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 16 November 2013 | 10:01

SURIAH, Damaskus (MP) --- Berawal dari aksi protes pada Maret 2011, Suriah masuk ke dalam perang saudara yang telah merenggut lebih dari 100.000 jiwa. Sedikitnya 6000 di antaranya adalah anak-anak.

Situs berita CBN mengutip laporan PBB bahwa lebih dari sembilan juta orang Suriah membutuhkan bantuan kemanusiaan. Masyarakat Suriah yang tadinya makmur sekarang hidup dalam keputus-asaan, demikian judul laporan itu.

Ketua Badan Bantuan Kemanusiaan PBB Valerie Amos menjelaskan bahwa sebelum konflik terjadi masyarakat Suriah “memiliki pekerjaan, tinggal di apartemen, rumah-rumah, mereka mengirim anak-anak mereka ke sekolah ke toko kebutuhan sehari-hari, punya kendaraan, dst.”

“Sekarang ekonomi runtuh banyak orang yang harus melarikan diri seringkali pada tengah malam tanpa membawa apa-apa. Jadi benar-benar ada rasa keputus-asaan,” jelasnya.


Gas dan minyak bumi

Aksi protes terhadap pemerintahan Presiden Bashar-al-Assad tiba-tiba menjadi sebuah revolusi bersenjata yang didukung oleh sejumlah negara asing. Sejumlah “organisasi teroris” yang turut berjuang untuk mengganti pemerintahan, termasuk menyerang komunitas-komunitas Kristen, dipersenjatai secara terang-terangan.

Tapi buruk keadaan di Suriah saat ini masih akan lebih menyedihkan kalau upaya intervensi militer Amerika Serikat (AS) waktu lalu terealisasi.

Mundurnya AS dari rencana yang mendapat kecaman dari seluruh penjuru dunia itu membuat kesal Arab Saudi yang sangat ingin melihat pergantian rezim di Damaskus.

WND mensinyalir konflik Suriah menyangkut gas dan minyak bumi.


Lilin yang menyala

Sampai sekarang rakyat Suriah masih harus bertahan di antara pasukan pemerintah dan pasukan pemberontak.

Dan gereja-gereja di Suriah telah membulatkan tekad untuk menjadi lilin yang menyala di tengah-tengah kegelapan; membawa harapan di tengah keputus-asaan lewat aksi kemanusiaan.

Situs berita AsiaNews melaporkan di Aleppo Gereja Katolik dan jemaat-jemaat menawarkan bantuan kepada ribuan orang yang tidak punya pekerjaan dan tempat tinggal. Anak-anak diberikan beasiswa untuk ke sekolah. Di Damaskus para pekerja gereja dan umat membawa makanan dan kebutuhan pokok lainnya dari rumah ke rumah.

“Lewat pekerjaan amal, Gereja Katolik berupaya untuk mendapatkan kembali rasa kasih dan persaudaraan antara Kristen dan Muslim yang telah dihancurkan oleh perang,” ungkap Uskup Agung Jeanbart dari gereja Melkit di Aleppo.

Menurut penjelasannya keluarga-keluarga Kristen saat ini adalah yang paling membutuhkan bantuan, karena mereka mendapat bantuan yang sangat sedikit dari pemerintah dibandingkan keluarga-keluarga Muslim. Namun demikian, “gereja berupaya membantu semua orang,” ungkapnya. “Sebanyak 35 keluarga Muslim menemukan tempat mengungsi di keuskupan.”

Ia prihatin dengan banyaknya orang yang meninggalkan Suriah dan kemungkinan takkan kembali lagi. Beasiswa bagi anak-anak dan remaja, termasuk makanan dan pemeriksaan kesehatan yang disediakan oleh gereja-gereja dan organisasi lainnya diharapkan dapat membuat orang-orang tinggal.

Kami para imam memberi semangat kepada orang-orang untuk bertahan, bersabar dan berpengharapan untuk masa depan. Kami mendorong orang-orang untuk pertama-tama memiliki iman dalam Allah dan memikirkan bahwa besok bisa merupakan hari yang baru,” ungkapnya. [+]


------
Once Prosperous Syrians Now Living in Desperation (6 Nov. '13)
http://www.cbn.com/cbnnews/world/2013/November/Once-Prosperous-Syrians-Now-Living-in-Desperation/



"Little flowers" of solidarity blossoming in the desert of Syria's War (14 Nov. '13)
http://www.asianews.it/news-en/Little-flowers-of-solidarity-blossoming-in-the-desert-of-Syria's-War-29547.html

Is this what Syria war really about? 
(7 Sep. '13)
http://www.wnd.com/2013/09/is-this-what-syria-war-really-about/


Foto: Asianews

Revisi 17 Nov. '13. Damaskus adalah ibukota Suriah, bukan kota tempat pengikut Kristus disebut Kristen pertama kali, yang adalah Antiokia, kota terbesar ketiga di kekaisaran Romawi, yang sekarang ini merupakan kota kecil di Turki dengan nama Antakya. 

Anwar Ibrahim: Umat Muslim harus mengecam kekejaman yang dilakukan terhadap minoritas Kristen

Written By Menara Penjaga on Selasa, 05 November 2013 | 09:02

(foto: santegidiocommunity)

MP --- "Umat Muslim harus mengecam kekejaman yang dilakukan terhadap minoritas Kristen dan menentang umat Muslim yang memerangi orang Kristen," demikian diungkapkan Anwar Ibrahim, anggota Parlemen dan pemimpin Partai Oposisi Malaysia, dalam pertemuan internasional yang diselenggarakan di Roma, Italia, 29 September - 1 Oktober 2013. 

Pertemuan tahunan untuk perdamaian yang diselenggarakan oleh komunitas St. Egidio menghadirkan para pemimpin agama dan politik dunia. Tahun ini tema yang diangkat adalah "The Courage to Hope" (keteguhan hati untuk berharap). 

Kekerasan di Timur Tengah semakin meningkat dan umat Kristen banyak kali menjadi sasaran.

Uskup Agung Aljir Ghaleb Bader memperingatkan penurunan jumlah umat Kristen di Timur Tengah dan Afrika Utara setelah munculnya konflik "Arab Spring."

Ia menekankan pentingnya membedakan antara agama dan politik. Menurutnya "politik mengotori agama."

Hidup berdampingan yang telah berabad-abad terjalin mulai dipertanyakan. Budaya kekerasan menggantikan budaya hidup bersama. 

Ia menambahkan, "hubungan antar penduduk di negara-negara Afrika Utara dan Timur Tengah harus didasarkan pada kewarga-negaraan bersama, dan bukan pada afiliasi agama."[+]



Christian Post
http://www.christianpost.com/news/faith-justified-violence-and-hatred-condemned-by-muslim-and-christian-leaders-at-intl-peace-meeting-105907/

MidEast Christian News
http://mcndirect.com/showsubject.aspx?id=49722

SantEgidio Community
http://www.santegidiocommunity.org/2013/10/rome-2013-in-name-of-peaceful-revolt-of.html

Refleksi kemerdekaan RI di Vatikan: Syukur dan doa untuk terwujudnya tanah air yang damai, adil dan sejahtera

Written By Menara Penjaga on Kamis, 31 Oktober 2013 | 12:15

Refleksi Kemerdekaan RI ke-68 di Vatikan: Dubes RI untuk Vatikan Budiarman Bahar dan Kardinal Jean-Louis Pierre Tauran (dok KBRI Vatikan).
VATIKAN (HIDUPKATOLIK.com) - Warga negara Indonesia di Vatikan merefleksikan Kemerdekaan RI ke-68 dan 15 tahun pasca Reformasi. Sekretaris Bidang Informasi, Protokol dan Konsulat KBRI menyampaikan laporannya dari Vatikan.

Keduataaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Vatikan bekerjasama dengan Ikatan Rohaniwan-Rohaniwati Indonesia di Kota Abadi (IRRIKA), menggelar perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 dan peringatan 15 tahun Reformasi Indonesia. Hadir dalam perayaan itu President dan Vice President Comunitร  Religiosa Islam (CoReIs) Italiana, sebuah organisasi komunitas Islam di Italia, Syekh Abdulwahid dan Imam Yahya Pallavicini.

Duta Besar RI untuk Vatikan Budiarman Bahar mengungkapkan, keberhasilan mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia perlu disyukuri. Sebagai putra-putri Indonesia, seluruh biarawan dan biarawati Indonesia di Italia diajak untuk mensyukuri dan mendoakan terwujudnya tanah air yang damai, adil dan sejahtera dalam negara yang plural dan demokratis. Hal ini sesuai dengan cita-cita kemerdekaan dan reformasi 1998.

Perayaan bertajuk “Merdeka, Reformatif, dan Rukun bersama Pancasila” ini, ditandai dengan Misa yang dipimpin Ketua Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama Kardinal Jean-Louis Pierre Tauran di Gereja San Anselmo Roma, Rabu, 2/10. Nuansa Indonesia terasa dalam Misa itu. Lantunan lagu rohani dan lagu nasional dalam bahasa Indonesia bergema di seluruh sudut gereja. Selain itu, musik dan tarian tradisional Indonesia turut menambah semarak perayaan: tarian Jai (Flores) mengiringi perarakan pembukaan Misa dan tarian tor tor (Batak) mengiringi persembahan yang salah satunya nasi tumpeng.

Perhelatan itu bertujuan untuk memperkenalkan Indonesia dan mempromosikan peran biarawan-biarawati Indonesia dalam mengemban misi Gereja Katolik. Lebih dari 1.400 biarawan-biarawati Indonesia berada di Italia. Selain itu, perayaan juga merefleksikan keragaman Indonesia sebagai negara plural berdasarkan Pancasila dan didiami umat beragama yang berbeda-beda.

Usai Misa, dilanjutkan dengan resepsi diplomatik yang dihadiri sekitar 300 undangan dari kalangan pejabat Vatikan, para duta besar asing termasuk Duta Besar RI untuk Italia, August Parengkuan dan istri; para pimpinan kongregasi, perwakilan lembaga non-pemerintah yang berkaitan dengan Vatikan serta sejumlah relasi KBRI di Vatikan.


Penulis: Sturmius Teofanus Bate
Judul: Suara Indonesia di Vatikan
24 Oktober 2013

4 cara mengenali agama seseorang dalam diskusi di dunia maya

Written By Ray Maleke on Kamis, 05 September 2013 | 21:14


  1. Salam yang dipakai
    Syalom/shalom (Aleichem) biasanya Kristen. Assalam 'Alaikum biasanya Muslim. Tapi orang Kristen di Arab juga mengatakan assalam 'Alaikum, sedang Muslim dan Yahudi di Israel juga mengatakan syalom Aleichem. Semua berarti “salam damai sejahtera/keselamatan [bagimu].” 

    Buddha namo (terpujilah Buddha) sering dipakai sebagai salam antara pengikut Budha. Namaste (aku memberi hormat kepadamu) untuk yang beragama Hindu. Penganut agama Khonghucu mengatakan wie de dong Tian yang berarti “hanya kebajikan Tian/Tuhan berkenan.”
    Ada lagi agama-agama dengan salamnya masing-masing. Yang tak bersifat keagamaan, misalnya “tabik” (Melayu) atau halo (umum).

  1. Kapitalisasi
    Pemberian huruf besar tidak selalu menunjukkan agama seseorang, tapi biasanya umat beragama yang tahu menggunakan tombol Shift dan Caps Lock di komputer memberi huruf besar untuk Nabi Muhammad (bagi yang Muslim). Penganut agama Kristen melakukannya untuk Yesus Kristus. Sebutan Tuhan, Allah, Ruh Allah dan berbagai rujukan lainnya kepada Sang Pencipta atau Ke-Allah-an (God-head), termasuk kata ganti orang (Aku, Engkau/-Mu, Dia/-Nya) dikenakan huruf besar.

    Selain mengikuti kaidah penulisan umum, kapitalisasi juga menunjukkan rasa hormat. Itu sebabnya, pemberian huruf besar tidak hanya bisa menunjuk pada agama seseorang, tapi juga rasa hormatnya pada agama sendiri termasuk agama orang lain.

  1. Profile picture (gambar/foto profil)
    Gambar atau foto profil juga dapat memberi indikasi agama seseorang. Ada yang karena kecintaan dan penghargaan yang dalam terhadap agama (baca: iman)-nya menaruh profile picture yang sesuai. Ada yang memuat gambar salib Kristus, kaligrafi Quran, atau simbol-simbol agama lainnya.

    Jika foto pribadi yang dipakai, pakaian dan atribut dapat juga memberi indikasi, tapi jangan lupa bahwa semua itu adalah juga bagian budaya, sehingga seorang perempuan yang tampak berbusana Muslim dengan penutup kepala bisa jadi adalah seorang Kristen.


  1. Komentar dan postingan wall-group
    Barangkali komentar dan postingan wall-group seseorang adalah faktor utama penentu kita mengenali agama yang bersangkutan dalam diskusi di dunia maya.

    Seorang penganut agama yang sungguh-sungguh mempunyai kerinduan untuk membagikan kebenaran yang telah dia temukan. Seorang Kristen biasanya memuat ayat-ayat Alkitab atau renungan yang membangun iman. Seorang Muslim mengutip bagian Quran yang memberi nasihat atau kekuatan. Pengikut agama Buddha, Hindu, Konghucu, dll memuat ajaran-ajaran kebajikan. Banyak yang membagikan link ke artikel tentang pengenalan agamanya atau hal-hal penting lainnya.
    Akan tetapi, komentar atau wall-post yang menyerang, mendiskreditkan, menganggap rendah agama orang lain tidak semerta-merta menunjukkan agama yang nampak dianut orang itu. Yang pasti adalah itu menunjukkan karakter orang itu.

    Dapat dikatakan bahwa orang yang melecehkan agama orang lain, melecehkan agamanya sendiri. Dan orang yang melecehkan agamanya sendiri dan agama orang lain adalah orang yang tidak beragama. Atau paling tidak orang yang belum sungguh-sungguh beragama, jika bukan provokator.

    Perbedaan pikiran dan pemahaman agama perlu disampaikan dengan rasa hormat dan santun. Itu tidak berarti mengkompromikan kepercayaan masing-masing.

    Tak dapat disangkal, orang-orang (atau akun facebook, dll) dalam diskusi mengenai pokok-pokok kepercayaan yang menghadirkan perbedaan pendapat dan sudut pandang agama memberi imej terhadap agama itu sendiri. Karena itu kekritisan dalam menilai agama seseorang sangat diperlukan.

    Mari kembangkan diskusi yang santun dan bermartabat. [+]



Surat Nabi Muhammad untuk biara Kristen di kaki gunung Sinai

Written By Menara Penjaga on Jumat, 30 Agustus 2013 | 10:36

Biara St. Katarina di bawah kaki gunung Sinai, Mesir (foto: orthodoxwiki).

Di kaki Gunung Sinai, di lokasi yang merupakan tempat suci agama Yahudi, Kristen dan Islam, berdiri salah satu biara tertua yang masih berfungsi saat ini, yaitu Biara Santa Katarina.

Pendirian biara ini dimulai pada tahun 337 Masehi, ketika Ratu Helena, ibu dari Kaisar Konstantinus, memprakarsai pembangunan sebuah gereja di lokasi yang diyakini sebagai tempat Nabi Musa melihat api dari semak duri yang tak terbakar. 

Pengembangannya dilakukan oleh Kaisar Justinus antara tahun 527-565 Masehi dengan membangun Basilika Transfigurasi, sehingga namanya menjadi Biara Transfigurasi. Namun, sejak abad ke-9 Masehi menjadi terkenal sebagai Biara St. Katarina dari Alexandria oleh sebab kehadiran relik sang martir di situs itu. 

Biara ini tidak hanya menyimpan ribuan manuskrip abad silam dan karya seni Kristen yang mengagumkan, tetapi juga sebuah surat dari nabi junjungan dan pemimpin umat Islam. 

Surat yang ditulis tahun 623* Masehi ini berisi tentang perintah Nabi Muhammad untuk menghormati dan melindungi hak asasi dan kebebasan beragama umat Kristen.

Kutipan Bahasa Inggris dan terjemahan dari surat itu:

This is a message from Muhammad ibn Abdullah, as a covenant to those who adopt Christianity, near and far, we are with them.
Ini adalah pesan dari Muhammad bin Abdullah, sebagai sebuah perjanjian dengan mereka yang memeluk agama Kristen, baik yang dekat maupun yang jauh, kami bersama dengan mereka.

Verily I, the servants, the helpers, and my followers defend them, because Christians are my citizens; and by Allah! I hold out against anything that displeases them.
Bahwasanya aku, para pelayan, penolong, dan pengikutku membela mereka, karena orang-orang Kristen adalah rakyatku; dan demi Allah! Aku menentang apapun yang tidak menyenangkan mereka.

No compulsion is to be on them.
Tidak boleh ada pemaksaan terhadap mereka.

Neither are their judges to be removed from their jobs nor their monks from their monasteries.
Para hakim mereka tidak boleh diberhentikan dari pekerjaan mereka, dan para biarawan tidak boleh dikeluarkan dari biara mereka.

No one is to destroy a house of their religion, to damage it, or to carry anything from it to the Muslims’ houses.
Tidak boleh ada seorang pun yang menghancurkan tempat ibadah mereka, atau merusaknya, atau memindahkan apapun dari situ ke rumah kaum Muslim.

Should anyone take any of these, he would spoil God’s covenant and disobey His Prophet.
Jika ada yang melakukan hal-hal ini, ia melanggar perjanjian Allah dan tidak mematuhi Rasul-Nya.

Verily, they are my allies and have my secure charter against all that they hate.
Bahwasanya, mereka adalah sekutuku dan dengan mereka aku menetapkan perjanjian yang kuat melawan semua yang mereka benci.

No one is to force them to travel or to oblige them to fight.


Tidak ada seorang pun yang memaksa mereka pergi atau mewajibkan mereka untuk berperang.

The Muslims are to fight for them.
Muslimlah yang akan berperang bagi mereka.

If a female Christian is married to a Muslim, it is not to take place without her approval. She is not to be prevented from visiting her church to pray.
Jika seorang perempuan Kristen dinikahkan kepada seorang Muslim, hal itu tidak boleh terjadi tanpa persetujuannya. Ia tidak boleh dilarang pergi ke gerejanya untuk berdoa.

Their churches are to be respected. They are neither to be prevented from repairing them nor the sacredness of their covenants.
Gereja-gereja mereka harus dihormati. Mereka tidak boleh dicegah dari memperbaiki gereja-gereja itu, ataupun dari kesucian perjanjian-perjanjian mereka.

No one of the nation (Muslims) is to disobey the covenant till the Last Day (end of the world).”
Tidak boleh ada umat Muslim yang tidak mematuhi perjanjian ini sampai Hari Terakhir (kiamat).”



Menurut tradisi, sebuah delegasi dari Sinai memohon perlindungan dari Nabi Muhammad. Hal ini dikabulkan dan sebuah surat ditulis serta disahkan dengan menaruh tangannya di atas dokumen itu. 

Pada tahun 1517, Sultan Selim I, dengan mengakui isi dokumen itu, membawanya untuk disimpan dalam perbendaharaan istana di Konstantinopel. Ia pun memberikan salinan untuk disimpan di biara St. Katarina, yang turut disertai gambaran telapak tangan sebagai lambang bahwa dokumen itu disahkan oleh Nabi Muhammad. 

Dokumen ini sekarang disimpan di Museum Topkapi di Istambul, Turki. 

Biara St. Katarina, yang merupakan salah satu dari situs warisan dunia, merupakan rumah dari manuskrip Alkitab, Kodeks Sinaitikus (ditulis 330-350 Masehi), yang saat ini disimpan di British Library

Di dalam St. Katarina juga terdapat Mesjid Fatima yang baru-baru ini direnovasi. Bangunan ini merupakan sebuah kapel yang berubah fungsi menjadi mesjid pada tahun 1106 dan tepat berdiri di samping gereja Ortodoks, sehingga minaretnya berdekatan dengan menara lonceng gereja.

Mesjid ini menjadi lambang perlindungan dari para kalifa Mesir, termasuk toleransi dari para biarawan terhadap Islam. Penduduk lokal Beduin, Jabaliya, secara turun-temurun memegang kunci mesjid ini. 


Sumber: st-katherine.net | ijtihad.org | yusril.com

*John Grainger dan Francis Gilbert, "Around the sacred mountain: The St Katherine Protectorate in South Sinai, Egypt" in Protected Landscapes and Cultural Amb [I.E. and] Spiritual Values, ed. Josep Maria Mallarach (Heidelberg: Kasparek, 2008), 24; beberapa tulisan di Internet mengatakan tahun 626 atau 628 Masehi. 
Sejarah toleransi beragama dapat ditelusuri jauh dalam sejarah, termasuk pelanggaran-pelanggaran dari semua pihak.  

Majelis Rakyat Papua Belajar Kerukunan Beragama di Bitung

Written By Menara Penjaga on Kamis, 15 Agustus 2013 | 10:23

Rombongan Majelis Rakyat Papua disambut Pemkot Bitung (foto: suaramanado).
INDONESIA, Bitung (SuaraManado.com Kerukunan umat beragama di Kota Bitung menjadi daya tarik tersendiri bagi Mejelis Rakyat Papua (MRP) untuk datang belajar.
Pada Rabu (14/8) sebanyak 16 anggota MRP yang tergabung dalam Kelompok Kerja Keagamaan mendatangi kantor walikota untuk mencari tahu kiat-kiat Pemerintah Kota (Pemkot) dalam menjaga kerukunan umat beragama. 
Rombongan MRP ini sendiri diterima Wakil Walikota, Max Lomban didampingi Sekretaris Kota, Edison Humiang, bersama sejumlah instansi terkait.

Menurut Ketua Kelompok Kerja Keagamaan Majelis Rakyat Papua, Samuel K. Warumi, pihaknya ingin mendengar dan melihat apa yang telah dikerjakan Pemkot tentang kekhasan kerukunan antar umat beragama di Kota Bitung dan kebijakan pemerintah dalam kerukunan keagamaan.

"Kami mendapat informasi jika masalah kerukunan umat bergama di Kota Bitung sangat terjaga hingga kini. Makanya kami ingin datang belajar langsung," ungkapnya.
Wawali Lomban dalam penjelasannya menyatakan menyambut baik kedatangan rombongan MRP. Apalagi tujuannya untuk mencari tahu apa-apa yang dilakukan Pemkot dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Bitung.
"Kerukunan umat beragama itu sangat penting karena turut menjadi andil dalam suksesnya pembangunan pemerintah. Kerukunan bisa terjaga karena adanya komunikasi dan silahturahmi," kata Wawali.
Kata dia, segala prestasi yang berhasil dicapai Pemkot tidak lepas dari tetap terjaganya kerukunan umat beragama di Kota Bitung. Kendati setiap saat ada saja pihak-pihak yang mencoba merusak kerukunan umat beragama, namun hal tersebut mampu diredam para tokoh agama dan masyarakat. 
"Pada dasarnya masyarakat Kota Bitung sangat sadar akan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama karena selalu berkaca pada daerah-daerah yang telah dilanda konflik beragama", katanya.
Hadir juga dalam menerima MRP ini kepala kantor kementerian agama Kota Bitung, Forum Kerjasama Umat Beragama Kota Bitung dan sejumlah kepala SKPD.

Perundingan damai Israel-Palestina di Washington DC: Pendukung dan penentangnya (UP-DATED)

Written By Menara Penjaga on Rabu, 31 Juli 2013 | 21:33


Kota Yerusalem (foto: Marianne Medlin/CNA).
Palestina membatalkan perundingan setelah sebuah serangan Israel ke kamp pengungsi

TEMPO.COTepi Barat  (27 Agustus 2013) - Juru runding Palestina membatalkan rencana pembicaraan perdamaian dengan Israel menyusul serangannya terhadap kamp pengungsi di daerah pendudukan Tepi Barat, Sabtu 24 Agustus 2013. Serangan pasukan Israel tersebut menyebabkan tiga warga Palestina tewas termasuk seorang pekerja PBB.

Perdana Meteri Palestina, Rami Hamdallah, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa 27 Agustus 2013, "Kejahatan semacam itu membuktikan bahwa perlunya perlindungan internasional terhadap rakyat kami."
Pasukan Israel acap kali menahan warga Palestina yang dituduh terlibat dalam gerakan teroris. Israel dan Otoritas Palestina baru-baru ini -melalui mediasi Amerika Serikat - melakukan pembicaraan setelah selama tiga tahun berhenti.

Kekerasan di Tepi Barat terus meningkat sejak awal 2013. Dalam kurun waktu delapan bulan, pasukan Israel telah membunuh 14 rakyat Palestina di daerah pendudukan. Hampir seluruh korban pembunuhan itu tewas setelah bentrok dengan serdadu Israel. Bandingkan dengan periode yang sama pada 2012, tiga warga Palestina tewas dalam kasus serupa.

Menurut PBB, pria yang dibunuh tentara Israel itu berusia 34 tahun, ayah empat orang anak. Dia tewas ditembak di bagaian dada oleh Israel saat sedang menuju ke tempat kerjanya. PBB mengutuk insiden pembunuhan ini.
Juru bicara kepolisian Israel mengatakan kepada kantor berita AFP, sejumlah petugas menggeruduk daerah pendudukan di Tepi Barat guna menangkap "seseorang yang diduga teroris" ketika lebih dari 1.500 warga Palestina turun ke jalan dan menyerang mereka dengan lemparan bom molotov dan batu cadas.

"Pasukan Israel menggunakan peluru karet," ujar juru bicara. Tak begitu jelas, apakah tentara Israel dalam aksi penyerbuan itu menahan warga Palestina atau tidak.


-------
AMERIKA SERIKAT, Washington DC (MP) -- Ketua tim perunding Israel, Menteri Kehakiman Tzipi Livni, Selasa (30/7/2013), memuji suasana positif dalam pembicaraan damai dengan Palestina di Washington DC. 

Ini adalah perundingan pertama setelah tiga tahun terhenti oleh sebab pendudukan Israel di Tepi Barat yang dilihat sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.

"Atmosfir pembicaraan sangat positif," kata Menkeh Livni kepada Radio Israel, Selasa (30/7/2013), setelah jamuan makan malam dengan juru runding Palestina Saeb Erakat yang digelar Menteri luar negeri AS, John Kerry.

"Semua isu sudah di atas meja, namun kami memutuskan semua akan ditentukan di dalam ruang negosiasi dan tidak akan bocor keluar," ungkap Menkeh Livni.

Menkeh Livni menambahkan, pembicaraan damai ini dilanjutkan bukan sebagai respon atas desakan AS namun juga merupakan kepentingan kedua negara. (kompas.com)

Hari Rabu (31/7/2013) juru runding Erakat menyampaikan terima kasih kepada pemerintah AS atas “upaya mereka yang tidak kenal lelah” dan mengatakan tidak seorang pun yang memperoleh manfaat lebih besar dari suksesnya perundingan selain rakyat Palestina.

“Saya gembira bahwa semua isu-isu status akhir di bahas di meja perundingan dan akan diselesaikan tanpa kecuali. Sudah waktunya bagi rakyat Palestina memiliki negara mereka sendiri yang merdeka dan berdaulat,” ujarnya. (kompas.com)

Pertemuan akan kembali diadakan dalam dua minggu.


Pihak-pihak yang tidak mendukung
  
Seperti yang diberitakan Reuters, selama setidaknya dua dekade terakhir, negosiasi di konferensi tingkat tinggi gagal menyelesaikan konflik Israel-Palestina dan pertemuan-pertemuan lain hanya meninggalkan draf perdamaian yang akhirnya tak terpakai. (lih. kompas.com)

Dengan latar belakang yang kurang mendukung tersebut, tampak pula ada pihak yang tidak menyukai perundingan saat ini. 

Salah satu faksi terbesar Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), yaitu Front Rakyat Untuk Kemerdekaan Palestina, Senin (29/7/2013), telah menyuarakan penolakan terhadap perundingan damai tersebut.

"Kami pergi ke PBB untuk melepaskan diri kami dari AS," ungkap Khaleda Jarar, salah satu pemimpinnya. Ia merujuk kesuksesan Palestina mendapatkan kenaikan status di PBB. (kompas.com)

Hamas, yang mengusai wilayah Palestina di Gaza, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka "menolak Otoritas Palestina kembali ke pembicaraan damai dengan pemerintah pendudukan Israel".

Dipihak lain, Menkeh Livni mengungkapkan, "Ada beberapa menteri Israel yang tak sepakat dengan negosiasi ini."

Para menteri garis keras secara terbuka menentang pembentukan negara Palestina dan bersumpah akan terus membangun permukiman Yahudi di tanah pendudukan. (kompas.com)

Menlu AS John Kerry (tengah) bersama perunding Israel
Tzipi Livni (kanan) dan perunding Palestina Saeb Erakat
di Washington (30/7) (foto: Reuters via Kompas).


Pujian untuk itikad baik

Namun, itikad dari pemimpin kedua belah pihak mendapat pujian dari Menlu Kerry. Ia menegaskan pujiannya untuk PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas

Dalam pernyataannya hari Minggu kemarin ia mengatakan, "Kedua pemimpin itu telah menunjukkan kesediaan untuk membuat keputusan sulit yang telah berperan dalam mencapai titik ini. Kami berterima kasih atas kepemimpinan mereka." 

Pihak pemerintah Israel telah mengambil langkah untuk membebaskan 104 tahanan pejuang Palestina.

"Ini saat yang tidak mudah bagi saya. Ini hal yang tidak mudah bagi para menteri," kata PM Netanyahu. "Hal ini tidak mudah terutama bagi sejumlah keluarga, keluarga-keluarga yang berduka, yang suasana hatinya saya pahami. Namun, ada saat-saat di mana keputusan-keputusan sulit harus dibuat demi kebaikan negeri ini, dan ini adalah salah satu dari momen itu."

Langkah tersebut lolos dengan raihan suara 14 berbanding 6. Dua suara lain abstain. (kompas.com)

Salah satu menteri Israel garis keras adalah Naftali Bennett.

Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Tenaga Kerja Israel yang juga Pemimpin Partai Rumah Yahudi ini dilaporkan mengeluarkan pernyataan insensitif Minggu kemarin.

"Jika Anda menangkap teroris, anda cukup membunuh mereka," katanya, menurut sebuah laporan edisi cetak harian Yedioth Ahronoth berbahasa Ibrani.


Dukungan umat beragama

Sementara itu, CNA melaporkan bahwa sejumlah pemimpin lintas agama di AS telah mengirimkan sebuah pernyataan berisi dukungan terhadap perundingan damai ini kepada Menlu Kerry.

Pernyataan yang ditanda-tangani oleh sejumlah pemimpin Yahudi, Muslim dan Kristen ini, selain memberikan penghargaan juga mengungkapkan doa mereka bagi upaya menghadirkan perdamaian yang diakui merupakan hal yang tak mudah. 

“Kami tahu bahwa jalan menuju perdamaian adalah rumit dan penuh tantangan, tapi perdamaian adalah hal yang mungkin.” (+)

Pemimpin Gereja Katolik ucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada umat Islam

Written By Menara Penjaga on Kamis, 11 Juli 2013 | 11:15

Paus Fransiskus ketika membawakan pesan dalam kunjungannya di
Pulau Lampedusa (Youtube).

ITALIA, Roma (MP) – Dalam kunjungannya ke Pulau Lampedusa, Italia, Paus Fransiskus mengucapkan selamat memulai ibadah puasa bagi umat Islam.

Membangkitkan hati nurani

Dalam misa yang dihadiri oleh sekitar 15.000 umat Katolik setempat, Paus Fransiskus mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Lampedusa adalah untuk “membangkitkan hati nurani.”

Pulau Lampedusa merupakan gerbang masuk para imigran dari Afrika Utara yang ingin mencari hidup di Eropa. Ribuan orang tiba di pulau ini setiap tahunnya.

Tak sedikit yang meninggal karena tenggelam atau mengalami dehidrasi ketika berjubelan menyeberang dengan perahu.


Tanggung jawab persaudaraan

Ketika saya mendengar beberapa minggu yang lalu bahwa kembali sejumlah imigran tenggelam, berita itu seperti duri yang menusuk hati saya,” ungkapnya dalam kesempatan itu.

Pemimpin Gereja Katolik ini sedang berbicara tentang peristiwa tenggelamnya paling kurang 10 imigran di dekat Malta, sedang sebuah kapal nelayan Tunisia dituduh menolak untuk menyelamatkan mereka.

Kita telah kehilangan tanggung jawab persaudaraan kita," ungkap pemimpin Gereja Katolik ini.

Budaya berkelebihan telah membuat kita tidak peka terhadap kebutuhan orang lain. Kita hidup dalam sebuah balon dari busa sabun, suatu situasi yang membuat kita bersikap tak peduli terhadap orang lain, dan memang hal ini membawa kita pada suatu globalisasi ketidak-pedulian.” 

Paus Fransiskus bertemu muka dengan sekitar 50 imigran di pulau itu. Ia kemudian naik sebuah perahu untuk menaruh karangan bunga sebagai peringatan atas para imigran yang meninggal.

"Saya menyampaikan salam tulus bagi para imigran Muslim yang terkasih, yang malam ini (Senin), akan memulai puasa Ramadhan, dan berharap mereka mendapat berkat rohani yang berlimpah," ungkap kata Paus Fransiskus dalam pesannya.

"Gereja [Katolik] berada dekat dengan Anda dalam upaya pencarian Anda untuk kehidupan yang lebih baik untuk diri sendiri dan keluarga Anda."

Ia mengakhiri pesannya dengan mengatakan o'scia!, yang dalam bahasa setempat berarti “nafasku.” Ungkapan ini diucapkan oleh masyarakat lokal sebagai sebuah ucapan salam yang bersahabat.

Dokumen Konsili Vatikan II tentang Islam

Sejak Konsili Vatikan II, Gereja Katolik telah berupaya membangun hubungan baik dengan pemeluk agama Islam.

Dalam salah satu dokumen yang dirumuskan tahun 1964 itu dikatakan:

Kepada umat Islam juga Gereja melihat dengan penghargaan. Mereka menyembah satu Allah yang hidup, kekal, penuh kasih dan kuasa, pencipta langit dan bumi dan yang berbicara pada manusia. Mereka berupaya untuk tunduk dengan segenap hati terhadap aturan-aturan-Nya yang sulit dipahami, sama seperti Abraham, seorang yang dalam iman Islam dengan senang hati dihubungkan dengan mereka.

Sekalipun mereka tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan, mereka menghormati-Nya sebagai seorang nabi. Mereka juga menghormati Maria, ibu-Nya perawan suci; ada kalanya mereka berseru kepadanya juga dengan pengabdian yang sungguh.

Di samping itu, mereka menantikan hari penghakiman di mana Allah akan memberikan kepada setiap manusia pahalanya setelah membangkitkannya. Itu sebabnya, mereka menjunjung hidup moral dan menyembah Allah, terutama melalui doa, sedekah, dan puasa.

Sekalipun dalam beberapa abad terjadi perselisihan dan ketegangan antara umat Kristen dan umat Islam, Konsili ini mendorong semua untuk melupakan masa lalu dan dengan tulus berusaha keras untuk menemukan saling pengertian antara keduanya.

Atas nama umat manusia, biarlah keduanya bersama-sama mengupayakan untuk menjaga dan membina keadilan sosial, nilai-nilai moral, kedamaian, dan kemerdekaan.
(Walter M. Abbot, The Comments of Vatican II [New York: Herder and Herder, 1966], 663; terjemahan MP). (+)
(ummid/RomeReports/Youtube/MP)


Desa Rogomulyo, Kaliwungu: Desa percontohan kedewasaan masyarakat beragama

Written By Menara Penjaga on Selasa, 09 Juli 2013 | 11:36

Desa Rogomulyo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tiba-tiba menjadi terkenal. 

Hal ini bukan karena suatu bencana atau kasus kriminal, melainkan karena terpilihnya Pendeta Timotius Trimin menjadi kepala desa. 

Pasalnya Desa Rogomulyo bukan hanya desa yang membutuhkan perbaikan di sana sini; desa ini juga merupakan wilayah yang berpenduduk mayoritas Muslim. 

Seorang pendeta Gereja Kristen Jawa jemaat Susukan dipilih menjadi kepala desa merupakan sebuah hal yang mengundang senyum di negara Pancasila, Indonesia. 

Hal ini karena akhir-akhir ini peristiwa-peristiwa pelanggaran kebebasan beragama sangat dieksploitasi untuk maksud-maksud politik.  

Ini bukan berarti terpilihnya Pdt. Trimin bukan tanpa drama politik. 

Ada pihak yang berusaha menggagalkan pencalonannya dengan politik uang kepada warga, demikian dilaporkan Jawaban.com. Selain itu dirinya juga harus berjuang menepis kampanye negatif soal perbedaan agama.

Namun kedewasaan berpikir masyarakat menjadi pemenang dalam pemilihan kepala desa yang dilasanakan pada 16 Desember 2012 lalu. 

Dari jumlah pemilih terdaftar sebanyak 2600 jiwa, 1559 orang mempercayakannya untuk memimpin pembangunan desa yang mereka cintai. Sementara 'lawan' Pdt. Trimin - sebuah kotak kosong karena tak ada orang lain yang mencalonkan diri - mendapat 424 suara. 

Pdt. Trimin sepertinya memang seorang figur pembangunan. Selain sebagai sekretaris Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD), ia juga aktif dalam kelompok belajar masyarakat, termasuk dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan. 

Kedekatannya dengan warga desa terlihat ketika ia berhasil mengatasi hambatan yang harus dihadapinya demi cita-cita membangun masyarakat desa. 



"Saya tahu ada yang tidak suka dengan saya, tapi semua saya gandeng dan ajak bicara. Saya tidak menggunakan gereja demi dukungan, bahkan ada jemaat saya yang tidak mendukung. Ini demi pendidikan politik warga; memilih saya karena memang saya mampu, bukan yang lainnya," ungkap Pdt. Trimin (yahoonews.com, Kamis [27/6] via Jawaban.com).

Setelah terpilih Pdt. Trimin langsung menggarap dua program penting di Rogomulyo. Pertama, pembangunan balai desa dengan uang kas desa dan hasil tanah bengkok (tanah garapan milik desa) seluas 600 hektare. 

Kedua, melakukan sertifikasi tanah. 

Ke depan Pdt. Trimin merencanakan pembangunan ekonomi masyarakat dan pendidikan yang baik, salah satunya adalah membangun jaringan internet di desa.

Sukses kepemimpinan Pdt. Trimin takkan lepas dari dukungan seluruh warga, lepas dari agama dan kepercayaannya. Itu sebabnya, Warga Desa Rogomulyo pantas mendapat penghargaan sebagai Desa Pancasila. (+)

Seputar Hari Raya Ramadhan di Indonesia: Perbedaan tanggal, sweeping dan kedewasaan masyarakat beragama


INDONESIA, Jakarta (MP).

Perbedaan tanggal
Kementerian Agama akhirnya memutuskan awal Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Rabu, 10 Juli 2013. Keputusan diambil dalam sidang isbat di Kementerian Agama yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali dan diikuti belasan organisasi masyarakat Islam.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kami tetapkan bahwa tanggal 1 Ramadhan 1434 Hijriah adalah bertepatan hari Rabu, 10 Juli 2013," kata Menteri Agama Suryadharma Ali di Kementerian Agama, Senin (8/7/2013) petang. (Kompas.com)

Seperti diberitakan sebelumnya, terdapat perbedaan penanggalan dengan organisasi Islam Muhammadiyah.

Menyangkut hal ini Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta masyarakat Indonesia saling menghargai terkait perbedaan awal menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan. Terkait perbedaan tersebut, menurut Din, sebaiknya pemerintah tidak perlu ikut campur.

"Seharusnya, pemerintah jangan ikut campur. Wilayah keyakinan apakah shalat tarawih 8 atau 20 (rakaat) enggak usah diatur oleh negara. Insya Allah masyarakat sudah dewasa untuk berbeda pendapat," ujar Din seusai acara silaturahim dengan Kasad di Balai Kartini, Jakarta, Senin (8/7/2013). (Kompas.com)

Cegah sweeping
Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara Marciano Norman mengatakan, secara umum situasi keamanan di Indonesia sangat kondusif menjelang bulan Ramadhan 1434 H. Pengamanan oleh aparat keamanan dinilai baik.

Hanya saja, seperti menjelang Ramadhan selama ini, kata Marciano, tetap ada gangguan keamanan seperti sweeping tempat-tempat hiburan oleh organisasi masyarakat atau kelompok masyarakat.

"Pihak-pihak yang melakukan sweeping saya harapkan tidak melakukan. Serahkan kepada aparat kepolisian dan Polisi Pamong Praja untuk melakukannya. Saya minta semua pihak menghormati aturan yang berlaku di dalam bulan suci Ramadhan," kata Marciano di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (8/7/2013).

Marciano berharap pihak pengelola tempat hiburan menghormati aturan yang ada. Jika mereka mengikuti aturan, kata dia, tidak mungkin ada tindakan sweeping. Namun, jika tempat pihak hiburan melanggar, warga tetap harus menyerahkannya kepada aparat penegak hukum.

Menurutnya, jangan sampai aparat penegak hukum mengabaikan pelanggaran yang dilakukan para pengelola tempat hiburan.

"Kita dorong aparatnya untuk melakukan," tandasnya. (Kompas.com)

Ucapan selamat berpuasa di Facebook
Berbagai kasus pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia tidak harus menjadi warna utama relasi antar umat beragama di negara Bhineka ini. 

Sementara tugas pemerintah adalah untuk menegakkan hukum, masyarakat yang memupuk tenggang-rasa antara sesama pemeluk agama yang berbeda.

Kedewasaan dalam menghargai hari raya umat berlainan agama nampak di jaringan sosial on-line.

Ferry W, seorang penganut Kristen yang duduk dalam panitia pembangunan salah satu jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa, menulis di dinding statusnya hari ini: “hormati mereka yg lagi menjalankan ibadah PUASA.....selamat sore sambut Rahmadan penuh hiqmah.”

Ibadah puasa adalah waktu di mana umat Islam menahan lapar dan dahaga selama 30 hari untuk memfokuskan diri pada ajaran rohani. Ini dapat menjadi pengingat bagi umat Kristen untuk mengoreksi diri dan berefleksi tentang apa arti menjadi seorang pengikut Kristus. (+)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger