"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Filipina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filipina. Tampilkan semua postingan

Mohon doa bagi masyarakat korban angin topan di Filipina dan para pekerja kemanusiaan (UP-DATED)

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 09 November 2013 | 11:47



MP, 13 Nov. 13.
Menurut keterangan Dewan Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina kepada media, Rabu, 13 November 2013, korban tewas topan Haiyan (Yolanda) di Filipina mencapai 2.275 orang, dan mengakibatkan 3.655 orang cedera dan 80 korban lainnya hilang.

“Indonesia mengirimkan 75 ton bantuan berupa selimut, alas lantai, dan makanan dengan menggunakan enam pesawat C-130,” kata Asri Wijayanti, juru bicara Pusat Penanganan Bencana ASEAN (ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Managemen/AHA Center). (Tempo.co)

MP, 12 Nov. 13. 
Paus Fransiskus memimpin ribuan orang di Vatikan dalam doa bagi para korban badai di Filipina. Pemimpin umat Katolik ini mengungkapkan kepada para peziarah, wisatawan dan warga Roma yang hadir di alun-alun Santo Petrus pada hari Minggu bahwa ia ingin meyakinkan rakyat Filipina dan wilayah sekitarnya bahwa ia merasa dekat dengan mereka. Ia menyesalkan jumlah korban yang tinggi dan kerusakan yang besar, kemudian mengajak doa hening untuk "saudara-saudara kita." "Mari kita mencoba untuk memberikan bantuan yang konkrit," ungkap Paus juga.

Pope Francis Leads Prayers for Philippines Tyhpoon Victims

Huffington via WN 
http://article.wn.com/view/2013/11/11/Pope_Francis_Leads_Prayers_For_Philippines_Typhoon_Victims/#/related_news

-------

MP, 10 Nov. 13. 
Organisasi bantuan kemanusiaan, pengembangan, dan advokasi, World Vision, telah mengumumkan peluncuran sebuah upaya tanggap darurat untuk menyalurkan makanan, perlengkapan kebersihan, tempat tinggal sementara, dan perlengkapan bantuan lainnya untuk 1,2 juta orang di wilayah Visayas Tengah dan Timur, Filipina.

"Kami juga akan bekerja untuk melindungi anak-anak, yang paling rentan setelah terjadinya bencana topan Haiyan," demikian keterangan dari World Vision menyusul topan dahsyat yang melanda Filipina Kamis malam.

Menurut The Associated Press korban tewas di kota Tacloban, Filipina tengah, saja bisa mencapai 10.000 orang. 

Sejumlah organisasi kemanusiaan Kristen berbasis di Amerika Serikat lainnya sedang berupaya untuk menyalurkan bantuan bagi masyarakat Filipina.


US Christian Groups Respond to Super Typhoon Haiyan; Over 10,000 Feared Killed, Millions Affected
http://www.christianpost.com/news/us-christian-groups-respond-to-super-typhoon-haiyan-over-10000-feared-killed-millions-affected-108452/ 

-------

FILIPINA, Manila (MP) --- Sedikitnya 120 orang dilaporkan tewas akibat topan Haiyan yang menerjang Filipina. Jumlah ini diperkirakan akan bertambah. 

Status topan yang di Filipina dinamai Yolanda itu kini turun dari kategori 5 menjadi 4. 

Topan ini mengakibatkan banjir besar, pohon tumbang, rusaknya rumah warga dan fasilitas air bersih, terputusnya jaringan telepon dan listrik, serta terputusnya jalan-jalan penghubung di enam wilayah di Filipina. 

Kecepatannya melebihi 200 km/jam. 

Badan amal Caritas, bersama Pontifical Institute for Foreign Mission dan keuskupan gereja Katolik diberitakan sedang mengupayakan bantuan bagi para korban, yang banyak di antaranya turut menderita akibat gempa bumi 7,2 pada skala richter baru-baru ini. []


Death toll from Typhoon Haiyan rises to 120. The Church is ready to send aid
http://www.asianews.it/news-en/Death-toll-from-Typhoon-Haiyan-rises-to-120.-The-Church-is-ready-to-send-aid-29499.html

Topan Filipina Renggut Lebih dari 100 Nyawa
http://www.tempo.co/read/news/2013/11/09/118528332/Topan-Filipina-Renggut-Lebih-dari-100-Nyawa

Foto: Reuters via Tempo.co

Protes korupsi gereja-gereja Filipina bunyikan lonceng

Written By Menara Penjaga on Senin, 21 Oktober 2013 | 10:21

FILIPINA, Manila (MP) -- Gereja-gereja di Filipina melakukan aksi membunyikan lonceng selama tiga menit pada Jumat (11/10) jam satu siang sebagai tanda protes terhadap tindak korupsi.

"Saat mereka mendengar lonceng berdentang mereka tidak dapat menyangkal lagi tentang seruan rakyat untuk dihapuskan[nya] skema dana tersebut," ungkap Pastor Ben Alforque berbicara tentang Dana Prioritas Bantuan Pembangunan yang diberikan kepada anggota legislator (DPR). 

Dana pemerintah ini dianggap telah disalahgunakan oleh para politikus untuk kepentingan mereka, sekaligus mengisi kantong para koruptor. 

Pastor Alforque juga mengajak masyarakat untuk bersatu hati mendoakan anggota parlemen dan Mahkamah Agung agar "pork barrel," istilah dana politik, dihapuskan. 

"Allah memanggil kita kepada-Nya, oleh karena itu kita harus kembali kepada-Nya dan meminta para pemimpin negara kita untuk bertobat," katanya.

Menurut radio Katolik Veritas, selain gereja-gereja Katolik, turut berpartisipasi sejumlah anggota Dewan Gereja-gereja Nasional Filipina dan Gereja Agliplayan.



------
Gulfnews.com 
http://gulfnews.com/news/world/philippines/philippines-church-bells-peal-against-corruption-1.1241994

Jawaban.com
http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/90/news/131018183206/limit/0/Protes-Korupsi-Gereja-Bunyikan-Lonceng.html

Kasus perdagangan manusia: Kalau petinju saja perlu berhati-hati, apa lagi para gadis muda

Written By Ray Maleke on Rabu, 17 Juli 2013 | 22:18

Para petinju mengaku mereka dipaksa tinggal di sebuah garasi dan diberi
makan tulang dan nasi, serta makanan sisa (foto: ABC).
AUSTRALIA, Sydney (MP) – Menjadi petinju profesional bukan berarti kebal terhadap kejahatan perdagangan manusia. Hal ini yang sementara diselidiki oleh Kepolisian Federal Australia.

Sejumlah petinju asal Filipina memutuskan untuk melaporkan nasib mereka setelah seorang manejer tinju asal Sydney memboyong mereka ke negeri kangguru dengan diiming-imingi kekayaan dan kesuksesan.

Namun bukan sukses atau kekayaan yang mereka temui.

Menurut pengakuan mereka, Mr. Dido Bohol, manejer tinju berkebangsaan Filipina-Australia, menjadikan mereka pembantu rumah tangga tanpa bayaran.

Tragisnya mereka pun diberi tempat tinggal di garasi yang sangat dingin selang musim dingin.

“Ketika saya di sini, saya jadi sakit. Saya selalu mimisan ketika bangun pagi karena kedinginan,” ucap petinju muda Alann J. Tuniacao.

Tuniacao bersama seorang teman petinju lainnya Czar Amonsot terbang ke Sydney tahun 2010 lalu dengan visa olahraga sementara.


Tinggal di garasi

“Ia menjanjikan, saya akan menghasilkan uang di sini. Walaupun saya tidak bertanding, saya bisa mendapatkan pekerjaan dan mengirimkan uang ke keluarga saya di Filipina,” tutur Amonsot.

Kenyataan sama sekali berbeda dari harapan.

Mereka mengaku dipaksa tinggal di sebuah garasi dengan tiga orang lainnya. “Kami seperti dipenjara. Kami tidak boleh berkenalan atau berbicara dengan warga Filipina lainnya,” ungkap Tuniacao.

Tak hanya itu, mereka mengaku dibuat kelaparan, dan hanya mendapat makan tulang ayam dan nasi atau sisa makanan dari rumah utama.

Paspor mereka juga ditahan, dan mereka sekarang berhutang pada sang manejer. Uang yang mereka peroleh dari bertanding sebagian besar harus diserahkan pada Mr. Bohol.

Mr. Bohol menyangkal tuduhan perdagangan manusia
(foto: ABC). 
Apa yang dialami oleh para petinju Filipina ini diangkat dalam program 7:30 ABC.

Ketika dihubungi lewat telpon Mr. Bohol menyangkal telah memperlakukan para petinju itu seperti budak, dan mengatakan bahwa ia sedang menolong mereka.

“Saya tidak pernah mengambil paspor mereka. Paspor itu punya mereka," katanya. "Itu semua omong kosong. Kami punya persetujuan, semuanya ada di sini. Kami harus menandatangani kontrak.”


Kematian Roberto Ruiz

Dari penelusuran program investigatif 7:30 sebuah kisah tragis pun terungkap.

Roberto Ruiz juga direkrut oleh Mr. Bohol tahun 1997, dan bertanding di Ausie selama tiga tahun.

Mengalami pendarahan dan masalah dengan mata akibat tidak mendapat perawatan, akhirnya memutuskan untuk lari dari sasana tinju Mr. Bohol.

Ia menjadi imigran tanpa dokumen. Menghadapi masalah deportasi dan kebutaan, Ruiz dilaporkan bunuh diri di Sydney.


Kalau petinju saja perlu berhati-hati, apa lagi para gadis muda. Jangan hanya waspada, LAWAN trafficking!  (Kompas/ABC)

Manny “Pac-Man” Pacquiao kalah melawan Juan Manuel Marquez: Pertandingan iman

Written By Menara Penjaga on Senin, 10 Desember 2012 | 10:15

Juan Manuel Marquez merayakan kemenangannya
(foto: bleacherreport)
AMERIKA SERIKAT, Las Vegas (Menara Penjaga, 10 Desember 2012).

Berita menyedihkan bagi masyarakat Filipina termasuk para penggemar Manny Pacquiao. Petinju kebanggaan Asia ini harus mengakui keunggulan petinju asal Meksiko Juan Manuel Marquez.

Pertemuan Pacquiao dan Marquez kembali ke tahun 2004 di MGM Grand Arena, Las Vegas (AS) ketika dewan juri memutuskan bahwa pertandingan mereka draw.1 Dua pertandingan berikutnya, 2008 dan 2011 di Mandalay Bay Resort and Casino dan kemudian di MGM Grand Arena, Las Vegas, dimenangkan oleh Pacquiao, berurutan secara split decision dan majority decision.2

Pertemuan keempat dua jawara ini di MGM Grand Arena Sabtu 8 Desember 2012 tidak meninggalkan ruang untuk polemik, Marquez menang dengan KO.

Pertandingan ini tidak mengurangi delapan gelar divisi tinju yang saat ini dipegang oleh Pacquiao. Namun, seperti yang dilaporkan oleh Inquirer Sports, Marquez akan pulang ke Meksiko dengan kebanggaan telah meng-knock out pemegang delapan gelar, Manny “Pac Man” Pacquiao.


Ronde ke-6

Pacquiao (54-5-2, 38 KO) pertama kali menyentuh lantai pada ronde ke-3, tulis Bleacher Report, namun kemudian bangkit kembali dan mampu mengontrol permainan. Bahkan pada ronde ke-5 ia sempat membuat Marquez (55-6-1, 40 KO) menyentuh lantai.3

Tapi pada ronde ke-6 Pacquiao secara kurang hati-hati melakukan serangan, sehingga sebuah pukulan keras mendarat di wajahnya pipi kanannya. Pacquaio sejenak terkelungkup di atas canvas ring, dan kemenangan telak menjadi milik Marquez.4


Kekecewaan seorang ibu

Dionisia Pacquiao, sang ibu, sangat sedih dengan kekalahan ini, dan menyalahkan pertemuan belajar Alkitab (BA) bersama “pendeta-pendeta Protestan.” Menurutnya, Pac-Man menjadi kurang tidur karena BA itu.5

Menurut Inquirer Sports, tahun lalu Manny Pacquiao meninggalkan afiliasinya dengan Gereja Katolik dan bergabung dengan sebuah gerakan Kristen yang berdasarkan Alkitab. Ibunya berharap supaya ia kembali ke Gereja Katolik.

Manny Pacquiao adalah seorang petinju yang dikenal dekat dengan keimanan. Sebelumnya ia selalu mendengarkan Misa pada setiap pertandingannya. Ia kemudian berpaling ke Alkitab untuk mengubah hidupnya. Ia berhenti berjudi, minum minuman keras, dan meninggalkan hubungan gelap, tulis Inquirer Sports.

Dalam pertandingan kemarin itu, ia tidak mendengarkan Misa, melainkan menghadiri sebuah ibadah yang diadakan di ruang hotelnya di Las Vegas.

Ibunya sampai mengatakan bahwa Manny Pacquiao “lebih baik menjadi seorang pendeta saja, daripada seorang petinju,” dan bahwa Allah menghendaki kekalahannya.6


Emmanuel "Manny"
Dapidran Pacquiao
(foto: Wikipedia).
Tanggapan Pacquaio dan Marquez

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Juan Manuel," kata Pacquiao seperti dilansir AFP. "Saya tidak bisa menyangkal. Itu pertarungan yang bagus dan ia [Marquez] pantas meraih kemenangan.

"Saya pikir para penggemar tinju yang menyaksikan [laga] kami adalah pemenang juga.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih atas doa-doa Anda dan ingin meyakinkan Anda bahwa saya baik-baik saja. Saya ingin mendapat istirahat yang bagus dan saya akan kembali untuk bertinju."7

Menurut laporan AFP, awal pekan kemarin Pacquiao mengatakan dia tidak akan bertarung untuk kelima kali dengan Marquez, dan pelatihnya Freddie Roach mengatakan jika Pac-Man kalah dalam pertarungan kali ini ia akan mengusulkan supaya ia memikirkan untuk pensiun. Tapi usai pertandingan itu Manny Pacquiao yang Desember ini genap 34 tahun mengatakan bahwa ia siap untuk laga kelima.8

“Saat ini saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan saya, tapi saya akan istirahat dan saya akan merayakan dengan keluarga saya dan teman-teman saya di Meksiko," kata Marquez ketika ditanyakan tentang kemungkinan laga kelima.9


Langkah selanjutnya?

Para penggemar Pacquiao dibayangi pertanyaan, apa langkah selanjutnya dari petinju jawara yang juga adalah seorang anggota dewan di negara Filipina ini.

Ketika presiden AS, Mr. Barrack Obama, menyatakan dukungannya terhadap 'pernikahan' sejenis, Pacquiao menyatakan, “Firman Tuhan adalah yang pertama...taati hukum Tuhan terlebih dahulu baru taati hukum manusia.”10

Pacquiao memang punya komitmen untuk bertinju sampai 2013, tapi ibu Pacquiao mungkin memang benar, sudah saatnya Manny Pacquiao bertanding di arena lain.

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. (1 Korintus 9:25-27)


1 Marquez, Pacquiao brawl to draw, review journal (link)

2 Pacquiao beats Marquez in split decision, stuff co.nz (link); Pacquiao wins epic Marquez clash, BBC Sport. 16 March 2008; Manny Pacquiao, Wikipedia (link). 

3 Pacquiao vs. Marquez 4 Results: Winner, Twitter Reaction, Recap and Analysis, Bleacher Report (link).

4 Pacquiao vs. Marquez 4 Results: Winner, Twitter Reaction, Recap and Analysis, Bleacher Report (link); perhatikan videonya. 

5 Mommy Dionisia blames pastors for son’s defeat, Inquirer Sports (link). 

6 Mommy Dionisia blames pastors for son’s defeat, Inquirer Sports (link). 

7 Somber Pacquiao spoils for another fight, AFP (link).

8 Somber Pacquiao spoils for another fight, AFP (link).

9 Somber Pacquiao spoils for another fight, AFP (link).

10 Interview: Pacquiao rejects Obama's new twist on the Scriptures, Examiner (link). 

Pesan Don Moen untuk Indonesia: Yesaya 43:18-19

Written By Menara Penjaga on Kamis, 15 November 2012 | 12:44

(kiostix.com)
INDONESIA, Jakarta (15 November 2012). 

Penyanyi dan penulis lagu Kristen Don Moen menggelar konser pada 14-15 November 2012 di Jakarta, mengangkat tema "Heal The Nation." Konser ini diselenggarakan oleh Soli Deo. 

Lagu rohani yang dinyanyikan Don Moen mempunyai sentuhan tersendiri yang membuat banyak orang merasa disegarkan imannya, termasuk Manny Pacquiao, seorang politikus Filipina sekaligus petinju pertama yang menjuarai delapan divisi kejuaraan tinju dunia. 
Namun ternyata Don Moen juga tak asing dengan "Pac Man" julukan Manny. Pada 27 Oktober lalu ia menggelar konser rohani di Crystal Cathedral, Garden Grove, California, ia mengungkapkan kekagumannya atas petinju Filipina tersebut. 

"Saya suka Manny Pacquiao. Kami sudah bertemu beberapa tahun yang lalu di Filipina. Aku sangat diberkati bagaimana Tuhan mengubah Manny," katanya.

"Aku ingat ketika juara kelas berat Evander Holyfield menerima Tuhan sebagai juruselamat. Dia tidak menyembunyikan iman Kristennya dari hadapan publik. Bahkan dia membanggakannya seperti yang Manny lakukan," kata Don.

Ketika Manny mengetahui kekaguman Don Moen, ia dilaporkan sangat bersukacita. "Ah, Don Moen. Dia baik sekali. Berikut ini adalah lagu favorit saya dari dirinya," ungkap Manny yang segera menyanyikan salah satu lagu Don Moen berjudul God Will Make Away (versi Indonesia "Dia Buka Jalan") (Jawaban)

Don Moen mengutip Yesaya 43:18-19 sebagai pesannya untuk Indonesia.

...firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. (Jawaban)

Sedikitnya 60 nyawa melayang akibat banjir di Filipina

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 11 Agustus 2012 | 03:34

(foto: starnews)
FILIPINA, Manila.
Bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Filipina, termasuk ibukota Manila, terus memakan korban jiwa. Sejauh ini dilaporkan sedikitnya 60 nyawa melayang akibat banjir yang menerjang sejak awal minggu ini.

Badan bantuan gerejawi turut berperan dalam membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dengan menyediakan kebutuhan pokok dan bahan higienis lainnya, demikian dilaporkan CatholicFreePress.

Badan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Filipina menuturkan, jumlah korban tewas ini meningkat 3 kali lipat dibandingkan dengan laporan yang didapat sehari sebelumnya. Sebagian besar korban tewas berasal dari wilayah di luar Manila.

Hingga saat ini, sebanyak 7 orang dilaporkan masih hilang. Demikian seperti dilansir oleh AFP, Jumat (10/8).

Banjir mematikan ini dipicu oleh hujan deras tiada henti yang melanda sejumlah wilayah Filipina dalam beberapa hari terakhir. Saat ini dilaporkan sekitar 80 persen wilayah Filipina terendam banjir. Sebagian besar jalanan kota Manila bahkan tampak seperti sungai akibat banjir ini.

Pemerintah mencatat, ada total 2,44 juta warga Filipina yang terkena dampak banjir ini secara langsung. Dari jumlah tersebut, sekitar 362 ribu warga terpaksa meninggalkan rumah masing-masing dan tinggal di kamp pengungsian setempat.

Para pengungsi harus berlindung di sekolah-sekolah, stadion dan gedung-gedung lain yang telah diubah menjadi pusat-pusat pengungsian. Sedangkan warga yang lainnya tinggal di rumah-rumah kerabat dan teman-teman yang tidak terkena banjir. (detikNews/CFP)




Sabino: Jangan menyerah membela hak asasi manusia

Written By Menara Penjaga on Kamis, 05 Juli 2012 | 23:46

Sebuah poster menuntut keadilan bagi Willem Geertman
(foto: philstar.com)
‎FILIPINA,  5 Juli 2012.

Kelompok aktivis telah menyerukan kepada Uni Eropa untuk menghentikan dukungan dana kepada pemerintah Filipina menyusul pembunuhan seorang misionaris Belanda di provinsi Pampanga pada Selasa.

The New Patriotic Alliance and Pamalakaya, sebuah kelompok nelayan, mengecam pembunuhan terhadap Willem Geertman, dan mendesak penyelidikan segera menyusul pembunuhan dua misionaris Eropa di Filipina sejak tahun lalu.

Geertman, direktur eksekutif LSM Alay Bayan-Luzon, ditembak mati oleh seorang yang mengendarai sepeda motor di luar kantornya di Pulau Luzon bagian tengah pada siang hari.

LSM tersebut membantu dan melayani rehabilitasi kepada para petani, nelayan dan masyarakat adat, yang tidak disukai kelompok kiri.

The Promotion of Church People’s Response (PCPR) kemarin juga mengecam pembunuhan itu, dengan mengatakan pihaknya telah kehilangan salah seorang pemimpin dan sesama anggota Gereja.

“Kami menyerukan kepada pemerintah Belanda untuk menekan pemerintah Filipina agar segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan tidak berpihak, serta bertindak adil terhadap pembunuhan Geertman dan korban pembunuhan lain di luar hukum,” kata Nardy Sabino, sekjen PCPR.

Dalam pernyataan pers yang dirilis kemarin, Sabino mendesak orang-orang Gereja “untuk tidak pernah menyerah dalam perjuangan untuk membela hak asasi manusia dan membela para pembela hingga tidak menimbulkan lebih banyak korban tewas.”

Kematian Geertman menyusul Pastor Fausto Tentorio asal Italia yang ditembak mati di halaman Gereja Bunda Penolong Abadi di kota Arakan, Mindanao pada Oktober tahun lalu.

Sumber: UCAN Indonesia

Pembangkit tenaga listrik mini untuk menerangi masyarakat pedalaman

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 26 Mei 2012 | 06:40


(foto: ICAN-Indonesia)
ICAN-Indonesia
Meskipun sebelumnya krisis listrik berlanjut yang mempersulit kehidupan komunitas suku Pulangiyen di salah satu daerah pegunungan yang paling terpencil di Mindanao, Filipina bagian selatan, kini mereka bisa menikmati listrik dan air minum tanpa gangguan.

Kebutuhan listrik dilayani oleh pembangkit listrik tenaga air yang dipasang dua tahun lalu oleh Environmental Science for Social Change (ESSC), sebuah lembaga yang dikelola Yesuit.

Aliran Sungai Pulangi bisa menjadi pembangkit listrik dengan menyediakan daya yang cukup untuk menerangi 50 kepala keluarga (KK) di komunitas Sitio Bendum.

Aliran sungai yang sama juga menyediakan suku itu air minum yang dingin berkat inovasi ESSC.
Total biaya untuk pembangkit tenaga listrik itu dan sistem pompa sekitar US $ 37.000.

ESSC, sebuah lembaga penelitian Yesuit yang menggunakan metode ilmiah dan program terjangkau untuk meningkatkan kelestarian lingkungan dan keadilan sosial.

Didirikan oleh Pastor Pedro Walpole SJ, pusat penelitian itu juga mengelola Pusat Pendidikan dan Kebudayaan Apu Palamguwan di Sitio Bendum. Di sini, warga Pulangiyen belajar membaca, menulis dan dididik tentang tradisi dan budaya mereka sendiri.

Pendidikan dinilai oleh Pastor Walpole sebagai landasan dalam budaya sendiri dan merupakan hal yang penting untuk memberikan kontribusi yang produktif bagi masyarakat.

Pusat ini juga menekankan pentingnya membuat pendidikan mudah diakses oleh masyarakat adat dan responsif terhadap kebutuhan mereka.

Ia mengakui bahwa sistem pengetahuan komunitas suku sendiri harus sepenuhnya dimasukan ke dalam kurikulum.

Sementara sejumlah KK lain di Bendum juga dapat mengambil listrik dari PLN, tapi juga didukung sepenuhnya oleh pembangkit listrik tenaga air dari ESSC.

“Saya melihat masa depan yang sangat baik untuk pembangkit listrik tenaga air,” kata direktur program ESSC Eric Popoy 'Bruno'. “Pembangkit itu kini dijadikan sebagai model bagi desa-desa.”

“Kami harus pandai dalam mengambil keuntungan dari apa pun sumber daya yang kami miliki,” tambahnya. “Tapi, kami juga harus diingat bahwa sumber daya ini terbatas jadi kami harus menggunakannya secara baik.” (Sumber: Mini-power plant keeps local tribe connected)

Pastor Katolik menjadi salah satu ”pahlawan lingkungan hidup” tahun 2012

Written By Ray Maleke on Kamis, 19 April 2012 | 03:43

Fr. Edwin Gariguez with children in a Mangyan
community on Mindoro island (Foto: Global Nation).
Fr. Edwin Gariguez menjadi salah satu dari enam penerima Goldman Environmental Prize (sebuah penghargaan dibidang pelestarian lingkungan hidup) tahun ini di San Francisco, USA, demikian dilaporkan oleh AsiaNews.it.

Selama ini ia telah memperjuangkan pelestarian pulau Mindoro di Filipina dari penambangan, termasuk berpartisipasi dalam pengembangan masyarakat suku dan perlindungan areal terlindung.

Fr. Edwin Gariguez, sekretaris National Commission on Social Action Justice and Peace (Komisi Nasional bidang Aksi Sosial, Keadilan dan Perdamaian), memenangkan Goldman Environmental Prize tahun 2012 untuk perjuangannya atas nama penduduk asli Pulau Mindoro (barat-laut Filipina), di mana kegiatan penambangan menjadi ancaman keberadaan mereka.
Sebagai salah satu dari “pahlawan pembela lingkungan hidup,” ia menerima penganugerahan itu hari Senin di San Francisco Opera House, USA.

“Sebagai seorang imam Katolik, saya mengambil bagian dalam misi kami untuk melayani orang miskin dan yang terpinggirkan,” ungkap Fr. Gariguez. “Saya membaktikan diri saya untuk usaha pengembangan dan pembelaan hak-hak masyarakat suku asli, para petani dan nelayan.”


”Saya diajarkan oleh masyarakat suku asli Mangyan untuk menjaga bumi,” jelasnya. Bagi mereka, “alam adalah seperti rahim ibu yang meberikan kita kehidupan,” ungkap Fr. Gariguez yang adalah tenaga Injil.


Fr. Gariguez mulai kampanyenya melawan perusahaan penambang pada akhir tahun 1990-an, ketika Intex Resources, perusahaan milik Norwegia, hendak membangun tambang nikel di area terlindung Capan (Oriental Mindoro) yang dihuni oleh masyarakat asli Mangyan, proyek tersebut telah disetujui oleh pemerintah.

Bersama dengan para pemegang jabatan dan pemimpin gereja, ia turut mendirikan ALAMIN, Persatuan melawan Penambangan, sebuah koalisi yang menentang penambangan yang indiskriminatif.            


Akhirnya, pemerintah lokal memberlakukan penangguhan penambangan di pulau itu pada tahun 2002, tapi Intex terus melakukan aktivitasnya di daerah itu.


Untuk menghentikan perusahaan itu, Fr. Gariguez berangkat ke Eropa di mana ia menemui anggota parlemen Norwegia dan para pemegang saham perusahaan Intex.


Dengan bantuan dari sebuah LSM di Norwegia, ia juga memasukkan pengeluhan dengan Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pengembangan.


Tahun 2009, ia memimpin 11-hari mogok makan sampai Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (DENR) Filipina menyetujui untuk menyelidiki dugaan pelanggaran aturan perlindungan lingkungan hidup dan masyarkat terkait penambangan itu.


Hasil dari penyelididkan yang dipimpin oleh DENR membatalkan izin Intex tahun 2010 untuk masa waktu tak tentu, penambangan ditahan.


Mulai dari situ, berbagai anggota ALAMIN mendapat ancaman pembunuhan karena protes dan keikut-sertaan mereka. Salah satu dari mereka, Ricardo Ganad, presiden dari Persatuan Hukum Tua di Victoria, dibunuh pada tahun 2010.


Globalnation.inquirer melaporkan bahwa Fr. Edwin Gariguez menerima penghargaan karena “memimpin gerakan masyarakat akar-rumput melawan perusahaan penambang nikel berskala besar untuk melindungi keanekaragaman hayati dan masyarakat asli Pulau Mindoro,” terungkap dalam statement Goldman awards yang berbasis di USA. Penerima penghargaan masing-masing menerima uang sebesar $150.000. 

"Melindungi hak-hak orang miskin harus diutamakan daripada keserakahan perusahaan,” ungkapnya dalam pidato yang disampaikannya pada penerimaan award itu. “Pembangunan yang hakiki harus memprioritaskan kebutuhan untuk memastikan keberlanjutan ekologi di atas keuntungan pasar. Kita tidak boleh mengorbankan masyarakat dan lingkungan hidup untuk kepentingan sesaat dari beberapa orang.”***
Fr. Edwin Gariguez, winner of the 2012 Goldman Environmental Prize for his campaign to protect Mindoro island and its people. Goldman Environmental Foundation photo
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger