"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Surat Penjara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surat Penjara. Tampilkan semua postingan

Surat ungkapan syukur dan terima kasih Pdt. Youcef Nadarkhani

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 29 September 2012 | 13:21

Keluarga Pdt. Youcef Nadarkhani setelah dibebaskan
(foto: Jawaban.com)
Bukan kepada kami, ya Tuhan, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu.... Mazmur 115:1

Salaam! (Damai bagimu!)

Saya meninggikan dan mengucap syukur kepada Tuhan dengan segenap hati saya. Saya bersyukur atas semua berkat yang diberikan-Nya sepanjang hidup saya. Terutama saya sangat bersyukur atas kebaikan dan perlindungan ilahi yang senantiasa menyertai selama masa penahanan saya.

Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada mereka di seluruh dunia yang memperjuangkan kasus saya, atau harus saya katakan membela kasus saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya, baik secara terbuka maupun tersembunyi. Kalian semua sangat dekat di hati saya. Semoga Tuhan memberkati Anda dan menganugerahkan rahmat-Nya yang sempurna dan berdaulat.

Memang saya telah diuji, dengan ujian iman sebagaimana tertulis di Alkitab "lebih berharga daripada emas yang fana." Namun saya tidak pernah merasa sendirian. Sepanjang waktu saya menyadari fakta bahwa ini bukanlah pertempuran sendirian, karena saya merasakan seluruh kekuatan dan dukungan dari orang-orang yang menaati hati nurani mereka dalam memperjuangkan keadilan dan hak-hak seluruh umat manusia. 

Berkat perjuangan ini, saat ini saya menikmati sukacita besar untuk berkumpul bersama istri dan anak-anak saya yang luar biasa. Saya bersyukur kepada mereka yang rela dipakai oleh Tuhan. Semua hal ini sangat menyemangati saya.

Selama masa [penahanan] itu, saya memiliki kesempatan mengalami apa yang tertulis di dalam Alkitab dengan cara yang luar biasa, sebagaimana tertulis: "Memang, penderitaan Kristus berlimpah bagi kita, namun dorongan semangat kita berlimpah melalui Kristus..." 

Dia telah menghibur keluarga saya dan telah memberikan segala yang diperlukan dalam menghadapi situasi sulit. Dalam kasih karunia-Nya, Dia menyediakan kebutuhan rohani dan materi, mengangkat beban berat yang saya pikul.

Melalui ujian ini, Tuhan menyediakan secara luar biasa, mengizinkan saya untuk menghadapi tantangan yang ada di depan saya. Sebagaimana tertulis dalam Alkitab, "Dia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita." 

Terlepas dari fakta bahwa saya divonis bersalah karena murtad menurut hukum Syariah, saya bersyukur bahwa Dia memberi kebijaksanaan kepada para pemimpin negeri untuk mematahkan putusan hakim dengan mempertimbangkan fakta-fakta lain berdasarkan hukum Syariah yang sama. 

Hal ini memperjelas bahwa para pembela hak-hak orang Iran dan para ahli hukum telah melakukan upaya penting untuk menegakkan hukum dan hak [asasi manusia]. Saya ingin berterima kasih kepada mereka yang telah membela hak itu sampai akhir.

Saya senang hidup di masa ketika kita dapat melihat secara kritis dan konstruktif ke masa lalu. Masa ini telah memungkinkan penulisan teks universal yang bertujuan memperjuangkan hak-hak asasi mausia. Hari ini, kami berhutang atas upaya yang diberikan oleh orang-orang terkasih yang telah bekerja untuk menghormati martabat manusia dan telah meneruskan teks-teks universal yang signifikan ini kepada kami. Saya juga berhutang kepada mereka yang telah setia menyampaikan Firman Tuhan, karena Firman itu yang menjadikan kita sebagai ahli waris Allah.

Sebelum mengakhiri surat ini, saya ingin mengungkapkan sebuah doa demi terbentuknya perdamaian tanpa akhir dan secara universal, sehingga kehendak Bapa terjadi di bumi seperti di sorga. Memang, semuanya akan berlalu, namun Firman Allah, sumber damai sejahtera, akan tetap untuk selamanya.

Kiranya kasih karunia dan rahmat Tuhan berlipat ganda bagi Anda. Amin!
 
Youcef Nadarkhani



Surat Pdt. Youcef Nadarkhani ini dikirim kepada Present Truth Ministries dan dimuat di Jawaban.com. Artikelnya dapat dibaca di sini.

Kabar baik: Pendeta Iran Youcef Nadarkhani dibebaskan

Written By Menara Penjaga on Senin, 10 September 2012 | 05:39

Pdt. Nadarkhani dan isteri
(foto: bosnewslife/churchofiran)
IRAN, Teheran.
Dalam sebuah keputusan tak terduga, pengadilan Iran pada hari Sabtu 8 September 2012 memerintahkan pembebasan Pdt. Youcef Nadarkhani yang telah dipenjara sejak 2009 dan dijatuhi hukuman mati karena “murtad,” demikian dilaporkan BosNewsLife. Pelaksanaan hukuman gantung itu ditangguhkan pada bulan Juli tahun lalu.
 
Seorang anggota jemaat pimpinan Pdt. Nadarkhani mengungkapkan pada BosNewsLife bahwa tuduhan “murtad” telah dianulir namun ia dinyatakan bersalah atas tuduhan melakukan penginjilan kepada warga Muslim. Ia dijatuhi tiga tahun penjara, waktu yang sudah dijalaninya selama masa tahanan. Keputusan ini diketuk di Rahst, kota asal Pdt. Nadarkhani.
 

Pdt. Nadarkhani disambut keluarga
(foto: bosnewslife/churchofiran)
“Terima kasih untuk semua yang telah mendukung saya lewat doa,” ungkap Pdt. Nadarkhani lewat seorang penerjemah kepada BosNewsLife.
 
Istrinya, Fatemah Pasindedih, dan kedua anaknya, Daniel dan Yoel, menyambut Pdt. Nadarkhani dengan pelukan ketika pintu besi penjara terbuka. Sanak keluarga yang datang menyambut kebebasan Pdt. Nadarkhani tersenyum sambil mencucurkan air mata menyaksikan reuni ini.
 
“Saya mengalami kehadiran Tuhan di sisi saya setiap waktu,” ungkap pendeta berumur 35 tahun ini.
 
Di tempat berbeda Firouz Khandjani, seorang anggota dewan gerakan Gereja Iran, menyebutkan kepada BosNewsLife, “Ini merupakan jawaban atas doa-doa.” Ia juga mengingatkan bahwa Pdt. Nadarkhani kemungkinan masih menghadapi bahaya yang mengancam jiwanya.
 
Pdt. Youcef Nadarkhani serta beberapa anggota jemaat gereja rumah yang di pimpinnya ditahan di kota Rahst pada 2009 lalu ketika hendak mendaftarkan gereja mereka pada pemerintah. Hal ini dikaitkan dengan protes yang disuarakannya atas mandat pelajaran Al Quran di sekolah yang diharuskan bagi anak-anaknya. Menurut Pdt. Nadarkhani hal itu melawan konstitusi Iran yang menjamin kebebasan beragama.
 
Ia kemudian dituduh murtad dan ancaman hukuman mati. Beberapa kali Pdt. Nadarkhani diberi kesempatan untuk menyangkal imannya, namun ia menolak. Dalam surat yang ditulisnya dari penjara ia menyatakan, “Firman Allah mengatakan pada kita untuk siap menghadapi penderitaan dan hinaan demi namaNya.” Ia mengatakan bahwa kesabaran Tuhan harus nampak dalam penderitaan kita. “Siapapun yang mengabaikan ini akan dipermalukan” pada hari orang-orang Kristen akan bertemu Tuhannya, ungkapnya seperti dilansir BosNewsLife.
 
Bulan Juni lalu, Pdt. Nadarkhani menulis:
“Banyak yang mencoba lari dari ujian imannya…tidak ada seorang pun dapat menjadi pemenang dengan lari dari semua itu, tetapi dengan kesabaran dan kerendahan hati ia akan dapat mengatasi ujian ini dan memperoleh kemenangan.”
 
Dengan doa-doa kita semua, kuasa Tuhan bekerja dalam pembebasan Pdt. Nadarkhani, dan tak terkecuali dalam kesaksian para martir yang telah menerima penderitaan dan kematian demi nama Tuhan oleh karena pengharapan mereka akan hidup yang lebih baik bersama Allah. (MP)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger