"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan

17 Humor Kemerdekaan Republik Indonesia

Written By Menara Penjaga on Rabu, 14 Agustus 2013 | 22:15

Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Sukarno dan Moh. Hatta, 17 Agustus 1945.
Foto bersejarah ini diambil oleh dua fotografer dari Kawangkoan, Minahasa, Frans Mendur dan Alex Mendur (foto: net).

1. Bukan Saya!
Riring, seorang murid SD, mengantuk ketika ibu guru menjelaskan pelajaran sejarah kemerdekaan RI. Ibu guru mendekat ke mejanya, lalu bertanya, “Riring, siapa yang membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan RI?
Dengan malu-malu, Riring menjawab, “Bukan saya, Bu Guru.”1


2. Kenalan
Bu Guru: “Dani, sapa itu Wolter Mongisidi...?”
Dani: “Nentau, Bu Guru…”

Bu Guru: “Kalo Sam Ratulangi, sapa dang...?”
Dani: “Nentau, Bu Guru...”

Bu Guru: “Bagaimana lei ngana ini? Samua ngana nentau. Nda ja blajar ngana kang?”

Dani: “Ja blajar Bu Guru… dia pe masalah kwa bagini, coba Dani tanya pa Bu Guru. Bu Guru tau nda Nini Walintukan...?”
Bu Guru: “Sapa kang dia?…”

Dani: “Kalu Dora Sambow dang Bu Guru tau?”
Bu Guru: “Nentau noh… maar sapa dang dorang itu...?”

Dani: “So itu noh, Bu Guru…, torang kan masing-masing ada kenalan.”2


3. Nama Marga Bung Karno
Seorang kakek yang baru pertama kali bepergian ke luar daerah tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Sembari menggagumi kemegahan bandara, ia bergumam: Wah, baru tahu saya. Ternyata nama marga Bung Karno itu adalah Hatta.3


4. Tanda tangan
Seorang kepala sekolah baru ingin tahu pengetahuan sejarah nasional murid-murid kelas enam. "Anak-anak, siapa yang menandatangani naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?" tanyanya.

Tidak ada yang menjawab. Ia pun merasa kecewa karena di antara murid itu tidak ada yang tahu nama Sukarno dan Moh. Hatta.

Seperginya kepala sekolah dari ruang kelas, Pak Midun, guru wali kelas 6 yang cemas jangan-jangan ia yang kena batunya, berdiri di depan kelas.

Dengan wajah serius ia berkata, "Ini soal naskah Proklamasi yang ditanyakan oleh Bapak Kepala Sekolah tadi. Sebaiknya kamu mengaku saja kalau ada di antara kamu yang menandatanganinya."


5. Lomba nyanyi lagu hari kemerdekaan…
Dalam kesempatan lomba nyanyi lagu hari kemerdekaan, dengan semangat Cak Sakera mulai menyanyi:
“Enam belas Agustus tahun empat lima…”
Juri: “Bapak, salah itu… Ulangi!”
Cak Sakera mulai lagi:
“Enam belas Agustus tahun empat lima…”
Juri: “Masih salah…Ini kesempatan terakhir!”
Cak Sakera: “Saya ndak salah pak, sampean dengar saya nyanyi dulu.”
Akhirnya juri serius mendengarkan,
“Enam belas Agustus tahun empat lima…besoknya hari kemerdekaan kita…”
(Sumber: http://humorsingkat.wordpress.com/category/humor-kemerdekaan/)


6. Belum lahir
Ibu guru mengajar tentang sejarah kemerdekaan RI.
"Kalian tahu, bagaimana pada saat itu pejuang-pejuang kita berkorban untuk kemerdekaan RI? Mereka berjuang hidup atau mati hingga tetes darah penghabisan! Nah, kamu Riring, coba kamu ceritakan bagaimana peristiwa pembacaan teks Proklamasi itu."
Riring tersentak, "Aduh! Mana saya tahu Bu, kan waktu itu saya belum lahir...."4


7. Minuman daerah
Setelah perayaan 17-an di kantor Kedubes RI, lima orang Indonesia di San Francisco pergi ke restoran Borobudur; masing-masing Bugis, Manado, Buton, Papua, Jawa dan Ambon, lalu memesan minuman:
Orang Bugis: "Krating Daeng!"
Orang Manado: "Extra Jo!"
Orang Buton: "La Segar!"
Orang Papua: "Ale-Ale!"
Orang Jawa: "Mari Mas!"
Terakhir orang Ambon mulai bingung, semua sudah memesan minuman favorit sesuai dialek khas daerah. Karena gengsi, dengan suara agak keras orang Ambon memesan: "Beta Din!"5


8. Tidak Hafal Pancasila
Wawang mendapat tugas membacakan Teks Pancasila saat upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Saat map dibuka ternyata bukan Teks Pancasila melainkan Teks Proklamasi. Mencoba mengatasi situasi, Wawang mulai melafalkan butir-butir Pancasila di luar kepala.

Satu, Ketuhanan yang Maha Esa.
Dua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Tiga, Persatuan Indonesia.
Empat,…(lupa)
dan 5 tidak ada perubahaan...6


9. Lambang Burung Garuda
Murid: "Pak, kenapa lambang negara kita burung Garuda?"

Guru: "Karena sesuai dengan hari kemerdekaan kita, 17 Agustus 1945, 17 adalah jumlah bulu di sayap, bulan 8 (Agustus) adalah jumlah bulu di ekor, dan 45 adalah jumlah bulu yang berada di leher."

Murid: "Lalu mengapa negara kita merdeka tanggal 17 Agustus bukan tanggal 2 Januari misalnya...?"

Guru: "Ehmmm, kalau kita merdeka tanggal 2 Januari maka lambang negara kita bukan lagi burung Garuda melainkan capung, dengan dua sayap dan satu ekor."7


10. Cerita Nasrudin
Setelah bepergian jauh, Nasrudin tiba kembali di rumah. Istrinya menyambut dengan gembira,
"Aku punya sepotong keju untukmu," kata istrinya.
"Syukurlah," kata Nasrudin, "Aku suka keju. Keju itu baik untuk kesehatan perut."
Tidak lama Nasrudin kembali pergi. Ketika ia kembali, istrinya menyambutnya dengan gembira juga.
"Adakah keju untukku ?" tanya Nasrudin.
"Tidak ada lagi," kata istrinya.
Kata Nasrudin, "Yah, tidak apa-apa. Lagipula keju itu tidak baik bagi kesehatan gigi."
"Jadi mana yang benar ?" kata istri Nasrudin bertanya-tanya, "Keju itu baik untuk perut atau tidak baik untuk gigi ?"
"Itu tergantung," sambut Nasrudin, "Tergantung apakah kejunya ada atau tidak."8
(Sorry, tarada kaitan dengan Hari Kemerdekaan RI)

11. 10 Judul Film Patriotisme Asli Manado
The Patriot: Pangsayang tana aer
The Champion: Amper sama captikus
1911: Sambilangbelas deng seblas, rekeng jo sandiri
Rocky: Jago bakalae
Independence Day: Hari lari karong
Apollo 13: Burung besi
Forrest Gump: Tumingkas, Forrest!
Top Gun: Pistol wangko
Braveheart: Nyanda tako mati
Soegija: Mantap kang

12. Judul Film Asli Manado yang nyanda da kaitan dengan 17 Agustus
The last samurai: Peda terakhir
I Am Legend: Makang puji
Night at the Museum: Malam-malam di muka SMP 1
The World is not Enough: Kase hati mau jantong
Hantu Jeruk Purut: Setang ini bukang daong lemong
A Time Travelers Wife: Bini pang ba pontar
The Terminal: Tomohon, Tondano, somo brangkat!!
My Wife Is A Gangster: Bini bajingan
Putri yang Titukar: Bidan nda ba taru kira
Cinta Fitri: Nyanda abis-abis
Gone With The Wind: Konto Babadiam
Alien vs Predator: Mambao lawan pa Sumanto
The Ghost Raider: Songko ba ojek
I Like it: Kita orang Laikit
The Proposal: Ba cari dana
Bangku Kosong: Nda pi sekolah
Escape from Alcatraz: So tumingkas dari Malendeng
Drunken Master: Banyak di Manado
Transformers: Trans Kawanua
Suami-suami takut istri: Bini injang-injang
Million Dollar Baby: Babi harga kintal
Yes or no: Bilang jo, klo iyo, iyo, kalo nyanda, nyanda.
Mengejar Mas Mas: Ba bli eis cukur
Iron Man: Laki-laki sementara ba strika
X-Men First Class: Mantan cowo di klas 1 SMA
Beranak dalam kubur: Nda ada bidan
One Miscall: Nda modal
A Big Fat Liar: Gode Pangbadusta
Hellboy: Laki-laki setang putar
Monster in law: Mama mantu le ka monster
Mamma Mia!: Mia pe mama
Armagedon: Bertobat jo, somo kiamat
The Lord of the Rings - The Return of the King: Raja babale ambe cincin ta tinggal
Harry Potter and half blood prince: Harry potter deng pangeran kurang darah
James bond: Jems pe utang
The vampire diaries: Catatan harian paniki sebelum jadi ikang
When in rome: Waktu makang kukis Roma
Shark 2: Cakalang Fufu
Prince of persia: Nyong-nyong Kampung Arab...9

13. Terlambat pulang
Kenapa kamu terlambat pulang hari ini, Dino!” tanya sang ayah.
Soalnya tadi dihukum oleh ibu guru,” jawab Dino.
Kenapa, kamu mengganggu teman ya?!”
Tidak, Pak. Ditanyain sama Ibu Guru siapa yang menulis UUD 45...”
Kamu jawab?”
Tidak tahu, Pak...”
Sungguh-sungguh bukan kamu?”
Sungguh, Pak...”


14. Opa waktoe doloe
Opa: “Dulu opa perang lawan Belanda sampe Jepang kong Belanda ulang, opa nyanda tako. Maju trus pantang mundur, cuma satu kali kelingking yang tagaris sadiki.”
Cucu: “Laeng dari itu dang opa?”
Opa: “Bangka, bengko, bongko.”

15. Makan tidur
Ibu Guru: “Anak-anak, apa yang kalian dapat lakukan untuk mengisi kemerdekaan saat ini?”
Dino: “Belajar dengan rajin!”
Ibu Guru: “Bagus, Dino. Siapa lagi yang bisa menjawab?”
Riring: (mengangkat tangan) “Membantu orangtua, Bu Guru.”
Ibu Guru: “Bagus sekali, Riring. Coba kamu sebutkan contohnya.”
Riring: “Hmmm...makan teratur dan tidur tepat waktu.”

16. Anggota DPR dan pilot penyabu
Seorang guru matematika bertanya kepada murid-muridnya, “Seandainya pesawat Boeing 747 Lion Air dipiloti oleh penyabu, dan mengangkut 560 orang anggota DPR RI, meledak di ketinggian 1000 kaki dan jatuh di pegunungan berbatu tajam dengan kemiringan 45 derajat, berapa kemungkinan yang selamat ?”
Murid-murid menjawab serempak dan tegas, “Yang selamat 250 juta rakyat Indonesia, Bu!”10

17. Hari Kemerdekaan
Hari Peringatan Kemerdekaan Indonesia sudah semakin mendekat. Pemimpin paduan suara yang akan menyanyikan lagu Hari Merdeka (17 Agustus Tahun '45) mulai kesal dengan kekeliruan yang dilakukan salah satu anggota paduan suara, Om Oki.
Pemimpin PS: “Ok, sekali lagi...satu...tiga...”
Om Oki: “Tujuh belas Agustus tahun empat limya...”
Pemimpin PS: “Stop, stop, stop...Om Oki, coba ingat ya, bukan 'limya', tapi 'li-ma'. Ok!...Ok, sekali lagi...”
Om Oki: “Tujuh belas Agustus tahun empat li-ma...”
Pemimpin PS: “Mantap, Om. Lanjutkan...”
Om Oki: “Itulah hari kemerdekaan kitya...”


                                                                                              lesterijayaadvertising.blogspot


-------
1 Diadaptasi dari www.endibiaro.blogdetik.com (14 Agustus 2013).

2 Diadaptasi ke Melayu Manado dari share HUMOR, BlackBerry Indonesia Community, http://www.berryindo.com/forum/topic/share-humor/page/2#.Ugr-wNIU9RY#ixzz2budo3sAI (14 Agustus 2013). Terjemahan Bahasa Indonesia:
Bu Guru: “Dani, siapa itu Wolter Mongisidi?
Dani: “Tidak tahu, Bu Guru...”
Bu Guru: “Kalau Sam Ratulangi, siapa dia?
Dani: “Tidak tahu juga, Bu Guru...”
Bu Guru: “Bagaimana kamu ini? Semua kau tidak tahu. Kamu tidak belajar ya?”
Dani: “Saya belajar Bu Guru...masalahnya coba Dani tanya pada Bu Guru. Bu Guru tahu tidak Nini Walintukan...?”
Bu Guru: “Sapa dia?...”
Dani: “Kalau Dora Sambow apa Bu Guru tahu?”
Bu Guru: “Tidak tahu...memangnya siapa mereka itu?”
Dani: “Itulah Bu Guru..., kita kan masing-masing punya kenalan.”

Robert Wolter Mongisidi dan Dr. Sam Ratulangi adalah dua Pahlawan Nasional asal Sulawesi Utara.

3 Diadaptasi dari www.endibiaro.blogdetik.com (14 Agustus 2013).

Diadaptasi dari I-humor, http://humor.sabda.org/belum_lahir (14 Agustus 2013).

Diadaptasi dari share HUMOR, BlackBerry Indonesia Community, http://www.berryindo.com/forum/topic/share-humor/page/2#.Ugr-wNIU9RY#ixzz2buczTPTN (14 Agustus 2013).

Diadaptasi dari www.ketawa.com, http://www.ketawa.com/2008/08/15/4710-tidak-hapal-pancasila.html#ixzz2buj39kUC (14 Agustus 2013).

7 Sumber: http://www.ketawa.com/2010/08/17/6778-lambang-burung-garuda.html#ixzz2bujGDEuQ (14 Agustus 2013).

8 Sumber: http://www.ngakak.org/viewtext.php?id=2178 (14 Agustus 2013)

9 Sumber: http://www.ketawa.com/2012/09/27/8244-judul-film-manado-asli.html#ixzz2bvCfwXzO (14 Agustus 2013).


10 Sumber: share HUMOR, BlackBerry Indonesia Community, http://www.berryindo.com/forum/topic/share-humor/page/2#.Ugr-wNIU9RY#ixzz2bue9YbVr.

Humor Natal: Tidak ada tempat?

Written By Menara Penjaga on Senin, 24 Desember 2012 | 07:00


(foto: sakkakmup.blogspot.com)
Seorang anak laki-laki ingin memerankan Yusuf dalam drama Natal di sekolahnya. Sayangnya ia mendapat peran sebagai pemilik penginapan. Dengan keras ia menolak peran itu, tapi keputusan tidak berubah. 

Ketika drama Natal itu dipentaskan, Maria dan Yusuf mengetuk pintu penginapan itu dan bertanya apakah ada tempat bagi mereka untuk bermalam. 

Anak laki-laki ini dengan tersenyum menyahut dari pintu, "Ya, ada banyak tempat. Ayo masuk!" (MP) 

Hati yang gembira membuat muka berseri-seri (Amsal 15:13).

Diadaptasi dari No Room In The Inn? 

Humor Natal: Telat malam Natal

Written By Menara Penjaga on Jumat, 21 Desember 2012 | 07:00

(foto: antarafoto.com)
"Tari, kenapa kau berteriak dan menjerit-jerit seperti itu?" suara ibunya gusar. "Sungguh menakutkan suaramu itu! Cobalah bermain seperti Diki. Lihat tuh, dia hanya diam saja!" 

"Tentu saja Diki cuma diam, Ma! Kami sedang bermain drama yang berjudul 'Telat Malam Natal.' Diki berperan sebagai papa yang pulang terlambat, dan aku adalah Mama!"

"Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum." (Mazmur 37:30) 

Sumber: Redaksi i-Humor 
Adaptasi MP

Humor Natal: Kehilangan dompet

Written By Menara Penjaga on Senin, 17 Desember 2012 | 02:59

(foto: bpkpenabur.or.id)
Seorang wanita kehilangan dompetnya ketika sedang belanja di pasar tradisional untuk keperluan Natal. Dompet itu ditemukan oleh seorang anak yang jujur dan kemudian mengembalikannya.

Ketika wanita ini melihat isi dompetnya, ia heran karena seingatnya ia mempunyai uang pecahan Rp 20.000 di dalamnya. Nilai uang di dalam dompet itu masih sama, tapi sudah dalam pecahan Rp 1.000.

Ia pun berkata, "Hmm...lucu ya, ketika dompet saya hilang uang di dalamnya adalah pecahan Rp 20.000. Sekarang ada 20 pecahan Rp 1000."

Anak kecil itu pun menyahut. "Ibu benar. Waktu lalu saya menemukan juga dompet seorang ibu, tapi ia tidak memberi uang kecil sebagai pahala." (MP)

Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu. (Amsal 4:13)

Diadaptasi dari The Lost Purse

Humor Natal: Wanita yang sempurna (versi pria)

Written By Menara Penjaga on Kamis, 13 Desember 2012 | 02:49

(foto: medanbisnisdaily.com)
Pada suatu ketika, seorang pria yang sempurna bertemu dengan seorang wanita yang sempurna pula. Setelah melewati masa pacaran yang sempurna, mereka kemudian dinikahkan dalam sebuah acara pernikahan yang sempurna. Hidup mereka pun, tentu saja, berjalan dengan sempurna.

Pada suatu hari yang bersalju (bukan di Indonesia), badai sedang berkecamuk (dengan sempurna?), tapi kedua pasangan yang sempurna ini sedang mengendarai kendaraan mereka yang sempurna.

Kemudian di pinggir jalan mereka melihat seseorang yang sedang sedih. Rupanya itu adalah Santa Claus yang sedang membawa kantong besar berisi hadiah-hadiah untuk anak-anak. Sebagai pasangan yang sempurna mereka berhenti, dan mengundang Santa masuk kendaraan untuk mengantarkan hadiah-hadiah itu satu demi satu.

Sayangnya, keadaan cuaca hari itu buruk sekali, sehingga kendaraan pasangan yang sempurna ini bersama Santa di dalamnya menabrak sebuah pohon. Hanya satu yang selamat. Siapakah dia?

Wanita yang sempurna itu yang selamat. Lagi pula, ia adalah satu-satunya orang yang benar-benar ada. Semua orang tahu bahwa tidak ada yang namanya Santa Claus dan tidak ada pula yang bisa disebut pria yang sempurna.

Jadi, jika tidak ada Santa Claus dan pria yang sempurna, maka wanita itu pastinya yang sedang mengemudi. Hal ini menjelaskan mengapa kecelakaan terjadi. (MP)

"Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya." (Efesus 5:25)

Diadaptasi dari The Perfect Woman

Humor Natal: Lariii!

Written By Menara Penjaga on Senin, 10 Desember 2012 | 02:10

(foto: bpdgsjabanten1.blogspot.com)
Pada suatu malam Natal, pendeta Larry sedang melewati sebuah rumah ketika ia melihat seorang anak kecil bernama Jerry sedang mencoba meraih bel pintu. Sayangnya bel itu agak ketinggian sehingga ia kesulitan menggapainya.

Dengan tersenyum pendeta Larry menaiki tangga rumah itu, menepuk bahu anak itu dengan bersahabat, dan menekan bel rumah itu. Ding dong.

Ia pun membungkuk, masih dengan senyum penuh persahabatan, ia bertanya, "Sekarang apa, teman?"

Jerry melihat kearahnya dengan senyum menyeringai. "Sekarang, lariii!"(MP)


Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketentraman kepadamu dan mendatangkan sukacita kepadamu. (Amsal 29:17)


Diadaptasi dari Don't Try This at Home!

Humor Natal: Takkan dapat hadiah

Written By Menara Penjaga on Kamis, 06 Desember 2012 | 01:51

(foto: sentuhankasih.wordpress.com)
Dua kakak-beradik, Lisa dan Dina sering bertengkar, karena itu sang ibu menelpon paman mereka untuk pura-pura menjadi Santa Claus.

Sang ibu memberitahu anak-anaknya bahwa Santa tidak senang bahwa mereka terus bertengkar, dan menekan nomor panggil. “Bisa bicara dengan Santa Claus,” katanya di gagang telpon. Lisa dan Dina mulai ketakutan. “Ini Santa ingin bicara,” kata sang ibu menyodorkan gagang telpon. Lisa sang kakak takut menjawabnya, tapi Dina masih punya nyali.

“Wah, kalian rupanya sering bertengkar ya...,” kata suara berat dari ujung telpon yang lain. Ia juga menjelaskan bahwa anak-anak yang bertengkar dengan saudaranya tidak akan mendapat hadiah, karena itu mulai sekarang mereka harus mulai berbaikan.

Dina menjawab ya terus menerus untuk semua yang dikatakan 'Santa', sampai akhirnya ia menutup telpon itu.

“Apa kata Santa, Dina?” tanya ibunya yang merasa diri pintar. Dengan polos Dina menjawab, “Ma, tahun ini kak Lisa tidak akan dapat hadiah dari Santa.” (MP)

Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu. (Amsal 4:13)

Humor Natal: Ingat dosa

Written By Menara Penjaga on Senin, 03 Desember 2012 | 00:47

(foto: psbrahmana.blogspot.com)
Empat orang telah bersepakat untuk menunggu Natal menjelang dengan bermain judi. Sebelum permainan dimulai, sambil mengocok kartu, si bandar judi berkata, "Dalam permainan nanti tidak boleh ada yang bermain curang. Ingat, curang itu dosa, apa lagi ini malam Natal!" 

"Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat." (Pengkhotbah 5:1)

Sumber: Guyonan Alim via i-Humor.
Judul asli: Boleh Judi Tapi Jangan Curang

Humor Natal: Bersih-bersih

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 01 Desember 2012 | 00:26

(foto: reformata.com)
Rulan pergi menghadap supervisornya di kantor depan. "Minta ijin Pak," katanya datar, "menyambut hari Natal, besok kami sekeluarga akan bersih-bersih rumah secara besar-besaran, dan istri saya membutuhkan saya untuk membersihkan loteng, mengecat dinding, memindahkan dan mengangkat barang- barang."

Supervisornya berpikir sebentar. "Tapi saat ini tenaga kerja kita terbatas," katanya. "Maaf, saya tidak dapat memberimu ijin."

"Terima kasih, Pak," kata Rulan, "Saya tahu saya dapat mengandalkan Anda!"

dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (Filipi 2:4) 

Sumber: LABLaughs via i-Humor.
Adaptasi MP 

Humor Natal: Hiasan Natal

Written By Menara Penjaga on Kamis, 29 November 2012 | 02:25

(indonetwork.co.id)
John diminta istrinya untuk menyimpan hiasan Natal di loteng supaya dapat dipakai lagi tahun depan. Saat menaiki dua anak tangga, ia terpeleset dan terjatuh. 

Istrinya mendengar sesuatu dan berteriak, "Suara apa itu?" 

"Aku baru saja jatuh dari tangga," katanya. 

Istrinya segera berlari menghampirinya lalu berkata, "Apa ada yang patah?" 

"Tidak, tidak ada, aku baik-baik saja." 

Setelah terdiam beberapa saat, istrinya kemudian berkata, "Bukan kamu, maksudku hiasan Natalnya; apa ada yang patah?" 


dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (Filipi 2:4) 

Sumber: Buffalosjokes via i-Humor

Humor Natal: Khotbah Natal

Written By Menara Penjaga on Senin, 26 November 2012 | 02:04

(foto: metronews.com)
Seorang pendeta senior pergi untuk menghadiri acara pernikahan anaknya di luar negeri selama 1 minggu. Ia menyerahkan khotbah untuk malam Natal kepada pendeta pelayanan. Setelah ia kembali dari luar negeri, ia bertanya kepada anggota jemaat, "Bagaimana khotbah pada malam Natal kemarin lusa?" 

"Bagaimana ya, Pak. Khotbahnya amat membosankan. Tidak ada nilai-nilainya."

Saat bertemu dengan pendeta pembantunya, ia menanyakan hal yang sama kepadanya. Si pendeta muda menjawab, "Cukup baik acaranya. Namun aku tidak sempat mempersiapkan khotbahku karena sibuk mempersiapkan acara itu sendiri. Tapi, aku beruntung menemukan salah satu naskah khotbahmu. Kemudian, aku menggunakannya untuk khotbah malam Natal itu." 

Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. (Amsal 30:5)

Sumber: Kumpulan Ilustrasi & Humor Rohani, 92 via i-Humor

Humor Natal: Mengasihi

Written By Menara Penjaga on Kamis, 22 November 2012 | 01:54

(foto: republika.co.id)
Setelah mendengar khotbah Natal tentang saling mengasihi, seorang anak meminta sesuatu kepada ibunya untuk diberikan kepada bapak-bapak tua yang menurutnya butuh petolongan.

"Bu, boleh saya minta uang Rp 500,00 untuk Bapak tua yang menjerit-jerit di luar itu, Bu?"

"Oh tentu saja, Nak. Tapi, apa sih yang dijeritkan bapak tua itu?"

"Es krim! Es krim! Rp 500,00 saja!"


Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. (1 Yohanes 2:10)

Humor Natal: Siapa berani?

Written By Menara Penjaga on Senin, 19 November 2012 | 01:46

(antarafoto.com)
Setelah pertunjukan sirkus untuk memeriahkan acara Natal di sebuah desa terpencil, pemilik sirkus memarahi seorang penjaga binatang.

Pemilik sirkus: "Kenapa kau tidak pernah menutup pintu kandang singa waktu malam?"

Penjaga: "Tenang saja, pak. Siapa sih yang berani mencuri singa?"



Apakah orang yang mempunyai hikmat menjawab dengan pengetahuan kosong, dan mengisi pikirannya dengan angin? (Ayub 15:2)

Humor Natal: Kapak dan pohon Natal

Written By Menara Penjaga on Jumat, 16 November 2012 | 01:05

(foto: mediaindonesia.com)
Seorang anak laki-laki kembali meminta ayahnya untuk membelikan pohon Natal. Setiap tahun anak itu selalu meminta, namun ayahnya selalu menjawab, “Papa tidak mau mengeluarkan uang untuk membeli pohon Natal.”

Kali ini anak itu terus merengek. Karena tidak tahan mendengar rengekan anaknya, ia pun pergi ke luar dengan membawa sebilah kapak besar.

Tiga puluh menit kemudian ia kembali dengan membawa sebuah pohon Natal yang sangat besar.

“Bagaimana Papa bisa menebangnya cepat sekali?” tanya anaknya.

“Papa tidak menebangnya,” jawab ayahnya. “Papa mendapatkannya di tempat penjualan pohon Natal.” 

“Lalu, mengapa Papa membawa kapak?” 

Karena Papa tidak mau mengeluarkan uang.” 




"Siapa mengejar kebaikan, berusaha untuk dikenan orang, tetapi siapa mengejar kejahatan akan ditimpa kejahatan." (Amsal 11:27)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger