"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , , , , , » Amerika Serikat: Selenggarakan studi Alkitab di rumah, sebuah keluarga didenda

Amerika Serikat: Selenggarakan studi Alkitab di rumah, sebuah keluarga didenda

Written By Menara Penjaga on Selasa, 18 September 2012 | 22:25

Kelompok studi Alkitab
(Ilustrasi: acogrebel.wordpress.com)
USA, Florida (17/9/12).
 
Selang beberapa tahun terakhir ini kebebasan beragama bagi umat Kristen di Amerika sedang dipertanyakan. Sejumlah keluarga telah menghadapi denda dan konsekuensi hukum lainnya karena menyelenggarakan studi Alkitab di rumah mereka.
 
Baru-baru ini adalah kasus Michael Salman yang mendapat perhatian luas setelah ia dipenjara karena mengadakan pertemuan ibadah di rumahnya. Ia dianggap melanggar peraturan zona tempat ibadah yang diberlakukan di beberapa tempat di AS.
 
Sekarang, ada lagi kasus lain yang kali ini melibatkan sebuah keluarga di negara bagian Florida. Seperti kasus-kasus sebelumnya, Shane dan Marlen Roessiger dianggap bertanggung jawab karena menjadi tuan rumah dari sebuah kelompok studi Alkitab yang dilakukan setiap hari Jumat di kota Venesia. Sebanyak 10 orang datang ke pertemuan itu.
 
Denda terhadap pelanggaran peraturan zona tersebut adalah USD 250 (sekitar 2, 3 juta rupiah) per hari. Di samping mengadakan pertemuan studi Alkitab, keluarga Roessiger juga diserang karena menaruh sebuah tanda di depan rumah mereka yang berbunyi “Butuh Doa (941) 484-4915.” Mengalami perlakuan ini keluarga Roessinger telah memohon bantuan dari The Pacific Justice Institute untuk mendampingi mereka dalam kasus ini.
 
“Sulit untuk memahami mengapa mengadakan pertemuan doa pada Jumat malam merupakan hal yang ilegal sedangkan mengundang orang yang sama untuk menonton Football pada Senin malam tidak apa-apa,” ungkap Shane dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi.
 
Tahun lalu di San Juan Capistrano, California, sebuah keluarga (the Fromms) juga didenda karena menyelenggarakan pertemuan Kristen di rumah mereka tanpa izin. Stephanie menyelenggarakan studi Alkitab mingguan yang dihadiri sekitar 20 peserta, dan suaminya, Chuck, memimpin ibadah Minggu yang dihadiri sekitar 50 orang. Namun dalam kasus ini pemerintah kota akhirnya mengembalikan denda uang USD 300 setelah mendapat kritikan luas dari masyarakat. Mereka bahkan merubah peraturan sehingga pertemuan ibadah di rumah-rumah tidak lagi memerlukan izin.
 
Upaya-upaya yang hendak membatasi ruang gerak kekristenan di Amerika semakin populer dengan berbagai tuntutan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok ateis. (TheBlaze/MP)
Share this article :

2 komentar :

Ronny Deddy Rondonuwu mengatakan...

Hm, memprihatinkan ya. Di Inggris karyawan pake kalung salib aja bisa dipecat. O ya nice blog, salam kenal dan salam baku dapa :) God bless you

Menara Penjaga mengatakan...

Trims bro utk ungkapan keprihatinannya dan motivasi yg sdh diberikan. Salam kenal dan salam baku dapa:) Gbu too.

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger