"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , » Bagaimana dengan orang yang melakukan bunuh diri karena beratnya tekanan hidup?

Bagaimana dengan orang yang melakukan bunuh diri karena beratnya tekanan hidup?

Written By Ray Maleke on Jumat, 19 April 2013 | 08:09

Syalom,
Aku ingin bertanya sedikit, bagaimana penilaian agama tentang orang yang melakukan bunuh diri akibat tidak sanggupnya menahan tekanan kehidupan, syalom.

S
-------

Ytk., Bro S,

Terima kasih untuk pertanyaannya, tapi sebelum saja menjawab, mohon kalau Anda tahu ada orang yang mengatakan atau sedang memikirkan untuk melakukan bunuh diri, Anda perlu mengatakan padanya “Aku tidak ingin kau bunuh diri,” dan cobalah mendorong yang bersangkutan untuk mendapatkan pertolongan profesional, seperti konselor, psikolog, atau seorang pendeta/imam.

Hal ini penting karena menyangkut keselamatan nyawa seseorang.

Sepengetahuan saya, agama (dalam hal ini agama Kristen) cukup terang dalam memahami hukum keenam (dari Kesepuluh Hukum Tuhan) yang mengatakan “Jangan membunuh,” bahwa itu mempunyai makna dua, yaitu jangan mengakhiri hidup orang lain atau mengakhiri hidup sendiri.

Namun, masalah bunuh diri perlu disikapi dengan kepekaan, kehati-hatian, dan niat yang tulus untuk membantu seseorang yang, seperti Anda katakan, merasa tak sanggup menghadapi tekanan kehidupan.

Setiap manusia mengalami tekanan kehidupan, namun memang ada saat di mana tekanan hidup itu menjadi terlalu berat dan tak dapat dipikul lagi. Hal ini tidak hanya dihadapi oleh orang-orang yang jauh dari Allah, tetapi juga orang-orang yang mengasihi Dia. Karena itu, kita baca dalam kitab Mazmur bagaimana kesendirian, kesepian, kesedihan, rasa tertekan, rasa tak berdaya, dsb. turut mewarnai ungkapan-ungkapan doa dan syair para pemazmur.

Namun, di sinilah letak perbedaan antara memiliki pengharapan dalam Allah yang sanggup mengampuni, sanggup mengangkat, dan sanggup memulihkan, dengan berupaya menanggung segala sesuatu berdasarkan kekuatan sendiri.

Ada saatnya di mana kita hanya bisa mengatakan, “Tuhan, aku sudah tidak sanggup. Tolong aku.” Perlu juga kita ingat bahwa Tuhan itu setia, sehingga Ia tidak mengijinkan pencobaan yang melebihi kekuatan kita.

Bukankah dalam kelemahan. ketidak-berdayaan dan kekalahan kita, kuasa kasih Tuhan menjadi sempurna?

Karena itu, menurut saya kita semua perlu Tuhan, karena tanpa Tuhan kita hanya akan dipermainkan si Jahat dengan mendatangkan pikiran-pikiran yang menyiksa diri sendiri termasuk orang-orang yang mengasihi kita.

Seorang Kristen yang mendapati dirinya bergumul dengan pikiran-pikiran untuk melakukan bunuh diri bukan dengan sendirinya menunjukkan bahwa ia bukanlah seorang Kristen yang baik.

Banyak kali pikiran-pikiran untuk melakukan bunuh diri disebabkan oleh keadaan klinis, ketidak-seimbangan kimia tubuh yang menghasilkan depresi akut, dan yang bisa dirawat dan disembuhkan.

Jikalau ini adalah pergumulan yang kita hadapi, kita harus tetap kuat dan percaya bahwa Allah punya maksud untuk hidup kita, dan apa yang kita alami ini adalah bagian dari maksud Allah untuk memakai kita untuk membantu sesama bagi kemuliaan-Nya.

Hal yang paling tragis pun, salib Kristus, Tuhan bisa jadikan sebagai jalan keselamatan bagi kita semua. Tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Sebuah artikel yang dapat membantu kita memikirkan mereka yang telah melakukan bunuh diri dapat dilihat di sini.

Syalom, 
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger