"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Memperingati Hari Kartini, GMAHK terus merajut kebersamaan dalam kepedulian terhadap sesama

Written By Menara Penjaga on Senin, 22 April 2013 | 08:25

Ibu-ibu RW 01 Kel. Rawamangun, Jakarta Timur (foto: Jakartaadventist).
INDONESIA, Jakarta (MP Kreativitas merayakan Hari Kartini oleh sejumlah warga masyarakat di Pulomas patut mendapat acungan jempol.

Klub Sehat Indonesia (KSI) dan yang berlokasi di jalan Haji Ten memprakarsai kegiatan demo masak untuk ibu-ibu yang berasal dari GMAHK Pulomas, termasuk ibu-ibu RW 01 Kel. Rawamangun, Jakarta Timur, yang tampil cantik dengan kerudungnya.

Acara demo masak sehat yang didemonstrasikan oleh tim Chinese Ministry Center (CMC) diawali dengan kata sambutan oleh ketua RT. 012, Bapak Hartono, dilanjutkan oleh ketua RW 01, Bapak Supadi, dan ketua panitia pelaksana Ibu Rosita Tobing.


Kepedulian yang merajut kebersamaan
Dalam sambutannya, ketua RT 012 dan ketua RW 01 mengungkapkan kegembiraan mereka dengan adanya anggota masyarakat yang selalu peduli pada lingkungannya, yaitu jemaat GMAHK.

Ketua RW bahkan menyebutkan bentuk-bentuk kepedulian yang pernah dilakukan di masa lalu. Ketika terjadi bencana kebakaran di Jl. Haji Ten, tim Advent Peduli mendukung lewat makanan siap makan selama 8 hari, 3 kali sehari, dan tak terhitung pengobatan maupun pemeriksaan kesehatan gratis yang diadakan oleh GMAHK Pulomas di lingkungan RW 01 kelurahan Rawamangun tersebut.

Setelah kata sambutan seluruh peserta menyanyikan lagu Mars Kesehatan dan semua menyanyi bertepuk tangan dengan gembira. Acara diselingi juga dengan quiz-quiz menarik berhadiah bahan makanan sehat.




Enak banget
Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama mencicipi menu demo masak sehat berupa soto tanpa daging, sate soymeat, dan perkedel tanpa goreng ala klub sehat. Ibu-ibu yang diwawancarai bagaimana rasa makanan sehat dengan tegas dan lugas berkata: “enak banget!”

Acara peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April ini masih dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan berupa cek tekanan darah, asam urat, gula darah, dan juga cek kesehatan umum (general check-up).

Sampul buku kumpulan surat-surat
Kartini versi Armijn Pane (Wikipedia).
Pemeriksaan kesehatan ini dilanjutkan dengan perkunjungan rumah oleh dua orang tenaga kesehatan untuk menjelaskan secara lebih spesifik hasil tes yang dilakukan.


Surat Kartini
Kartini, bersama para pahlawan wanita Indonesia lainnya, menjadi simbol kebangkitan perempuan di Indonesia. Jikalau Cut Nyak Dhien dan Martha Christina Tiahahu mengangkat senjata melawan penjajah, dan Maria Walanda Maramis mendirikan organisasi pemberdayaan perempuan dan anak, PIKAT, maka Kartini dikenal dari pemikiran-pemikirannya yang diungkapkan lewat surat-suratnya.

Salah satu surat ditulisnya untuk Stella Zihandelaar, 6 November 1899.
...
Agama itu maksudnya akan menurunkan rahmat kepada manusia, supaya ada penghubung silaturrahim segala makhluk Allah. Sekaliannya kita ini bersaudara, bukan karena kita seibu-sebapak, ialah ibu bapak kelahiran manusia, melainkan oleh karena kita semuanya makhluk kepada seorang Bapak, kepada-Nya, yang bertakhta di atas langit.
Ya Tuhanku, ada kalanya aku berharap, alangkah baiknya jika tidak ada agama itu, karena agama itu, yang sebenarnya harus mempersatukan semua hamba Allah, sejak dari dahulu-dahulu menjadi pangkal perselisihan dan perpecahan, jadi sebab perkelahian berbunuh-bunuhan yang sangat ngeri dan bengisnya.
Orang yang seibu-sebapak berlawanan, karena berlainan cara mengabdi kepada Tuhan yang esa itu. Orang yang berkasih-kasiihan dengan amat sangatnya, dengan amat sedihnya bercerai-cerai. Karena berlainan tempat menyeru Tuhan, Tuhan yang itu juga, terdirilah tembok membatas hati yang berkasih-kasihan.
Benarkah agama itu restu bagi manusia? tanyaku kerapkali kepada diriku sendiri dengan bimbang hati. Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu! (sucipikapika.blogspot)

Ketika ia menulis surat ini, Kartini sedang dalam kegalauan memahami agama yang dipeluknya, Islam. Wawasanislam.com menunjukkan bahwa ia kemudian menemukan jawaban yang ia cari, dan mengubah cara pandangnya terhadap agamanya.

Kerukunan yang tercipta dalam kegiatan perayaan Hari Kartini antara kaum ibu GMAHK Pulomas dan ibu-ibu RW 01 ternyata tak hanya kreatif, tapi juga penuh makna.(Jakartatadventist/MP)

Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger