"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Pesan Paus Benediktus XVI: Migrasi adalah ziarah iman dan harapan

Written By Menara Penjaga on Selasa, 30 Oktober 2012 | 06:28

Orang perahu yang mencari tempat untuk tinggal. Dunia ini
adalah milik mereka juga (foto: Asia News)
VATICAN, Vatican City (AsiaNews, 29 Oktober 2012).
 
"Seringkali iman dan pengharapan ada di antara harta yang dibawa oleh mereka yang meninggalkan negeri mereka untuk tinggal di negeri lain." Keduanya memberikan kegairahan dalam pencarian sebuah masa depan yang lebih baik, dan bagi mereka Gereja dan kegiatan-kegiatan yang terinspirasi olehnya harus "menghindar dari sekedar menawarkan jasa amal semata-mata; kesemuanya itu juga dipanggil untuk mempromosikan suatu integrasi nyata ke dalam masyarakat di mana semua anggotanya berperan aktif dan bertanggung jawab atas kesejahteraan satu sama lainnya, [dan] secara murah hati menawarkan kontribusi kreatif dan secara adil berbagi dalam hak dan kewajiban yang sama."
 
Demikian dituangkan Paus Benediktus XVI dalam pesannya untuk Hari Migran dan Pengungsi se-Dunia ke-99 yang dipublikasikan hari ini dengan tema "Migrasi: ziarah iman dan harapan." Peringatan ini yang akan dirayakan pada Minggu, Januari 13, 2013.
 
Saat ini migrasi melibatkan jutaan orang, kata Paus. Seperti yang ditunjukkan oleh Kardinal Antonio Maria Veglio, ketua Dewan Kepausan untuk Pelayanan Pastoral Migran dan Masyarakat Berpindah, mengutip Laporan Migrasi Dunia 2011 dari Organisasi Dunia untuk Migrasi (IOM), sejumlah satu milyar orang, atau sepertujuh dari populasi dunia, adalah migran.
 
Bagi mereka yang bermigrasi, tulis Benediktus XVI, "iman dan harapan tidak dapat dipisahkan dalam hati banyak migran, yang sangat menginginkan kehidupan yang lebih baik dan tidak jarang mencoba untuk meninggalkan di belakang mereka "keputusasaan" dari masa depan yang tidak menjanjikan. Selama perjalanan yang mereka tempuh banyak dari mereka yang ditopang oleh kepercayaan yang mendalam bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anaknya; kepastian ini membuat kepedihan akibat meninggalkan akar kehidupannya serta pemisahan yang mereka alami menjadi lebih dapat ditoleransi dan bahkan memberi mereka harapan akhirnya untuk kembali ke negara asal mereka."
 
Dokumen kepausan ini meneliti pendekatan terhadap para migran baik dari sudut pandang gerejawi dan pada tingkat nasional maupun internasional, didasarkan pada prinsip mendasar bahwa "Setiap migran adalah seorang manusia dan demikian memiliki hak-hak asasi mendasar yang tak dapat dicabut dan yang harus dihormati oleh semua orang dan dalam setiap situasi."
 
Baca seterusnya di sini.
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger