"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Memahami agenda Mr. Obama dan kepincangan sekularisme

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 06 Juli 2013 | 01:07




KOMPASIANA (6 Juli 2013) -- Dalam kunjungan kerjanya ke sejumlah negara Afrika, presiden Amerika Serikat, Barack Obama, turut membawa sebuah agenda yang menunjukkan ketidak-pekaannya terhadap budaya suatu masyarakat, sekaligus menunjukkan sikap arogan yang tidak patut.

Bagi yang kurang teliti, ia bisa nampak sebagai seorang yang hendak membela martabat kaum yang lemah, yang perlu perlindungan, dan yang terpinggirkan. Dan memang demikian ia ingin dilihat.

Namun, jika dipikirkan dengan kritis, ia sebenarnya sedang memaksakan sebuah ideologi yang bertentangan dengan akar budaya dan agama Afrika, yaitu sekularisme (hurufiahnya “paham penduniawian”).

Dengan memaksakan sudut pandang yang dianutnya (dan sebagian masyarakat AS) kepada warga masyarakat di negara-negara yang menyambutnya sebagai seorang tamu kehormatan, ia telah melakukan pelecehan secara terang-terangan.

Mr. Obama dengan wibawanya hendak menunjukkan kepada negara-negara yang menerimanya sebagai tamu (dan tentu saja dunia) bahwa ia seorang yang peduli dengan para pelaku dan praktek hubungan sejenis dan bahwa sikap negara-negara Afrika terhadap pelaku dan praktek hubungan sejenis adalah salah.

Walaupun orang sering dibingungkan antara kedua hal ini: praktek hubungan sejenis dan orang yang memiliki ketertarikan terhadap sesama jenis, namun keduanya berlainan dan harus dibedakan.

Orang yang tidak bisa membedakan kedua hal ini akan dengan mudah menerima doktrin agama Presiden AS. (Disebut “agama” karena ideologi sekularisme bertujuan menjadi dasar pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan dari sebuah masyarakat.)

Baik masyarakat Senegal yang mayoritas Muslim maupun Kenya yang mayoritas Kristen, praktek hubungan sejenis adalah ilegal. (Mr. Obama tidak mengunjungi Kenya, tetapi tanggapan mengenai aktivitasnya di Senegal, Afrika Selatan, dan Tanzania turut datang dari negara kelahiran ayahnya ini.)

Apa artinya bahwa praktek hubungan sejenis di negara-negara ini (kecuali Afrika Selatan) adalah ilegal?

Itu berarti bahwa hukum di kedua negara Afrika ini mengambil posisi sesuai sudut pandang norma masyarakat yang melekat dalam tradisi kebudayaan, agama, dan kompleksitas ilmu pengetahuannya, dan menolak praktek ini sebagai hal yang tidak sah, yang tidak normal atau moral, dan tidak bisa dipromosikan sebagai sesuatu hal yang baik bagi masyarakat.

Dengan demikian negara sebagai wadah yang dibentuk oleh masyarakat untuk mengatur dan memerintah mengambil sikap yang sama dan menjalankan peraturan yang tidak hanya menjamin hak dan kewajiban semua anggota masyarakat, tanpa membeda-bedakan kemanusiaannya, tapi juga menjaga kelanggengan aspirasi budaya dan agama yang berkeadilan dan etis.

Ketika Presiden AS mengatakan bahwa ia menghormati sudut pandang pribadi (ciri-ciri gerakan sekularisme adalah menciptakan dikotomi antara individu dan masyarakat), dan iman pribadi masing-masing (menciptakan dikotomi antara agama dan non-agama/sekuler), ia sedang menggoda masyarakat untuk berpikir bahwa sudut pandang agama dan pribadi masyarakat Afrika tersebut tidak pantas diterapkan dalam kebijakan sebuah negara.

Baginya yang tepat adalah pandangan pribadinya dan sebagian masyarakat AS bahwa praktek ini harus mendapat keluasan dalam masyarakat sehingga dapat dilakukan oleh mereka yang mau melakukannya sebebas-bebasnya, bahkan mendapat tunjangan dari pemerintah, diajarkan di sekolah-sekolah dan dipromosikan lewat kegiatan-kegiatan seperti pawai homoseks di New York atau San Francisco.

Gagal mengikuti resepnya ini, mengikuti logika kata-katanya, berarti sebuah pemerintahan melakukan diskriminasi.

Kata “diskriminasi” telah menjadi senjata ampuh terhadap mereka yang gagal memahami kompleksitas masalah ini, dan juga tampak menjadikan Mr. Obama sebagai seorang pembela hak asasi manusia (HAM).

Namun jika dilihat keadaan di negerinya sendiri, mereka yang menolak mengafirmasi gaya hidup homoseksual harus mengalami diskriminasi oleh karena peraturan yang dibuat dari sudut pandang yang tidak mengakomodasi HAM untuk kebebasan beragama.

Inilah kebohongan dalam agenda presiden Obama, bahwa dalam berbicara tentang melawan diskriminasi, sekularisme yang hendak dipaksakannya jelas-jelas melakukan diskriminasi. Mereka yang tidak mau menerima praktek yang ditolak agama dan budaya dunia pada umumnya ini akan mengalami diskriminasi.
Jadi nampaklah di depan mata kita dua sistem yang berbeda: Yang satu berdasarkan pemahaman manusia akan kodrat dan agama, yang lain menolak dan menempatkan kebebasan manusia di atas segala-galanya.
Yang pertama akan mengiring pada keteraturan dan kebebasan yang sebenarnya, sedang yang lain akan menuntun pada kekacauan (chaos) dan perhambaan.

Mr. Obama harus lebih berani mengakui agenda sekularismenya. Paling tidak jujurlah bahwa pencitraannya sebagai pembela HAM hanyalah topeng belaka.

Kalau tidak ia hanya menambah bukti bahwa sekularisme adalah agenda yang tidak jujur. Melihat contoh di AS, pelajaran agama tidak diperkenankan diajarkan di sekolah negara. Itu karena dikatakan sekolah negara adalah tempat non-agama/sekuler; harus bebas dari pelajaran agama. Berdoa pun dilarang.

Namun di sekolah-sekolah ini para pelajar dicecok dengan materialis Darwinisme yang berpangkal pada ajaran anti-theis (anti-agama) bahkan dalam perkembangannya sekarang praktek hubungan sejenis diajarkan sedini TK (taman kanak-kanak).

Jadi jelaslah, agenda Mr. Obama bukan untuk membela kaum yang lemah, bukan pula sekedar untuk membantu masyarakat Afrika yang terus menderita akibat efek jangka panjang kolonialisme. Ia menawarkan sekularisme, dan para pemimpin Afrika yang pintar telah dengan terang-terangan mengungkapkannya: Kami menghargai bantuan Anda, tapi [kami] takut akan Allah.

1373045939186927054

Bagaimana mempersiapkan sebuah khotbah Kristen?

Written By Ray Maleke on Rabu, 26 Juni 2013 | 11:06

Tak jarang kata “berkhotbah” mengundang keringat dingin, sampai tak bisa berkata-kata di depan pendengar. Ada saatnya pula berkhotbah dianggap enteng, sesuatu yang dapat dilakukan tanpa persiapan hati dan pikiran. Tulisan ini ditujukan untuk membahas bagaimana mempersiapkan sebuah khotbah sehingga tak hanya memberkati mereka yang menjadi pendengar kita, tetapi diri kita juga terberkati.

1. Doa dan penyerahan diri
Sekalipun tulisan ini akan lebih terarah pada segi teknis menulis sebuah khotbah, hal non-teknis seperti doa dan penyerahan pada pimpinan Tuhan akan sangat mempengaruhi dalam mempersiapkan dan membawakan khotbah. Dalam mempersiapkan sebuah khotbah, ingatlah bahwa kita pada hakikatnya hendak menyampaikan firman Tuhan kepada para pendengar. Hal ini merupakan tanggung jawab yang besar, karena itu memerlukan penyerahan diri pribadi dan permohonan tuntunan dan penguatan Roh Kudus lewat doa.

2. Memilih pembacaan Alkitab
Khotbah dalam ibadah-ibadah Kristen umumnya didasarkan pada suatu nats dalam Alkitab. Ada yang berdasarkan perikop (bacaan yang ditaruh di bawah satu judul/tema cerita), ada pula yang menggunakan suatu topik untuk mengkaji bagian-bagian Alkitab yang berbeda. (Tulisan ini difokuskan pada mempersiapkan khotbah dari sebuah perikop.)

Penentuan bahan bacaan Alkitab tergantung situasi. Ada yang telah ditentukan terlebih dahulu (misalnya lewat leksionari - bacaan menurut tahun gereja) atau diserahkan pada pengkhotbah untuk memilih. Keduanya dapat dianggap memiliki kekurangan dan kelebihan, namun cara pandang kita terhadap situasi yang menentukan bacaan adalah yang lebih penting, karena baik ditentukan maupun untuk kita memilih, bacaannya tetap dari Alkitab.

3. Membaca bebas dan seksama
Membaca bagian Alkitab (perikop) dengan bebas, tanpa mencari judul khotbah atau apa yang hendak dikatakan dalam khotbah, akan membantu kita memahami bagian Alkitab itu, dan dengan sendirinya akan membantu kita memilih judul khotbah, dan apa yang hendak kita khotbahkan.

Membaca dengan seksama (close-reading) akan memberikan pemahaman luas tentang isi bacaan, kisah ceritanya, orang(-orang) yang didalamnya, nilai-nilai teologis yang terkandung, serta hubungannya dengan kehidupan, kematian, dan kebangkitan Kristus. Close-reading juga akan menyentuh kata-kata atau istilah yang tak begitu jelas bagi kita, atau kejanggalan dalam cerita yang untuk memahami membutuhkan penelusuran cerita yang mendahului atau yang mengikuti, atau keseluruhan kisah, surat, kitab yang menjadi bagian dari bacaan yang sedang kita renungkan.

Tugas kita, sejauh memungkinkan, adalah memahami bagian Alkitab tersebut dengan baik dan benar, sesuai dengan pemberitaan Alkitab secara keseluruhan, termasuk mengenai 'kejanggalan', permasalahan dalam bagian Alkitab dan bagaimana penjelasannya. Kamus dan komentar Alkitab dapat membantu dalam proses ini. (Salah satu bahan sumber on-line dalam Bahasa Inggris adalah http://biblehub.com/).

4. Memilih satu tema khotbah
Setelah melalui ini semua, kita mungkin telah memiliki tiga buah khotbah yang akan sangat menarik dan akan membuat para pendengar kita tercengang-cengang. Keuntungan bagi para pendengar kita adalah mendengar SATU saja, dan keuntungan kita adalah mempunyai dua khotbah yang telah siap jikalau kesempatan untuk berkhotbah dari nats yang sama tiba, dan Tuhan menyediakan pendengar yang sesuai dengan tema khotbah tersebut.

5. Sekali lagi satu saja
Memilih tema khotbah dapat menjadi suatu hal yang menyenangkan atau memberatkan. Mari tetap dengan yang pertama, stay positive. Misalnya dari catatan perenungan dan pembelajaran pribadi sebuah nats yang kita buat untuk membantu persiapan dalam berkhotbah kita dapati ada pesan tentang
  • berbuat keadilan karena Allah adalah adil,
  • ada pula tentang pengharapan di waktu sukar yang pada akhirnya mendatangkan keadilan Allah dalam hidup orang percaya,
  • dan kemudian kemahakuasaan Tuhan dalam memelihara kehidupan orang yang percaya pada-Nya.

    Untuk mengkhotbahkan ketiga tema ini dalam satu pertemuan ibadah rutin, kemungkinan besar kita akan mendorong orang berdosa (karena bosan, dsb). Di samping itu, cara ini tidak pula optimal, karena setelah akhir khotbah ketika ditanya pada jemaat apa yang dikhotbahkan ia menjawab, “Tidak tahu.”
6. Merangkai khotbah
Dengan memilih satu khotbah untuk kita sampaikan, sekarang kita dapat merangkai pengalaman yang kita miliki, kisah yang pernah kita baca, berita di TV/media massa, status Facebook seorang teman, dsb. bersama dengan cerita dan makna pembacaan Alkitab itu untuk mengajak, menegur, mengingatkan, menguatkan, memberitakan Injil, memberi motivasi, atau menuntun jemaat pada ibadah kepada Tuhan yang adalah sumber kehidupan kita.

Berhati-hatilah dalam menggunakan bahan-bahan yang kita miliki untuk membuat menarik dan memperjelas pesan firman, karena fungsi mereka adalah membuat menarik dan memperjelas, bukan mengaburkan, apa lagi membingungkan.

7. Roh Kudus memberi makna
Ada berbagai macam teknik berkhotbah dan struktur khotbah, yang saya harap dapat menjadi bahan tulisan-tulisan berikutnya, yaitu bagaimana sikap dan suara dalam berkhotbah untuk membuatnya efektif dan efisien dan bagaimana secara teoritis struktur sebuah khotbah dapat disusun. Keterampilan-keterampilan ini dapat kita latih dan kuasai sehingga menjadi penunjang yang penting dalam membawakan khotbah.

Namun ingat pula bahwa jika kita pun menguasai secara sempurna teknik berkhotbah dan menyusun khotbah, dan dapat mempesona para pendengar kita dengan kefasihan dan gaya bicara kita, pada akhirnya, tanpa kehadiran Kristus lewat Roh Kudus, sebuah khotbah Kristen adalah sia-sia belaka. Sebaliknya, sederhana bahkan terbata-bata suatu khotbah dibawakan, namun jika Roh Kudus yang membuka hati dan telinga pemberita dan pendengar, maka makna firman itu akan terasa, tidak hanya oleh pendengar namun juga pemberita.

Kita tidak harus memilih satu atau yang lain, namun dalam penyerahan dan permohonan akan tuntunan Tuhan, maka dalam perkenanan-Nya, kita dapat menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan isi firman kepada jemaat Tuhan. (+)

Deklarasi Zambia sebagai Negara Kristen

Written By Ray Maleke on Rabu, 25 April 2012 | 22:56

Oleh Elias Munshya wa Munshya
Jumat, 22 Januari 2010 Sumber: Lusakatimes.com

Artikel ini ditujukan untuk menanggapi tulisan Henry Kyambalesa “Zambia: deklarasi Zambia sebagai Negara Kristen” yang dipublikasikan di website Anda yang saya akses pada 20 Januari 2010. Saya akan menanggapi beberapa point utama dalam tulisannya tersebut.

Pertama, ungkapan Kyambalesa bahwa Deklarasi tersebut adalah merupakan pemaksaan agama terhadap masyarakat Zambia adalah kurang tepat. Masyarakat Zambia merupakan masyarakat religius. Dan dalam etos kami dualisme agama dan politik yang merupakan inovasi Barat tidak ada sama sekali. Bagi masyarakat Zambia, agama dan politik berdampingan. Khususnya mengenai agama Kristen, bukan Chiluba yang membuat Kekristenan sebagai agama untuk Zambia. Sejak dari ketika para missionari menjejakkan kaki di Zambia, masyarakat Zambia secara en-mass menjadikan Kekristenan sebagai agama mereka. Kenyataan ini yang dilihat oleh pemerintahan Kaunda dan juga para pemimpin kemerdekaan yang lain sebelum dan sesudah kemerdekaan. Kekristenan memainkan peran yang besar dalam pemerintahan Kaunda dan dalam beberapa kesempatan ia menunjukkan Zambia sebagai negara Kristen. Di sisi lain, kejatuhan Kaunda dalam spektrum politik Zambia tahun 1990 sebagiannya bisa dikaitkan dengan ia meninggalkan iman Kristen. Penerimaannya akan agama dari Dr. M. A. Ranganathan tidak bisa di terima oleh banyak masyarakat Zambia yang merasa bahwa pemimpin Zambia haruslah seorang Kristen.

Kedua, Kyambalesa menuduh bahwa Deklarasi itu tidak konstitusional dan sepertinya akan berakhir dengan intoleransi beragama. Dalam mengungkapkan hal ini ia mengutip Dr. Seshamani. Akan tetapi Dr. Seshamani sendiri mendukung deklarasi ini dan mengatakan bahwa, agama Hindu tidak mempunyai masalah dengan deklarasi ini karena agama Hindu sendiri adalah politeistik. Dewan Islam Zambia juga menyatakan, walaupun pada saat yang sama mengambil sikap hati-hati, mendukung Deklarasi. Konstitusi Zambia seperti adanya sekarang ini nyata mendukung kebebasan nurani bagi semua orang. Semua agama yang ada dan hak warga negara untuk memraktekkan agama tersebut dijamin tanpa terkecuali. Bahkan, pengadilan-pengadilan hukum telah menegaskan berkali-kali prinsip konstitusi ini. Dalam kasus Universal Church of the Kingdom of God (UCKG [Gereja Universal dari Kerajaan Allah]), Pengadilan Tinggi Zambia bahkan Mahkamah Agung telah melindungi gereja ini dari penutupan. Sejauh ini tidak ada kerusuhan berlatar belakang agama di Zambia. Ketika masyarakat Zambia menimbulkan keributan melawan UCGK dan Kuil Hindu di Livingstone, itu bukan karena maslah agama per se, melainkan karena rumor keliru yang beredar bahwa institusi-institusi ini melakukan ritual pembunuhan [manusia] – hal yang sangat sensitif berhubung dengan kesadaran masyarakat Zambia akan penggunaan ilmu sihir.

Ketiga, Kyambalesa merasa bahwa Deklarasi telah menarik agama ke politik. Sekali lagi seperti yang telah saya sebutkan di atas, Kyambalesa ingin menciptakan dualisme yang tidak ada dalam masyarakat Zambia. Kami adalah masyarakat religius, dan kami tidak bisa mengesampingkan agama dalam apapun yang kami lakukan. Kami telah menggunakan keyakinan agama kami untuk mendukung pemimpin, dan juga kami telah menggunakan keyakinan agama kami untuk memberontak terhadap pemimpin. Kaunda menggunakan Alkitab untuk melawan kolonialisme, dan ketika ia menjadi pemimpin ia, untuk beberapa waktu lamanya, bersandar pada Alkitab untuk menuntun bangsa ini. Sekalipun tanpa deklarasi, agama akan selalu memainkan peran dalam politik Zambia – itu [agama] adalah siapa diri kami!

Keempat, perlu dicari tahu apa yang dimaksud oleh Kyambalesa dengan masyarakat sekuler. Sekularisme menuntut suatu definisi yang serius supaya kami semua bisa tahu apa dengan apa kami diperhadapkan. Sebuah negara sekuler tidak pernah merupakan jaminan untuk kebebasan nurani. Inggris punya lembaga gereja, tapi masih menjamin kebebasan beragama. Amerika Serikat punya banyak simbol agama dalam politiknya, tapi masih menjamin kebebasan beragama. Sekularisme mempunyai potensi untuk mengusir agama dari masyarakat. Dan pada kenyataannya, sekularisme tidak bisa berakar di Zambia, karena masyarakat Zambia secara alami adalah masyarakat beragama. Baik penganut Hindu maupun Islam akan sangat menentang pendirian sebuah masyarakat sekuler!

Kelima, Kyambalesa tidak bisa mendapatkan dua-duanya. Anda tidak bisa mencegah gereja masuk dalam politik, dan mencegah politik dari gereja sementara itu mengharapkan supaya gereja terus memberi tuntunan moral dan rohani bagi bangsa ini. Peran untuk memberikan “tuntunan rohani dan moral” bagi bangsa ini seperti yang telah Anda tulis pada hakikatnya adalah politik. Kalau Anda memilih sekularisme, maka Anda tidak bisa mengharapkan institusi keagamaan memainkan peranan yang Anda katakan harus dimainkan oleh gereja. Anda tidak bisa memperoleh dua-duanya!

Seminar tentang dampak berbahaya pornografi terhadap anak dan remaja

Written By Menara Penjaga on Rabu, 18 Januari 2012 | 02:41

Hasil Seminar tanggal 30 Oktober 2010 di Kemang Village, Jakarta, oleh Elly Risman, M.Psi (Yayasan Buah Hati). Di share dari teman yang ikut di Jakarta. Panjang tapi sangat menarik buat orang tua agar aware.

1. Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh sms anak sekarang, dengan huruf biasa tapi dibuat secara ALAY, tapi dibuat sedemikian rupa, sehingga kami, seluruh orang tua yang ada di ruangan seminar, tidak ada yang bisa membaca sms apakah itu?Apa maksud sms tsb?
Alaaahh…sms alay kan bisa dibaca. meski bikin mata dan otak kerja keras dulu buat tau maksudnya?
NO! Totally, ga ada satupun yang bisa baca sms tsb.
Dan, Taaaraa…..ternyata selain dengan huruf alay, sms tsb, dibacanya harus dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)! Can u imagine thattt????
DAN isinya adalah:
” Hi, sayang, aku kangen nih. Udah lama kita GA ML, Yuk, mumpung bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan…dsb .” (sori saya agak lupa persisnya namun isinya kurang lebih spt itu – ML= Making Love=berhub SEX)
Seisi ruangan seminar lgs heboh.

Note dr pembicara: SMS sayang2an anak sekarang udah bukan i love u/I miss u, tapi udah soal LAMA GA ML…
Demmm…Ihikksss dari awal seminar, mata saya udah melotot lebaarr!

2. Anak2 kita hidup di era digital. Banyak media elektronik & cetak yang diakses anak, banyak yang mengandung unsur pornografi: Games, Internet, HP, TV, VCD, Komik, Majalah dll

3. Yang pertama dibahas adalah GAMES. Games diabad 21, berdasar penelitian, gambar lebih realistis, pemain bisa memilih karakter apa saja, yang tidak ada di dunia nyata, ketrampilan lebih kompleks dan kecekatan yg lebih tinggi—> Kepuasan dan kecanduan lebih besar.

4. Jenis Games lebih beraneka macam: Aksi, adventure, strategi, Role playing.
Note dari pembicara:
SUPER HATI2 dengan GAMES anak-anak anda!
a. Ada games yang bergenre awal action, isinya adalah tembak2an dsb, namun ternyata jika, anak kita udah sampai level akhir, bonus di akhir levelnya adalah ML [make love] dengan pelacur jalanan…?????
b. Ada games yang berjenis role playing, dan [...], ceritanya adalah tentang bagaimana “memperkosa paling asyik???????
Jadi tinggal pilih cerita yang melatarbelakangi , kemudian tinggal pilih perempuan model apa yg mau “dipilih”, modelnya ga pake baju sama sekali, dan tinggal pilih bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kali dst. Cursor berbentuk tangan, yg digerakkan oleh anak2-anak kitaa….——>Seisi ruangan seminar lgs heboh lagiii….

5. Pikir baik2 jika anda ingin membelikan games atau anak anak anda beli games sendiri/ meminjam games dari teman! Dan hati-hati , jika didepan sekolah anak2 ada warnet! Jenis Games yang ada, murah dan gampang didapat, jenisnya sudah diluar perkiraan kita, orang tua!
Note: suami saya, yg orang IT dan doyan maen games pun, terkejut bukan kepalang, pas tau soal jenis games ini!!:(

6. Internet. Situs Porno bertebaran di dunia maya. Dan, jangan salah, pembuatnya juga anak-anak kita juga! Bahkann…Untuk mendapatkan uang, mereka menjual video sex mereka sendiri!–> Pas seminar kami ditunjukkan ribuan video sex yg gampang diperoleh lewat internet.
Note dari pembicara:
a. Siapa bilang ML harus telanjang dan harus di tempat tidur/hotel ? –>> kami ditunjukkan sekilas video ABG berseragam SMP, sedang ML ditangga dan berpakaian lengkap!
b. Hamil?siapa takkut!–> Bisa Aborsi !

7. HP.
Hoho…Video2 sex tersebar melalui HP. Kapasitas HP yang besar, memungkinkan sang pemilik memiliki file2 berukuran besar seperti video dan gambar porno. Anak anda CLEAN?–>Bisa jadi dia dapat kiriman gambar/video dari temennya!

8. Televisi. Program TV yang masih pantas diikuti, bisa dihitung dengan 1 tangan. Lainnya adalah program pembodohan, hantu, kekerasan dan pornografi. Sinetron, telenovela, sinetron2 Jepang/korea , film dsb. Jangan salah, Iklan pun juga menyesatkan.Ayoo jangan anggap enteng sinteron/filim2 korea/jepang!Lama2 anak anda terbrainwash, terbiasa dengan kekerasan, sex bebas!

9. KOMIK. Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, ga kalah dengan novel porno lainnya. Bahkan lebih mengerikan karena didukung dengan gambar. Gambar sampul depan, mungkin tidak menyiratkan 1 kepornoan pun, tapi didalamnya, kita orang tua harus tau bahwa ceritanya ujung2nya tentang sex bebas.
Notes: Dari, survey yang telah dilakukan pembicara, salah satu judul games, komik, dvd yang masuk dalam kategori “BaHAYA” adalah NAR***…semuanya yg berbau NAR***, hati2!! WATCH OUT!!!!

APA TUJUANNYA? APA YANG MEREKA INGINKAN TERHADAP ANAK-ANAK KITA
1.Yang mereka inginkan, anak dan remaja kita memiliki MENTAL MODEL PORNO = perpustakaan porno, yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja.

2.Kerusakan otak permanen —> yang hasil akhir yang diinginkan adalah–>[hancurnya nilai moral]!!!

3.Sasaran tembak utama: Anak2 kita yg belum baligh. Jika sudah mengalami 33-36 ejakulasi–> pecandu pornografi –>PASAR MASA DEPAN!!!

Proses Kecanduan & Akibatnya.
1. Didalam otak ada bagian yang disebut PRE FRONTAL CORTEX (PFC). PFC, tempat dibuatnya moral, nilai2, bertanggung jawab untuk: perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi, control diri, konsekuensi, pengambilan keputusan. PFC–> Matang diusia 25 thn.

2. Sekali anak mencoba “kenikmatan” semu–>Dopamin ( ket: suatu hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus) diproduksi –> Anak merasa senang–> Kemudian timbul rasa bersalah.

3. Saat anak merasa senang tsb (kebanjiran Dopamin), maka yang akan terganggu adalah: Analisa, penilaian, pemahaman, pengambilan keputusan, Makna hubungan, Hati Nurani—> Spiritualitas /Iman akan terkikis–> ANAK TUMBANG–> Mental Model Porno—>[hancurnya nilai moral]!!!!

4. Bagian otak yang rusak karena Narkoba: 3 bagian saja, tapi oleh Pornografi/SEX: 5 bagian otak yang rusak!

5. Industri yang terlibat Pornografi: Entertainment, Pornografi, Perfilman, Majalah Porno, Musik, Jaringan TV Kabel, Pembuat dan pemasar Video Games dll

SIAPKAH KITA SEBAGAI ORTU?
1. Kesalahan Budaya.
Yang mengasuh anak: IBU!! Ayah mencari Nafkah, bila perlu baru lapor Ayah!! SALAH BESAR!—> REVOLUSI PENGASUHAN!! ………… (Nyambung dengan artikel pak Gendi, Where’s All The Father Gone?Kemana
Para Ayah?…Indonesia , A Fatherless Country???) Lihat fenomena Anak2 Jack Mania?–> Kemana AYAHmu nakkk?Kemana ibumu naak????

2. Kelalaian kita sebagai ortu:


Orang Tua Kurang:
1. Mempunyai waktu dengan anak.
Are u a weekend parent? Anak di ikutkan les sana-sini. Pertanyaan orang tua ke anak hanya tentang les mu gimana nak? Nilaimu berapa nak? Kamu ga bolos kan?Kamu biasa ngerjain ujian kan hari ini?—> Anak2 menjadi anak yg BLASTED (Boring–>Lazzy–> Stress!)

2. Mengajarkan agama & penerapannya?
—> Eksport! Merasa cukup menyekolahkan anak2 di sekolah berbasis agama. [peran ortu tidak ada/kurang]

3. Target pengasuhan:
UMUM, kurang teguh pada prinsip—> hanyut dalam TREND. Temen anak di sekolah pada punya IPOD, Anak buru2 dibelikan—> malu dibilang ga trendy? Malu anak punyanya HP jadul yg cuma bisa sms/telp?–> dibelikan BB palg mutakhir…

4. Tanggap Teknologi & Gagap Teknologi (Gaptek)
Ortu bisanya memfasilitasi, tapi nol besar dengan pengetahuan mengenai perangkat yg dibelikan buat anak-anaknya. Buktinya: baca sms alay aja ga bisa!…gimana mo ngawasin anak?
Note dr pembicara: Jadi orangtua, harus “GAUL” dan PINTER !!! siapa biang jadi orangtua itu gampang?

5. Memberikan anak perangkat teknologi, tidak tahu akibat negatifnya, tanpa penjelasan dan tanpa persyaratan.

Note dr pembicara:
Orang Tua sekarang adalah Generasi ORTU yang ABAI…Generasi ORTU
PINGSAN!! Yang penting anak sekolah,les, diam di rumah didepan Komputer, Games, HP, Televisi —> Yakin, Anak anda AMAN????

6. Berkomunikasi yang baik dan benar : tidak memahami perasaan anak & remaja.
TIPS
Membuat Anak Tangguh di Era Digital:
1. Hadirkan Tuhan didalam diri anak. Ajarkan untuk selalu ingat Allah, taat kepadaNYA dari kecil. Hindari: Jangan sampai kamu hamil ya, Bikin malu keluarga! Bapak / Ibu malu!!!—> Salah Besar. Ajarkan bahwa, dimanapun dia berada, Allah tau apa yang dia perbuat!

2. Perbaiki pola pengasuhan/parenting. Libatkan kedua-belah pihak. Jangan jadi ortu yang abai bin pin

3. Validasi anak : penerimaan, pengakuan dan Pujian Jangan jadikan anak anda, anak yang BLASTED! Boringg –> Lazzy –> Stressed!!

4. Mandiri & Bertanggung jawab kepada ALLAH, diri sendiri, keluarga & masyarakat.

5. Memberikan fasilitas pada anak harus dengan landasan dan persyaratan agama yang jelas

6. Mempunyai MODEL yang baik dan benar

KOMIK
• Cek bacaan anak
• Baca dulu sebelum membeli
• Secara Berkala periksa meja belajar/lemari/kolong tempat tidur . Notes: JANGAN SAMPAI KETAHUAN ANAK!!
• Kenalkan anak pada berbagai jenis bacaan
• Diskusikan bacaan dengan anak

GAMES
• Perhatikan letak computer/media video games di rumah
• Perhatikan jarak antara mata anak/ruang cukup pencahayaan , layar tidak terlalu terang
• Pilihkan meja & kursi yang ergonomis
• Buat kesepakatan dengan anak tentang:
o Berapa dalam seminggu
o Kapan waktu yang tepat
o Games apa yg boleh dimainkan
o Sanksi apa yang diberlakukan , jika melanggar
• Dampingi anak dalam membeli games dan cek selalu rating Games dalam kemasan games.
Banyak video games ber-rating AO (Adult Only) atau M (mature) yang dibajak dengan rating ESRB (Entertainment Software Rating Board, sebuah lembaga pemberi rating untuk games hiburan) diubah menjadi Teen, seperti GTA San Andreas, Mass Effect, Gta IV dsb.
Notes:

Marak video game kekerasan yang menampilkan secara gamblang adegan seksual di tengah-tengah video gamenya seperti GTA: San Andreas dan Mass Effect. GTA: San Andreas mendapatkan kecaman keras dari banyak kalangan dunia seperti Jack Thompson dan Hillary Clinton, sehingga memaksa produsennya mengganti rating ESRBnya menjadi AO (awalnya M (Mature)). Hal ini mengakibatkan profitnya turun hingga $28.8 juta.

Pada tanggal 20 Oktober 2003, Aaron Hamel dan Kimberly Bede menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh 2 remaja, William dan Josh Buckner, karena keduanya terinspirasi setelah memainkan GTA:III. Akibat kejadian tersebut Aaron meninggal dunia, sedangkan Kimberley mengalami luka parah.

TV
• Atur jam menonton TV
o No TV dibawah 2 thun
o 5-7 tahun paling lama menonton TV: 2 jam/hari
• Kenalkan dan diskusikan ttg program TV yang baik dan buruk
• Perhatikan jarak menonton

INTERNET
• Perhatikan letak computer : tidak menghadap dinding
• Lakukan filterisasi terhadap situs porno (pasang alat pemblokir situs porno)
• Buat Kesepakatan tentang waktu bermain internet
• Secara berkala, cek situs apa saja yang telah dibuka anak di computer

IKHTIAR TERAKHIR
1. Perbanyak mendengarkan perasaan. GUNAKAN 2 TELINGA lebih sering daripada satu MULUT
2. Orang tua harus TTS = TEGAS, TEGAR, SABAR
3. Meningkatkan diri dengan berbagai macam pengetahuan (Seminar, pelatihan, buku parenting dan agama)
4. Setelah semua upaya —> DOA
Jujur, pas pada saat mengikuti seminar tsb, beberapa kali, saya menitik-kan airmata – mbrebes mili. Betapa saya merinding hebat dan pengen segera pulang memeluk anak-anak saya..
Semoga saya bukan salah satu orangtua yg pingsan ituu… Semoga anak2 saya (kita), menjadi anak2 yang saleh dan selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa

[Terima kasih kepada Nury Nuraini. Penulis adalah seorang orangtua berlatar belakang Muslim, namun persoalan yang dihadapi orangtua sekarang ini tidak dibatasi oleh latar belakang agama. Tulisan ini telah mendapat beberapa penyesuaian].
Sumber: http://bilt4blog.wordpress.com/2011/01/24/seminar-oleh-elly-risman-m-psi-yayasan-buah-hati-remaja-dan-ortu-saat-ini/
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger