"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , , , , , » Persoalan hukum di California: Hukuman mati gagal dicabut; peraturan totalitarian digugat

Persoalan hukum di California: Hukuman mati gagal dicabut; peraturan totalitarian digugat

Written By Ray Maleke on Jumat, 09 November 2012 | 00:12

Dr. Brad Dacus
(foto: pacificjustice.org)
AMERIKA SERIKAT, Sacramento (8 November 2012).

Konferensi Katolik California mengungkapkan penyesalannya atas kegagalan upaya pemungutan suara di negara bagian California untuk mencabut hukuman mati. Namun demikian, upaya itu telah membantu meningkatkan penghargaan akan kehidupan.

"Kami jelas kecewa bahwa orang-orang California tidak memilih menggunakan kesempatan ini untuk mencabut penerapan hukuman mati di California," ungkap Ned Dolejsi, Direktur Eksekutif Konferensi Katolik California, kepada CNA, kemarin (7/11).

"Kami merasa bahwa itu adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan bentuk perlindungan terhadap martabat seorang manusia, tidak peduli betapa cacatnya, karena kita memiliki sarana yang tak harus menumpahkan darah untuk melindungi diri kita sendiri."

Referendum 34 mengusulkan untuk mengganti hukuman mati di California dengan hukuman penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. Jika diterima, maka hukuman dari hampir 725 narapidana yang sedang menunggu giliran untuk menerima hukuman mati akan menerima penjara seumur hidup. Hal ini berpotensi untuk menghemat USD 100 juta dalam anggaran negara bagian tersebut yang dapat digunakan lembaga kepolisian dalam memecahkan lebih lagi kasus pembunuhan dan kasus pemerkosaan.

Upaya ini gagal dengan 52,8 persen menolak untuk mencabut hukuman mati.


Mengkriminalkan upaya terapi

Sementara itu, sebuah lembaga bantuan hukum Kristen telah mengajukan gugatan terhadap undang-undang California yang mengkriminalkan upaya terapi ketertarikan terhadap sesama jenis bagi mereka yang berumur 18 tahun kebawah, sekalipun itu atas permintaan orang tua dan atas keinginan pribadi yang bersangkutan.

The
Pacific Justice Institute (PJI), sebuah lembaga nirlaba yang mengkhususkan diri dalam membela hak kebebasan beragama, hak orang tua, dan kebebasan sipil lainnya, mengajukan gugatan ini di pengadilan federal Sacramento. (NBC4)

Lembaga bantuan hukum ini berpendapat bahwa hukum yang melarang upaya terapi terhadap ketertarikan sejenis melanggar Amandemen Pertama dan hak pribadi di AS.

"Peraturan baru ini merupakan pelanggaran yang keterlaluan terhadap Amandemen Pertama yang fundamental dan hak-hak pribadi dari orang-orang muda," ungkap
Brad Dacus, pemimpin PJI kepada NBC4 melalui telepon. "Kami berharap dapat memenangkan perlindungan dan pembelaan hak-hak sipil kaum muda."

California menjadi negara bagian pertama di AS yang mengkriminalkan terapi ketertarikan sesama jenis terhadap minor.

Asumsi yang keliru

RUU 1172 yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Gubernur California Jerry Brown itu mengatakan bahwa para profesional pelaku terapi ketertarikan sesama jenis terhadap kelompok usia 18 tahuh ke bawah akan menghadapi tindakan disiplin dari lembaga yang mengeluarkan ijin praktek mereka.

Gugatan hukum dari PJI dilakukan atas nama Aaron Blitzer, seorang mahasiswa yang sebelumnya memraktekkan gaya hidup homoseks, namun tertolong oleh upaya terapi tersebut. Ia sendiri sedang belajar untuk menjadi seorang pelaku terapi di bidang ini, dan menurutnya, peraturan ini menghalanginya untuk mencapai keinginannya itu. (ABC News)

"Badan Legislatif memiliki asumsi yang keliru bahwa setiap individu yang bergumul dengan ketertarikan sesama jenis adalah disebabkan oleh DNA mereka," katanya. "Ini mengabaikan ribuan orang, termasuk penggugat, yang telah melalui terapi dan sekarang dalam hubungan heteroseksual [suami-istri] yang bahagia dan sehat," ungkap Mr. Dacus.

Korban kedua kali

Menurutnya hukum ini membuat mereka, orang-orang muda yang memiliki ketertarikan sesama jenis akibat menjadi korban pelecehan seksual, menjadi "korban yang kedua kali, karena ditolak dari upaya konseling dan penyembuhan."

Dia mengatakan bahwa konseling yang "secara langsung melanggar" keyakinan agama atau pribadi, "hanya mengakibatkan kebingungan yang lebih besar dan depresi dan kemungkinan bunuh diri."

"Undang-undang ini adalah contoh klasik dari
psychiatric ignorance dikombinasikan dengan pengabaian politik," katanya, sambil mengeluhkan "kompromi" yang dilakukan anggota California Psychiatric Association dengan para legislator negara bagian itu untuk memberlakukan peraturan tersebut.

"Mereka jelas menganggap bahwa satu ukuran cocok untuk semua dan mengabaikan kompleksitas ketertarikan sesama jenis dan berbagai tingkatan dari adanya ketertarikan tersebut, tergantung pada usia dan latar belakang [seseorang]," kata Mr. Dacus. "Ini tidak pada tempatnya bagi pihak legislatif untuk membuat pengekangan atasnya."

Senator Ted Lieu yang menggodok RUU 1172 yang nantinya mulai berlaku 1 Januari 2013 itu menanggapi, "Saya sudah membaca gugatannya, dan sebagai sebuah fiksi, bagus dibaca."

California...California... (CNA/NBC4/ABCNews/MP)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger