"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia memohonkan grasi untuk anggota band Pussy Riots

Written By Menara Penjaga on Senin, 20 Agustus 2012 | 20:05

Anggota band Pussy Riots ditahan di Moskow.
(foto: theguardian)
RUSIA, Moskow (19/8)
Para pemimpin Gereja Ortodoks Rusia memohonkan grasi untuk tiga anggota band Pussy Riots yang dijatuhi hukuman dua tahun penjara Jumat lalu, karena tindakannya menodai tempat ibadah paling dianggap suci di Moskow, Rusia.

Tikhon Shevkunov, penasihat rohani Presiden Rusia Vladimir Putin dan merupakan kepala biara Sretensky Moskow, mengumumkan di televisi negara hari Sabtu bahwa gerejanya telah memaafkan anggota band Pussy Riots segera setelah ungkapan "doa punk" mereka di Katedral Kristus Juruselamat di Moskow pada Februari lalu.

"Kami memang telah memaafkan mereka sejak awal," ungkapnya seperti dikutip The Associated Press. "Tetapi masyarakat dan pihak berwenang harus mengurangi terjadinya tindakan seperti itu."

Imam Agung Maxim Kozlov juga muncul di saluran televisi negara, mengatakan bahwa gereja berharap para wanita ini serta pendukung mereka akan mengubah cara [hidup] mereka. "Kami hanya berdoa dan berharap bahwa wanita muda ini dan semua orang-orang berteriak di depan gedung pengadilan, yang melakukan tindakan-tindakan yang melanggar kesucian [simbol keagamaan], tidak hanya di Rusia tapi di negara lain, menyadari bahwa tindakan mereka adalah sangat memprihatinkan," ungkapnya. "Dan meskipun demikian, gereja memohonkan belas kasihan dalam batas-batas hukum."

Anggota band Pussy Riots, Nadezhda Tolokonnikova, Marina Alyokhina, dan Yekaterina Samutsevich, "melakukan tindakan hooliganisme [tindakan kekerasan, pengacauan, atau perusakan], pelanggaran berat terhadap ketertiban masyarakat, menunjukkan secara menyolok sikap tidak menghormati masyarakat," demikian ungkap hakim, Marina Syrova, dikutip di ruang sidang pada hari Jumat.

"Tindakan gadis-gadis ini merupakan penodaan, penghujatan dan melanggar aturan Gereja [Ortodoks]," ungkapnya, dan menyatakan bahwa ketiganya bersalah atas tuduhan hooliganisme yang dimotivasi kebencian terhadap agama. Mereka sengaja menyinggung pemeluk agama Ortodoks Rusia dengan menyerbu altar utama Katedral Moskow untuk menyanyikan lagu cacian terhadap Putin, tambahnya.

Pemerintah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman telah mengecam keputusan pengadilan itu sebagai tidak proporsional. Berbagai aksi solidaritas juga ditunjukkan untuk ketiga anggota band ini. Tunggu berita tentang tanggapan mereka terhadap Julian Assange, pendiri WikiLeaks, yang menyebut dirinya mengalami 'nasib' sama seperti Pussy Riots. (ChristianPost/MP)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger