"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , , , , » Kasus perdagangan manusia: Kalau petinju saja perlu berhati-hati, apa lagi para gadis muda

Kasus perdagangan manusia: Kalau petinju saja perlu berhati-hati, apa lagi para gadis muda

Written By Ray Maleke on Rabu, 17 Juli 2013 | 22:18

Para petinju mengaku mereka dipaksa tinggal di sebuah garasi dan diberi
makan tulang dan nasi, serta makanan sisa (foto: ABC).
AUSTRALIA, Sydney (MP) – Menjadi petinju profesional bukan berarti kebal terhadap kejahatan perdagangan manusia. Hal ini yang sementara diselidiki oleh Kepolisian Federal Australia.

Sejumlah petinju asal Filipina memutuskan untuk melaporkan nasib mereka setelah seorang manejer tinju asal Sydney memboyong mereka ke negeri kangguru dengan diiming-imingi kekayaan dan kesuksesan.

Namun bukan sukses atau kekayaan yang mereka temui.

Menurut pengakuan mereka, Mr. Dido Bohol, manejer tinju berkebangsaan Filipina-Australia, menjadikan mereka pembantu rumah tangga tanpa bayaran.

Tragisnya mereka pun diberi tempat tinggal di garasi yang sangat dingin selang musim dingin.

“Ketika saya di sini, saya jadi sakit. Saya selalu mimisan ketika bangun pagi karena kedinginan,” ucap petinju muda Alann J. Tuniacao.

Tuniacao bersama seorang teman petinju lainnya Czar Amonsot terbang ke Sydney tahun 2010 lalu dengan visa olahraga sementara.


Tinggal di garasi

“Ia menjanjikan, saya akan menghasilkan uang di sini. Walaupun saya tidak bertanding, saya bisa mendapatkan pekerjaan dan mengirimkan uang ke keluarga saya di Filipina,” tutur Amonsot.

Kenyataan sama sekali berbeda dari harapan.

Mereka mengaku dipaksa tinggal di sebuah garasi dengan tiga orang lainnya. “Kami seperti dipenjara. Kami tidak boleh berkenalan atau berbicara dengan warga Filipina lainnya,” ungkap Tuniacao.

Tak hanya itu, mereka mengaku dibuat kelaparan, dan hanya mendapat makan tulang ayam dan nasi atau sisa makanan dari rumah utama.

Paspor mereka juga ditahan, dan mereka sekarang berhutang pada sang manejer. Uang yang mereka peroleh dari bertanding sebagian besar harus diserahkan pada Mr. Bohol.

Mr. Bohol menyangkal tuduhan perdagangan manusia
(foto: ABC). 
Apa yang dialami oleh para petinju Filipina ini diangkat dalam program 7:30 ABC.

Ketika dihubungi lewat telpon Mr. Bohol menyangkal telah memperlakukan para petinju itu seperti budak, dan mengatakan bahwa ia sedang menolong mereka.

“Saya tidak pernah mengambil paspor mereka. Paspor itu punya mereka," katanya. "Itu semua omong kosong. Kami punya persetujuan, semuanya ada di sini. Kami harus menandatangani kontrak.”


Kematian Roberto Ruiz

Dari penelusuran program investigatif 7:30 sebuah kisah tragis pun terungkap.

Roberto Ruiz juga direkrut oleh Mr. Bohol tahun 1997, dan bertanding di Ausie selama tiga tahun.

Mengalami pendarahan dan masalah dengan mata akibat tidak mendapat perawatan, akhirnya memutuskan untuk lari dari sasana tinju Mr. Bohol.

Ia menjadi imigran tanpa dokumen. Menghadapi masalah deportasi dan kebutaan, Ruiz dilaporkan bunuh diri di Sydney.


Kalau petinju saja perlu berhati-hati, apa lagi para gadis muda. Jangan hanya waspada, LAWAN trafficking!  (Kompas/ABC)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger