"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , , , , , » Pesan Natal Konferensi Waligereja Indonesia dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia: Kasih pada sesama, cinta lingkungan hidup

Pesan Natal Konferensi Waligereja Indonesia dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia: Kasih pada sesama, cinta lingkungan hidup

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 17 November 2012 | 05:33

(google.com)
INDONESIA, Jakarta (Suara Pembaruan, 17 November 2012).

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia sudah menyepakati pesan Natal bersama tahun 2012 yang bertemakan "Allah Telah Mengasihi Kita". Dalam pesan Natal ini umat kristiani ingatkan untuk merenungkan kasih Allah dan menegaskan apa yang harus dilakukan untuk hidup sebagai orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo menjawab wartawan seusai konferensi pers soal pesan moral KWI 2012 di Jakarta, Jumat (16/11) mengatakan, umat harus menyadari bahwa Allah itu adalah kasih, maka umat pun diundang untuk saling mengasihi. Pesan Natal ini pun menurutnya sangat relevan dengan pesan pastoral sidang KWI tahun 2012 yang menyoroti isu lingkungan hidup.

"Pesan natal bahwa Allah sudah mengasihi ada kaitannya dengan pesan lingkungan. Ketika saya membuang sampah pada tempatnya, itu merupakan wujud kasih saya terhadap lingkungan, sehingga orang lain tidak terpeleset misalnya," katanya.

Dalam pesan moral tentang lingkungan umat juga diingatkan untuk mengasihi alam tidak memanfaatkannya secara berlebihan. Selain itu mampu menghemat air dan energi.

Lewat pesan Natal yang nantinya akan dibacakan saat ibadah perayaan Natal ada tiga poin penting, yakni kasih Allah bagi semua manusia, kasih Allah tanpa syarat dan mengasihi seperti Allah.

Kasih Allah yang tanpa syarat ingin menunjukan bahwa seluruh aktivitas Allah adalah tindakan kasih. Allah menyatakan diri dalam kasih kepada manusia, Allah pun mengasihi manusia tanpa membedakan, tidak menuntut syarat apa pun dari manusia sebelum menyatakan kasih-Nya. Allah juga mengasihi orang benar maupun orang jahat dan semuanya tidak lepas dari kasih-Nya.

Yesus datang ke dalam dunia dan hidup di tengah manusia bukan karena manusia itu baik. Sebaliknya, Dia rela meninggalkan kemuliaan surgawi dan mengurbankan diri-Nya justru karena manusia berdosa dan tidak sanggup melepaskan diri dari ikatan dosa.  Semua ini dilakukan-Nya semata-mata karena Yesus menghendaki kebaikan dan kebahagiaan manusia. Allah pun menghendaki manusia hidup bahagia dalam kemuliaan abadi bersama Dia.

Mgr Ignatius Suharyo dalam pesan natal tertulis tersebut mengungkapkan kehadiran Kristus sebagai manusia di dalam dunia ini mengajak umat untuk mengasihi seperti Allah. Umat pun diajak mengasihi sesama tanpa membuat perbedaan.

 

Membuka Hati  

Karena itu, hanya orang yang membuka hati dan menyadari kasih Allah akan dapat mengasihi Allah dan sesama. Jika ada orang mengatakan bahwa ia mengasihi Allah tetapi membenci saudaranya, maka orang tersebut berdusta karena tidak mungkin mencintai Allah yang tidak kelihatan tanpa mencintai sesama yang kelihatan (1 Yoh 4:20).

Dasar untuk saling mengasihi adalah kasih Allah. Lewat kasih seperti itulah orang diajak untuk mengasihi sesamanya. Untuk itulah umat dengan bertobat dan sungguh-sungguh mewujudkan kasih dengan memperhatikan sejumlah hal penting.

Dalam pesan natal itu ada empat hal penting yang diserukan. Pertama, Allah menciptakan alam semesta ini baik adanya dan menyerahkan pemeliharaan serta pemanfaatannya secara bertanggungjawab kepada manusia. Kedua, ada upaya umat melibatkan diri dalam berbagai usaha baik yang dilakukan untuk mengatasi persoalan-persoalan kemasyarakatan seperti konflik kemanusiaan, menguatnya sikap intoleran dan tindakan menjauhkan semangat persaudaraan.

Sedangkan hal ketiga, melalui jabatan, pekerjaan di dalam masyarakat, umat ikut sepenuhnya berusaha memerangi kemiskinan jasmani dan rohani, memberantas korupsi, hidup sederhana dan berlaku jujur. Keempat, umat diharapkan dapat melibatkan diri dalam menjawab keprihatinan bersama terkait dengan lemahnya penegakan hukum. Sebagai warga negara yang taat hukum, menghormati proses hukum serta terus mendorong ditegakkannya hukum demi keadilan dan kebaikan seluruh warga negara. [*]

Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger