"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Orang Kristen teraniaya karena iman dan hati nurani

Written By Menara Penjaga on Jumat, 02 November 2012 | 23:02

Dr. Angela McCaskill
INGGRIS, London. 

Dalam sebuah artikel berjudul The Gay Bullies are Being Exposed (intimidasi gay dinampakkan) Michael Brown, penulis The Real Kosher Jesus, menyorot kasus Adrian Smith yang baru-baru ini menulis di halaman Facebooknya, "Jika negara ingin menawarkan pernikahan sipil terhadap pasangan sesama jenis, itu terserah kepada negara, tetapi negara tidak harus memaksakan aturan itu di tempat iman dan hati nurani." 
(Dari ungkapannya ini muncullah kenyataan yang sebenarnya, nilai-nilai agama tak terpisah dari moralitas negara). 

Oleh sebuah keluhan 'teman' Facebooknya yang mengatakan bahwa itu “jelas-jelas homofobik,” perusahaan tempat Adrian bekerja memotong gajinya sebesar 40%.

Susanne dan Mike Wilkinson, pasangan Kristen yang taat pemilik tempat penginapan dan sarapan, menolak menyewakan kamar bagi dua orang laki-laki pelaku hubungan sejenis pada tahun 2010 lalu, sebelumnya mereka telah menolak untuk menyewakan kamar kepada dua orang kekasih yang belum menikah. Namun, mereka kemudian diajukan ke pengadilan oleh kedua laki-laki itu dan, dua minggu lalu, Susanne dan Mike dinyatakan bersalah menyakiti perasaan pasangan sejenis itu, dan didenda hampir USD 6.000.

Menurut Michael, Susanne dan Mike menerima ratusan teror email termasuk menyebut “Aku akan datang membakar rumahmu rata tanah.”

Itimidasi serupa terjadi terhadap Rhys dan Esther Curnow, dua orang kekasih yang baru menikah dan berpartisipasi dalam menyerahkan petisi dari Coalition for Marriage ke Gedung Parlemen Inggris. Halaman Facebook mereka dibanjiri dengan kutukan dan sikap intoleransi yang ekstrim dari para homoseksualis. (Lihat di sini)

Menyeberang ke Amerika Serikat, Dr. Angela McCaskill, pemimpin bidang urusan kemajemukan yang berlatar belakang Afrika-Amerika di Gallaudet University, Washington, DC, secara tak adil dicutikan karena menanda-tangani petisi yang menuntut diadakannya referendum tentang definisi pernikahan di Maryland, AS. Ia diadukan oleh dua orang pelaku hubungan sejenis di administrasi sekolah itu. (Lihat di sini)

Tapi Dr. McCaskill, tidak tunduk pada bentuk intimidasi seperti ini, sekalipun ia adalah seorang yang tidak bisa mendengar (tuli). Ia mengadakan konferensi press di mana ia mengatakan, “Saya kecewa karena Gallaudet University masih merupakan universitas intoleran, yang dikelola dengan menggunakan intimidasi, dan bullying di antara dosen, staf, dan mahasiswa.”

Kurang lebih 25 tahun yang lalu, dua orang pengatur strategi gerakan homoseksualisme menyatakan bahwa adalah hal yang esensial untuk “menggambarkan pelaku hubungan sejenis sebagai korban, bukan sebagai penantang yang agresif.” Mereka menjelaskan bahwa dalam upaya memenangkan masyarakat untuk mendukung mereka, “para pelaku hubungan sejenis harus digambarkan sebagai korban yang perlu mendapat perlindungan supaya mereka yang bukan pelaku hubungan sejenis secara refleks akan cenderung mengambil peran sebagai pelindung.” Tampaknya strategi ini sudah mulai berubah.

Dalam artikelnya, Michael mengakui kenyataan bahwa cukup banyak perempuan dan laki-laki pelaku hubungan sejenis yang telah menjadi korban kebencian dan kekerasan, dan mereka ini layak mendapat perlindungan masyarakat sama seperti anggota masyarakat lainnya. “Tapi saat ini, semakin banyak pelaku hubungan sejenis yang menjadi pelaku [kebencian dan kekerasan],” dan orang lain yang sopan dan berkeadaban dalam masyarakat menjadi korban.(MP)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger