"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Maengket dan Kabasaran meriahkan Festival Danau Tondano

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 03 November 2012 | 09:49

Para penari Maengket di lapangan Sam Ratulangi, Tondano
(foto: Kompas.com)
INDONESIA, Tondano (KOMPAS.com, 1 November 2012)
 
Walau sempat diguyur hujan, Karnaval Budaya dalam rangka Festival Budaya Danau Tondano (Fesbudaton) akhirnya digelar juga, Kamis (1/11/2012). Kegiatan itu dipusatkan di kompleks Lapangan Sam Ratulangi, Tondano, Minahasa.
 
Karnaval yang molor beberapa jam dari jadwal yang sudah ditentukan tersebut diisi dengan pagelaran berbagai atraksi seni budaya Minahasa yang melibatkan ratusan orang. Warga dan tamu undangan dibuat terkesima dengan penampilan kelompok tari Maengket yang terdiri dari 500 penari. Para penari Maengket yang tampil merupakan perpaduan kelompok tari berusia muda maupun yang sudah berusia lanjut.
 
"Tari tradisi ini harus tetap kita lestarikan, makanya saya ikut turun menari," ujar Oma Ge (67), yang masih gemulai menarikan Maengket.
 
Tampil pula kelompok Kabasaran, yang merupakan tari perang tradisional orang Minahasa. Para penari yang berpakaian khas dan dipenuhi dengan atribut budaya tanah Minahasa tersebut tampil perkasa.
 
Yang menarik, Kabasaran kali ini bukan hanya diisi oleh para penari pria, tetapi juga oleh penari wanita. Salah satu penari Kabasaran wanita, Oma Ringkitan (77) tahun terlihat masih mampu memeragakan adegan berduel dengan lawan.
 
[Tari Kabasaran wanita Minahasa disebut Tombarian].
 
"Bulan depan saya berusia 78 tahun, tapi semangat orang Minahasa masih ada di dada ini," ujar Oma Ringkitan dengan yakin.
 
Selain itu, turut memeriahkan karnaval, penampilan kelompok pemusik bambu dan Clarinet yang juga melibatkan ratusan pemusik. Demikian pula kelompok pemusik Kolintang yang tak kalah memukau penonton dengan lagu-lagu tradisional yang dibawakannya.
 
Bupati Minahasa Stevanus Vreke Runtu dalam sambutannya mengatakan, tujuan Fesbudaton ini adalah untuk mempromosikan potensi keberagaman seni budaya Minahasa. "Iven ini juga bertujuan menarik kunjungan wisawatan yang pada gilirannya akan meningkatkan sektor perekonomian masyarakat," ujar Vreke.
 
Sayangnya, dari pantuan Kompas.com sebelumnya, gema Fesbudaton tidak terlalu terasa. Hal ini terlihat dari kurangnya wisatawan yang datang menonton Karnaval Budaya. Bahkan tidak terlihat sama sekali wisawatan asing yang menonton.
 
Sementara itu, Putu Ngurah dari Direktorat Promosi Dalam negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengharapkan Fesbudaton bisa menjadi momen menumbuhkan rasa cinta tanah air.
"Hal ini sejalan dengan program Kementerian Pariwisata yang sementara mengampanyekan brand kenali dirimu, cintai negerimu," ujar Putu.
 
Putu juga berharap dengan dukungan Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Minahasa bisa menjadi salah satu destinasi wisata utama.
 
"Danau Tondano memiliki potensi yang luar biasa, dan eksistensinya perlu dilestarikan," tambah Putu.
 
Karnaval juga diisi dengan parade kendaraan hias dari semua kecamatan di Minahasa. Juga turut mengisi karnaval para finalis Wulan Waraney Minahasa 2012.
 
Setelah Karnaval Budaya, malam harinya akan digelar Pentas Seni Budaya Minahasa di panggung utama yang sudah disediakan. Begitu pula pada Jumat (2/11/2012) akan dilaksanakan Gelar Kuliner Danau Tondano yang bertempat di Pulau Likri yang berada di tengah-tengah danau terluas di Sulawesi Utara tersebut. [*]
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger