"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Kristen dan Muslim bergabung menentang agenda homoseksualisme di Liberia

Written By Ray Maleke on Kamis, 15 November 2012 | 06:19

(foto: newspaperafrica.com)
LIBERIA, Monrovia (12 November 2012)


Sebuah “kerumunan besar” (mammoth crowd) mewakili pemeluk agama Kristen dan Islam, serta organisasi kemasyarakatan lainnya pada hari Sabtu (10/11) menandai sebuah upaya inter-faith dalam rangka menentang agenda homoseksualisasi di Liberia, Afrika Barat.1

Perdebatan mengenai praktek hubungan sejenis atau advokasi untuk melegalkan pernikahan sesama jenis dalam dua tahun terakhir telah meningkat di Liberia, melibatkan warga biasa, para pemimpin dari komunitas Kristen dan Muslim, termasuk para pejabat eksekutif dan legislatif.

Presiden Liberia, Ellen Johnson Sirleaf, secara tegas mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Guardian di awal tahun ini bahwa Liberia menolak legalisasi hubungan sesama jenis. “Kami menyukai diri kami apa adanya,” ungkapnya waktu itu. “Kami memiliki nilai-nilai tertentu sesuai dengan tradisi kami yang ingin kami lestarikan.”2

Menyusul tekanan Amerika Serikat dan Inggris terhadap negara-negara Afrika untuk menerima 'hak-hak' pelaku hubungan sejenis, suara vokal pemenang Nobel perdamaian atas perannya membela hak-hak perempuan ini dianggap melemah. Sekalipun, kebijakannya adalah bahwa ia takkan merubah hukum yang ada saat ini yang melarang praktek homoseks tapi juga tidak akan menerima RUU yang akan memperketatnya.3

Republik Liberia adalah negara yang dibentuk pada tahun 1847 oleh orang Afrika yang diperbudak di Amerika yang kemudian membentuk koloni di pantai barat Afrika.


Aktivis homoseksualisme

Aktivis homoseksualisme Liberia, Archie Ponpon, mengungkapkan Sabtu lalu bahwa masyarakat Liberia harus dibiarkan untuk melakukan apa yang mereka mau. “Adalah hak mereka melakukan apa yang sedang mereka lakukan,” ungkapnya pada AP merujuk pada gabungan masyarakat Islam dan Kristen itu. Namun menurutnya mereka salah “melakukan serangan verbal terhadap saya dan mencoba mematikan upaya advokasi saya.”

Dalam pembicaraan lewat telpon Archie mengatakan bahwa ia ingin “meliberalisasi pemikiran masyarakat [Liberia] tentang hak orang lain untuk melakukan apa yang ingin mereka lakukan.”4

Reaksi konfrontal terhadap upaya legalisasi praktek yang tabu dan oleh masyarakat Afrika di sebut "un-Africa" (bukan Afrika) ini telah membuat rumah Archie (yang adalah milik ibunya) menjadi sasaran pembakaran dan penghancuran sekelompok orang setelah ia mengumumkan pembentukan kelompok advokasi hubungan sesama jenis.


Prospek kampanye inter-faith

Pdt Rudolph Marsh, mewakili Dewan Gereja-Gereja Liberia (Liberia Council of Churches), mengecam para pendukung hubungan sesama jenis atas anggapan dipengaruhi oleh kekuatan asing.

"Ada hal-hal yang baik di Amerika yang dapat kita tiru," katanya. “Kita tidak harus meniru yang buruk; mari kita tinggalkan yang buruk itu dengan orang Amerika."

Pendeta Marsh mendesak pemeluk Kristen dan Muslim Liberia untuk tetap bersatu "dan berdiri bersama-sama dan mengatakan kepada dunia bahwa Liberia adalah tempat orang-orang beradab dan tidak akan mengizinkan pernikahan sejenis."

Seorang juru bicara dari umat Islam,
Sheikh Omaru Kamara, memuji para pemeluk Kristen dan Islam untuk "kesatuan tujuan dalam kampanye melawan homoseksualitas."

Pemimpin dari
Citizens' Movement Campaign (gerakan kampanye warga negara), Jim Tornonlah, mengatakan kepada wartawan pada Sabtu lalu bahwa mereka telah mengumpulkan lebih dari 25.000 tanda tangan. 

Tujuannya adalah mencapati satu juta tanda tangan, supaya dapat diajukan kepada pemerintah, dan mereka dapat memfokuskan diri pada masalah “mentega dan roti” (makanan).

Resolusi satu juta tanda tangan sedang dipersiapkan di Liberia saat Gereja Anglikan Nigeria telah siap untuk melepaskan diri dari Komuni Anglikan jika Uskup Agung Canterbury yang baru mendukung pernikahan sesama jenis di gereja.

Namun prospek negara-negara Afrika tidak begitu bagus secara ekonomi. (Bagaimana dengan Asia?) 

Nigeria yang kaya dengan 'black gold' (minyak) sedang berurusan dengan IMF, dan dengan dimasukkannya Boko Haram sebagai organisasi teroris oleh AS, sekalipun tidak pernah ada klaim atas serangan-serangan terhadap umat Kristen (dan Islam) di Nigeria, maka kemungkinan intervensi atau 'kerja sama' dapat menjadi faktor perubahan kebijakan.


Malawi adalah salah satu negara Afrika yang dengan tegas menentang pernikahan sejenis. Dengan batasan yang diterapkan oleh 'rekan pembangunan' dari Eropa dan Amerika, terkesan Presiden Joyce Banda lebih memilih menelan batu daripada melihat rakyat sengsara.  

Aljazeera melaporkan Presiden Malawi mengatakan bahwa hukum yang melarang praktek homoseks dapat dibatalkan sebagai upaya untuk menyenangkan hati donor Barat.5

Entah bagaimana nasib Liberia nanti...***




Liberia: Same Sex Marriage Debate - Can't Liberia Be Definitive?, New Democrat (link); Christian and Muslim Liberians Launch Campaign Against Homosexual Marriage, Associated Press (link). AP menggunakan istilah deskriptif “several hundreds” (beberapa ratus) masyarakat Liberia yang tampil dalam aksi tersebut.
Nobel peace prize winner defends law criminalising homosexuality in Liberia, The Guardian (link).
Nobel peace prize winner defends law criminalising homosexuality in Liberia, The Guardian (link).
Christian and Muslim Liberians Launch Campaign Against Homosexual Marriage, Associated Press (link).
Tertekan, Presiden Malawi bermaksud mencabut undang-undang yang melarang praktek homoseks, Aljazeera & MP (link).
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger