"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , , , » Pendeta megachurch mendorong anggotanya untuk melaporkan insiden pelecehan anak-anak

Pendeta megachurch mendorong anggotanya untuk melaporkan insiden pelecehan anak-anak

Written By Menara Penjaga on Selasa, 25 September 2012 | 22:26

Pdt. Sharon Daugherty (foto: article.wn.com)
AMERIKA SERIKAT, Oklahoma (9/24/12).

Sharon Daugherty, pendeta dari Victory Christian Center, sebuah megachurch di Tulsa, Oklahoma, AS, mendesak anggota jemaat untuk mengungkapkan insiden-insiden pelecehan seksual yang terjadi.

Hal ini mengemuka setelah seorang pekerja di gereja itu didakwa melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis remaja di gereja itu.

Hal yang memprihatinkan adalah lima karyawan diduga menunggu dua minggu untuk melaporkan insiden pemerkosaan itu. Mereka telah ditahan, bersama dengan tersangka penyerang gadis itu.

"Saya ingin secara pribadi mengatakan, bahwa
jika ada di sini yang tahu ada anak-anak yang diabaikan atau dilecehkan secara fisik atau seksual, mohon Anda segera menginformasikannya pada pihak berwenang," kata Pdt. Daugherty kepada jemaat yang menghadiri pelayanan hari Sabtu, seperti dilaporkan TulsaWorld. "Anak-anak kita sangat berharga, dan kita berutang kepada mereka untuk menyediakan perlindungan yang penuh."

Polisi melaporkan bahwa Pdt. Daugherty, yang melayani gereja beranggotakan 17.000 orang itu, juga tahu tentang pelecehan itu. Dia menganggap lima karyawan gereja, di antaranya adalah putra dan menantunya, telah melaporkan insiden itu. Sampai saat ini Pdt. Daugherty belum didakwa dengan kejahatan apapun.

Di Amerika Serikat para pendeta menurut hukum diharuskan melaporkan insiden pelecehan anak-anak kepada pihak berwajib (disebut mandated-reporter).

"Kepada saya sempat diungkapkan secara singkat tentang insiden yang melibatkan dua ... pekerja dan seorang anggota dari 24/7 (kelompok remaja-pemuda) ... dan diberitahu bahwa insiden itu sedang dilaporkan tetapi tidak menerima rincian secara spesifik mengenai dugaan itu," kata Pdt. Daugherty. "Saya sangat kecewa mendengar penundaan dari sejak pertama kali dilaporkan."
Tersangka pemerkosa telah dipecat oleh gereja.

Seorang pekerja lainnya juga dituduh melakukan tindakan mengajak anak melakukan tindakan tidak senonoh dan cabul dengan menggunakan komputer untuk memfasilitasi kejahatan seks, demikian dilaporkan TulsaWorld. Tersangka sudah menyerahkan diri pekan lalu.

"Sebelum mempekerjakan mereka...keduanya melewati proses penyaringan termasuk referensi pribadi dan pemeriksaan latar belakang. Tidak ada riwayat tindakan kriminal ditemukan," demikian dikatakan dalam sebuah pernyataan gereja tersebut. Dikatakan juga bahwa Victory Christian Center akan melakukan review penuh terhadap kebijakan-kebijakannya untuk menjamin keamanan anak-anak dan remaja gereja itu.

Berbagai pelecehan terhadap anak-anak telah terjadi di gereja, baik dilakukan oleh pendeta/pastor, pekerja gereja, atau oknum anggota jemaat. Gereja manapun harus selalu waspada dan mengambil tindakan-tindakan yang perlu untuk memastikan keamanan anak-anak. Jangan lalai atau menganggap gereja adalah tempat paling aman bagi anak-anak tanpa upaya untuk memastikan hal itu benar bagi anak-anak. Mencegah kejahatan terjadi dalam gereja, terutama kejahatan terhadap anak-anak, adalah bagian pelayanan penting dalam gereja Kristus. (CharismaNews/MP)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger