"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , » Microwave oven berbahaya tidak terhadap kesehatan?

Microwave oven berbahaya tidak terhadap kesehatan?

Written By Ray Maleke on Sabtu, 22 September 2012 | 02:04

Microwave oven terbakar
(foto: consumerwarningnetwork)
Sementara memanaskan makanan (nasi dan sayur kacang hijau) di microwave oven saya iseng-iseng google dampak microwave terhadap makanan dan kesehatan. Hasilnya, walah sudah lapar nasi dan sayur kesukaan saya berakhir di composing-bin belakang rumah.

Dalam artikel “Microwave is killing people!dituliskan juga tentang penelitian dari Claire Nelson:

Ia mendapati bahwa FDA [badan administrasi obat dan makanan Amerika Serikat] belum pernah melakukan studi terhadap efek penggunaan microwave terhadap makanan yang dibungkus dengan plastik.

Claire menguji empat jenis pembungkus plastik dan "menemukan tidak hanya senyawa karsinogen tapi juga xenoestrogen turut berpindah [masuk ke dalam minyak]...." Senyawa-senyawa xenoestrogens dapat menyebabkan menurunnya jumlah sperma pada pria dan kanker payudara pada wanita. ...

Mewaspadai jangan-jangan semua peringatan ini hanya merupakan strategi persaingan bisnis, saya mencoba mencari sudut pandang tandingan yang menanggapi dugaan bahaya penggunaan microwave.

Saya ketemu sebuah journal dari Harvard Medical School yang diberi judul“Microwaving food in plastics: dangerous or not?” Kesimpulan dalam artikel ini adalah “tidak,” dalam pengertian bahwa jenis plastik atau kontainer yang digunakan (atau tidak digunakan) dapat mencegah apa yang ditunjukkan Claire di atas.

Sementara menimbang-nimbang, dalam keadaan lapar dan microwave sedang tut-tut karena waktu yang di-set sudah selesai, saya terus lagi membaca artikel “The hidden hazard of microwave cooking.”

Artikel ini (The Hidden...) mengutip penelitian yang dilakukan di Jerman dan Rusia dan secara persuasif menunjukkan bahwa makanan yang dipanaskan dengan microwave untuk memenuhi syarat konsumsi menimbulkan: 1) efek yang mengakibatkan penyakit kanker; 2) menghancurkan nutrisi makanan; 3) mengekspos efek biologis.

Di web-site FDA saat ini memang dikatakan aman menggunakan microwave untuk makanan, bertentangan dengan keputusan Rusia tahun 1976 yang melarang microwave karena efek negatifnya. Larangan ini pun sudah dicabut sejak Perestroika (1980an).

Sekalipun aman tapi membuat takut juga. Bukannya karena bisnis microwave punya dana yang kuat.

Botol susu bayi direkomendasikan untuk tidak dimicrowave, karena dapat mengubah konten susu, dan menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Blanc dan Hertel, orang yang makan makanan yang dimicrowaved mengalami penurunan sel darah merah.

Kali berikut saya pakai rumping saja. Hitung-hitung memperbesar kemungkinan untuk sehat.***

Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger