"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , , , , » Percobaan penembakan kembali terjadi di AS, kali ini digagalkan oleh 'Satpam'

Percobaan penembakan kembali terjadi di AS, kali ini digagalkan oleh 'Satpam'

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 18 Agustus 2012 | 05:29

AMERIKA SERIKAT, Washington, D.C.

Hari Rabu (15/8) lalu Seorang pria yang hendak masuk ke kantor administrasi Family Research Council (FRC) di Washington D.C., AS, melepaskan tembakan pada Leo Johnson, diberitakan sebagai satuan pengaman (satpam) kantor tersebut, mengakibatkan lengannya ditembus timah panas. Namun penembak itu berhasil ditangkapnya, dan sekarang ini berada dalam tahanan kepolisian.

Kepala polisi setempat menyebut Leo Johnson sebagai seorang "pahlawan" karena dapat menghentikan Floyd Lee Corkins, II (28), yang membawa senjata dan mencoba masuk ke kantor tersebut dengan berpura-pura sebagai tenaga magang. Ketika Johnson berusaha menghalanginya memasuki pintu gedung, Corkins menembaknya di lengan.

Menurut saluran berita Fox News Leo Johnson, yang sebenarnya adalah salah satu staf FRC, berhasil merebut pistol itu dari tersangka yang kemudian mengatakan “Jangan tembak aku; ini bukan mengenai kamu, ini mengenai kantor ini dan apa yang dilakukannya. (Don't shoot me; it was not about you, it was what this place stands for.)

Dikatakan juga bahwa pelaku penembakan mempunyai “masalah” dengan kebijakan FRC.

FRC adalah sebuah organisasi nirlaba yang memperjuangkan kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi institusi keluarga dan kebebasan beragama.

Gary Bauer, yang pernah mencalonkan diri sebagai kandidat presiden AS serta pernah menjadi pemimpin FRC menyampaikan kesedihannya atas insiden ini.

"Masyarakat beriman tidak boleh sampai diintimidasi untuk mengambil sikap diam. Saya bangga berdiri dengan Tony Perkins dan staf FRC. Kami bangga untuk terus berjuang dalam perjuangan yang baik demi keluarga, iman dan kebebasan!"

“Kebencian”

Dengan informasi yang dibukakan oleh penyelidik di Washington bahwa Corkins bekerja sebagai tenaga sukarela di sebuah pusat kegiatan untuk kelompok sesama jenis dan transeksual, maka berbagai organisasi yang mendukung platform ini menyampaikan statement keprihatinan mereka atas insiden ini serta “menolak dan mengutuk tindakan kekerasan itu.”

Direktur utama FRC, Tony Perkins, mengadakan jumpa pers Kamis kemarin menyampaikan penghargaannya atas keprihatinan organisasi-organisasi tersebut sambil menghimbau untuk menghentikan retorika “kesembrunoan” yang mencap FRC sebagai organisasi “kebencian” karena nilai-nilai yang dijunjungnya, sehingga menghasilkan intimidasi seperti yang dilakukan Corkins.

Wayne Besen dari Truth Wins Out, salah satu organisasi homoseksualis yang menyatakan keprihatinan itu, menyatakan lewat websitenya “[Kami] tidak bisa.”

Dana Milbank dari Washington Post menulis Kamis kemarin bahwa ia sendiri melihatnya sebagai kekonyolan bahwa FRC dianggap pembenci. Sekalipun ia tidak memiliki pandangan yang sama dengan FRC, ia setuju bahwa label “kebencian” terhadap pembela pernikahan menurut tradisi “harus diakhiri.” “Tidak ada yang memberi Corkins ijin untuk membunuh. Namun pada saat yang sama, 'kebencian', sebuah kata yang keras, telah dipakai terlalu bebas.”

Hari Jumat (17/8) Corkins dijadwalkan untuk hadir di pengadilan. (ChristianPost 1,2/MP)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger