"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , » Pendokumentasi Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah putra Minahasa

Pendokumentasi Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah putra Minahasa

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 18 Agustus 2012 | 02:49

Banyak dari Anda mungkin belum mengetahui nama Frans Mendur. Namun, jika Anda pergi ke Perpustakaan Nasional maka Anda akan menemukan namanya dalam beberapa foto sejarah bangsa Indonesia.

Lewat kamera pria asal Minahasa, Sulawesi Utara, inilah acara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 terdokumentasikan dan menjadi bukti saat itu bagi dunia luar dan anak cucu bangsa pada masa mendatang bahwa peristiwa tersebut benar adanya. 

Sedikit kisah mengenai perjuangan pria yang memiliki nama lengkap Frans Soemarto Mendur yang akhirnya dapat mengabadikan momen 17 Agustus 1945.

Frans Mendur ketika itu merupakan juru foto Asia Raya sedangkan saudara kandungnya, Alex Mendur, adalah juru foto kantor berita Domei. Mereka berdua mendapat informasi bahwa Ir. Soekarno akan memproklamasikan kemerdakaan Indonesia di kediaman pribadinya yakni Jl Pegangsaan Timur nomor 56, Jakarta Pusat.

Dengan alat kamera seadanya, kedua saudara kandung itu lewat jalan-jalan masing menuju ke lokasi pembacaan proklamasi. Frans Mendur yang hanya memiliki tiga buah plat film (dulu belum ada rol film) sukses menjepret peristiwa bersejarah itu tiga kali. Saat Soekarno membacakan teks proklamasi bersama Hatta. Ketika Latief dan Suhud mengerek bendera merah putih dan satu lagi sama-sama foto pengibaran bendera, namun dengan latar belakang kumpulan masyarakat yang berjejal menyaksikan proklamasi.

Sama seperti Frans, Alex Mendur pun dapat mengambil foto-foto momen maha penting bagi Indonesia itu. Hanya sayang tak lama sesudah acara proklamasi selesai, Jepang mengetahui aktivitas yang adik kakak ini lakukan.

Seperti yang sudah ditebak, Frans dan Alex didatangi oleh tentara Jepang. Pelat-pelat negatif karya Alex berhasil dirampas dan dihancurkan. Namun, tidak halnya dengan Frans.
Sebelum tentara Jepang menggeledah dirinya, ia mengubur pelat-pelat negatif miliknya di halaman Kantor Asia Raya. Di hadapan para tentara Jepang yang menggeledahnya, Frans mengaku negatif filmnya sudah dirampas Barisan Pelopor pendukung Soekarno.

Begitu suasana aman, Frans mengambil negatif foto itu. Bersama dengan Alex, mereka pun mencetak foto itu di kamar gelap Kantor Berita Domei.

Mengenai foto-foto tentang bangsa Indonesia zaman kemerdekaan yang saat itu banyak beredar di media massa luar negeri, tak lain juga karena usaha Frans Mendur. Dikabarkan dalam beberapa perjalanan menggunakan pesawat terbang, Frans kerap menitipkan foto-foto yang diambilnya kepada sejumlah pilot Filipina. Foto-foto yang diberikan inilah yang pada akhirnya membuka mata dunia internasional bahwa ada satu negara berdaulat baru lagi yang muncul di dunia saat itu yakni namanya Indonesia.

Frans Mendur memang tidak seterkenal Ir.Soekarno, Mohammad Hatta, maupun M. Yamin, tetapi jasanya bagi bangsa ini juga sangatlah besar. Oleh sebab itu, kita sudah sepantasnya mengingatnya sebagai pahlawan bangsa, pahlawan Indonesia. (jawaban)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger