"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Didukung feminis radikal: 4 buah salib dirobohkan di Rusia

Written By Menara Penjaga on Rabu, 29 Agustus 2012 | 10:45

Seorang imam Gereja Ortodoks Rusia sedang memeriksa sebuah salib yang
dirobohkan di Arkhangelsk, Rusia (foto: TheMoscowTime/Arkhangelsk Bishopric).
RUSIA, Moskow.
Sejumlah 4 buah salib dirobohkan di dua wilayah berbeda di Rusia (25/8). Semakin meningkatnya sikap anarkis dan anti-agama telah menghadirkan keprihatinan yang dalam di lingkungan Gereja Ortodoks Rusia.
Bulan April lalu, di hadapan sekitar 40.000 pemeluk Kristen Ortodoks di Moskow yang menghadiri hari doa nasional, Patriark Kirill mengungkapkan rasa kuatirnya tentang bagaimana penodaan terhadap hal-hal yang sakral dianggap sebagai ekspresi kebebasan. Hal itu diungkapkan setelah 3 wanita anggota group band Pussy Riots melakukan aksi protes terhadap pemerintah dan Gereja Ortodoks Rusia di altar Katedral Yesus Juruselamat Moskow.
Diperkirakan serangan terhadap simbol agama Kristen di atas berkaitan dengan Pussy Riots yang baru-baru ini dijatuhi hukuman 2 tahun penjara ini, sekalipun pemotongan salib juga sudah terjadi sebelum aksi sembruno mereka itu. (lih. CP)
Tak menutup kemungkinan tindakan ini berkaitan dengan politik anti-agama (anti-Tuhan) yang sekarang ini sedang disebarkan ke mana-mana.
Pemotongan salib itu terjadi di wilayah Chelyabinsk dan Arkhangelsk pada akhir pekan baru lalu.
Dua minggu sebelumnya, Femen, sebuah kelompok feminis radikal, menumbangkan sebuah salib peringatan para martir di Kiev, ibukota Ukraina, dalam protes mereka terhadap keputusan pengadilan atas tiga anggota band Pussy Riots.
Dalam sebuah wawancara dengan radio Ekho Moskvy (suara Moskow), Anna Shevchenco, anggota Femen, menyatakan mendukung serangan terhadap simbol-simbol agama di Rusia dan mengajak supaya para pelaku meneruskan tindakan mereka. Ia tidak mengatakan akan bertanggung jawab atas nama organisasinya.
Gereja Ortodoks Rusia meminta supaya siapapun pelaku di belakang pemotongan salib-salib ini supaya di bawa di hadapan hukum. Vsevolod Chaplin, kepala departemen hubungan negara dan gereja Patriarkat Ortodoks Rusia mengungkapkan, “Tindakan ini dengan jelas menunjukkan nilai-nilai moral dari mereka yang menyerang Gereja [Orthodoks],” demikian dilansir Interfax. “Dengan tindakan simbolis ini mereka ingin memaksakan kemauan mereka pada mayoritas masyarakat.”
Tindakan yang dikategorikan sebagai perusakan itu (vandalisme) diancam hukuman sampai tiga tahun penjara di Rusia.
Seperti diberitakan waktu lalu, beberapa pimpinan Gereja Ortodoks menyatakan bahwa mereka telah memaafkan anggota band Pussy Riots dan menyampaikan permohonan pengurangan hukuman bagi mereka.
Sementara itu tindakan anarkis dan anti-agama di atas mendapat kecaman dari Piotr Verzilov, suami dari Tolokonnikova, seorang dari tiga anggota band itu. Ia mengatakan bahwa tindakan pengrusakan simbol agama itu tidak ada kaitannya dengan group band istrinya tersebut. (TheMoscowTimes/MP)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger