"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Sinode Godang HKBP: Bukan ajang merebut kekuasaan

Written By Menara Penjaga on Selasa, 28 Agustus 2012 | 01:28

INDONESIA, Taput (metrosiantar).
Pelaksanaan Sinode Godang Huria Kristen Batak Protestan (SG HKBP) diharapkan berjalan lancar dan sukses. Ajang ini bukanlah untuk berebut kekuasaan melainkan mencari pimpinan bagi jemaat HKBP. Oleh karenanya, peserta diminta untuk tidak mementingkan ego dan ambisinya yang bisa-bisa membuat pemilihan ini deadlock (mengalami kebuntuan). Demikian disampaikan Jumongkas Hutagaol, salah satu jemaat HKBP Simpang Limun, Kota Medan, Minggu (26/8).

“Kita harapkan agar para peserta Sinode Godang (Sinodestan) yang akan memilih pucuk pimpinan HKBP pada 10 hingga 16 September 2012 mendatang mendukung penuh kelancaraan acara tersebut. “ Kepada sinodestan mulai dari tingkat Sintua sampai Ephorus diminta harus benar-benar memiliki sikap prilaku yang harus diteladani semua warga jemaat. Dan diingatkan juga kepada sinodestan untuk menjaga acara yang sakral tersebut dan jangan menciderainya hanya gara-gara ego dan ambisi yang berlebihan untuk menjadi pemenang,” harap Jumongkas Hutagaol.

Menurut Jumongkas Hutagaol, jika masing-masing calon menganggap pemilihan ini sebagai ajang perebutan kekuasaan, maka akan sangat mungkin terjadinya rekayasa-rekayasa. “Kalau sudah begitu kita takutkan akan ada pihak yang akan melakukan pro-kontra dalam pembahasan tata tertib pemilihan dengan tujuan agar sinode godang mengalami dead lock atau kebuntuan,”katanya.

Dikatakannya lagi, jika hal tersebut sampai terjadi maka akan sangat memalukan bagi HKBP. “Jangan sampai ada diantara sinodestan atau calon pucuk pimpinan HKBP nekat menciptakan suasana chaos (kekacauan) hanya karena ambisinya menjadi pemimpin terancam gagal,” tegas Jumongkas. Rasa khawatir sinode godang tersebut bakal deadlock, menurut Jumongkas, muncul setelah melihat dan mencermati situasi yang berkembang jelang pelaksanaan. Dan juga merujuk dengan adanya upaya melalui wacana pada tahun yang lalu untuk mengamendemen aturan peraturan dan mengubah masa bhakti Ephorus dari 4 tahun menjadi 6 tahun. Dengan artian jika wacana itu sempat disahkan, maka pimpinan HKBP saat ini masih akan menjabat lagi hingga dua tahun kedepan.

“Nah, kalau sampai sinode godang deadlock maka akan ditunda dan otomaits pimpinan sekarang akan ditambah masa jabatannya hingga dua tahun kedepan,” ujarnya. Untuk itu, lanjutnya lagi, diingatkan agar para sinodestan hendaklah takut akan kebenaran dan perintah Tuhan serta hukum-hukumnya. “Bukannya apa-apa, tetapi kita harus mengantisipasi agar hal-hal seperti itu jangan terjadi,” katanya.Sebelumnya, Ketua Umum Panitia Pelaksanaan SG Pdt Ramlan Hutahaen dalam konfrensi pers di kantor pusat HKBP baru- baru ini menyebutkan, lima calon Ephorus HKBP nantinya akan dipilih oleh 1379 sinodestan yang semuanya merupakan utusan dan perwakilan jemaat seluruh distrik Gereja HKBP yang ada di Indonesia.

Baca seterusnya di sini.
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger