"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , » Penelitian: Anak-anak yang dibesarkan oleh pasangan homoseks menghadapi bahaya yang menguatirkan

Penelitian: Anak-anak yang dibesarkan oleh pasangan homoseks menghadapi bahaya yang menguatirkan

Written By Ray Maleke on Selasa, 19 Juni 2012 | 00:20

Profesor Mark Regnerus (foto: Daily Texas)
Sebuah penelitian baru-baru ini yang dilakukan oleh Professor Mark Regnerus dari University of Texas menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan oleh pasangan homoseks menghadapi bahaya yang menguatirkan.

Tingkat parental pedophilia tinggi: 23 persen dari anak-anak yang hidup dengan ibu lesbian melaporkan mengalami sentuhan bersifat seksual dari orangtua atau orang dewasa, sementara mereka yang dibesarkan oleh orangtua biologis terdapat 2 persen.

Tingkat pemerkosaan tinggi: 31 persen anak-anak yang dibesarkan oleh ibu lesbian dan 25 persen anak-anak yang dibesarkan oleh laki-laki homo melaporkan bahwa mereka pernah dipaksa melakukan hubungan seks, sementara mereka yang dibesarkan dalam keluarga normal terdapat 8 persen.

Pengidap penyakit seksual menular tinggi: lebih dari 20 persen dari anak-anak yang dibesarkan oleh pasangan lesbi dan 25 persen oleh pasangan laki-laki homo melaporkan mengidap penyakit seksual menular, bandingkan dengan 8 persen dari mereka yang dibesarkan dalam keluarga normal.

Kecenderungan untuk melakukan bunuh diri tinggi: 24 persen dari anak-anak yang dibesarkan oleh pasangan laki-laki homo dan 12 persen oleh ibu lesbian mengakui dalam kurun waktu dekat ini pernah memikirkan untuk melakukan bunuh diri, sedangkan mereka yang dibesarkan oleh keluarga biologis maupun oleh single-parent terdapat 5 persen.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Social Science Research dan melibatkan hampir 3000 orang muda ini dapat merupakan penelitian saintifik yang paling kredibel yang pernah dilakukan mengenai topik ini.

Penelitian lain dilakukan dengan menggunakan data sampel terarah (non-random) dan non-representatif, menggunakan sampel kecil yang direkrut pada acara, toko buku, atau koran lesbian. Prof. Regnerus mengumpulkan data dari sampel acak anak-anak muda di USA. Survey yang dilakukannya juga diarahkan pada anak-anak dalam pasangan homoseksual, dan bukan orangtua homoseksual.

Kelompok gerakan pro-homo mengatakan bahwa kenyataan ini dapat diakibatkan oleh stigmatisasi terhadap orangtua homoseks yang dapat berakibat pada ketidak-stabilan keluarga homoseks. Jennifer Chrisler, direktur eksekutif organisasi pro-homoseksualisme Family Equality Council, mengungkapkan pada ABC News, “Jelas bahwa keluarga lebih kuat dan stabil jika mereka tetap bersama. Karena itu yang perlu kita lakukan adalah mendukung kebijakan yang mempermudah keluarga pasangan homo untuk tetap bersama.”

Hal ini ditampik oleh Mat Staver, pendiri dan pemimpin dari Liberty Councel. “Penelitian ini membuktikan apa yang sudah kita ketahui selama ini – bahwa anak-anak secara umum lebih baik dibesarkan oleh ayah dan ibunya sendiri,” ungkapnya. “Kita perlu membuat hukum yang menguatkan keluarga, dan bukan menghancurkannya. Anak-anak yang dibesarkan di rumah di mana homoseksualitas atau perilaku yang mengarah pada hubungan sesama jenis lainnya diperhadapkan dengan resiko yang semakin meningkat. Kebijakan mengenai perkawinan sesama jenis akan terbukti merupakan bencana bagi anak-anak,” tutupnya. (Charismanews/LSN/MP)

Untuk melihat publikasi penelitian Prof. Regnerus ini klik di sini.

Alkitab dengan terang menentang praktek homoseks, sekaligus dalam pengajarannya menetapkan keluarga sebagai penyatuan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan dalam janji pernikahan. Di dalamnya diharapkan anak-anak dapat diajar dan ditopang dalam pertumbuhan mencapai kepenuhan potensi mereka. Menghormati dan menaati ajaran firman Tuhan bukan berarti bersikap membenci orang lain dari latar belakang apapun.
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger