"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

This Christmas join the team!

Written By Menara Penjaga on Rabu, 04 Desember 2013 | 07:31

www.menarapenjaga.com
www.menarapenjaga.blogspot.com
www.menarapenjaga.wordpress.com


Kami mengundang Anda untuk bergabung dengan Tim Menara Penjaga (MP), blog-magazine Kristen yang informatif dan inspiratif.

Dengan menggunakan media blog yang selain menarik juga tersedia secara gratis, blog.mag. MP hadir untuk membagi informasi dan pengetahuan demi berpartisipasi dalam membangun Tubuh Kristus (Gereja).

Persyaratan:
  • Memiliki akses Internet dan bersedia membagi informasi dan pengetahuan secara sukarela.

  • Memiliki akun email di gmail (misalnya namaanda@gmail.com atau namasamarananda@gmail.com). Akun gmail dapat dibuat secara gratis. Silahkan menghubungi kami jika hal ini menyulitkan, dan dengan senang hati kami akan membantu.

  • Tahu menggunakan blog. Kalau belum terbiasa, bersedia untuk mengikuti petunjuk langkah-demi-langkah yang sederhana.

  • Bersedia mengikuti aturan blog MP (antara lain: tidak memposting bahan yang melecehkan atau menghina orang atas dasar agama, keyakinan, etnisitas, denominasi, dsb).

  • Sanggup memposting paling tidak 1 (satu) post dalam satu bulan. Tulisan yang bukan milik pribadi harus menyertakan sumber tulisan.

Apabila Anda memenuhi kualifikasi di atas ini, silahkan mengirimkan pesan ke

menarapenjaga[a]gmail.com

atau kirim pesan Facebook ke https://www.facebook.com/menarapenjaga7

atau Twitter di @menarapenjaga


Topik tulisan di MP antara lain:

Kolom Perempuan Kristen (memuat hal-hal menyangkut kebajikan dan peran dan prestasi perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, kesehatan, ketrampilan, dsb.);

Olah Raga dan Rohani (memuat hal-hal menyangkut olah raga, para atlet dan sportifitas dalam dunia olah raga, para atlet Kristen dan iman mereka, dsb.);

Bumi Kita (memuat hal-hal menyangkut kecintaan terhadap alam ciptaan Tuhan, eko-teologi, upaya pelestarian lingkungan, tokoh-tokoh Kristen serta gereja-gereja yang terlibat dalam upaya menjaga bumi tempat tinggal kita, dsb.);

Kesehatan dan Sains (memuat hal-hal menyangkut kesehatan, ilmu pengetahuan, penelitian, pengobatan modern maupun tradisional, dsb.);

Rekom Buku dan Film (memuat tulisan tentang film dan buku religius maupun non-religious yang mempunyai nilai dan refleksi iman sehingga dapat direkomendasikan kepada (atau perlu diwaspadai oleh) pembaca dan pemirsa Kristen;

Fokus Keluarga (memuat hal-hal berkaitan dengan kehidupan keluarga Kristen atau yang memberi dampak, baik positif maupun negatif, terhadap eksistensi keluarga Kristen).

Humor (memuat tulisan, cerita humor yang bersih dan tidak melecehkan).


Untuk pertanyaan atau informasi lebih jauh silahkan menghubungi alamat email, Facebook, atau Twitter di atas.

Untuk informasi lebih jauh tentang MP lihat “Tentang Kami.”

Terima kasih atas perhatian Anda. Please “like,” share, forward, atau re-tweet. God bless.

Hidup dengan HIV positif: Hati yang gembira adalah obat

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 30 November 2013 | 03:41

Ketika beban hidup menjadi mustahil untuk dipikul, ibu empat orang anak ini mencari pertolongan Tuhan.



Martha Erika tahu kegiatan suaminya, baik ketika pergi dinas atau pun pulang malam, karena mereka selalu berkomunikasi. Namun entah kenapa, suaminya berubah menjadi orang yang temperamen dan kasar.

Tahun 2008, suaminya mulai sakit-sakitan. Hal itu terbilang aneh, mengingat suaminya sering olahraga dan punya badan kekar.

"Saya tidak pernah berpikir kalau dia temperamen gitu karena merasakan sakit dalam tubuhnya," ujar Martha.

Sejak kejadian itu suaminya langsung terkena penyakit paru-paru dan infeksi kulit. Suaminya pun kemudian diantar ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan dokter didapati bahwa suami Martha terkena HIV/AIDS.

"Itu rasanya dunia jungkir balik gitu. Saya ga bisa berkata-kata di situ. Ingin berteriak, ingin marah, di situ apapun rasanya ga karu-karuan," cerita Martha lagi.

Ketika ditanya dari mana sang suami bisa mendapat penyakit tersebut, suaminya hanya menjawab, "Ma, maafin papa ya…"

Suaminya meminta agar Martha dan anaknya yang terkecil diperiksa dokter. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Martha pun terkena HIV/AIDS.

"Tuhan, Kau ijinkan ini terjadi, apa dosa saya? Apa salah saya, Tuhan?" Bayi mereka sendiri belum bisa dideteksi sampai berusia dua tahun.

Martha sempat mendiamkan suami sejak mengetahui keadaan dirinya. Saat yang sama, suaminya bolak-balik rumah sakit. Dua minggu diopname, dua minggu pulang dan kemudian kembali lagi ke rumah sakit.

Di saat seperti itu, lama-lama timbul belas kasih Martha kepada suaminya.

Dalam hitungan bulan, maut merenggut nyawa sang suami. "Padahal saya sudah ikhlas, apapun keadaan suami, walaupun dia di kursi roda sekalipun, kami akan hidup di jalan Tuhan." Namun, kenyataannya berbeda. Selain itu, Martha pun perlu memikirkan sisi ekonomi keluarganya sejak ditinggal suami.

"Hidup di Jakarta, punya anak empat dengan tiga yang bersekolah, itu rasa-rasanya ga memungkinkan saya untuk bertahan hidup. Belum lagi saya harus memikirkan penyakit HIV/AIDS positif yang ada dalam tubuh saya. Sampai-sampai saya berkata, 'Tuhan, sungguh tak adil Tuhan sama saya'," tutur Martha.

Pernah suatu kali fisik Martha menurun dan terkena infeksi paru-paru serta kulit membuatnya terpuruk. "Dengan melihat anak saya empat yang masih kecil-kecil, saya berjuang untuk anak-anak saya dan di situ saya mencari tempat ibadah.”


"Suatu hari dia datang di rumah doa, di tempat ibadah," ujar Pdp Kumala, orang yang kemudian menjadi pembimbing rohani Martha. "Dan kebetulan saya sebagai koordinator di sana, dia datang dengan keadaan sepertinya bimbang," lanjutnya lagi.

"Di situ mereka tidak menjauhi saya, mereka membimbing saya, merangkul saya dan benar-benar memotivasi saya untuk bisa membuat saya semangat kembali," ungkap Martha. Melalui teman-teman komunitasnya yang baru ini, Martha merasa dirinya diterima.

"Teman-teman komsel [kelompok sel] saya itu mengajarkan pada saya untuk melepaskan pengampunan pada suami saya, walaupun dia sudah tidak ada tapi saya harus melepaskan pengampunan. Mereka membimbing terus menuntun saya, mengenal pribadi Yesus," kata Martha.

Virus HIV itu masih ada dalam tubuhnya, namun kebenaran yang dia dapat membuatnya bangkit dan terus berjuang.

"Hati yang gembira adalah obat, dan itu yang menguatkan saya, di mana kala ketika saya gembira maka itu adalah obat dari sakit penyakit saya." ujar Martha. "Yang tadinya kondisi saya sakit-sakitan, tidak bisa melakukan apapun, sekarang saya mampu melakukan," katanya lagi.

Ketika Martha fokus pada Tuhan dan bukan penyakitnya, mujizatpun terjadi. Anak terkecilnya setelah berusia 2 tahun, ternyata tidak terinfeksi HIV.

"Di situ saya melihat kasih Yesus yang luar biasa, di mana ketika kita benar-benar berserah kepada Yesus dan ketika mengatakan beban kita pada Yesus, dan Dia yang memulihkan kita. Jadi saya, tidak mau fokus dengan penyakit saya ini. Saya mau fokus bagaimana Yesus bekerja dalam kehidupan saya.

“Karena semua diijinkan terjadi dalam kehidupan saya, semua agar saya merasakan kasih Yesus yang luar biasa, supaya saya bisa merasakan mujizat-Nya yang luar biasa.

“Membuat saya semakin mengerti, apa kehendak-Nya di dalam kehidupan saya, buat teman-teman sependerita yang lain, agar bisa semangat lagi dan berbagi kasih Yesus yang luar biasa dalam kehidupan kita," kata Martha menutup kesaksiannya.


Sumber: www.jawaban.com
Judul asli: Kisah Nyata Wanita yang Terkena HIV Akibat Selingkuhan Suaminya

Atlet lari tolak bertanding setelah diberi nomor punggung “angka binatang”

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 16 November 2013 | 11:25

Pelari cross country Codie Thacker (foto: The Blaze).
AMERIKA SERIKAT, Kentucky (MP) --- Seorang siswi sebuah sekolah menengah di negara bagian Kentucky, AS, menolak berpartisipasi dalam sebuah kejuaraan lomba lari lintas negeri (cross country) setelah ia diberi nomor punggung “666.”

“Aku tidak mau mengambil resiko dalam hubunganku dengan Tuhan dan coba memakai nomor itu [dalam pertandingan],” ungkap Codie Thacker seperti dilaporkan WLEX-TV.

Codie dan pelatihnya, Gina Croley, dilaporkan telah berulang kali meminta pengurus Asosiasi Atletik Sekolah Menengah Kentucky untuk mengganti nomor tersebut, tetapi permintaan mereka ditolak.

Jurubicara Asosiasi mengatakan kepada televisi lokal WLEX-TV bahwa mereka tidak tahu bahwa permintaan itu diajukan atas pertimbangan iman Codie sebagai seorang Kristen.

Codie bersikeras bahwa hal tersebut tidak benar.


“Aku beritahu mereka supaya namaku dihapus saja karena memikirkan namaku dihubungkan dengan angka itu membuatku merasa mual," ungkap Codie.  

Tindakan Codie yang memilih keyakinan imannya di atas sebuah kesempatan untuk bertanding mengingatkan kisah Eric Liddell, juara lari sekaligus misionari dari Skotlandia, ketika ia menolak bertanding di kejuaraan Olimpiade karena dijadwalkan pada hari Minggu. [+]


Setelah upaya “reformasi” yang membawa bencana gereja-gereja Suriah membantu umat Muslim

SURIAH, Damaskus (MP) --- Berawal dari aksi protes pada Maret 2011, Suriah masuk ke dalam perang saudara yang telah merenggut lebih dari 100.000 jiwa. Sedikitnya 6000 di antaranya adalah anak-anak.

Situs berita CBN mengutip laporan PBB bahwa lebih dari sembilan juta orang Suriah membutuhkan bantuan kemanusiaan. Masyarakat Suriah yang tadinya makmur sekarang hidup dalam keputus-asaan, demikian judul laporan itu.

Ketua Badan Bantuan Kemanusiaan PBB Valerie Amos menjelaskan bahwa sebelum konflik terjadi masyarakat Suriah “memiliki pekerjaan, tinggal di apartemen, rumah-rumah, mereka mengirim anak-anak mereka ke sekolah ke toko kebutuhan sehari-hari, punya kendaraan, dst.”

“Sekarang ekonomi runtuh banyak orang yang harus melarikan diri seringkali pada tengah malam tanpa membawa apa-apa. Jadi benar-benar ada rasa keputus-asaan,” jelasnya.


Gas dan minyak bumi

Aksi protes terhadap pemerintahan Presiden Bashar-al-Assad tiba-tiba menjadi sebuah revolusi bersenjata yang didukung oleh sejumlah negara asing. Sejumlah “organisasi teroris” yang turut berjuang untuk mengganti pemerintahan, termasuk menyerang komunitas-komunitas Kristen, dipersenjatai secara terang-terangan.

Tapi buruk keadaan di Suriah saat ini masih akan lebih menyedihkan kalau upaya intervensi militer Amerika Serikat (AS) waktu lalu terealisasi.

Mundurnya AS dari rencana yang mendapat kecaman dari seluruh penjuru dunia itu membuat kesal Arab Saudi yang sangat ingin melihat pergantian rezim di Damaskus.

WND mensinyalir konflik Suriah menyangkut gas dan minyak bumi.


Lilin yang menyala

Sampai sekarang rakyat Suriah masih harus bertahan di antara pasukan pemerintah dan pasukan pemberontak.

Dan gereja-gereja di Suriah telah membulatkan tekad untuk menjadi lilin yang menyala di tengah-tengah kegelapan; membawa harapan di tengah keputus-asaan lewat aksi kemanusiaan.

Situs berita AsiaNews melaporkan di Aleppo Gereja Katolik dan jemaat-jemaat menawarkan bantuan kepada ribuan orang yang tidak punya pekerjaan dan tempat tinggal. Anak-anak diberikan beasiswa untuk ke sekolah. Di Damaskus para pekerja gereja dan umat membawa makanan dan kebutuhan pokok lainnya dari rumah ke rumah.

“Lewat pekerjaan amal, Gereja Katolik berupaya untuk mendapatkan kembali rasa kasih dan persaudaraan antara Kristen dan Muslim yang telah dihancurkan oleh perang,” ungkap Uskup Agung Jeanbart dari gereja Melkit di Aleppo.

Menurut penjelasannya keluarga-keluarga Kristen saat ini adalah yang paling membutuhkan bantuan, karena mereka mendapat bantuan yang sangat sedikit dari pemerintah dibandingkan keluarga-keluarga Muslim. Namun demikian, “gereja berupaya membantu semua orang,” ungkapnya. “Sebanyak 35 keluarga Muslim menemukan tempat mengungsi di keuskupan.”

Ia prihatin dengan banyaknya orang yang meninggalkan Suriah dan kemungkinan takkan kembali lagi. Beasiswa bagi anak-anak dan remaja, termasuk makanan dan pemeriksaan kesehatan yang disediakan oleh gereja-gereja dan organisasi lainnya diharapkan dapat membuat orang-orang tinggal.

Kami para imam memberi semangat kepada orang-orang untuk bertahan, bersabar dan berpengharapan untuk masa depan. Kami mendorong orang-orang untuk pertama-tama memiliki iman dalam Allah dan memikirkan bahwa besok bisa merupakan hari yang baru,” ungkapnya. [+]


------
Once Prosperous Syrians Now Living in Desperation (6 Nov. '13)
http://www.cbn.com/cbnnews/world/2013/November/Once-Prosperous-Syrians-Now-Living-in-Desperation/



"Little flowers" of solidarity blossoming in the desert of Syria's War (14 Nov. '13)
http://www.asianews.it/news-en/Little-flowers-of-solidarity-blossoming-in-the-desert-of-Syria's-War-29547.html

Is this what Syria war really about? 
(7 Sep. '13)
http://www.wnd.com/2013/09/is-this-what-syria-war-really-about/


Foto: Asianews

Revisi 17 Nov. '13. Damaskus adalah ibukota Suriah, bukan kota tempat pengikut Kristus disebut Kristen pertama kali, yang adalah Antiokia, kota terbesar ketiga di kekaisaran Romawi, yang sekarang ini merupakan kota kecil di Turki dengan nama Antakya. 

Pengakuan hak masyarakat hukum adat modal kemajuan peradaban bangsa

Dr. Jimly Asshiddiqie
INDONESIA, Bandar Lampung (AntaraNews) --- Menurut Dr. Asshiddiqie, saat ini tak perlu lagi pemerintah memiliki ketakutan dan kecemasan atas keberadaan kesatuan masyarakat hukum adat.


Karena itu, dia menyatakan mendukung upaya yang dilakukan Komnas-HAM untuk memfasilitasi agar hak-hak kesatuan masyarakat hukum adat mendapatkan pengakuan dari negara sebagaimana mestinya, termasuk hutan adat yang dimilikinya.



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger