"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Masalah air di Gereja Makam Suci Yerusalem: "Merusak kesucian dan menyakiti perasaan"

Written By Menara Penjaga on Rabu, 07 November 2012 | 07:34

Gereja Makam Suci Yerusalem
(foto: metronews.com)
ISRAEL-PALESTINA, Yerusalem (6 November 2012). 

Gereja Makam Suci di Yerusalem (The Church of the Holy Sepulchre), tempat yang diyakini merupakan lokasi di mana Kristus disalibkan, termasuk bagian di mana Ia dikuburkan dan bangkit pada hari ketiga, terancam ditutup bagi para peziarah, menyusul tagihan dari perusahaan air Israel, Haginon

Menurut laporan BBC (3/11/12), ketika solusi telah tercapai, rekening gereja telah dibekukan, mengakibatkan kesulitan dalam pembayaran terhadap sekitar 500 pendeta dan biarawan, serta 2.000 orang guru dan membiayai sekitar 30 sekolah.

Patriark Theophilos III menulis surat kepada perdana menteri Israel dan presiden memperingatkan bahwa "langkah yang tidak tepat ini merusak kesucian dan menyakiti perasaan."

Sebelumnya Gereja Makam Suci tidak dikenakan tagihan air, tetapi Haginon mengatakan tempat ibadah itu berhutang selama 15 tahun.

Menurut koran Israel Maariv, ada perjanjian yang tidak tertulis antara Patriarkat Gereja Ortodoks Yerusalem, Patriarkat Ortodoks Armenia, Gereja Roma Katolik Ordo Franciscan, yang bertanggung jawab dalam administrasi Gereja Makam Suci, dan seorang mantan walikota yang menyebutkan gereja dibebaskan dari tagihan air.

Tetapi pada 2004 lalu, Hagihon mengirimkan tagihan kepada gereja sebesar USD 950.000. Perusahaan itu mengambil alih pasokan air pada akhir 1990an, dan kini meminta tagihan yang telah membengkak menjadi sekitar USD 2,3 juta termasuk bunga, dan harus dilunasi.

Pembebasan pembayaran

Juru bicara Haginon, mengatakan perusahaan belum mengambil langkah lanjutan, seperti menghentikan pasokan air, karena tidak ingin menganggu aktivitas di tempat ibadah tersebut, tambah dia.

Bapa Isidoros Fakitsas, pemimpin Patriarkat Ortodoks Yunani di Gereja Makam Suci, mengatakan kepada Associated Press bahwa kesepakatan telah dicapai dengan Haginon beberapa pekan yang lalu.
Dalam kesepakatan itu, umat gereja akan membayar tagihan bulanan dan sisa utang akan dilupakan, kata dia.

Tetapi, kejutan lain muncul di mana rekening bank gereja telah diblokir. Bapa Fakitsas mengatakan Patriarkate tetap akan berjalan meski adanya pembekuan rekening bank, dan akan mencoba mencari alernatif lain untuk membiayai gereja meski itu sangat sulit.

Patriark Theophilos III mengatakan kepada Maariv:" Jika tidak ada yang berubah ... maka untuk pertama kalinya sepanjang peradaban, bahwa Gereja Makam Suci ditutup."

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan kemarin The Christian Post melaporkan bahwa jurubicara Kementerian Luar Negeri Israel, Yigal Palmor meyakinkan bahwa untuk saat ini, air akan terus berjalan ke gereja, dan mengungkapkan bahwa pihak berwenang telah menginstruksikan Hagihon untuk segera menarik perintah untuk memblokir rekening bank gereja. (BBC/CT/MP)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger