"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Bigot of the Year: Kisruh Gereja Katolik Inggris dan para homoseksualis atas sebuah 'penganugerahan'

Written By Menara Penjaga on Rabu, 07 November 2012 | 01:17

Kardinal Uskup Agung Edinburgh Keith O'Brien
(foto: LSN)

INGGRIS, Edinburgh (LSN, 5 November 2012).

Umat Kristen dan unsur masyarakat lainnya di Inggris mengungkapkan rasa sakit hati mereka atas 'penganugerahan' Kardinal Uskup Agung Edinburgh sebagai “Bigot of the Year.” Sebuah kelompok lobi homoseksualisme terkenal di Inggris memberikan 'penganugerahan' ini karena pendirian Kardinal Keith O'Brien dalam menentang agenda homoseksualisme mereka.

Kata bigot “fanatik,” yang digunakan sebagai istilah melecehkan atau merendahkan, dalam Bahasa Inggris didefinisikan sebagai seseorang yang bersikukuh atas suatu pendapat yang tidak masuk akal dan tidak mau merubah pandangan itu (Oxford Learner's Pocket Dictionary). Istilah ini digunakan dalam hal agama atau juga politik. 

Kelompok Stonewall terus membela kebijakan mereka ini, sekalipun beberapa pendukung mereka telah mengritik 'penganugerahan' itu, dengan alasan bahwa itu hanya merugikan upaya mereka sendiri. 


"Seorang pemimpin Kristen pemberani" 

Gerald Warner, seorang jurnalis Katolik, menyebut 'penghargaan' itu sebagai tanda bahwa gerakan homoseksualisme semakin tenggelam lebih jauh ke dalam "homofasisme," demikian ungkapnya pada LSN.com. Ia bertanya, apa kira-kira yang akan dikatakan oleh media jika kelompok Katolik melakukan hal yang sama terhadap pimpinan Stonewall. “Kita semua tahu jawabannya.”

Karena itu, ia bertanya mengapa 'ungkapan kebencian', dan bahkan penghargaan [yang mengandung] kebencian, diterima, “asalkan diarahkan terhadap Pemimpin Gereja yang menegaskan kembali ajaran Gereja Katolik yang tetap dan tak berubah yang telah berlaku selama 2.000 tahun?” 
 
Andrea Minichiello Williams, pimpinan eksekutif dari organisasi bantuan hukum Christian Concern menilai bahwa tindakan ini adalah upaya untuk mempermalukan dan mengintimidasi mereka yang tidak sependapat dengan gerakan homoseksualisme
 
"Untuk mempermalukan dan mengintimidasi mereka yang berpegang pada pandangan yang dianut oleh kebanyakan orang tentang pernikahan,... Stonewall berusaha membungkam keinginan kuat masyarakat untuk mendiskusikan sebuah isu yang sangat penting bagi masa depan masyarakat kita," ungkapnya.

Williams, yang bukan seorang Katolik, menyebut Kardinal
O'Brien sebagai "seorang pemimpin Kristen pemberani yang telah berdiri untuk kebenaran." Dia berkata, "Serangan Stonewall terhadap dirinya menunjukkan rasa marah dan sikap kurang ajar mereka terhadap [orang-orang] yang tidak akan menyerah begitu saja pada agenda mereka."


Alasan pemilihan Kardinal O'Brien?
 
Kemungkinan Kardinal O'Brien dipilih oleh Stonewall karena dia adalah salah satu dari sejumlah pemimpin Katolik yang terang-terangan mengkritik gaya hidup homoseksual itu sendiri, bukan hanya sekedar memuji perkawinan alami. O'Brien mengatakan bahwa praktek homoseksual adalah “merugikan secara fisik, mental dan spiritual bagi mereka yang terlibat di dalamnya.” 

Kardinal O'Brien telah menjadi kritikus gigih dan vokal dari rencana itu, dan mengatakan bahwa upaya itu adalah "penyimpangan mengerikan atas hak asasi manusia yang diterima secara universal."

Dia dinominasikan untuk 'penghargaan' itu bersama Uskup Agung Glasgow, Scotlandia, Philip Tartaglia.”

Para homoseksualis merasa geram ketika Gereja Katolik Skotlandia mengungkapan akan melawan rencana Pemerintah Inggris saat ini yang dipimpin Cameron/Clegg untuk melegalkan "pernikahan sesama jenis."  

Menurut Warner, "Kardinal [O'Brien] berhak menganggap 'penghargaan' itu sebagai pujian tak langsung, yang menunjukkan bahwa dia telah secara efektif berbicara demi iman." 

Namun, ia juga mengungkapkan bahwa perlu ada penyamaan tentang bagaimana hukum telah sementara digunakan. Sekarang ini hanya manifestasi kebencian terhadap hal-hal menyangkut Kristus (Christophobia) yang ditolerir – bahkan didorong – di Inggris dan di [dunia] Barat. 'Penghargaan' yang melecehkan ini hanyalah contoh yang paling baru dari sikap agresi anti-Kristen itu.[*]

-------
Kata "fanatik" telah mendapat arti yang baru. 
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger