"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , , , , , » Resolusi HAM Dewan PBB, pukulan terhadap agenda Uni-Eropa dan AS

Resolusi HAM Dewan PBB, pukulan terhadap agenda Uni-Eropa dan AS

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 06 Oktober 2012 | 21:39

Logo Dewan HAM PBB (sumber: wikipedia)
SWISS, Genewa (5 Oktober 2012, LSN) - Delegasi dari negara-negara Eropa dan Amerika Serikat kecewa pekan lalu setelah Dewan HAM PBB mengadopsi resolusi yang menegaskan hubungan positif antara nilai-nilai tradisional dan HAM. Delegasi Eropa dan AS melihat nilai tradisional sebagai ancaman terhadap perempuan, pelaku hubungan sejenis, biseksual dan transeksual.
 
Ini adalah resolusi ketiga mengenai nilai-nilai tradisional yang lewat sejak 2009. Rusia berhasil mendorong resolusi ini maju meskipun ada upaya dari negara-negara anggota PBB lainnya untuk melumpuhkan inisiatif mereka.
 
Resolusi yang ditulis bersama oleh lebih dari 60 negara (tidak semua merupakan anggota Dewan) dan diajukan oleh Rusia tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai tradisional yang umum diterima oleh seluruh umat manusia memiliki peran positif dalam memajukan dan melindungi HAM. Resolusi ini menyatakan "pemahaman dan penghargaan yang lebih baik terhadap nilai-nilai tradisional yang diakui bersama oleh seluruh umat manusia dan diwujudkan dalam bentuk instrumen HAM yang universal memberi kontribusi dalam memajukan dan melindungi HAM dan kebebasan asasi di seluruh dunia."
 
Menggemakan Deklarasi Universal HAM, resolusi itu menekankan "bahwa hak asasi manusia berasal dari martabat dan nilai yang melekat dalam pribadi manusia" dan, mengakui peran positif dari lembaga keluarga, masyarakat dan pendidikan dalam mempromosikan hak asasi manusia, menyerukan negara-negara untuk "memperkuat peran ini melalui langkah-langkah positif yang tepat."
 
Negara-negara Eropa dan AS menentang resolusi nilai-nilai tradisional ketika pertama kali diusulkan oleh Rusia pada tahun 2009. Mereka juga mengeluarkan suara menentang resolusi yang meminta sebuah laporan mengenai keterkaitan antara nilai-nilai tradisional dan HAM dari Komite Penasehat Dewan (Advisory Committee of the Council) pada Maret tahun lalu. Ketika langkah tersebut tetap diambil, mereka mengambil alih upaya Komite Penasehat untuk membuat laporan yang bertentangan dengan maksud dari resolusi tersebut.
 
Para delegasi dari Eropa dan AS berulang kali mengeluh bahwa "nilai-nilai tradisional" adalah sebuah konsep yang samar-samar yang digunakan untuk membenarkan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan, pelaku hubungan sejenis, biseksual, dan transeksual. Setelah gagal mempengaruhi negara-negara dengan argumen itu, mereka berusaha untuk menghentikan resolusi yang diajukan itu dengan meminta Dewan untuk menunggu laporan dari Komite Penasehat yang pada awalnya mereka tentang itu.
 
Rusia tetap mengajukan resolusi itu, yakin bahwa itu akan memiliki suara yang diperlukan. Resolusi tersebut diterima dengan suara 25 mendukung, 15 menentang, dan 7 abstain.
 
Setelah penerimaan resolusi itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan pernyataan yang menyatakan "Federasi Rusia, bersama-sama dengan sekutu yang sependapat, akan terus mempromosikan pemahaman keterkaitan yang tak terpisahkan antara HAM dan nilai-nilai moral tradisional di Dewan Hak Asasi Manusia."
 
Memperhatikan bahwa "ada negara-negara yang memilih menentang draft [yang diusulkan] (khususnya, Amerika Serikat dan Uni Eropa)" Rusia mengeluh "posisi negatif negara-negara ini, keengganan mereka untuk bekerja dalam perumusannya dan argumen mereka yang khayali terhadap rancangan resolusi ini mengundang penyesalan."
 
Tahun lalu presiden AS Barack Obama memerintahkan semua lembaga federal yang berurusan dengan diplomasi AS dan bantuan asing untuk mempromosikan hak-hak pelaku hubungan sejenis, biseksual, dan transeksual. Dukungan terhadap nilai-nilai tradisional sangat mengganggu bagi kelompok yang mendukung platform ini, seperti dilaporan Star News Gay. Mereka khawatir nilai-nilai tradisional itu akan digunakan untuk membela keluarga alami, hingga juga tidak akan dapat melegalkan hubungan sejenis di seluruh dunia. (*)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger