"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Kabar baik: Pendeta Iran Youcef Nadarkhani dibebaskan

Written By Menara Penjaga on Senin, 10 September 2012 | 05:39

Pdt. Nadarkhani dan isteri
(foto: bosnewslife/churchofiran)
IRAN, Teheran.
Dalam sebuah keputusan tak terduga, pengadilan Iran pada hari Sabtu 8 September 2012 memerintahkan pembebasan Pdt. Youcef Nadarkhani yang telah dipenjara sejak 2009 dan dijatuhi hukuman mati karena “murtad,” demikian dilaporkan BosNewsLife. Pelaksanaan hukuman gantung itu ditangguhkan pada bulan Juli tahun lalu.
 
Seorang anggota jemaat pimpinan Pdt. Nadarkhani mengungkapkan pada BosNewsLife bahwa tuduhan “murtad” telah dianulir namun ia dinyatakan bersalah atas tuduhan melakukan penginjilan kepada warga Muslim. Ia dijatuhi tiga tahun penjara, waktu yang sudah dijalaninya selama masa tahanan. Keputusan ini diketuk di Rahst, kota asal Pdt. Nadarkhani.
 

Pdt. Nadarkhani disambut keluarga
(foto: bosnewslife/churchofiran)
Terima kasih untuk semua yang telah mendukung saya lewat doa,” ungkap Pdt. Nadarkhani lewat seorang penerjemah kepada BosNewsLife.
 
Istrinya, Fatemah Pasindedih, dan kedua anaknya, Daniel dan Yoel, menyambut Pdt. Nadarkhani dengan pelukan ketika pintu besi penjara terbuka. Sanak keluarga yang datang menyambut kebebasan Pdt. Nadarkhani tersenyum sambil mencucurkan air mata menyaksikan reuni ini.
 
Saya mengalami kehadiran Tuhan di sisi saya setiap waktu,” ungkap pendeta berumur 35 tahun ini.
 
Di tempat berbeda Firouz Khandjani, seorang anggota dewan gerakan Gereja Iran, menyebutkan kepada BosNewsLife, “Ini merupakan jawaban atas doa-doa.” Ia juga mengingatkan bahwa Pdt. Nadarkhani kemungkinan masih menghadapi bahaya yang mengancam jiwanya.
 
Pdt. Youcef Nadarkhani serta beberapa anggota jemaat gereja rumah yang di pimpinnya ditahan di kota Rahst pada 2009 lalu ketika hendak mendaftarkan gereja mereka pada pemerintah. Hal ini dikaitkan dengan protes yang disuarakannya atas mandat pelajaran Al Quran di sekolah yang diharuskan bagi anak-anaknya. Menurut Pdt. Nadarkhani hal itu melawan konstitusi Iran yang menjamin kebebasan beragama.
 
Ia kemudian dituduh murtad dan ancaman hukuman mati. Beberapa kali Pdt. Nadarkhani diberi kesempatan untuk menyangkal imannya, namun ia menolak. Dalam surat yang ditulisnya dari penjara ia menyatakan, “Firman Allah mengatakan pada kita untuk siap menghadapi penderitaan dan hinaan demi namaNya.” Ia mengatakan bahwa kesabaran Tuhan harus nampak dalam penderitaan kita. “Siapapun yang mengabaikan ini akan dipermalukan” pada hari orang-orang Kristen akan bertemu Tuhannya, ungkapnya seperti dilansir BosNewsLife.
 
Bulan Juni lalu, Pdt. Nadarkhani menulis:
Banyak yang mencoba lari dari ujian imannya…tidak ada seorang pun dapat menjadi pemenang dengan lari dari semua itu, tetapi dengan kesabaran dan kerendahan hati ia akan dapat mengatasi ujian ini dan memperoleh kemenangan.”
 
Dengan doa-doa kita semua, kuasa Tuhan bekerja dalam pembebasan Pdt. Nadarkhani, dan tak terkecuali dalam kesaksian para martir yang telah menerima penderitaan dan kematian demi nama Tuhan oleh karena pengharapan mereka akan hidup yang lebih baik bersama Allah. (MP)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger