"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Pakistan: Sembilan calon perawat diduga diracun karena iman mereka

Written By Menara Penjaga on Selasa, 07 Agustus 2012 | 00:21

Protes terhadap dugaan peracunan sembilan siswa perawat
di Karachi (foto: Express/Ifran Ali)
PAKISTAN, Karachi (1/8/12).
Berita yang menyedihkan datang dari Karachi, Pakistan. Sembilan siswa perawat beragama Kristen yang sementara dalam training di Civil Hospital Karachi Pakistan jatuh sakit pada Minggu malam setelah meminum teh yang dibuat di asrama mereka dan diduga telah diracun. Mereka mengaku bahwa hal ini terjadi berkaitan dengan iman mereka.

Para pemimpin Kristen telah menyerukan diadakannya penyelidikan yang tidak memihak atas kasus yang terjadi di rumah sakit milik pemerintah ini.

Menurut salah satu perawat yang keracunan, seorang rekan telah membuat teh setelah jam 10 malam dan segera setelah minum teh itu mereka jatuh sakit. Mereka dibawa ke unit rawat darurat di Civil Hospital dan dipulangkan setelah perawatan. Tetapi mereka mengalami keadaan komplikasi di pagi hari dan harus dibawa ke rumah sakit lagi.

Anggota parlemen Saleem Khokhar, saat berbicara dengan The Express Tribune, menyerukan supaya pemerintah dan polisi melakukan penyelidikan bersama untuk mengetahui penyebab sebenarnya keracunan tersebut. Ia menebas isu bahwa kejadian tersebut akibat para perawat minum teh ketika rekan-rekan Muslim mereka berpuasa, karena insiden terjadi pada waktu malam ketika semua orang telah berbuka puasa.

Michael Javed, seorang pemimpin Kristen, mengutuk insiden itu dan menuntut supaya diadakan penyelidikan peradilan.

Menurutnya masyarakat Pakistan telah menjadi sangat intoleran terhadap umat beragama lainnya dan tidak memberikan kempatan pada kelompok agama minoritas untuk hidup dalam damai. "Pemerintah telah menutup mata terhadap penganiayaan kaum agama minoritas; gadis-gadis kami dipaksa meninggalkan agamanya dan gereja-gereja kami diserang," ungkapnya dengan sedih.

Javed mengatakan bahwa adalah hal yang sangat disayangkan jika benar para perawat itu diracun, karena umat Kristen juga menghormati umat Islam dan karena itu menahan diri dari makan dan minum di depan mereka pada saat bulan puasa. Anggota komisi hak asasi manusia Pakistan, Abdul Hai, juga menyatakan keprihatinannya atas insiden ini. "Sejumlah besar perawat memeluk agama Kristen dan telah mengalami perlakuan buruk serta prasangka," tambahnya.

Mencela kejadiaan tersebut, komunitas Kristen telah menggelar sebuah konferensi pers di Karachi Press Club pada hari Selasa.

William Sadiq, koordinator sebuah organisasi kesejahteraan untuk kaum minoritas perempuan, mencurigai pihak administrasi rumah menyembunyikan masalah yang sebenarnya. Dia menduga beberapa gadis-gadis lain di asrama mungkin telah meracuni para pelajar ini karena persaingan. "Bahkan bisa jadi penargetan agama," kata Shadiq. Para pemimpin Kristen juga melakukan protes di depan Karachi Press Club terhadap administrasi rumah sakit serta meningkatnya intoleransi keagamaan.

Pengawas Civil Hospital, Prof Saeed Quraishy, mengesampingkan kemungkinan adanya keterlibatan orang lain di asrama tempat tinggal siswa. "Mereka membuat teh sendiri, bagaimana bisa ada orang lain terlibat," katanya.

Dia menambahkan bahwa pihak rumah sakit telah mendaftarkan kasus ini di kantor polisi Eidgah dan sampel teh itu telah dikirim ke rumah sakit Universitas Aga Khan untuk tes toksikologi. (TheExpressTribune/MP)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger